Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Desa Guyangan Probolinggo, “Tanah Surga” yang Jadi Bulan-bulanan Maling di Masa Panen

Adi Purnomo Suharno oleh Adi Purnomo Suharno
12 Desember 2024
A A
Desa Guyangan Probolinggo, "Tanah Surga" yang Jadi Bulan-bulanan Maling di Masa Panen

Desa Guyangan Probolinggo, "Tanah Surga" yang Jadi Bulan-bulanan Maling di Masa Panen

Share on FacebookShare on Twitter

Desa Guyangan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, yang katanya terkenal sebagai “tanah surga”, sekarang malah jadi “tanah neraka” buat petani. Gimana nggak, di sini segala tanaman tumbuh subur kayak kecambah, tapi sekarang malah tumbuh maling yang lebih subur dari tanaman itu sendiri.

Kalau dulu pencurian di sini cuma seputar motor, televisi dan sapi, sekarang maling-maling ini punya selera baru: tanaman petani. Dari singkong, kopi, manggis, durian, sampai ubi porang, semuanya dicuri tanpa ampun.

Ini bukan lagi “tanah surga”, tapi “tanah sial”.

Tanah subur jadi sasaran empuk maling. Sebagian pelakunya tetangga sendiri

Baru kemarin saya dapat kabar dari bapak, katanya sebagian ubi porang di ladang kami dicuri. Dia bilang, “Porangnya dicuri orang, Nak.” Santai, kan? Tapi kecewa juga sih. Ini bukan soal porang doang, talas juga ikut dicuri.

Di Desa Guyangan Probolinggo, maling kayak kamu, iya kamu, yang datang tanpa permisi dan pergi tanpa kabar. Kalau dulu mereka main di rumah, sekarang mereka lebih suka main di ladang. Mungkin lebih aman, jauh dari pengawasan manusia, jadi nggak perlu pusing lihat wajah-wajah petani yang kebingungan.

Kenapa ya, maling sekarang jadi ngelantur ke ladang? Karena, menurut sebagian korban, pencuri ini sebagian adalah tetangganya sendiri. Mereka tahu apa yang ditanam dan lokasi ladang para petani.

“Makin dekat ke ladang, makin dekat sama keuntungan cepat tanpa harus keluar modal banyak,” begitu kira-kira.

Petani di Desa Guyangan rela tidur di ladang, tapi tetap saja rugi berlipat-lipat

Ini dia yang bikin petani Desa Guyangan sekarang nggak tahan. Mereka sudah capek nanam, merawat, dan berharap panen. Tapi, di akhir cerita, yang mereka panen malah kekecewaan. Harga tanaman jatuh, gak laku, susah payah dirawat, tapi malah dicuri tanpa ampun. Sudah merugi di pasar, ditambah tanaman hilang akibat maling. Berasa ditipu dan rugi berkali-kali lipat!

Baca Juga:

3 Kuliner Probolinggo yang Direkomendasikan, Wisatawan Wajib Tahu

Probolinggo, Kota Kelahiran yang Tak Pernah Benar-Benar Jadi Rumah untuk Pemudanya

Saking seriusnya masalah ini, beberapa petani sampai nekat bikin gubuk kecil di ladang. Tidur di situ malam-malam hanya untuk menjaga tanaman. Bayangkan, tidur di ladang, berjaga sampai mata bengkak, demi apa coba, kalau bukan demi menghindari tanaman dicuri maling?

Kalau tidur di rumah aja nggak nyaman, apalagi tidur di ladang? Itu sih level paling gila. Tapi ya, apa boleh buat, petani Desa Guyangan Probolinggo nggak punya pilihan lain.

Para maling ini pinter. Mereka tahu kapan harus beraksi dan bagaimana caranya. Biasanya, mereka melancarkan aksinya saat malam tiba, pas semua orang tidur, dan pas sebelum pasar tradisional Kecamatan Krucil—yang buka setiap hari Rabu dan Sabtu.

Mereka ngambil tanaman, langsung dijual ke pasar—langsung untung. Sementara petani, cuma bisa pasrah, berusaha memantau ladang yang letaknya jauh dari pekarangan rumah.

Bolak-balik memantau tanaman. Tapi maling lebih cepat beraksi

Petani di Desa Guyangan sekarang harus rela bolak-balik dari rumah ke ladang, meski siang hari, yang jaraknya nggak dekat. Kadang, bahkan nggak mungkin untuk memantau tanaman setiap hari. Mau lihat tanaman di ladang? Harus naik motor—yang sering kali butuh waktu berjam-jam. Sementara maling cukup datang, ambil, dan kabur.

Bahkan sahabat saya seenaknya jidat bilang, “Ya sudah, buat pos ronda lah, bangun gubuk kecil di ladang.” Nggak semudah itu, goblok. Membuat pos ronda itu butuh biaya, tenaga, dan kerja sama.

Harapan saya sih, petani Desa Guyangan Probolinggo nggak terus-terusan jadi bulan-bulanan maling. Jangan biarkan ladang subur jadi sasaran empuk maling. Kalau terus begini, lama-lama tanah “surga” ini hanya tinggal nama tanpa panen, tanpa petani, dan tanpa masa depan.

Kita harus ingat, petani adalah “pahlawan tanpa nama”. Tanpa mereka, tidak ada kopi, tidak ada manggis, tidak ada ubi porang. Kalau mereka jatuh, ya seluruh rakyat Indonesia juga ikut jatuh.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Probolinggo Itu Kota di Jawa Timur, dan Kami Bukan Orang Madura meski Pakai Logat Madura

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Desember 2024 oleh

Tags: desa guyanganmalingmusim panenprobolinggo
Adi Purnomo Suharno

Adi Purnomo Suharno

Pemuda Probolinggo. Peduli akan isu sosial-ekonomi rakyat pedesaan. Gemar baca buku, mendaki dan ngopi.

ArtikelTerkait

Ide Ngawur Yasonna yang Pengin Bebaskan Napi Korupsi karena Corona

Kategorisasi Maling Efek Pandemi Corona: Studi Kasus di Desa

1 Mei 2020
Kraksaan Probolinggo: Tak Terasa seperti Ibu Kota Kabupaten, Kalah Tenar sama Paiton

Kraksaan Probolinggo: Tak Terasa seperti Ibu Kota Kabupaten, Kalah Tenar sama Paiton

30 Desember 2024
Cantik tapi Maling: Bentuk Beauty Privilege Atau Seksisme Perempuan?

Cantik tapi Maling: Bentuk Beauty Privilege Atau Seksisme Perempuan?

14 April 2023
madura

Drama Bahasa Jawa dan Madura di Keluarga Besar Saya

13 Agustus 2019
Percuma Probolinggo Punya Wisata Pegunungan yang Indah kalau Akses Jalannya Rusak Parah

Percuma Probolinggo Punya Wisata Pegunungan yang Indah tapi Akses Jalannya Rusak Parah

23 Februari 2025
pencurian musim maling pandemi wabah corona cerita mistis hantu horor mojok

Kisah Mistis Para Maling yang Pernah Dijumpai Peronda

7 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya Mojok.co

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya

1 Agustus 2026
Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh (Wikimedia Commons)

Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh, komentator nggak jelas, tapi jangan menghujat dulu

1 Agustus 2026
Cipatat, kecamatan di Bandung Barat yang kontribusinya sering luput dari perhatian orang-orang Mojok.co

Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

31 Juli 2026
Sadar nggak, hampir tiap stasiun punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya Mojok.co

Sadar nggak, hampir tiap stasiun kereta punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya

5 Agustus 2026
Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

5 Agustus 2026
Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu Mojok.co

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu

2 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.