Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Skripsi Sudah Tidak Layak sebagai Syarat Kelulusan, Lebih Baik Diganti dengan Magang!

Marselinus Eligius Kurniawan Dua oleh Marselinus Eligius Kurniawan Dua
2 Agustus 2025
A A
4 Mitos Seputar Skripsi yang Bikin Mahasiswa Stres magang

4 Mitos Seputar Skripsi yang Bikin Mahasiswa Stres (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi saya dan teman-teman, skripsi itu sangat problematik sebagai syarat kelulusan. Lebih baik menggantinya dengan program magang yang ribet juga, tapi lebih banyak softskill dan pengalaman yang didapatkan.

Bentar, bentar, jangan ngamuk dulu. Biarkan saya berpendapat dulu.

Saya masih ingat betul, malam itu, di tahun terakhir kuliah, saya dan teman-teman nongkrong di warung kopi langganan. Topik obrolan kami bukan lagi soal tugas-tugas mata kuliah, tapi tentang satu kata yang bikin bulu kuduk merinding: skripsi. Semua yang duduk di meja itu punya ekspresi yang sama, antara pasrah, tegang, dan sedikit putus asa.

Mendengar keluhan mereka, saya cuma bisa manggut-manggut. Saya tahu betul rasanya. Skripsi itu kayak ritual wajib yang harus kita jalani untuk dapat gelar sarjana. Tapi, seiring berjalannya waktu dan melihat realitas di dunia kerja, saya mulai berpikir: sebenarnya skripsi ini masih relevan, nggak, sih?

Mari kita jujur. Skripsi seringkali jadi beban yang lebih berat daripada manfaatnya. Skripsi tidak relevan lagi sebagai syarat kelulusan. Berikut 4 alasan yang saya rasakan, mungkin teman-teman juga merasakan hal yang sama.

Amat jauh dari realitas

Coba kita lihat topik-topik skripsi yang sering kita jumpai. Banyak dari mereka yang membahas hal-hal yang sangat teoretis. Misalnya, “Analisis Kinerja Perusahaan A Menggunakan Metode B.”

Kita sibuk mencari data, mengolahnya, dan membuat kesimpulan yang kadang hanya berguna di atas kertas. Pertanyaannya, seberapa besar sih manfaatnya bagi dunia nyata?

Pengalaman saya sendiri, setelah lulus dan bekerja, saya menyadari bahwa ilmu yang saya gunakan untuk skripsi tidak terpakai sama sekali. Teori-teori yang saya pelajari di bangku kuliah memang penting, tapi praktik atau pengaplikasiannya di lapangan jauh berbeda.

Baca Juga:

Mencoba Memahami Alasan Orang-orang Kabur dari Magang di Jepang

Pengakuan Joki Skripsi di Jogja: Kami Adalah Pelacur Intelektual yang Menyelamatkan Mahasiswa Kaya tapi Malas, Sambil Mentertawakan Sistem Pendidikan yang Bobrok

Skripsi sering kali jadi ‘karya tulis’ semata

Banyak dari kita yang terpaksa membuat skripsi hanya untuk memenuhi syarat kelulusan. Kita sibuk mengejar target halaman, mencari referensi yang sesuai, dan menyusun kalimat-kalimat yang “terlihat ilmiah”.

Akibatnya, skripsi jadi semacam “karya tulis” yang sering kali kurang orisinal. Bahkan, ada teman yang saking putus asanya, sampai harus mencari ‘bantuan’ dari pihak lain untuk menyelesaikan skripsinya. Ironis, bukan?

Bimbingan skripsi yang tidak efektif

Seperti yang diobrolkan waktu itu di warung kopi, proses bimbingan skripsi sering kali tidak berjalan mulus. Dosen pembimbing punya kesibukan lain, jadwal yang padat, dan kadang kurang responsif. Akibatnya, proses pengerjaan skripsi jadi molor.

Bahkan, ada yang sampai harus menunggu berbulan-bulan hanya untuk mendapatkan tanda tangan dari dosen pembimbing. Waktu yang seharusnya bisa dipakai untuk mencari pengalaman lain, malah habis dihabiskan untuk menunggu.

Biaya dan waktu yang terbuang gara-gara skripsi

Jangan lupakan juga soal biaya. Selain biaya kuliah, kita juga harus mengeluarkan uang untuk fotokopi, jilid, cetak, dan kadang-kadang juga untuk biaya penelitian. Waktu yang terbuang juga tidak sedikit.

Berbulan-bulan, bahkan setahun, hanya untuk mengerjakan skripsi. Waktu sebanyak itu bisa kita manfaatkan untuk hal-hal yang lebih produktif, seperti bekerja paruh waktu, mengambil sertifikasi, atau ikut program magang.

Setelah lulus dan bekerja, saya semakin yakin bahwa ada yang lebih penting dari sekadar punya skripsi tebal di rak buku. Hal itu adalah pengalaman. Dan cara terbaik untuk mendapatkan pengalaman adalah dengan magang.

Bayangkan, jika waktu dan tenaga yang kita habiskan untuk skripsi dialihkan ke program magang yang terstruktur, hasilnya pasti akan jauh lebih baik. Setidaknya ada 3 alasan program magang layak menggantikannya sebagai syarat kelulusan.

Pengalaman nyata di dunia kerja

Saat magang, kita akan langsung terjun ke lapangan. Kita akan belajar bagaimana rasanya bekerja di bawah tekanan, berinteraksi dengan rekan kerja dari berbagai divisi, dan menghadapi masalah yang nyata. Kita akan belajar soft skill yang tidak diajarkan di kelas, seperti komunikasi, kerja sama tim, dan problem-solving.

Semua itu adalah ilmu-ilmu yang langsung bisa saya aplikasikan di dunia kerja. Pengalaman ini jauh lebih berharga daripada semua teori yang ada di skripsi saya.

Jejaring yang luas

Magang juga membuka kesempatan kita untuk bertemu dengan banyak orang. Kita akan berinteraksi dengan para profesional di bidangnya, dari senior, manajer, hingga pimpinan perusahaan.

Hubungan ini bisa sangat berguna di masa depan, baik untuk mencari pekerjaan baru, mendapatkan referensi, atau bahkan membuka peluang bisnis.

Peluang untuk mendapatkan pekerjaan

Ini yang paling menarik. Banyak tempat magang yang menawarkan pekerjaan tetap kepada para peserta magang yang memiliki performa bagus. Ini artinya, program magang bisa menjadi pintu gerbang langsung menuju karier impian. Tanpa harus repot-repot mengirimkan CV ke banyak tempat, kita sudah punya kesempatan emas di depan mata.

Pihak tempat magang juga akan langsung merasa dibantu. Mereka tentunya sudah melihat cara kita bekerja selama magang. Tinggal, melihat kualifikasi dan tempat mana yang cocok ditempati oleh kita. Hemat anggaran dan waktu juga.

Akhir kata

Mungkin ide menghapus skripsi dan menggantinya dengan magang itu terdengar radikal. Tapi, bukankah pendidikan seharusnya beradaptasi dengan tuntutan zaman? Dunia kerja saat ini butuh orang-orang yang siap pakai, bukan sekadar punya gelar dan skripsi tebal.

Namun, saya percaya satu hal. Saya percaya bahwa dengan mengganti skripsi dengan program magang yang terstruktur, kita bisa menciptakan lulusan-lulusan yang lebih kompeten. Bagaimana menilai mahasiswa tersebut pantas lulus atau tidak, nah itu baru urusan kampus. Masak saya juga yang ngurus?

Penulis: Marselinus Eligius Kurniawan Dua
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Saya Bukan Mahasiswa Pintar, tapi Bisa Menyelesaikan Skripsi dalam 2 Minggu, Sini Saya Kasih Tahu Strateginya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Agustus 2025 oleh

Tags: magangSkripsi
Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Guru yang baru terjun di dunia menulis. Gemar main game, jalan-jalan, dan kulineran. Suka membahas tentang daerah, sosial, ekonomi, pendidikan, otomotif, seni, budaya, kuliner, pariwisata, dan hiburan.

ArtikelTerkait

Nasi Box untuk Dosen Penguji, Sebuah Gratifikasi atau Penghormatan?

Nasi Box untuk Dosen Penguji, Sebuah Gratifikasi atau Penghormatan?

7 Februari 2020
4 Film yang Siap Menyentil Kemalasanmu Mengerjakan Skripsi terminal mojok.co

Jika Semua Orang di Dunia Sibuk Bikin Skripsi, Dunia Pasti Akan Damai

13 Maret 2020
Saya Lulus Kuliah Lama Gara-gara Kecewa dengan Sosok Si Doel terminal mojok.co

Saya Lulus Kuliah Lama Gara-gara Kecewa dengan Sosok Si Doel

2 Oktober 2020
10 Fitur Microsoft Word yang Perlu Dikuasai Mahasiswa yang Sedang Skripsi

10 Fitur Microsoft Word yang Perlu Dikuasai Mahasiswa yang Sedang Skripsi

25 Agustus 2024
Usaha Fotokopi Melakukan Pratik "Kotor" yang Meresahkan Pelanggan, Tega Manipulasi Data hingga Jual Skripsi Mojok.co publikasi jurnal

Skripsi dan Publikasi Jurnal bagi Mahasiswa Itu Nggak Ada Bedanya, kayak Suruh Milih Masuk Kandang Buaya atau Singa

29 September 2025
Magang di Kantor Pemerintahan Memang Nggak Keren, Dapet Tugas Aja Belum Tentu, apalagi Dapat Ilmu

Magang di Kantor Pemerintahan Memang Nggak Keren, Dapet Tugas Aja Belum Tentu, apalagi Dapat Ilmu

24 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Innova Reborn, Mobil Zalim yang Mengalahkan Kesalehan Zenix (Wikimedia Commons)

Innova Reborn Mobil yang Nakal dan Zalim, tapi Tetap Laku karena Kita Suka yang Kasar dan Berisik, bukan yang Saleh kayak Zenix

15 Februari 2026
Motor Keyless Memang Terlihat Canggih dan Keren, tapi Punya Sisi Merepotkan yang Bikin Pengendara Hilang Kepercayaan Mojok.co

Motor Keyless Memang Terlihat Canggih dan Keren, tapi Punya Sisi Merepotkan yang Bikin Pengendara Hilang Kepercayaan

19 Februari 2026
7 Istilah Dingin dalam Bahasa Jawa, Mulai dari Adem sampai Sembribit Mojok.co

7 Istilah Dingin dalam Bahasa Jawa, Mulai dari Adem sampai Sembribit

14 Februari 2026
4 Makanan Khas Jawa Tengah Paling Red Flag- Busuk Baunya! (Wikimedia Commons)

4 Makanan Khas Jawa Tengah yang Paling Red Flag, Sebaiknya Tidak Perlu Kamu Coba Sama Sekali kalau Tidak Tahan dengan Aroma Menyengat

17 Februari 2026
5 Masjid Unik Jogja yang Patut Dikunjungi biar Nggak ke Masjid Jogokariyan Melulu Mojok.co

5 Masjid Unik Jogja yang Patut Dikunjungi biar Nggak ke Masjid Jogokariyan Melulu

15 Februari 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

19 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Mall Kokas, Tempat Paling Membingungkan di Jakarta Selatan: Bikin Pekerja “Mati” di Jalan, tapi Diminati karena Bisa Cicipi Gaya Hidup Elite
  • Mobil Pribadi Pilihan Terbaik Buat Mudik Membelah Jawa: Pesawat Terlalu Mahal, Sementara Tiket Kereta Api Ludes Dibeli “Pejuang War” KAI Access
  • Pemilik Kos di Jogja Muak dengan Tingkah Mahasiswa Jakarta: Tak Tahu Diri dan Ganggu Banget, Ditegur Malah Serba Salah
  • Niat Daftar LPDP Berujung Kena Mental, Malah Diserang Personal oleh Pewawancara dan Tak Diberi Kesempatan Bicara
  • Mie Ayam Surabaya Buatan Pak Man, Tempat Saya “Berobat” setelah Lelah di Perantauan meski Pedagangnya Tak Ramah
  • Kuliah di Austria Bikin Kena Mental: Sistem Pendidikannya Maju, tapi Warganya “Ketus” dan Rasis

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.