Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Acara TV

Sketsa Trans TV: Super Receh, Super Menghibur

Bayu Kharisma Putra oleh Bayu Kharisma Putra
2 Juli 2021
A A
sketsa trans tv mojok

sketsa trans tv mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Pada suatu masa, Trans TV pernah menjadi televisi penuh acara komedi. Salah satu acara yang lumayan awet dan berkesan adalah Sketsa. Acara itu merupakan lakon komedi yang dihadirkan dalam sketsa pendek, sesuai dengan judulnya. Acara yang dimulai pada 2008 ini, memang merupakan salah satu ikon dari Trans TV. Sama dengan pendahulunya Extravaganza, yang sempat menjadi andalan dari Trans TV juga. Siapa sih yang nggak ingat dengan kalimat ajaib, “Tapi, nggak gitu juga kaleee!”

Pak Oding dan Ojan adalah tokoh-tokoh andalan Sketsa. Yang menurut teori yang didapatkan dari selembar kitab kelor abad pertengahan, yang ditulis oleh jendral dari Madagascar, mereka adalah ayah dan anak. Selain mereka ada juga Adit Insomnia, pernah juga Rachel Maryam, Natalie Sarah, Galih Ginanjar, Chika Jessica, Dwi Andika, Soraya Larasati, Edi Brokoli, dan masih banyak lagi. Tapi, Ojan dan Pak Oding adalah pemain yang selalu ada, istilahnya aktor utama. Acara ini punya banyak season, tapi tak pernah berubah konsepnya. Bisa dibilang monoton tapi manjur. Nggak kayak penanganan pandemi oleh pemerintah. Monoton, cuma ganti nama, dan nggak ada yang manjur. Eh, pemerintah dunia sihir Harry Potter tapinya.

Yang menjadi trademark dari acara ini adalah kalimat ajaib tadi. Kalimat yang akan selalu dilontarkan saat menuju pengungkapan punchline. Alurnya selalu sama dan tak jarang para penonton bisa menebak punchline-nya. Meskipun begitu, ada saja penonton setia acara ini, termasuk saya. Saat acara komedi lain berusaha menghindari guyonan yang monoton dan mudah ditebak, mereka justru hadir dengan punchline pasaran dan kodian. Atau kita sebut saja, receh banget.

Acara ini memang super receh. Jokes kodian yang mereka hadirkan, diulang-ulang ratusan kali dengan treatment yang berbeda, namun tak membosankan. Para penikmat acara ini sudah mafhum, sudah paham, jika memang acara ini berkonsep super duper receh. Kadang kala ada kejutan, seperti mematahkan asumsi yang agak bombongan dan ampuh membuat kita kaget. Atau terkadang para aktor dan aktrisnya yang memberi kejutan lewat peran yang dimainkan.

Tentu kita ingat Ojan yang berperan jadi tukang hipnotis. Dengan mata hitam mirip masa lalu Om Dedi, Ojan akan berkata, “Tatap mata, Ojan!” dan tawa bergemuruh. Tak hanya Ojan, ada bapak dan kakaknya yang juga jadi tukang hipnotis, alias keluarga tukang hipnotis. Seringkali Ojan dan aktor yang lain juga berperan dengan pakaian wanita. Gimmick aneh dan nyeleneh inilah yang jadi daya tarik dan pembeda dari jalan cerita yang hampir selalu mirip.

Kiranya acara ini bisa kita anggap sebagai acara legendaris. Si Ojan, main di acara ini sejak belum sunat sampai jakunnya menonjol dan tumbuh kumis. Selama itulah saya mengikuti acara itu. Dari saya masih bocah dan ikut bertumbuh bersama Ojan. Saya kira tak hanya saya yang punya cerita romantis dengan acara ini. Acara yang bahkan nggak ada romantis-romantisnya, tapi bisa melahirkan kenangan indah penuh guyonan receh.

Acara ini menunjukkan pada banyak pihak, receh itu adalah kekuatan. Receh jika dikelola dengan apik, bisa juga menjadi ciri khas. Receh yang sistematis, nggak asal bikin yang penting viral. Sekarang nyari konten receh itu mudah, yang viral juga banyak, tapi yang benar-benar menghibur itu jarang. Sketsa memang sengaja bikin tayangan receh, nggak mengada-ada, dan enak diikuti.

Acara Trans TV yang sekarang juga bagus-bagus, apalagi talkshow-nya. Yang isinya joget mulu dan host-nya bercanda sendiri-sendiri. Receh juga, cuma kurang asoy. Tapi, yang terpenting nggak sereceh twit para buzzer, yang sering bikin malu sendiri orang yang baca. Dan sejujurnya halal bagi kita berteriak dengan lantang ke muka mereka, “Nggak gitu juga kaleee!”

Baca Juga:

Komedi Norak di Tongkrongan yang Seharusnya Musnah dari Peradaban

7 Acara Kuis Lawas Bikin Cerdas yang Seharusnya Tayang Lagi di TV

Sumber gambar: YouTube TRANS TV Official

BACA JUGA Sisipan Iklan Layanan Masyarakat di Dua Sinetron Prime Time Andalan RCTI Ramashok Blas! atau tulisan Bayu Kharisma Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2021 oleh

Tags: acara komediHiburan Terminalojansketsatrans tv
Bayu Kharisma Putra

Bayu Kharisma Putra

Hanya salah satu dari jutaan manusia yang kebetulan ditakdirkan lahir dan tumbuh di bentangan khatulistiwa ini. Masih setia memegang identitas sebagai Warga Negara Indonesia, menjalani hari-hari dengan segala dinamika.

ArtikelTerkait

Kalau Atlet Indonesia Jadi Bintang Iklan Sosis So Nice, Masalahnya Apa_

Kalau Atlet Indonesia Jadi Bintang Iklan Sosis So Nice, Masalahnya Apa?

30 Juli 2021
3 Pelajaran Berumah Tangga dari Sinetron Mahabharata di ANTV terminal mojok

3 Pelajaran Berumah Tangga dari Sinetron ‘Mahabharata’ di ANTV

9 Juli 2021
Terima Saja Kenyataan bahwa Sinetron Ikatan Cinta Sudah Kembali ke Fitrahnya terminal mojok

Terima Saja Kenyataan bahwa Sinetron Ikatan Cinta Sudah Kembali ke Fitrahnya

5 Agustus 2021
Dosen-dosen ‘Law School’ Adalah Tipikal Dosen yang Dihindari Mahasiswa Saat KRS-an

Dosen-dosen ‘Law School’ Adalah Tipikal Dosen yang Dihindari Mahasiswa Saat KRS-an

31 Mei 2021
7 Panduan Menjadi Fangirl dalam Fandom Chinese Pop terminal mojok.co

7 Panduan Menjadi Fangirl dalam Fandom Chinese Pop

3 Agustus 2021
Bajaj Bajuri Masih Merupakan Sitkom Terbaik Hingga Kini terminal mojok

‘Bajaj Bajuri’ Masih Merupakan Sitkom Terbaik Hingga Kini

16 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Jalan Godean Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat Mojok

Jalan Godean yang Ruwet Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat

8 April 2026
Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif
  • Sisi Gelap di Balik Naiknya Harga Gudeg Jogja Langganan yang Membuat Stigma Buruk Semua Gudeg Itu Mahal Makin Dihina Orang Tolol
  • Hari-hari Penuh Perjuangan Pedagang Es Teh Jumbo Menuju Kebangkrutan: Sudah Melarat karena Tipisnya Keuntungan Kini Terancam Mati karena Kenaikan Harga Plastik
  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.