10 Tips Mengambil Gap Year — Tren Lumrah di Luar Negeri yang Dicibir Orang Indonesia – Terminal Mojok

10 Tips Mengambil Gap Year — Tren Lumrah di Luar Negeri yang Dicibir Orang Indonesia

Artikel

Terkadang ngambil gap year itu butuh keputusan yang tepat, kalian harus siap menerima omongan-omongan tetangga kayak “Kenapa kok gak kuliah, bukannya udah lulus SMA ya kemarin?”, “Kok di rumah terus sih”, dan macam-macam lah.

Eh ngomong-ngomong, kalian tahu gak sih gap year itu apa? Menurut informasi yang saya kumpulkan, istilah ini mempunyai arti sebuah periode di mana seseorang mengambil rehat atau istirahat dari sekolah untuk bepergian, bekerja, atau melakukan hobi—yang biasanya dilakukan setelah lulus dari SMA sebelum mulai kuliah.

Jadi nih bagi kalian yang nantinya udah lulus dari SMA dan belum bisa untuk kuliah entah itu karena belum siap, belum ada biaya, gagal SNMPTN dan SBMPTN serta ujian-ujian mandiri lainnya, atau mau kerja dulu, gap year bisa menjadi pilihan kalian.

Mungkin bagi sebagian kalangan, istilah ini terkadang menjadi sebuah konotasi yang kurang baik karena setelah lulus SMA kita gak langsung kuliah. Tapi di luar negeri, gap year adalah salah satu pilihan bagi para remaja yang baru aja namatin sekolah SMA-nya. Mereka memanfaatkan waktu jeda sekolah untuk traveling ke berbagai negara atau melakukan kegiatan positif lainnya. So, gap year itu bukanlah sesuatu yang buruk.

Saya sendiri adalah salah satu alumni gap year, jadi sudah pernah merasakan perjuangannya. Jika kamu tertarik mencobanya, mungkin tips ini bisa membantu.

Tips mengambil gap year #1 Siap mental jika mendengar omongan nggak enak

Yup, kalian harus siap mental dan siap mbatin. Karena lingkungan sekitar kita, terutama kawasan rumah, rata-rata masih belum tahu apa itu hakikat ngambil gap year. Biasa lah omongan tetangga itu lebih tajam dari pedangnya Zoro. Saya sendiri pernah merasakan betapa bosannya ditanya kenapa gak kuliah dan di rumah aja. Padahal saya kan pintar, katanya. Tapi gak semua tetangga kayak begitu kok, positive thinking aja.

Tips mengambil gap year #2 Siap dan sabar menghadapi pertanyaan keluarga besar

Ini yang paling saya khawatirkan dan memang sudah terjadi. Banyak saudara-saudara yang penasaran sama saya yang gak kuliah-kuliah atau kerja. Apalagi pas lebaran tiba. Wuuuooo pertanyaan itu sudah saya telan matang-matang. Tapi dengan optimisme yang besar saya selalu menjawab, “Tahun depan aku baru kuliah, om, tan, kak, uwa, buyut, kek, nek, avatar, mang-mang seblak.”

Tips mengambil gap year #3 Gak usah malu sama temen yang udah kuliah dan nanya kabar kamu

Ketika teman-teman kamu udah pada sibuk sama kuliahnya masing-masing dan kamu masih stay di rumah, gak usah khawatir. Ada yang kuliah di sana, di sini, di sono, bahkan di luar angkasa sekali pun, hingga mereka pun dapat kawan baru yang lebih keren dari kamu. Dan tiba-tiba mereka nanya kabar kamu kuliah di mana. Gak usah bingung buat ngarang cerita kuliah di Harvard atau Stanford, cukup jujur apa adanya. Meskipun berat, saya tahu kok kamu pasti bisa.

Tips mengambil gap year #4 Rencanakan dengan matang dari sekarang kegiatanmu selama gak sekolah

Jika kamu akan traveling, rencanakan sematang mungkin. Jika ingin bekerja, pastikan tidak menganggu aktivitas belajar. Jika langsung gas belajar, buat jadwal belajar kamu. Dulu waktu saya ambil gap year, uang hasil THR saya belikan voucher untuk belajar online selama setahun. Di situ saya mulai susun ulang jadwal belajar saya secara detail namun tetap bisa dikerjakan dan dimengerti. Usahakan selalu melakukan evaluasi secara berkala (evaluasi pelajaran dsb.).

Tips mengambil gap year #5 Kesampingkan kebiasaan yang dapat menghambat proses gap year kamu

Menonton drama terlalu larut, maraton film, chattingan sama doi sampai tengah malam, dan kebiasaan-kebiasaan buruk kamu lainnya harus mulai dikurangi. Menonton drama bukanlah suatu hal yang buruk, namun kamu harus tahu waktu. Sayang-sayangan sama pacar juga bisa menambah semangat kamu, namun jangan terlalu asyik juga. Ingat, masa depanmu lebih penting. Buang semua kebiasaan burukmu ketika sekolah dulu.

Tips mengambil gap year #6 Pelajari hal baru yang menurut kamu menyenangkan

Gap year memberimu ruang lebih banyak. Pelajarilah hal-hal positif yang dapat mengembangkan imajinasi dan semangat juangmu. Jika kalian suka memasak, pelajarilah secara mendalam. Siapa tahu bahkan kamu berbakat menjadi seorang chef. Jika kamu suka menjahit, pelajarilah lebih intens. Atau jika kamu senang sekali bermain musik, pelajarilah alat-alat musik (sambil bernyanyi mungkin?).

Tips mengambil gap year #7 Jenuh pasti, tapi kamu harus tetap semangat, masa depan menantimu!

Selama saya menjalaninya di rumah untuk belajar mempersiapkan ujian, saya pun sering merasa jenuh. Saya jenuh di rumah terus, sementara teman-teman sudah mulai kuliah di kampus barunya. Saya jenuh harus kembali belajar dari awal, sementara teman-teman saya sudah dapat ilmu baru. Et et, tapi gak usah khawatir, guys, jenuh itu wajar asal jangan sampai mengeluh berlebihan. Meskipun di rumah, namun saya bisa selalu dekat dengan orang tua. Meskipun di rumah, saya bisa pelajari hal banyak. Intinya tetap bawa enjoy dan syukuri.

Tips mengambil gap year #8 Sempatkan belajar bahasa asing

Mempelajari bahasa asing, terutama bahasa Inggris, sangatlah penting di zaman sekarang ini. Gap year memberi kita kesempatan lebih banyak untuk mempelajari bahasa asing. Kita bisa kursus atau belajar mandiri di rumah dengan cara banyak membaca konten-konten yang berbahasa asing. Hitung-hitung untuk persiapan kuliah kamu nantinya. Bahan kuliah itu banyak dari bahasa Inggris, guys. Jadi, manfaatkanlah.

Tips mengambil gap year #9 Punya rencana cadangan

Jika kamu mengambil jeda sekolah untuk mengejar kampus impianmu, persiapkan juga planning keduamu bila-bila kamu gagal meraihnya (amit-amit). Dulu saya sedari awal ngambil gap year, saya sudah persiapkan rencana-rencana cadangan. Ketika saya nantinya tidak diterima di PTN A, saya sudah simpan beberapa jadwal ujian mandiri di berbagai kampus untuk antisipasi. Intinya, kamu harus punya second planning. Kemungkinan terburuk itu selalu ada.

Tips mengambil gap year #10 Berdoa dan berpikir positif

Berdoa adalah sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan, apalagi dilupakan. Setiap saat kalian harus selalu berdoa. Pintalah yang terbaik pada Tuhan. Percayalah, Tuhan akan selalu mendengar doa-doa dan curhatanmu. Mintalah doa pada orang tua dan orang-orang terdekat ketika kamu akan berjuang. Dulu ketika saya tes SBMPTN di tahun kedua, saya minta doa pada orang tua, saudara, dan teman-teman saya. Hasilnya saya sangat tenang dan bahagia. Dan ketika pengumuman, saya berhasil diterima di perguruan tinggi impian saya.

Bahkan ketika kamu sudah berhasil mencapai tujuan, jangan sampai putus untuk selalu berdoa. Doa itu kekuatan lain dari jiwa kamu.

Gap year itu keren, gak buruk. Saya yakin kamu bisa melaluinya seperti saya dan teman-teman lainnya. Nikmati prosesnya, hal indah akan segera menjemputmu. Percayalah. Terakhir, saya doakan untuk kalian yang gagal kuliah di tahun ini dan berencana untuk melakukannya, semoga niat baik kalian didengar Tuhan dan mimpi kalian bisa terwujud. Amiiin.

BACA JUGA Pertimbangkan Gap Year Kalau Masih Bingung Pilih Jurusan dan tulisan Erfransdo lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.




Komentar

Comments are closed.