Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Dilema Mahasiswa Rantau Ekonomi Pas-pasan di Tengah Gempuran Semprotulation

Titah Gusti Prasasti oleh Titah Gusti Prasasti
20 Maret 2023
A A
Emang Ngasih Ucapan Happy Semprotulation itu Penting?

Emang Ngasih Ucapan Happy Semprotulation itu Penting?

Share on FacebookShare on Twitter

Akhir 2022 lalu, saya termasuk dalam daftar mahasiswa yang melakukan seminar proposal (sempro) di gelombang pertama. Tentu saja, saat itu antusiasme teman-teman satu angkatan saya cukup tinggi. Itulah mengapa banyak di antara mereka yang saling tanya jadwal, lalu berjanji akan datang saat selesai ujian. Tujuannya simpel, mengucapkan selamat, kasih hadiah, dan foto-foto.

Entah dari mana dan kapan mulanya, sekarang ini, selebrasi semprotulation semacam jadi kegiatan yang wajib dilakukan mahasiswa. Menurut saya, sebenarnya, alasan utamanya tidak lain dan tidak bukan hanyalah demi gengsi semata. Berfoto sambil menenteng beberapa hadiah dari teman sudah wajib hukumnya. Tidak lupa, saling mention di Instagram juga tidak boleh ketinggalan.

Dulu, saya sempat punya prinsip kuat untuk tidak melakukan selebrasi apa pun selepas sempro. Keputusan ini tentu bukan tanpa sebab. Apalagi, kampus saya, IAIN Ponorogo, punya mekanisme sempro yang cukup unik. Pelaksanaannya dilakukan dengan tanya jawab, bahkan ujiannya bisa diselenggarakan secara terpisah oleh dua penguji. Kemudian, ada kemungkinan judul maupun isi dirombak total atas rekomendasi dosen penguji. Lepas itu, masih harus pula mengerjakan skripsi yang tentu lebih sulit lagi. Atas dasar itulah, saya merasa belum layak menyambut sempro dengan perayaan riuh.

Sepandai-pandainya tupai melompat, akan semprotulation juga

Namun, nyatanya idealisme itu luntur juga. Beberapa teman dekat saya sepakat untuk datang, dan saya tak kuasa menolaknya. Mau tak mau, saya hanyut juga dalam aliran tren semprotulation. Alhasil, hari itu saya mendapat cukup banyak ucapan dan mention-an di Instagram, pun beberapa hadiah yang menurut saya tidak sedikit. Kalau dilihat-lihat, cukup untuk memenuhi stok jajan saya sebulan ke depan.

Ah, memang, selebrasi semprotulation juga tidak buruk-buruk amat. Bahkan, itu sedikit jadi tanda bahwa beberapa orang masih peduli dengan saya. Namun, setelah dipikir-pikir, ternyata hal yang cukup merepotkan justru datang setelah perayaan itu usai. Ya, satu per satu teman yang mengucapkan atau memberi hadiah akan sempro juga. Dan, saya harus membalas kebaikan mereka.

Meski sejak awal tidak ada yang menuntut untuk mengembalikan hadiah-hadiah itu, saya cukup yakin sebagian besar dari mereka mengharapkan balasan yang sama. Hal ini diperkuat dengan budaya kita yang seringkali mengembalikan sesuatu senilai dengan apa yang kita terima. Apalagi, sebagai orang yang tumbuh dan besar di tengah masyarakat Jawa, perasaan pakewuh (baca: sungkan) mengalir kental di darah saya. Nah, di sini perasaan dilema muncul.

Sebagai mahasiswa rantau, saya menaksir bahwa uang bulanan saya tidak banyak-banyak amat. Ya, cukuplah untuk memenuhi kebutuhan ini-itu dan sesekali pergi ngopi di warung murah sekitar kampus. Tapi, sedikit berat jika harus dikeluarkan untuk beli hal-hal yang tidak saya gunakan dalam nominal yang cukup besar, beli bucket snack, misalnya.

Mari berhitung

Mungkin sebelum menghakimi bahwa saya pelit, kita bisa hitung-hitung dulu. Anggap saja, saat saya sempro, ada 10 orang yang memberikan hadiah pada saya. Jika satu bucket snack bisa didapatkan dengan harga Rp35 ribu, praktis saya harus menghabiskan Rp350 ribu untuk mengembalikan hadiah pada 10 teman tersebut. Nominal yang sama bisa saya gunakan untuk makan selama 2 minggu lebih. Atau, membayar separuh lebih uang bulanan kos saya. Agak sayang, bukan?

Baca Juga:

Skripsi Memang Nggak Layak Jadi Satu-satunya Syarat Lulus untuk S1

Jangan Bangga Skripsi Nggak Banyak Revisi, Bisa Jadi Itu Pertanda Salah Arah yang Bikin Repot Saat Sidang Nanti  

Memang betul, berteman tidak seharusnya hitung-hitungan. Tapi, jujur, untuk ini, saya sedikit keberatan. Meski telanjur kecemplung, saya akhirnya sadar selebrasi semprotulation memang berlebihan. Mengingat lagi bahwa sempro bukanlah pencapaian akhir kita sebagai mahasiswa. Ibarat bermain game, selesai sempro sama halnya menang di level satu. Artinya, masih ada bos monster (baca: sidang skripsi) yang harus dihadapi nanti sebelum benar-benar menang.

Perayaan yang harus dibayar dengan cukup mahal itu pun nantinya hanya akan jadi euforia sesaat. Sedetik setelah kalian kembali ke kamar kos yang sepi, pasti sirna pula selebrasi sempro tadi. Yang ada hanyalah kamu dan setumpuk revisi yang menuntut untuk dikerjakan sesegera mungkin. Ya, itu juga kalau kalian ingin cepat lulus, sih.

Saya secara pribadi berharap, para mahasiswa benar-benar berpikir dulu sebelum ikut dan “melibatkan” teman-temannya pada perayaan seperti ini. Sebab, tampaknya tak sedikit pula mahasiswa yang “terpaksa” mengikuti arus demi tetap eksis dan dianggap di circle mereka. Masa iya, selebrasi sempro yang tidak wajib itu harus ditebus dengan puasa berhari-hari?

Penulis: Titah Gusti Prasasti
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Emang Ngasih Ucapan Happy Semprotulation itu Penting?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Maret 2023 oleh

Tags: selebrasisemprotulationSkripsisnack
Titah Gusti Prasasti

Titah Gusti Prasasti

Manusia yang tengah sibuk mencari kesibukan.

ArtikelTerkait

Saya Lulus Kuliah Lama Gara-gara Kecewa dengan Sosok Si Doel terminal mojok.co

Saya Lulus Kuliah Lama Gara-gara Kecewa dengan Sosok Si Doel

2 Oktober 2020
5 Situs Penyedia Jurnal Ilmiah Gratis yang Wajib Diketahui Pejuang Skripsi terminal mojok.co

5 Situs Penyedia Jurnal Ilmiah Gratis yang Wajib Diketahui Pejuang Skripsi

27 Januari 2022
Urutan Produk Oishi dari yang Paling Worth to Buy Sampai B Aja  

Urutan Produk Oishi dari yang Paling Worth to Buy Sampai B Aja  

18 Desember 2022
laptop hilang

Kenapa Sih Laptop Hilang Sering Dialami Mahasiswa yang Lagi Skripsi?

28 Agustus 2019
skripsi itu baik

Skripsi Itu Baik, Kalau Ada yang Jahat, Mungkin Dia Skripsi yang Tersakiti

12 Desember 2019
staf tu fakultas yudisium wisuda lulus mojok

Di Kampus Saya, Orang Paling Menyebalkan Bukanlah Dosen Pembimbing, tapi Staf TU Fakultas

16 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Terminal Cileungsi Bogor Merekam Nasib Angkot Rute Pendek yang Makin Sekarat Mojok.co

Terminal Cileungsi Bogor Merekam Nasib Angkot Rute Pendek yang Makin Sekarat

17 Juni 2026
Orang Jombang Malas Liburan ke Wonosalam, Lebih Memilih Plesir ke Malang Mojok

Orang Jombang Malas Liburan ke Wonosalam, Lebih Memilih Plesir ke Malang

20 Juni 2026
S2 UGM Diperebutkan Lulusan S1 dari Kampus Mana Aja kecuali dari Kampus Sendiri Mojok

Boikot UGM Itu Hak Semua Orang, tapi Jangan Lupa Kalau Keterima UGM itu Nggak (Pernah) Gampang  

19 Juni 2026
Saya Lulusan Ilmu Perpustakaan, tapi Saya Nggak Mau Jadi Pustakawan Sekolah, Isinya Cuma Makan Hati! perpusnas

Anggaran Perpustakaan Itu Mahal, tapi Kita Tak Pernah Peduli karena Maunya Terima Jadi

22 Juni 2026
Nissan Grand Livina 2009, Mobil Sepuh yang Menemani Saya Belajar Nyetir Mojok.co

Nissan Grand Livina 2009, Mobil Sepuh Terbaik untuk Belajar Nyetir

18 Juni 2026
Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending Mojok.co

Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending

22 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.