Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Pengalaman Pahit Punya Usaha Laundry, Karyawan Banyak Drama hingga Pelanggan Tak Tahu Diri

Rizka Utami Rahmi oleh Rizka Utami Rahmi
24 Juni 2026
A A
Pengalaman Pahit Punya Usaha Laundry, Karyawan Banyak Drama hingga Pelanggan Tak Tahu Diri Terminal
Share on FacebookShare on Twitter

Saya ingin berbagi pengalaman pahit selama menjalankan bisnis laundry rumahan. Selama kurang lebih 3 tahun saya menekuni bisnis tersebut. Berawal modal nekat, saya dan suami mencoba membangun usaha ini, tetapi pada akhirnya harus gulung tikar. 

Bukan karena kehabisan modal, melainkan ada banyak hal tak terduga yang sebelumnya tidak pernah kami bayangkan dalam menjalani bisnis “basah” ini. Awal mula kami membuka usaha laundry karena saya dan suami sama-sama sudah tidak bekerja kantoran dan saat itu mencari pekerjaan baru terasa sangat sulit. 

ADVERTISEMENT

Setelah mempertimbangkan banyak hal, kami akhirnya memutuskan membuka laundry rumahan. Hanya dengan modal kurang dari Rp15 juta, kami nekat memulai usaha tersebut dengan harapan bisa menjadi sumber penghasilan utama keluarga.

Di awal menjalankan usaha, bisnis kami sebenarnya berjalan cukup lancar. Kami bahkan langsung mendapat pelanggan tetap untuk mencuci mukena musala di salah satu mal di Kota Tangerang. 

Walau keuntungan yang didapat tidak terlalu besar, perputaran order yang cepat membuat kami cukup menikmati pengalaman baru menjalankan usaha sendiri. Sampai akhirnya masalah mulai muncul saat kondisi landry kami sedang jaya-jayanya.

Karyawan datang silih berganti

Karena kami sudah tak sanggup menjalaninya berdua saja, kami memutuskan untuk mulai mempekerjakan seorang karyawan. Karyawan pertama kami saat itu adalah perempuan paruh baya yang butuh pekerjaan karena suami nganggur. Tanpa pikir panjang, kami menerima dengan tangan terbuka. Namun, baru di hari pertama kerja, karyawan itu langsung memuat kesalahan fatal. 

Saat itu, kami memaklumi karena itu adalah pengalaman pertamanya di laundry. Namun, lama-lama bukannya makin pintar justru makin buat elus dada, kejadian tersebut bahkan cukup sering terjadi berulang kali.

Drama terus berlanjut. Setelah karyawan pertama di-cut, datang karyawan kedua, ketiga dan seterusnya yang masing-masing membawa masalah baru di laundry kami hingga ujung-ujungnya kami yang kembali harus mengerjakan semuanya sendiri

Baca Juga:

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering rumahan

Alasan modal Rp100 miliar lebih baik “disulap” jadi bisnis laundry daripada usaha yang ikuti tren

Pelanggan laundry tak tahu diri

Berbagai karakter pelanggan yang bikin elus dada selalu kami temukan selama menjalani usaha laundry ini. Salah satu yang cukup sering dijumpai adalah pelanggan yang kabur sebelum menebus pakaian yang mereka cuci di laundry kami. Kesalahan terbesar sebagian besar pemilik usaha laundry adalah tidak menerapkan sistem uang muka akhirnya banyak pakaian menumpuk begitu saja di rak laundry.

Mulai dari baju, selimut, bed cover, hingga boneka masih tersimpan sampai sekarang. Bahkan, beberapa barang sudah berdebu karena bertahun-tahun tidak diambil pemiliknya. Entah alasan apa yang menyebabkan pelanggan tersebut enggan mengambil pakaian mereka sendiri.

ADVERTISEMENT

Tidak hanya itu, kami juga sering menerima cucian dalam kondisi yang membuat kami harus banyak bersabar. Ada pelanggan yang menyerahkan pakaian dengan noda darah menstruasi, muntahan, bahkan kotoran anak kecil tanpa dibersihkan terlebih dahulu.

Jujur saja, hal seperti itu cukup membuat kami lelah secara mental. Walaupun memang laundry bertugas membersihkan pakaian kotor, rasanya tetap kurang nyaman. Jika harus membersihkan kotoran berat yang seharusnya bisa dibilas lebih dulu oleh pemiliknya.

Biaya produksi laundry yang besar

Selain menghadapi pelanggan dan karyawan, pengeluaran laundry juga ternyata cukup besar. Sabun cuci, pewangi, plastik packing, hingga bon laundry sangat cepat habis. Sementara keuntungan yang kami dapat sebenarnya tidak besar dengan tarif Rp7.000 per kilo.

Belum lagi tagihan listrik dan air yang terus membengkak setiap bulan. Mesin cuci dan pengering pakaian juga beberapa kali rusak karena dipakai hampir setiap hari tanpa henti. Belum lagi gaji karyawan yang tak sedikit. Saat itu kami mulai sadar bahwa usaha laundry tidak semudah yang terlihat.

Sistem antar jemput bikin repot sendiri

Sewaktu menjaring pelanggan baru, kami berinisiatif membuat promo gratis antar jemput dengan minimal cucian 3 kg. Promo tersebut cukup disambut baik oleh pelanggan.

Masalahnya, lagi-lagi pelanggan tak tahu diri saat menggunakan promo menarik ini. Bayangkan saja, saat pakaian hendak diambil di waktu yang sudah ditentukan, pelanggan tersebut lupa menyiapkannya, hingga karyawan yang mengambil menunggu lama. Pelanggan juga sering lama membukakan pintu dan bahkan sering tidak ada di rumah meski sebelumnya sudah janjian.

Bukan cuma itu saja, banyak juga pelanggan yang ternyata cuma mencuci kurang dari 3 kg yang tentu saja tak hanya merugikan kami dalam hal tenaga dan waktu, tapi juga rugi bensin. Masih belum selesai, pelanggan yang sudah diinformasikan akan diantar pakaiannya, ternyata belum menyiapkan uang cash, dan ujung-ujungnya dibayar ditagihan laundry berikutnya alias utang.

Dengan serangkaian drama dalam menjalani bisnis laundry itu, kami akhirnya memutuskan menutup usaha tersebut karena sudah terlalu lelah, baik secara fisik maupun mental. Meski begitu, saya tetap bersyukur karena usaha itu pernah membantu kami bertahan di masa sulit.

ADVERTISEMENT

Dari pengalaman tersebut saya belajar bahwa menjalankan usaha bukan hanya soal modal dan keuntungan. Mental yang kuat, kesabaran, dan kesiapan menghadapi berbagai masalah juga sangat penting agar bisa bertahan dalam dunia bisnis.

Penulis: Rizka Utami Rahmi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 3 Alasan Laundry Self Service Lebih Unggul daripada Laundry Kiloan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Juni 2026 oleh

Tags: Bisnisbisnis laundryLaundrypengalaman bisnis
Rizka Utami Rahmi

Rizka Utami Rahmi

Mom of two and happy wife.

ArtikelTerkait

Panduan Memulai Bisnis Warmindo: Modal Dikit, Cuan Selangit!

Panduan Memulai Bisnis Warmindo: Modal Dikit, Cuan Selangit!

10 Agustus 2022
Bisnis Fotokopi di Desa Cocok untuk Penyamaran Intel, Dapat Cuan dan Rahasia Desa Mojok.co

Bisnis Fotokopi di Desa Cocok untuk Penyamaran Intel, Dapat Cuan dan Rahasia Desa

15 Januari 2024
5 Tipe Orang yang Sebaiknya Jangan Menggunakan Laundry Self Service Mojok.co

5 Tipe Orang yang Sebaiknya Jangan Menggunakan Laundry Self Service

14 Januari 2025
Efek Positif Timnas Indonesia yang Luput dari Perhatian, Kafe-kafe Sepi Jadi Hidup Lagi erick thohir prabowo shin tae-yong pssi

Efek Positif Timnas Indonesia yang Luput dari Perhatian, Kafe-kafe Sepi Jadi Hidup Lagi

16 Oktober 2024
Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering Mojok

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering rumahan

2 Agustus 2026
Dear Pemilik Kedai Kopi, Model Kursinya Jangan Panjang Semua, dong. Nggak Semua Pelanggan Kalian Datang Rombongan, lho

Dear Pemilik Kedai Kopi, Model Kursinya Jangan Panjang Semua, dong. Nggak Semua Pelanggan Kalian Datang Rombongan, lho

3 November 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Derita mahasiswa Unsoed, sudah kampus dan faslitasnya medioker, kini harus menahan malu karena rektornya korupsi Mojok.co

Derita mahasiswa Unsoed, sudah kampus dan fasilitasnya medioker, kini harus menahan malu karena rektornya korupsi

23 Agustus 2026
iPhone HP bapak-bapak? Bapak-bapak nggak mampu beli iPhone! (Unsplash)

Kok bisa iPhone disebut hp bapak-bapak? Padahal banyak bapak-bapak yang nggak mampu beli iPhone

21 Agustus 2026
Jabatan korlas SD kini jadi momok bagi orang tua murid karena ada saja dramanya Mojok.co

Jabatan korlas SD kini jadi momok bagi orang tua murid karena ada saja dramanya

19 Agustus 2026
Nostalgia Stasiun Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya Mojok.co

Nostalgia Stasiun di Kecamatan Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya

19 Agustus 2026
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini Mojok.co

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini 

22 Agustus 2026
Kaza Mal Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi Mojok.co

Kaza Mall Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi

19 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.