Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sapa Mantan

Ayah adalah Pria yang Pemarah: Bagaimana Jika Sebenarnya Kita yang Kurang Memahami Bahasa Kasih Sayangnya?

Ade Vika Nanda Yuniwan oleh Ade Vika Nanda Yuniwan
19 Agustus 2019
A A
ayah adalah

ayah adalah

Share on FacebookShare on Twitter

Bagaimana pun ia memarahimu, seburuk apapun ia di matamu, ia adalah figur cinta pertamamu—ayah.

Saya berani jamin, di antara kita semua pasti pernah terlibat percekcokan dengan seorang pria terdekat kita. Ya, siapa lagi jika bukan ayah. Figur ayah yang jarang ditampilkan kemellowannya dalam quotes-quotes yang beredar jika dibanding sosok ibu, seringkali menambah kesan ‘keras’ pada sosok ayah. Jika ibu selalu digambarkan sebagai seorang wanita yang merawat kita dengan kelembutannya, maka ayah adalah sebaliknya.

Namun bukan berarti ayah mendidik kita dengan cara kekerasan. Hanya saja, cara ayah dalam menunjukkan kasih sayangnya seringkali membuat kita kurang memahami. Kita tentu tahu, banyak artikel yang memuat tentang bagaimana perbedaan sikap laki-laki dan perempuan. Salah satu ciri sifat yang banyak diulas adalah tentang perempuan yang lebih mengandalkan perasaan dan laki-laki lebih mengandalkan pikiran.

Pernyataan itu ternyata tidak hanya berlaku bagi kawula muda yang sedang kasmaran saja, melainkan figur ayah dan ibu kita. Kita terlebih dahulu perlu mengetahui jika dari cara menunjukkan kasih sayang keduanya memang sangat berbeda. Dari perbedaan tersebut, kita akan dapat menyimpulkan jika sebenarnya apa yang mereka lakukan adalah bentuk penjagaan terhadap kita—terutama ayah.

Jika ibu merawat kita dengan penuh kasih sayang, maka ayah bertugas mendidik kita dengan penuh tanggung jawab. Ibu bertugas membangun karakter pribadi anaknya, sedangkan ayah bertugas membangun karakter interpersonal sang anak untuk menjadi seseorang yang tangguh sepertinya kelak.

Sayangnya, ayah seringkali kesulitan mengungkapkan kasih sayangnya dengan ungkapan verbal. Sehingga meninggalkan kesan pada anak-anaknya, bahwa ayah adalah sosok yang keras kepala dan tidak mau kalah. Namun beberapa perlakuan seorang ayah berikut ini perlu kita ketahui bahwa seburuk apapun ayah di mata kita, ia adalah figur cinta pertama kita. Iya, sebelum kamu cinta gebetanmu!

Ayah memaksakan kehendaknya sendiri, ayah adalah sosok yang egois

Seribu kali yakin, sebagian besar anak pasti pernah meyakinkan diri bahwa ia mempunyai seorang ayah yang keras kepala. Salah satunya adalah saya. Bagi saya, ayah adalah pria yang keras kepala dan susah dibelokkan pendapatnya.

Baca Juga:

Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Itu Jahat dan Nirempati

Ternyata Bulan Puasa dan Lebaran Tidak Lagi Sama Setelah Orang Tersayang Tiada, Tradisi Banyak Berubah dan Jadi Nggak Spesial

Dalam hal ini, mengertilah jika ayah sedang berusaha menjaga kita dengan caranya dan berbagai pengalaman yang pernah ia dapatkan. Masa remaja ayah berlangsung belasan tahun silam sebelum kita berusia remaja atau dewasa. Maka sebelum kita mengarungi kehidupan yang sesungguhnya, ayah lah yang bertanggung jawab atas keputusan kita. Meskipun seringkali ayah sangat kesulitan untuk menyampaikan maksud yang sebenarnya. Ayah ingin kita tetap terjaga.

Jika begitu, maka sementara waktu penuhi keinginan ayah dan redakan sejenak emosi kita, karena meninggikan suara hanya akan memperunyam suasana. Setelah semuanya mereda, utarakan maksudmu secara baik-baik dan ajaklah ayah berdiskusi karena sebetulnya ayah sangat senang jika kita bersikap terbuka padanya. Dengan begitu ayah akan berpikir, ayah bisa jadi teman bagi anak-anaknya. Ini berlaku untuk anak perempuan dan laki-laki yhaaa~

Ayah terlalu ikut campur urusan kita

Setelah memaksakan egonya sosok ayah biasanya akan sangat penasaran dengan semua kegiatan kita. Bahkan tidak jarang, sosok ayah juga ikut mencampuri urusan kita. Biasanya yang sering jadi sasaran kekepoan ayah adalah kegiatan kita saat di kampus maupun sekolah (bagi yang masih bersekolah). Ayah akan menyelidik kita dengan beragam pertanyaan yang kadang membuat kita gondok juga jawabnya. Ya ayah kepo banget sih.

Meskipun memang tampak menyebalkan, hanya dengan cara itulah ayah dapat tetap mengawasimu. Waktunya sangat terbatas untuk mengawasimu, karena seharian ayah telah bekerja untuk menafkahimu. Namun dengan menginterogasimu dengan pertanyaan-pertanyaan seputar kegiatan di sekolah, ayah akan memastikan bahwa anaknya tetap dalam pengawasannya. Maka, kamu perlu menjawab pertanyaan ayah dengan baik-baik dan seperlunya.

Menjawab seperlunya bukan berarti kamu pelit informasi alias jutek, tapi kamu hanya menceritakan kegiatanmu yang berhubungan dengan pertanyaan ayah. Hal itu dilakukan agar pembicaraan tidak melebar sehingga tidak menyebabkan adanya perdebatan yang berujung eyel-eyelan. Percayalah, ngeyel dengan ayah akan sangat buang-buang tenaga. Maka kamu harus pandai menyiasati hal ini. hehe

Ayah terlalu cerewet dan suka ngomel-ngomel

Ternyata tidak hanya ibu. Ayah pun juga terkadang mempunyai intensitas ngomel yang hampir sama dengan ibu. Saat kita melakukan beberapa kesalahan kecil biasanya ayah akan jadi lebih cerewet. Misalnya ketika kita lalai kewajiban karena sibuk bermain PUBG, Free Fire, Instagram, atau kita asik tidur-tiduran sedangkan rumah sedang berantakan. Bisa jadi ayah akan jadi lebih cerewet dari biasanya.

Jika sudah begitu, hentikan sejenak apapun kemalasan kita sejenak kemudian lakukan tugas seperti yang telah jadi kewajiban kita setiap harinya. Dengan cara ini ayah ingin kita menjadi sosok yang disiplin agar kelak di dunia kerja kita tidak terbiasa menunda pekerjaan dan bermalas-malasan. Meskipun, terkadang cara ayah untuk menunjukkan memang terasa menjengkelkan

Ayah kurang peduli atas masalah yang kita hadapi (terlebih jika penyebabnya adalah kita sendiri)

Jika kita pernah disikapi dengan cuek oleh ayah atas masalah yang kita hadapi, terlebih jika masalah itu muncul akibat ulah kita sendiri. Salah satu contohnya adalah ketika saya kehilangan dompet saya karena keteledoran saya. Ketika saya akhirnya bercerita kepada ayah, awalnya ayah pasti meledak-ledak. Selanjutnya apa yang terjadi? Jangan harap ayah rela mengurus ulang KTP, SIM, STNK, dan kartu ATM saya. Ayah membiarkan saya menyelesaikan masalah sendiri.

Maka saat itu juga ayah mengatakan bahwa seorang anak harus bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuat. Ayah pun mengembalikan masalah tersebut kepada saya. Dan ya, saya mengurus semuanya sendirian. Ayah hanya memberikan uang keperluan, selebihnya ya saya sendiri yang harus kesulitan. Tapi syukur, dompet saya ternyata tidak hilang. wqwq

Dengan cara begitu ayah menginginkan anaknya menjadi sosok yang mengakui kesalahannya serta dapat mempertanggungjawabkan. Ayah tidak ingin ketika putra atau putrinya menghadapi dunia luar, mereka kurang cekatan dalam menyelesaikan masalah. Kalau masalah pribadi saja tidak bisa memecahkan, terus waktu kerja bisa memecahkan masalah apa? Punya keterampilan problem solving apa kita? Begitu sobat…

Kata ayah, menjadi seorang ayah itu tidak mudah. Menjadi ayah harus sebisa mungkin melancarkan komunikasi secara utun kepada anak-anaknya. Bahkan ayah saya memahami benar jika kehidupannya dulu dengan kehidupan anaknya saat ini sangat berbeda. Oleh sebab itu, terkadang marah-marahnya hanyalah sebuah sikap untuk menunjukkan kekurang pahaman beliau terhadap cara dan kebiasaan anak masa kini seperti saya dan adik.

Jadi, ketika ayah kalian marah-marah, ngomel-ngomel, jangan lebih dulu menyimpulkan jika ayah sedang marah. Berhusnuzan, ayah sedang berusaha menunjukkan kasih sayangnya adalah cara yang lebih baik untuk meredam pertengkaran dengan ayah. (*)

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.

Terakhir diperbarui pada 4 Februari 2022 oleh

Tags: AnakayahBapakkasih sayangKeluargaOrangtua
Ade Vika Nanda Yuniwan

Ade Vika Nanda Yuniwan

Pekerja literasi yang mencintai buku, anak-anak, dan pendidikan. Suka berdiskusi sambil nulis ringan untuk isu-isu yang di sekelilingnya.

ArtikelTerkait

Meski Punya Latar yang Mirip, Film Coco Lebih Terasa Nyelekit Dibanding Encanto Terminal Mojok.co

Meski Punya Latar yang Mirip, Film Coco Lebih Terasa Nyelekit Dibanding Encanto

29 Maret 2022
asisten rumah tangga

Asisten Rumah Tangga yang Tak Kunjung Kembali Setelah Idul Fitri

11 Juni 2019
4 Hal Nggak Enaknya Punya Saudara Crazy Rich: Dikira Hidup Serba Mudah hingga Diremehkan kalau Nggak Jadi Siapa-siapa

4 Hal Nggak Enaknya Punya Saudara Crazy Rich: Dikira Hidup Serba Mudah hingga Diremehkan kalau Nggak Jadi Siapa-siapa

5 April 2025
musim permainan di sd anak 2000an tren remaja anak-anak di indonesia mojok.co

Pengalaman Saya Sekolah di SD yang Punya 6 Musim

16 Juli 2020
feminisme

Belajar Menjadi Feminis Dari Ibu yang Tidak Tahu Apa Itu Feminisme

27 September 2019
Ternyata Bulan Puasa dan Lebaran Tidak Lagi Sama Setelah Orang Tersayang Tiada, Tradisi Banyak Berubah dan Jadi Nggak Spesial Mojok.co

Ternyata Bulan Puasa dan Lebaran Tidak Lagi Sama Setelah Orang Tersayang Tiada, Tradisi Banyak Berubah dan Jadi Nggak Spesial

3 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cepu, Kecamatan di Blora yang Paling Pantas Dikasihani Mojok.co

Satu Dekade Merantau, Transportasi Umum di Blora Masih Gaib dan Jalanannya Bikin Cepat Menghadap Tuhan

24 April 2026
3 Kebiasaan yang Harus Kamu Lakukan kalau Mau Selamat Kuliah di Jurusan Ilmu Politik

Penghapusan Jurusan Kuliah yang Tak Relevan dengan Industri Itu Konyol, kayak Nggak Ada Solusi Lain Aja

26 April 2026
Bantul Nggak Punya Bioskop, tapi Warlok Nggak Kekurangan Tontonan Menghibur karena Ada Jathilan hingga Lomba Voli Mojok.co

Hidup di Bantul Tanpa Bioskop akan Baik-baik Saja Selama Ada Jathilan hingga Tanding Voli

23 April 2026
5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

23 April 2026
Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan Mojok.co

Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan

25 April 2026
Pemkab Bangkalan Madura Hanya Omong Kosong Mau Bikin Kabupaten Ini Layak Anak, Nggak Layak Sama Sekali! sumenep, pamekasan

Menerka Alasan Bangkalan akan Terus Berada di Bawah Sumenep dan Pamekasan, padahal Kawasannya Masuk Kota Metropolitan

28 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau
  • Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido
  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka
  • 4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun
  • UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.