Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Sudah Saatnya Jember Punya Jalan Tol, agar Kabupaten Ini Nggak Semakin Tertinggal

Adhitiya Prasta Pratama oleh Adhitiya Prasta Pratama
19 Juli 2024
A A
Sudah Saatnya Jember Punya Jalan Tol, agar Kabupaten Ini Nggak Semakin Tertinggal

Sudah Saatnya Jember Punya Jalan Tol, agar Kabupaten Ini Nggak Semakin Tertinggal

Share on FacebookShare on Twitter

Saya sampai sekarang nggak tahu kenapa Kabupaten Jember tidak punya jalan tol. Padahal kabupaten ini butuh banget

Saya sering misuh-misuh ketika pulang kampung dari Surabaya ke Jember. Perlakuan saya tersebut sejujurnya bukan tanpa alasan. Sebab, perjalanan dari Surabaya ke Jember bagi saya sangat jauh dan lama. Bagaimana tidak, kemacetan demi kemacetan, harus saya lalui satu per satu.

ADVERTISEMENT

Bayangkan saja, ketika saya hendak pulang kampung ke Jember, mulai dari keluar Surabaya, lalu ke Sidoarjo, melewati Bangil dan Probolinggo, hingga di Lumajang, saya tak henti-hentinya menggerutu. Pasalnya, hingga saat ini, akses menuju ke Jember, khususnya orang yang datang dari Surabaya pakai motor, masih mengandalkan jalan-jalan umum. Dan, benar saja, karena jalan umum itu adalah jalan satu-satunya, maka sudah bisa dipastikan banyak sekali pengendara di sana.

Keresahan tiada tanding ini tentu memunculkan pikiran-pikiran soal alternatif. Khususnya tentang bagaimana cara agar bisa menangani hal ribet itu. Misalnya, kenapa sih, Kabupaten Jember nggak dibuatkan jalan tol saja. Kalau ada, pasti saya akan sering pulang ngebus saja. Setidaknya, dengan adanya jalan tol itu, orang-orang seperti saya ini jadi dimudahkan.

Misal, ini kalau beneran dibuatkan, saya akan bisa membayangkan betapa nyamannya waktu mudik. Saya akan menikmati betul suasana perjalanan saat pulang-pergi dari Surabaya-Jember maupun sebaliknya. Perjalanannya tentu akan semakin cepat, renggang, dan lancar tanpa hambatan apa pun.

Akan tetapi, kalau dipikir-pikir lagi, dengan melihat semua situasi ini, saya rasa angan-angan saya itu perlu saya kubur agak dalam, deh. Yah, jalan tol yang saya impikan hadir di kota kelahiran saya, Jember, sepertinya hanya akan menjadi mitos abadi. Entah sampai tahun ke berapa nanti, wujud dari alternatif itu mungkin saja nggak akan pernah terjadi.

Wacana Jember punya jalan tol masih gelap

Seperti apa yang sudah saya keluhkan, mimpi Kabupaten Jember memiliki akses jalan tol nyatanya masih gelap gulita. Entah sampai ganti bupati berapa kali, wacana soal jalan tol itu masih berwujud janji. Buktinya, per hari ini, dari dulu wacana jalan tol Lumajang-Jember atau Jember-Banyuwangi sukar terealisasi.

Alasan pertama adalah, kata “mereka”, kondisi geografis Kabupaten Jember kurang mumpuni. Kontur dataran yang naik turun, melewati lembah dan bukit disinyalir jadi tantangannya. Misalnya, kontur tanah ketika saya pulang dari Surabaya melewati Lumajang lalu ke Jember. Atau, kondisi pegunungan dari Jember ke Banyuwangi. Kondisi geografis dianggap nggak mendukung.

Baca Juga:

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

Kaza Mall Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi

Itulah mengapa hingga sampai saat ini akses tol cuma sampai di Probolinggo. Sementara perjalanan dari Jember ke Probolinggo, bisa membutuhkan waktu 2 hingga 3 jam. Tentunya, kondisi tersebut semakin menutup rapat-rapat mimpi warga Jember yang ingin dipermudah akses jalannya. Sebab, banyak sekali keluhan bahwa orang Jember saat ini seperti terkurung oleh tempat mana saja.

Alhasil, hingga saat ini dan entah sampai kapan, Kabupaten Jember statusnya masih sebagai kota tumpangan. Atau, kota yang berfungsi sebagai tempat mampir ngombe saja, bukan tujuan utama.

ADVERTISEMENT

Hal ini saya rasakan jelas. Tiap hari, mobil-mobil berplat lain hanya melintas di kota ini. Truk-truk pengangkut hasil perkebunan dari Banyuwangi yang akan menuju ke barat, mampir ke Jember hanya untuk rehat. Begitu pula mobil-mobil mewah yang sekadar mengisi bensin di SPBU Jember lalu lanjut lagi ke Banyuwangi.

Maka, saya sebenarnya cukup pasrah jika proyek sevital jalan tol di Jember realisasinya sangat panjang. Lha, wong dilirik saja nggak. Buktinya, kegelapan soal terwujudnya jalan tol itu semakin menjadi-jadi seiring berjalannya waktu. Apalagi jika melihat proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) yang mangkrak berpuluh-puluh tahun itu. Bukannya apa-apa, ini bukti, saat ini hal-hal semacam ini masih gelap, gelap, dan tetap gelap.

Mimpi Kabupaten Jember Punya Jalan Tol, agar nggak semakin tertinggal

Sebenarnya, kalau saya boleh curhat, Jember itu memiliki potensi yang amat besar. Dari segi industri pertanian dan perkebunan juga banyak, wisata alam apalagi. Bahkan, orang-orang Jember yang pernah saya temui, mengutarakan kesedihan mereka lantaran wisata dan industrinya dari tahun ke tahun gini-gini saja. Bukannya semakin maju, malah semakin tertinggal.

Makanya, ada yang bilang ke saya mengapa dalam beberapa tahun terakhir ini Jember kurang dilirik. Ya, karena aksesnya bikin repot. Dalam infrastruktur, misalnya. Proyek jalan tol yang akan dibangun dalam waktu dekat saja adalah jalan tol Probowangi. Yakni, jalan tol yang menghubungkan Probolinggo dan Banyuwangi. Dari situ, muncul pertanyaan lanjutan, apa kabar Kabupaten Jember?

Saya mengeluh seperti ini sejatinya ada masuk akalnya juga. Lantaran Jember merupakan satu dari lima Kabupaten terluas di Jawa Timur. Bahkan, akses rumah saya ke pusat kota saja bisa ditempuh dalam waktu satu jam. Itu pun masih di dalam kota sendiri, loh, ya. Belum ke kota-kota lain. Memang sungguh memang. Saya nggak kaget jika kabupaten ini akan gini-gini saja. Jujur, saya optimis, optimis kalau Jember semakin kuwalahan ke depannya.

Jalan tol memang solusi

Lagi-lagi, solusi dari semua itu sebenarnya adalah akses atau jalan. Jika jalan yang dibangun memudahkan semua orang, maka sudah bisa dipastikan semuanya akan berjalan lancar. Jika semua lancar, maka Jember nggak perlu repot-repot promosi wisata dengan gencar. Karena setelah ada jalan tol, semua orang juga akan notice dan melirik.

Begitu juga dengan industri. Hasil pertanian dan perkebunan di Jember akan melesat jauh. Apalagi di bidang transportasi. Jangankan orang dari Surabaya atau dari Banyuwangi, dari penjuru Indonesia pun saya rasa akan terpana dengan Jember. Sumpah, saya yakin 100 persen.

Kendati begitu, ya sudah, lah. Saya mengakui kalau wujud dari proyek jalan tol ini “mungkin” sedang didiskusikan di meja rapat. Dan, tentu nggak mudah, banyak pertimbangan. Mungkin, bisa jadi lima tahun ke depan Jember sudah punya jalan tol. Dan, kalau belum, berarti lima tahun lagi. Kalau belum lagi, berarti seterusnya akan begini.

ADVERTISEMENT

Kini, sebaiknya warga Jember cukup bermimpi dulu seperti saya. Soal wisata, industri, dan transportasi, kita lanjutkan dalam mimpi yang berkepanjangan ini. Siapa tahu, suatu saat ketika kita bangun, kita benar-benar melihat. Kita benar-benar merasakan kenyataan yang semakin kabur itu.

Penulis: Adhitiya Prasta Pratama
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Penderitaan Orang Jember Selatan yang seperti Menjadi “Anak Tiri” Kabupaten Jember karena Perbedaan Bahasa dan Budaya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Juli 2024 oleh

Tags: Banyuwangijalan tolJLSKabupaten JemberprobolinggoSurabaya
Adhitiya Prasta Pratama

Adhitiya Prasta Pratama

Seorang mahasiswa yang hobi baca apa aja di depannya.

ArtikelTerkait

Surabaya memang Cocok Jadi Kota Tujuan Belajar, tapi Pikir-piki Dulu kalau Mau Kuliah di Surabaya! biaya hidup di surabaya

Surabaya Butuh Lebih Banyak Ruang Publik Terjangkau, Mall dan Coffee Shop Tak Ramah Kantong!

24 Agustus 2024
Mojokerto Tenggelam Jika Jalan Benteng Pancasila Menghilang (Unsplash)

Membayangkan Nasib Orang Mojokerto jika Jalan Benteng Pancasila Tak Pernah Ada, Pasti Menderita dan Terlalu Bergantung sama Surabaya

28 Maret 2025
Cilok, Makanan "Sepele" yang Menguasai Banyuwangi dan Penjuru Indonesia Lainnya franchise cilok

Cilok, Makanan “Sepele” yang Menguasai Banyuwangi dan Penjuru Indonesia Lainnya

20 Oktober 2023
Surat Terbuka untuk Pak Eri Cahyadi: Anak Muda Surabaya Butuh Perpustakaan 24 Jam, Pak!

Ironi Surabaya: (Mengaku) Kota Pendidikan tapi Perpustakaan Umum Tutup Awal

19 Mei 2025
5 Kuliner Surabaya yang Terancam Punah Terminal Mojok

5 Kuliner Surabaya yang Terancam Punah

13 Juli 2022
Surabaya memang Cocok Jadi Kota Tujuan Belajar, tapi Pikir-piki Dulu kalau Mau Kuliah di Surabaya! biaya hidup di surabaya

Biaya Hidup di Surabaya Benar-benar Tinggi, Uang 100 Ribu Seakan Nggak Ada Harganya

12 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Gara-gara industri, matcha kini jadi overrated (Unsplash)

Matcha layak dicintai, hanya saja industri membuatnya jadi overrated

23 Agustus 2026
In this economy punya rumah warisan itu repot, dipertahankan butuh duit, dijual susah laku Mojok.co

In this economy punya rumah warisan itu repot, dipertahankan butuh duit, dijual susah laku

26 Agustus 2026
Seminar perencanaan keuangan nggak guna selama nggak punya duitnya Mojok.co

Seminar perencanaan keuangan nggak guna selama nggak punya duitnya

24 Agustus 2026
Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah miskin, saya begitu benci dengan keadaan itu, dan tak pernah ingin jadi miskin lagi

23 Agustus 2026
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini Mojok.co

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini 

22 Agustus 2026
Kuliah di kampus nggak terkenal Universitas Siliwangi Tasikmalaya ternyata nggak buruk-buruk amat Mojok.co

Kuliah di kampus nggak terkenal Universitas Siliwangi Tasikmalaya ternyata nggak buruk-buruk amat

27 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.