Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Simpang Empat Mangli, Jalan Poros Paling Ruwet di Kabupaten Jember

Adhitiya Prasta Pratama oleh Adhitiya Prasta Pratama
17 Agustus 2024
A A
Simpang Empat Mangli, Jalan Poros Paling Ruwet di Kabupaten Jember

Simpang Empat Mangli, Jalan Poros Paling Ruwet di Kabupaten Jember (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi saya, orang Jember selatan, jalan satu-satunya paling cepat menuju ke Jember kota adalah melalui simpang empat Mangli, yang ada di Kecamatan Kaliwates. Simpang empat tersebut nyatanya hingga saat ini menjadi jalan poros yang menghubungkan orang Jember selatan seperti saya untuk pergi ke kota. Dan, mungkin bukan hanya masyarakat Jember selatan, melainkan juga dari berbagai penjuru.

Mestinya sebagai jalan poros, kita biasa membayangkan bahwa simpang empat Mangli adalah jalan yang penuh dengan aktivitas. Karena penuh dengan aktivitas, maka jalannya pun akan memiliki standar di atas jalan-jalan lain di Kabupaten Jember. Namun, bayangan itu sepertinya perlu dibuang jauh-jauh. Lantaran simpang empat Mangli nyatanya menjadi jalan paling ruwet sekaligus mengancam nyawa pengendara di Kabupaten Jember.

Jalan sempit yang jadi jalur utama kendaraan besar

Pengalaman saya saat pergi ke kota-kota selain Jember, yang namanya jalan utama atau jalan penghubung pasti akan terlihat lebar dan nyaman bagi pengendara. Sebab jalan tersebut tiap harinya pasti akan dipenuhi oleh pengendara. Namun, nyatanya, apa yang saya alami ketika berkendara di simpang empat Mangli Jember adalah pengalaman yang berbeda.

Hal pertama yang saya rasakan saat melewati simpang empat itu adalah ruas jalan yang sempit dan terhitung umpel-umpelan. Bagaimana tidak, jalan dari sisi sebelah selatan yang menghubungkan Kecamatan Wuluhan, Ambulu, Jenggawah, dan Ajung, sangat nggak ramah dilewati oleh pengendara motor.

Sebab, dari sisi selatan itu, terkadang saya bisa menemukan sederet truk angkutan besar dan bus jurusan antar kota. Truk-truk bermuatan besar dan bus tersebut berangkat dari Banyuwangi atau sebaliknya untuk kemudian melintasi Jember. Jadi, situasinya kebayang ya, betapa seramnya bersaing dengan bus/truk sekaligus jalan yang sempit itu.

Belum lagi aktivitas pasar menambah keruwetan di jalan itu. Sebab, di sisi barat simpang empat Mangli ada Pasar Mangli Jember. Hal ini tentu menambah kekacauan arus lalu lintas. Pengendara pun jadi galau tiap lewat sana. Bukannya apa-apa, jika berangkat dari rumah kita sudah rapi dan wangi, eh, ketika lewat perempatan itu kita seperti orang yang nggak pernah mandi.

Perempatan paling ruwet karna jadi jalan poros di segala arah

Kesan ruwet ini tentu bukan hiperbola. Saya sudah menguji kesabaran beberapa kali di sini. Saya merasa, simpang empat Mangli Jember memang cocoknya jadi simpang empat paling ruwet karena memiliki ruas jalan yang sama-sama penting di segala sisi.

Di sisi sebelah selatan atau Jalan Oto Iskandar dilalui oleh masyarakat Jember selatan dan kendaraan luar kota. Ruas yang nggak terlalu lebar, berdempetan dengan truk angkatan berat, hingga harus saling sabar karena di sebelah sisinya berisi ruko-ruko dan pasar, menjadi pengalaman tersendiri bagi siapa pun yang melewatinya.

Baca Juga:

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

Membayangkan Jalur KA Kalisat Jember-Bondowoso Aktif Kembali, Pasti Banyak Manfaatnya

Begitu pula di sisi sebalah utara, Jalan Udang Windu, sisi paling mengancam pengendara karena berbatasan langsung dengan rel kereta api. Selain berbatasan dengan rel kereta, pengendara juga merasa terancam ketika sedang menunggu lampu merah. Sebab, suasana panas yang menyengat, ditambah harus berhenti di belakang rel menjadi sebuah ancaman yang sukar kita hindari.

Sementara di sisi barat, Jalan Nasional III, ini juga tak kalah padat. Arah barat dari simpang empat Mangli Jember menjadi sisi paling sibuk. Pasalnya, sisi ini memang menjadi jalan nasional atau jalan antarkota lainnya. Selain itu banyak juga bus antarkota yang ngetem di sekitaran Terminal Tawangalun maupun kendaraan besar lain yang lewat di sana. Sampai sini, bayangin dulu, deh.

Kalau untuk sisi timurnya, Jalan Gajah Mada, juga sama. Sisi timur, meski memiliki jalan dengan bentuk double way, tapi nggak begitu signifikan dalam menangani keruwetan ini. Pasalnya, sama saja. Simpang empat Mangli jika dilihat sama seperti gerbang sirkulasi untuk menuju Jember kota. Buktinya, semua arah dari barat, utara, selatan semuanya tujuannya ke timur. Kalaupun tidak, yang berasal dari sisi timur pun juga sama banyaknya.

Simpang empat Mangli Jember mengancam pengendara karena kelewat bahaya

Saya kadang sampai nyebut-nyebut sendiri ketika harus lewat simpang empat ini. Terutama ketika saya berkendara di samping kendaraan besar. Kalau nggak sabaran dan tetap memaksa nyalip, kendaraan dari jalur berlawanan juga mengancam. Sisi berlawanan juga dilalui banyak kendaraan besar plus pengendara yang pulang dari Jember kota.

Alhasil, karena sudah kelewat takut untuk berkelok-kelok mencari aman, akhirnya saya cuma bisa sabar. Saya harus menunggu sekitar 30 menitan untuk berhasil menyelesaikan simpang empat itu. Tentu, 30 menit bagi pengendara motor di kabupaten adalah waktu yang sangat lama. Belum lagi ditambah macet jalanan.

Saya yakin, pengendara kabupaten yang ketemu dengan simpang empat Mangli Jember ini mikir dua kali sebelum benar-benar yakin lewat sini. Biasanya yang nggak yakin akan memilih lewat jalan alternatif yang cukup jauh. Saya cuma bisa berharap semoga Jember bisa punya ringroad sendiri agar kemacetan di jalan poros ini segera berakhir.

Penulis: Adhitiya Prasta Pratama
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Sudah Saatnya Jember Punya Jalan Tol, agar Kabupaten Ini Nggak Semakin Tertinggal.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Agustus 2024 oleh

Tags: jemberKabupaten Jembersimpang empat mangli jember
Adhitiya Prasta Pratama

Adhitiya Prasta Pratama

Seorang mahasiswa yang hobi baca apa aja di depannya.

ArtikelTerkait

Sudah Saatnya Jember Menobatkan Sego Sambel Pak Edi Sebagai Makanan Khas yang Baru (Unsplash.com)

Sudah Saatnya Jember Menobatkan Sego Sambel Pak Edi Sebagai Makanan Khas yang Baru

12 Agustus 2022
Pemimpin Jember Berganti, Jalan Rusak Tetap Abadi

Pemimpin Jember Berganti, Jalan Rusak Tetap Abadi

22 Juni 2025
Saya Rindu Jember, tapi Tidak dengan Kenangan Buruknya

Saya Rindu Jember, tapi Tidak dengan Kenangan Buruknya

14 Desember 2024
Roxy Square Jember, Mal Sejuta Umat Pada Zamannya yang Pamornya Kian Tenggelam Mojok.co

Roxy Square Jember, Mal Sejuta Umat Pada Zamannya yang Kini Pamornya Kian Tenggelam

16 Januari 2024
masjid di dekat alun-alun Jember

Malang This, Bondowoso That, Gimana kalau Jember Aja yang Jadi Ibu Kota Jatim?

29 Maret 2023
3 Rekomendasi Tempat Bersedih di Jember, Kota Paling Romantis yang Sering Bikin Nangis

3 Rekomendasi Tempat Bersedih di Jember, Kota yang Katanya Paling Romantis

19 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda Supra X 125 Motor Terbaik? Ngawur, yang Terbaik Tetap Karisma (Unsplash)

Tak Hanya Supra, Honda Karisma Juga Jadi Tulang Punggung Keluarga Kelas Menengah di Indonesia

16 April 2026
Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Bekerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak Mojok.co

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

20 April 2026
Kuliah di UIN Dipandang Sebelah Mata, Ditambah Ambil Jurusan Nggak Populer Jadi  Makin Menderita Mojok.co

Kuliah di UIN Dipandang Sebelah Mata, Ditambah Ambil Jurusan Nggak Populer Jadi  Makin Menderita

16 April 2026
Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang Mojok.co

Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang

22 April 2026
Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

22 April 2026
Warga Bantul Iri, Pengin Tinggal Dekat Mandala Krida Jogja (Wikimedia Commons)

Saya Mengaku Iri kepada Mereka yang Tinggal di Dekat Stadion Kridosono dan Stadion Mandala Krida Jogja

16 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • 3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya
  • Penyesalan Pasang WiFi di Kos: Dipalak Mahasiswa yang Kerjanya Main Game Online Ramai-ramai dan Ibu Kos yang Seenaknya Sendiri
  • Dulu PD Paling Tampan dan Jadi Idaman saat Naik Motor Suzuki Satria FU, Kini Malah Geli dan Malu karena Ternyata Jamet
  • Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran
  • WNI Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Jadi Guru Kontrak di Indonesia yang Hidupnya Nggak Sejahtera
  • WNA Malaysia Pilih Lanjut S2 di UNJ, Penasaran Ingin Kuliah di PTN karena Dosen Indonesia yang “Unik”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.