Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Sinetron

Si Doel Anak Sekolahan Episode 43, Musim 3: Waduh, Mandra Digebukin Suruhan Roy!

Dini N. Rizeki oleh Dini N. Rizeki
29 Agustus 2020
A A
si doel anak sekolahan episode 7 musim 3 doel berantem sama mandra gara-gara motor baru mojok.co

si doel anak sekolahan episode 7 musim 3 doel berantem sama mandra gara-gara motor baru mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Si Doel Anak Sekolahan Episode 43 dimulai dengan kegiatan pagi hari di rumah Doel. Mak Nyak yang lagi siap-siap buka warung, Atun yang uring-uringan karena nungguin Mas Karyo sampai ketiduran tadi malam, Doel yang udah rajin bersihin opelet, Mandra yang masih molor, dan Mas Karyo yang baru pulang.

Mas Karyo pamer ke Doel kalau dia tidak pulang tadi malam karena menunggu hasil cetak label merek batiknya. Mas Karyo juga menceritakan alasan yang sama ke Mak Nyak dan Mandra, tapi Mak Nyak tidak peduli. Mungkin kesal karena melihat Atun harus menunggu semalaman kali ya. Mas Karyo mencoba bicara ke Atun, tapi Atun yang lagi mandi malah semakin ngomel.

Mandra, yang juga masih emosi perkara kemarin, pagi ini juga masih nyolot aja bawaannya. Waktu dia mendekati Doel yang lagi nyuci mobil, Mandra langsung ngomong gas pol.

“Yang bersih, Doel!”
“Yah, tugas elu ini mustinya, Bang!”
“Enak aja lu ngomong! Ini kan opelet warisan Babe lu! Jadi selain dari gue, lu juga kewajiban ngerawat, ngurusin opelet ini.”

Doel kaget dengan omongan Mandra, dia tidak menjawab, hanya melihat ke arah Mandra saja dengan tatapan yang “Apa sik?”.

“Kenapa lu platat-plotot? Nggak seneng ama gue? Ngomong blak-blakan! Ayo! Jangan pake belakang-belakang! Gue berangkat dari rumah sini.” (Lah, lah, malah makin ngegas.)

Setelah Mandra masuk untuk mandi, Doel diperingatkan oleh Mak Nyak supaya ngebaik-baikin Mandra saja. Takutnya dia minggat lagi nanti. Hahaha.

Di belakang, ternyata ada Atun dan Mas Karyo yang lagi ngobrol. Mas Karyo masih mencoba minta maaf soal batalnya acara nonton mereka tadi malam. Mandra tentu bahagia melihat pertengkaran dua orang ini.

Baca Juga:

Semakin Dewasa, Saya Semakin Relate dengan Mandra “Si Doel Anak Sekolahan”

Mandra, Sebenar-benarnya Sadboy dalam Si Doel Anak Sekolahan

“Set dah, pake mikirin masa depan. Sekarang aja janjinya udah nggak bener, bagaimana masa depannya?” kata Mandra.
“Senengannya kok ikut campur urusan rumah tangga orang,” jawab Mas Karyo.
“Lah, rumah tangga apaan? Lu tunangan aja belom! Rumah tangga siapa lu?”
“Heh, kamu diem malah dapet nilai seratus!”
“Emang ngapa? Si Atun kan ponakan gue! Kalo bukannya gue yang belain dia, siapa lagi hayo?” (Bener juga nih.)
“Kamu mbok jangan nyari gara-gara!”
“Siapa yang nyari gara-gara? Elu tuh yang nyari gara-gara! Si Atun dijanjiin dari sore sampe malem kagak tidur. Nah nungguin elu! Mana janjinya? Nongol kagak! Ye, Tuuun?”
“Iya,” jawab Atun.

Doel dan Mandra akhirnya berangkat narik opelet, tapi di jalan mereka bertemu dengan Ahong dan mobilnya yang mogok. Ternyata ada Zaenab dan Munaroh juga di situ. Ahong sedang dalam perjalanan mengantarkan Zaenab ke tempat kursusnya untuk daftar ulang, sedangkan Munaroh mau nebeng sekalian cari kerja.

Doel turun dan memeriksa mobil Ahong, Doel bilang pada Mandra sebaiknya dia narik duluan saja supaya masih bisa dapat penumpang. Munaroh akhirnya juga memilih untuk nebeng di opeletnya Mandra saja. (Hmmm, pasti modus nih.)

Doel ternyata sampai lebih dulu di pangkalan setelah membantu Ahong membetulkan mesin mobilnya. Mandra entah ke mana. Karena kesal, Doel memilih pulang saja. Mandra sampai di pangkalan tak lama setelah itu. Bersama Munaroh dia akhirnya saling curhat sambil ngadem duduk di rumput. Tanpa Mandra sadari, di pangkalan baru saja datang dua orang suruhan Roy yang ditugaskan untuk mencari Doel. Sialnya, dua orang ini salah sasaran. Mereka mengira Mandra adalah Doel sehingga mereka menghajar Mandra tanpa ampun. Mereka berdua baru sadar salah sasaran setelah mendengar teriakan Munaroh menyebut-nyebut nama Mandra. Mereka langsung kabur.

Di rumah sedang ada Engkong Ali juga Nyak Rodiyah, ada Mas Karyo juga Sarah saat Mandra diantarkan oleh orang-orang pangkalan dengan opeletnya. Mandra teler habis. Kasihan banget. Mak Nyak dan Atun yang sedang ada di warung panik melihatnya. Beramai-ramai mereka membawa Mandra ke bale-bale teras.

Munaroh menyampaikan pesan dua orang suruhan itu, sekaligus menceritakan kronologis kejadiannya. Dua orang datang memukuli Mandra tapi mereka salah sasaran karena menduga Mandra adalah Doel. Jadi tujuan sebenarnya adalah Doel. Dua orang itu juga sempat bilang, “Dapat salam dari Pak Roy.”

Doel kaget. Sarah lebih kaget lagi. Sarah langsung masuk ke mobilnya, tapi Doel sempat menyusul.

“Biar aku yang menemui Roy,” kata Doel.
“Nggak ah. Ntar kamu berantem lagi!”
“Nggak. Aku akan menyelesaikan dengan caraku sendiri.”
“Dengan cara kamu gimana?”
“Aku mau ajak ngomong.”
“Aduh, Doel. Roy itu udah nggak bisa diajak ngomong lagi. Padahal tadi malam baru aja dia janji sama aku kalau dia nggak akan gangguin kita lagi.”
“Semalem?” (Ooouw. Sarah memang tidak cerita dia janjian ketemu dengan Roy.)
“Iya. Tadi malem aku ketemu sama dia. Dia minta maaf, Doel. Dan dia janji nggak akan ngerecokin hubungan kita lagi. Udah deh, biar Papa yang nyelesaiin masalahnya.”
“Halah, kamu nggak usah bawa-bawa orang tua lah.”
“Harus! Cuma Papa yang bisa berhentiin dia. Yah? Ya udah, aku pulang.”

Tak lama setelah Sarah berlalu, ada pengantar surat datang memberikan surat untuk Doel dari Trakindo. Doel diterima kerja. Setidaknya ada kabar gembira di Si Doel Anak Sekolahan episode 43 ini.

Daftar sinopsis sebelumnya: Si Doel Anak Sekolahan musim 1, Si Doel Anak Sekolahan musim 2, dan Si Doel Anak Sekolahan musim 3.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 Januari 2022 oleh

Tags: review sinetronSi Doel Anak SekolahanSi Doel Anak Sekolahan Musim 3
Dini N. Rizeki

Dini N. Rizeki

Penulis, editor, copywriter, sekaligus seorang ibu. Sering menulis tentang bisnis, keuangan, wirausaha, hingga kuliner. Saat ini sedang asyik menulis ulasan film.

ArtikelTerkait

si doel anak sekolahan episode 17 musim 3 doel ke rumah sita mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 17, Musim 3: Doel Berkenalan dengan Suami Sita

23 Juli 2020
si doel anak sekolahan episode 16 musim 2 mandra munaroh kawin lari pak bendot pertama kali hadir mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 16, Musim 2: Mandra Diajak Kawin Lari

20 Juni 2020
sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

Preman Pensiun Episode 19, Musim 1: Ubed Digebukin karena Cinta

11 Juni 2020
sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

Preman Pensiun Episode 28, Musim 1: Komar Diusir dari Rumah

21 Juni 2020
Harta, Takhta, dan Sinetron 'Ikatan Cinta' yang Menyatukan Kita terminal mojok.co

Ikatan Cinta Adalah Fifty Shades of Grey Versi Indonesia

10 Desember 2020
si doel anak sekolahan episode 22 musim 2 sinopsis jalan cerita mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 22, Musim 2: Hari dan Hati yang Suram di Keluarga Doel

26 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

16 Januari 2026
Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi Mojok.co

Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi

16 Januari 2026
Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

17 Januari 2026
6 Keunggulan Surabaya yang Bikin Orang Bangkalan Madura Minder sebagai Tetangganya Mojok.co

6 Keunggulan Surabaya yang Bikin Orang Bangkalan Madura Minder sebagai Tetangganya

20 Januari 2026
UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

19 Januari 2026
8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

15 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.