Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Semprotulation Adalah Perayaan Bodoh, Untung Dulu Nggak Ada Waktu Saya Kuliah

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
5 Desember 2023
A A
Semprotulation Adalah Perayaan Bodoh, Untung Dulu Nggak Ada Waktu Saya Kuliah

Semprotulation Adalah Perayaan Bodoh, Untung Dulu Nggak Ada Waktu Saya Kuliah (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Akhir-akhir ini saya sering melihat istilah semprolutation, baik dalam bentuk tulisan seseorang maupun story mahasiswa zaman sekarang. Makna semprotulation yang saya tangkap adalah perayaan atas selesainya seminar atau sidang proposal penelitian skripsi seorang mahasiswa.

Terus terang, bagi saya, ini perayaan bodoh. Sebuah perayaan yang tak layak dirayakan, apalagi bila dirayakan secara berlebihan mengingat langkah menuju wisuda masih panjang. Masih banyak rintangan yang harus dihadapi seorang mahasiswa sebelum lulus.

Saya malah jadi bersyukur kuliah di zaman sebelum ada semprotulation. Bagi kaum yang merayakannya, izinkan saya menjelaskan secara logis kenapa saya bisa bersyukur.

Semprotulation adalah perayaan yang bikin mahasiswa bingung dan repot menyiapkan hadiah

Perlu diakui bahwa di akhir perkuliahan, mahasiswa semakin sibuk dengan berbagai urusan akademik. Terlebih bagi mahasiswa yang ingin lulus tepat waktu.

Saya tak bisa membayangkan bila jadi mahasiswa zaman sekarang. Di tengah kesibukan mengurus persiapan skripsi, mahasiswa masih harus bingung dan repot menyiapkan hadiah semprotulation. Bingung pilih tempat membeli hadiah, bingung juga harus memberikan hadiah apa yang cocok untuk teman yang mau seminar proposal.

Pantas saja kalau anak muda zaman sekarang banyak yang overthinking, lha wong banyak banget yang mereka pikirin. Urusan remeh-temeh juga mereka pikirin, kok.

Nggak ikutan tren semprotulation = hemat uang bulanan

Waktu masih kuliah dulu, tiap kali jadwal sempro keluar, pasti muncul nama lebih dari 2 orang yang saya kenal baik. Dulu sih saya senang-senang saja melihat jadwal tersebut. Artinya, banyak teman saya yang maju ke tahap lebih dekat dengan gelar sarjana.

Akan tetapi, kalau saya jadi mahasiswa zaman sekarang, kayaknya saya malah mengeluh melihat banyak nama teman saya di jadwal sempro. Soalnya, makin banyak teman dekat yang sempro, makin banyak pula hadiah semprotulation yang harus saya siapkan.

Baca Juga:

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

Meski terancam DO karena modal nekat, kuliah akan selalu menjadi keputusan paling bijak yang pernah saya ambil

Banyaknya hadiah semprotulation yang harus dibeli adalah petaka bagi mahasiswa. Sebab, bakal sangat menguras kantong. Mending kalau uang bulanan mencukupi, lha kalau pas-pasan gimana? Nggak lucu toh kalau ada mahasiswa kelaparan di akhir bulan gara-gara beli hadiah semprolutation buat teman-temannya.

Nggak perlu berharap dapat hadiah dari orang lain

Apabila jadi mahasiswa penganut paham yang merayakan semprolutation, saya yakin hati ini akan berharap dapat kado dari teman-teman terdekat pasca-sempro. Terlebih jika saya telah memberikan kado semprolutation terlebih dahulu. Jadi ada suatu kewajiban nggak tertulis orang yang telah diberikan kado semprolutation harus mengembalikannya.

Andai ada teman yang nggak mengembalikan kado semprolutation, mesti ada sedikit banyak rasa kecewa. Tapi yang terburuk bukan itu. Bisa saja hubungan pertemanan jadi renggang cuma perkara nggak mengembalikan kado yang harganya nggak seberapa itu.

Tetap bisa bahagia tanpa adanya ucapan “Happy Semprotulation”

Kebahagiaan seseorang bukan karena orang lain, apalagi jadi tanggung jawab orang lain. Kebahagian seseorang itu yang mengatur diri kita sendiri, tanpa adanya intervensi dari siapa pun. Contohnya mahasiswa zaman dulu yang tetap bahagia setelah sempro walaupun nggak ada ucapan “happy semprotulation” baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Bisa langsung fokus melanjutkan penelitian

Berdasarkan pengalaman pribadi, setelah selesai sempro, saya langsung mengeksekusi beragam masukan, sarana, dan koreksi saat sidang. Hal ini saya lakukan supaya saya nggak lupa mengerjakannya.

Sementara saya melihat mahasiswa zaman sekarang yang menganut paham semprotulation adalah sebuah perayaan sepertinya nggak langsung menindaklanjuti saran dan masukan saat sidang. Hal ini bisa kita lihat dari perayaan semprotulation yang bisa sampai berhari-hari. Setelah dirayakan bersama teman sekelas, kemudian dirayakan lagi dengan teman kosan, lalu dirayakan dengan teman ormawa, dan seterusnya.

Perayaan semprolutation kadang memang bukan hanya di hari sempro saja. Saya rasa itu malah mengganggu fokus seorang mahasiswa dalam melanjutkan penelitiannya. Seharusnya sudah bisa tancap gas, malah kelamaan memanaskan mesin.

Semprotulation adalah kebahagian semu

Semprolutation adalah kebahagian semu, bukan kebahagiaan yang hakiki bagi mahasiswa. Pasalnya, garis finish untuk memperoleh gelar sarjana masih sangat jauh. Bahkan, mahasiswa yang sempro duluan belum tentu wisuda duluan, Gaes.

Hal semacam itu jamak terjadi, lho, nggak cuma di zaman sekarang. Dulu, waktu saya masih kuliah, banyak juga kejadian kayak begitu. Intinya, semprotulation adalah kebahagiaan sementara layaknya bahagia di dunia.

Makanya saya merasa sangat beruntung kuliah jauh sebelum ada zaman semprotulation. Saya menuliskan artikel ini bukan bermaksud melarang perayaan semprotulation, terserah kamu saja. Jika kamu ingin terus melanjutkan tradisi semprotulation, saya restui kebodohan itu.

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Dilema Mahasiswa Rantau Ekonomi Pas-pasan di Tengah Gempuran Semprotulation.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Desember 2023 oleh

Tags: happy semprotulationKuliahMahasiswaselebrasi semprosemprotulationsidang semproSkripsi
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

Warjok, Warung Makan Dekat Kuburan yang Selalu Ramai Mahasiswa Untidar Magelang Mojok.co

Warjok, Warung Makan Dekat Kuburan yang Selalu Ramai Mahasiswa Untidar Magelang

20 Agustus 2024
Kondisi-kondisi Ngehek yang Jadi Penyebab Susah Tidur terminal mojok.co

Cara Ampuh Memperbaiki Jam Tidur Adalah dengan Memiliki Tanggung Jawab

1 Oktober 2020
Akreditasi C Nggak Seburuk Itu, Jangan Anggap Sepele!

Akreditasi C Nggak Seburuk Itu, Jangan Anggap Sepele!

29 November 2022
Anak Magang atau PKL Bukan Babu dan Betapa Bahayanya Menormalisasi Itu terminal mojok.co

Balada Anak Magang di Perkantoran

17 Juni 2019
IPB romantis

IPB, Kampus Paling Romantis se-Indonesia

8 April 2020
deadliner

Realita di Balik para Mahasiswa yang Suka Dikejar Deadline

8 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

6 Agustus 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Setelah akad KPR rumah, saya baru sadar bahwa beli rumah bukannya jadi solusi, tapi justru jadi masalah baru

1 Agustus 2026
Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan Mojok.co

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

1 Agustus 2026
5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen seperti saya saat merantau ke kota Mojok.co

5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen saat merantau ke kota

7 Agustus 2026
Jalan Alternatif Jogjakarta-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

Jalan alternatif Jogja-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

2 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.