Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Sistem Pembagian Tugas Kerja Kelompok Itu Sebenarnya Ora Mashok

Muhammad Iqbal Habiburrohim oleh Muhammad Iqbal Habiburrohim
21 Juni 2021
A A
Bagi Saya, Nggak Masalah kalau Ada Teman Minta Jasa Gambar Gratis terminal mojok.co

Bagi Saya, Nggak Masalah kalau Ada Teman Minta Jasa Gambar Gratis terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Kerja kelompok seringkali menjadi pilihan para dosen atau guru yang ingin memberikan tugas dengan bobot yang cukup berat kepada para murid atau mahasiswanya. Ditilik secara logika, kerja kelompok dianggap lebih memudahkan para mahasiswa dalam mengerjakan suatu tugas yang cukup kompleks karena tugas tersebut dapat dikerjakan oleh banyak orang sekaligus. Selain itu, kerja kelompok dianggap menjadi salah satu metode ampuh dalam mengajarkan kerjasama tim sejak dini kepada kita agar nantinya menjadi semakin terbiasa bekerja dengan berbagai macam tipe orang yang berbeda-beda.

Sampai di situ saya masih setuju bahwa memang kerja kelompok dapat mengajarkan kita sedari dini bahwa terdapat berbagai macam orang saat melakukan kerja sama tim. Ada yang datang hanya untuk main handphone, kemudian orang yang ikut datang ngerjain tugas tapi ditinggal tidur, hingga yang nggak ikut datang tapi tetep pengin dinilai tinggi. Namun, nyatanya kebiasaan kerja kelompok tersebut memang sangat melekat sampai-sampai saat dewasa pun berbagai macam orang “unik” tersebut masih tetap eksis. Nggak percaya? Coba lihat aja ke Gedung DP….. *error 404 not found*

Sebenarnya di sini saya nggak akan membahas lebih lanjut mengenai orang-orang “unik” tersebut, tetapi ingin membahas lebih lanjut mengenai salah satu sistem yang digunakan dalam kebanyakan kerja kelompok yaitu sistem membagi tugas. Mungkin kebanyakan dari kalian termasuk saya sendiri masih sering menemui sistem pengerjaan seperti itu di mana bobot tugas dibuat sedemikian rupa sehingga jumlahnya sama dengan jumlah kelompok, kemudian masing-masing orang akan mendapatkan satu jatah tersendiri untuk mengerjakan bagiannya sesuai dengan porsi yang telah dibuat.

Lha terus salahnya di mana?

Ya memang sebenarnya nggak ada yang salah dengan sistem seperti itu. Akan tetapi, saya pribadi menilai sistem tersebut bukan sebagai kerja kelompok, melainkan kerja individu yang kebetulan bobot pekerjaannya ditentukan oleh kita sendiri. Walaupun pada akhirnya seluruh hasil kerja digabungkan, tetapi tetap saja pekerjaan tersebut bukanlah hasil dari sebuah kerja tim.

Sistem bagi tugas seperti ini seperti menjadi primadona bagi setiap orang dalam kelompok sehingga saya sendiri yang merasa kurang cocok menjadi segan untuk memberikan saran pengerjaan dengan metode lain. Terlebih pembagian tugas seperti ini lebih mempersingkat waktu dan simpel untuk dilakukan.

Menurut saya sistem seperti itu nggak ada salahnya digunakan, hanya saja bagi saya sistem tersebut nggak mashok. Sebagai contoh seorang dosen memberikan tugas membuat makalah dengan suatu topik tertentu dimana makalah tersebut memiliki format pendahuluan, isi, dan kesimpulan. Kemudian, dosen tersebut menghendaki sebuah kelompok harus beranggotakan tiga orang, maka di saat pembagian tugas dimulai sudah pasti setiap orang akan mendapatkan satu bagian tertentu entah itu pendahuluan, isi, atau kesimpulan.

Mungkin dari segi pengerjaan cara ini terlihat lebih efektif dan adil, di mana semua anggota menyelesaikan masing-masing bagian yang telah ditentukan sebelumnya. Tetapi, bagaimana bisa tiga bagian yang berbeda dan dikerjakan dalam waktu yang berbeda dapat memiliki perspektif yang sama? Kemungkinan besar yang akan terjadi adalah salah satu atau lebih di antara bagian-bagian tersebut akan tidak berkorelasi dengan bagian yang lain.

Baca Juga:

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah

Tradisi Tahunan Datang, Sekolah Kembali Sibuk Merayakan Siswa Lolos PTN, sementara yang Lain Cuma Remah-remah

Selain itu, masing-masing orang akan cenderung bersikap bodo amat terhadap hasil pekerjaan anggota yang lain sehingga nantinya setiap orang hanya akan paham dengan bagiannya sendiri. Hal tersebut seringkali saya rasakan di mana keseluruhan materi yang ada tidak bisa saya kuasai karena pengerjaan yang dilakukan secara terpisah tersebut. Pada akhirnya tugas tersebut hanya sekadar selesai saja, namun tidak menjadi sebuah hasil pekerjaan yang benar-benar utuh.

Terus harusnya gimana?

Menurut saya pekerjaan yang telah diberi cap agar dikerjakan secara kelompok memang lebih baik diselesaikan secara bersama-sama. Bukan tanpa alasan, hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menyamakan perspektif, kemudian masing-masing anggota lebih leluasa menyampaikan ide. Dan yang terpenting semua orang akan paham dengan isi keseluruhan tugas tersebut. Mungkin cara tersebut akan lebih memakan waktu, namun saya sendiri merasakan bahwa cara tersebut benar-benar bisa memberikan sensasi kerja tim yang sesungguhnya.

Bagaimanapun, setiap orang pastinya memiliki preferensi masing-masing dalam menyelesaikan hal semacam ini. Saya sendiri mengakui bahwa metode bagi tugas cukup cepat dari segi waktu penyelesaian, tetapi saya lebih memilih untuk sedikit meluangkan waktu lebih lama dengan tujuan agar saya tetap bisa memahami apa yang sedang kelompok kerjakan. Ya masa kita ngerjain sesuatu yang kita sendiri nggak paham apa sebenarnya intisari dari pekerjaan tersebut? Nggak mashook!

BACA JUGA Masa Bodoh Dibilang Antisosial, Kerja Kelompok Emang Banyak Nggak Enaknya kok atau tulisan Muhammad Iqbal Habiburrohim lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 Oktober 2021 oleh

Tags: kerja kelompokKuliahpembagian tugaspendidikan terminalSekolahtugas individu
Muhammad Iqbal Habiburrohim

Muhammad Iqbal Habiburrohim

Seorang lokal Yogyakarta yang menjalani hidup dengan rute yang dinamis. Berpindah dari satu koordinat ke koordinat lain demi tuntutan profesi, sembari merawat kewarasan dengan menumpahkan segala keluh kesah ke dalam barisan kata.

ArtikelTerkait

Sisi Gelap Jurusan Pertanian: Mahasiswa Rela Membunuh Hewan Pengganggu Tanaman hingga Meracuni Ikan

Sisi Gelap Jurusan Pertanian: Mahasiswa Rela Membunuh Hewan Pengganggu Tanaman hingga Meracuni Ikan

12 Agustus 2023
Kuliah di Jogja Adalah Perjalanan Hidup yang Paling Saya Syukuri surabaya

Kuliah di Jogja Adalah Perjalanan Hidup yang Paling Saya Syukuri

1 Oktober 2022
Menangis Saat Mengerjakan Tugas Sudah Jadi Tradisi Anak Sekolah di Indonesia terminal mojok

Menangis Saat Mengerjakan Tugas Sudah Jadi Tradisi Anak Sekolah di Indonesia

7 Agustus 2021

Tulisan Makin Ngaco, Aplikasi Wattpad Butuh Editor Kebahasaan

2 Juni 2021
gap year adalah arti definisi maksud cara tips pengalaman bagaimana mojok

10 Tips Mengambil Gap Year — Tren Lumrah di Luar Negeri yang Dicibir Orang Indonesia

19 April 2020
Ironi Perpustakaan Sekolah, (Katanya) Gudang Ilmu tapi Nyaris Tak Tersentuh Terminal Mojok jurusan ilmu perpustakaan

Ironi Perpustakaan Sekolah, (Katanya) Gudang Ilmu tapi Nyaris Tak Tersentuh

15 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026
4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu Mojok.co

4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu

12 Mei 2026
Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026
Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau Mojok.co

Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau

16 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026
Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit Mojok.co

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.