Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Utang Itu Sensitif, Sampai-sampai Orang yang Minjemin Duit Jadi Sangat Menyebalkan

Utamy Ningsih oleh Utamy Ningsih
20 April 2020
A A
pinjaman online debt collector pinjol OJK menagih utang piutang menagih utang mojok.co

pinjaman online debt collector pinjol OJK menagih utang piutang menagih utang mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Entah sudah seberapa sering saya mendengar dan membaca cerita tentang menyebalkannya orang-orang yang utang alias minjem duit. Bermanis-manis saat mau minjem, tapi galak minta ampun saat ditagih. Sebagian malah ada yang langsung lupa ingatan secara tiba-tiba atau langsung hilang tanpa jejak.

Saya paham dan saya juga sepakat bahwa tingkah laku seperti itu memang sungguh sangat menyebalkan. Akan tetapi, perlu untuk teman-teman ketahui, bahwa bukan cuma orang yang minjem duit yang bisa menyebalkan, yang memberi utang pun ada yang menyebalkan, contohnya tetangga saya.

Tetangga saya itu (sebut saja namanya Mbak Mumu) sebenarnya cuma nyicilin barang, tapi karena ada tetangga (sebut saja namanya Mbak Mila) yang lagi butuh banget (duit), makanya dipinjemin. Nah, Mbak Mila ini ngutang ke Mbak Mumu karena waktu itu butuh duit untuk memperbaiki hapenya yang rusak. Maklum, Mbak Mila waktu itu baru akan memulai karirnya sebagai pedagang online, jadi tentu saja harus punya hape. Daripada beli baru, mending perbaiki hape lama yang masih bisa dipakai.

Berapa nominal uang yang dipinjam sama Mbak Mila, saya nggak tahu. Mmm… lebih tepatnya saya nggak mau tahu.

Singkat cerita, pada suatu hari terjadilah sebuah insiden salah paham antara Mbak Mumu dan Mbak Mila. Kejadiannya sudah beberapa bulan yang lalu sebenarnya, tapi baru saya ingat, wqwqwq.

Gara-garanya sih postingan di Facebook. Jadi, ada temannya Mbak Mila yang posting fotonya lagi makan sama Mbak Mila di sebuah rumah makan cepat saji. Mbak Mumu yang ngelihat postingan itu dengan perasaan emosi yang bergelora di dalam dada, langsung komen: “Wah, hebat yah, makan enak di luar bisa, utang nggak dibayar.”

Wadaw.

Tidak sampai di situ saja, karena Mbak Mumu juga langsung sebarin berita kalau Mbak Mila tuh sok-sok pamer lagi makan di luar, padahal utangnya aja belum dibayar. Hmm, hebohlah dunia pertetanggaan.

Baca Juga:

Rela Utang Koperasi Kantor demi Biaya Berobat Kucing yang Sudah seperti Keluarga, Saya Dicap Nggak Waras dan Bodoh

Nasib Dianggap Jadi Warga Kelas Menengah: Dianggap Banyak Uang, Tak Pernah Dapat Bantuan, tapi Hidupnya Justru Paling Sering Nelangsa

Usut punya usut, ternyata Mbak Mila itu bukan sengaja nggak bayar utang, tapi memang waktu itu belum bisa bayar tepat waktu, soalnya bertepatan sama bayar kontrakan rumahnya, jadi minta tambah waktu 4 hari apa seminggu gitu, saya lupa. Mbak Mumu juga sudah iya-in. “Iya, nggak apa-apa,” begitu katanya.

Terus masalah foto itu, itu juga salah paham banget. Orang yang foto sama Mbak Mila itu adalah teman SMP-nya Mbak Mila. Mereka sudah lama banget nggak pernah ketemu karena temannya Mbak Mumu itu sudah tinggal di kota lain dan jarang ke kota asalnya karena terikat pekerjaan. Ketika mereka ketemu, itu pun secara nggak sengaja. Mereka ketemu di SPBU. 
Berhubung SPBU bukan tempat yang pas untuk ngobrol panjang lebar, akhirnya temannya Mbak Mila itu ngajakin ke rumah makan cepat saji yang tempatnya nggak begitu jauh dari SPBU tadi. Ngobrol sambil makan siang gitu ceritanya. “Nanti saya yang traktir,” begitu kata temannya Mbak Mila. Mungkin raut mukanya Mbak Mila waktu itu sudah kelihatan kalau lagi nggak punya duit lebih kali yah, hehehe. Bercanda, zheyenk.

Layaknya orang-orang di luar sana, pertemuan hari itu pun diakhiri dengan foto-foto. Ya gimana sih namanya juga baru ketemuan kan, yah. Nah foto-foto itulah yang diposting sama temannya Mbak Mila lalu disalahpahami sama Mbak Mumu. Dikiranya Mbak Mila sengaja nggak mau bayar utang karena mau gaya-gayaan makan enak di luar. Aiiishhh.

Komennya Mbak Mumu itu pun berbuntut panjang karena temannya Mbak Mila ikutan tersinggung. Ya iyalah, itu kan yang posting temannya Mbak Mila. Orang-orang yang baca komen itu bisa berpikiran kalau temannya Mbak Mila yang punya utang terus nggak mau bayar. Tahu sendiri, isu nggak bayar utang itu sebelas-dua belas sama isu pelakor-pebinor, sensitif dan gampang viral.

Saya juga nggak habis pikir, ini kan masih tetanggaan yah, kenapa nggak tanya langsung? Harus banget gitu menegur di kolom komentar media sosial dan cerita sama tetangga? Ya, saya paham itu duitnya dia, tapi kan ada yang namanya cari tahu atau konfirmasi.

Kalau dilihat dari sudut pandangnya Mbak Mila sendiri, masa iya sih ketika kita ditraktir teman lantas bilang: Nggak usah, mending bayarin utang saya aja. Kalau teman yang akrab banget sih mungkin bisalah yah. Kalau cerita Mbak Mila ini kan mereka baru ketemu setelah lama nggak pernah ketemu. Bilang kayak gitu apa nggak mempermalukan diri sendiri? Hadeh.

Ada juga tetangga yang bilang, makanya kalau kayak gitu nggak usah pamer. Loh, itu kan yang posting temannya Mbak Mila bukan Mbak Mila. Dia bahagia ketemu teman lamanya. Ya kali Mbak Mila mau ngelarang dengan alasan dia punya utang. Mbak Mila kan ditraktir, gimana sih? Suka bingung saya sama pemikiran sebagian orang.

Oh, atau mungkin maunya ngelapor dulu kali yah sama Mbak Mumu biar nggak salah paham. Mbak Mumu, ini saya lagi di kaepci, lagi makan, ditraktir sama teman. Tenang aja, saya ingat kok utang saya. Habis itu Mbak Mila malah disangka pamer lagi . Ditraktir aja kok pakai pamer segala. Ngapain lapor-lapor? Tuh, salah lagi kan Mbak Mila.

Tadinya saya pikir cerita tentang menyebalkannya orang yang kasih pinjaman itu cuma ada di FTV yang biasa ditonton sama ibu saya. Eh, tahunya di dunia nyata juga ada—meski nggak semenyebalkan cerita di FTV.

Saya pernah menonton satu episode. Ceritanya tuh, tokoh jahatnya suami istri. Nah, di akhir cerita, suaminya meninggal. Pas masih di pemakaman, eh… istrinya didatangi sama tiga orang bapak-bapak penagih utang. “Bu, bapak punya utang yang harus dilunasi sekarang juga karena sudah jatuh tempo, kalau tidak, rumah Anda akan kami sita.” Monmaap nih, Pak. Ya kali nagih utang di kuburan. Itu mau nagih utang apa mau ikutan acara uji nyali sih? Tapi balik lagi, namanya juga FTV. Memang ceritanya kadang tak ada logika, kayak lagunya Cik Momon.

Ujung dari cerita Mbak Mumu dan Mbak Mila itu diakhiri dengan Mbak Mila ngelunasin utangnya sesuai dengan waktu yang dijanjikan. Mbak Mila juga minta maaf ke temannya. Bagaimanapun, Mbak Mila merasa nggak enak sama temannya. Mbak Mumu sih santai aja. Apalagi tetangga yang sudah gosipin Mbak Mila, semuanya biasa aja. Nggak ada yang gimana-gimana sama Mbak Mumu sekalipun mereka tahu bahwa Mbak Mumu salah paham. Ya iyalah, ntar kalau gosipin Mbak Mumu, lalu ketahuan, nggak dikasih nyicil panci lagi dong, wqwqwq.

Begitulah, orang yang minjem duit itu memang kadang menyebalkan, tapi yang minjemin duit juga bisa menyebalkan. Kalaupun jumlah orang seperti itu tidak banyak, setidaknya ada. Salah satunya ya, Mbak Mumu.

Kebaikan Mbak Mumu yang sudah mau minjemin duit ke Mbak Mila itu adalah satu hal yang tentu penting untuk diingat, tapi kesalahpahaman (kalau tidak bisa dibilang fitnah) dari Mbak Mumu juga adalah hal lain yang bisa untuk ditulis membuat Mbak Mila jadi malu.

BACA JUGA Rasanya Punya Mantan yang Menikah dengan Sahabat Sendiri dan tulisan Utamy Ningsih lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 April 2020 oleh

Tags: duitUangUtang
Utamy Ningsih

Utamy Ningsih

Suka Membaca, Belajar Menulis.

ArtikelTerkait

5 Kiat Menolak Teman PNS yang Suka Ngemplang Utang (Pixabay)

5 Kiat Menolak Teman PNS yang Suka Ngemplang Utang

9 November 2022
dendam

Seperti Dendam, Utang Harus Dibayar Lunas

11 Agustus 2019
taro misaki captain tsubasa penghasilan karier cerita kekayaan timnas jepang mojok

Menghitung Penghasilan Taro Misaki, Pasangan Emas Tsubasa Ozora yang Beda Nasib

2 Mei 2020
menagih utang tips agar tak kena denda karena telat bayar utang kuhperdata mojok.co membyara utang nagih utang tukang tagih

Pengalaman Saya Menjadi Tukang Tagih di Koperasi Swasta

4 Oktober 2020
Ironi Blora: Bukan Lumbung Pangan, tapi Jadi Lumbung Utang   cepu

Ironi Blora: Bukan Lumbung Pangan, tapi Jadi Lumbung Utang  

19 September 2024
Bukan Sekretaris, tapi Tugas Bendahara Adalah yang Terberat di Masa Sekolah terminal mojok.co

Menyimak Narasi Uang dari Noe Letto

2 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Menunggu Mati (Pixabay)

Merindukan Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Sepi Menunggu Mati

10 Mei 2026
Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan Terminal

Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan

9 Mei 2026
Derita Orang dengan Logat Bekasi yang Hidup di Solo (Unsplash)

Derita Orang Bekasi Seperti Saya Hidup di Solo, Dibilang Sok Jawa sampai Susah Nimbrung di Tongkrongan

10 Mei 2026
Kritik untuk Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia UNY dan UAD, Terlalu Ndakik-Ndakik hingga Berjarak dari Realitas Terminal

Kritik untuk Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia UNY dan UAD, Terlalu Ndakik-Ndakik hingga Berjarak dari Realitas

8 Mei 2026
Dosa Besar Menganggap Bakso Aci Sebagai Bakso (Unsplash)

Dosa Besar Menganggap Bakso Aci Sebagai Bakso: Sebuah Tutorial Merusak Mood Pecinta Bakso Daging Sapi

10 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.