Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Self Rewards Mulu, Ingat Saldo ATM yang Sekarat

Fauziannisa Latief oleh Fauziannisa Latief
22 November 2019
A A
Self Rewards Mulu, Ingat Saldo ATM yang Sekarat
Share on FacebookShare on Twitter

Maraknya kasus-kasus patah hati, kehidupan yang toxic, mental illnes, pekerjaan yang menguras tenaga, bahkan falling in love with people can’t have sering membawa kita berhadapan dengan istilah ‘self love’.

Contohnya yang paling kita alami sehari-hari deh, yaitu ketika falling in love with people can’t have. Disaat merasa seperti itu, kerap kali kita merasa ada kekurangan dalam diri kita dan berujung pada insinyur—maksudnya insecure. Di situlah, self love perlu ditingkatkan untuk manusia-manusia kesepian. Karena sejatinya, self love ialah suatu cara untuk bisa menghargai diri sendiri dan bersyukur dengan kualitas diri.

Bersandingan dengan self love pasti kamu juga pernah mendengar istilah tentang self rewards. Karena mencintai diri sendiri perlu sebuah apresiasi, maka tidak lain tidak bukan, kita juga perlu melakukan penghargaan terhadap diri kita sendiri.

Sebagai contoh misalnya, ketika kamu berhasil move on dari mantan, kamu mengikhlaskan, mengevaluasi diri, lalu kembali menghargai dirimu sendiri. Contoh lainnya ialah ketika kamu terus-terusan kerja tapi tetep gitu-gitu aja, lalu memutuskan untuk rehat dan mengambil cuti dengan cara rebahan, itu juga sudah self rewards kok. Ia adalah sebuah hadiah untuk diri sendiri karena sudah berhasil mencapai apa yang ingin dicapai atau merelakan apa yang seharusnya direlakan.

Bentuk self-rewards pun bermacam-macam, lho. Ada yang melakukan ‘me time’, keluar dari comfort zone, atau bahkan membuat semacam sertifikat atau piala untuk diri sendiri. (catatan: untuk opsi terakhir ialah kelakuan kreatif muda-mudi di negara+62).

Sebenernya seberapa penting sih self rewards untuk diri sendiri? Berdasarkan penelitian oleh… (Nggak usah gitu deh, ribet amat kayak mau skripsian aja).

Berdasarkan beberapa artikel yang pernah saya baca dari berbagai media, self rewards bukan hanya sebagai bentuk mencintai diri sendiri (self-love) tetapi juga berguna untuk meningkatkan produktivitas, lho. Apabila kita sudah berhasil menuntaskan sebuah titik yang pernuh tantangan lalu memberikan jeda dan bernafas sejenak dengan menghadiahi diri sendiri, maka akan berpengaruh pula untuk produktivitas kita berikutnya. Kalau diibaratkan yaitu seperti ngecas HP nih, kalau baterai sudah habis, pasti handphone semakin lemot. Kalau sudah di-charge, tentu saja kelemotan HP minimal berkurang.

Dengan lagi booming-nya orang-orang melakukan self rewards, saya pun mempunyai beberapa teman yang bisa berbagi cerita tentang pengalaman self rewards-nya.

Baca Juga:

Balada Aktivis Hedon: Konferensi (dan Party) Sana-Sini Hanya demi Konten dan Aktualisasi Diri

Setting Boundaries: Bukan Egois, Hanya Tak Mau Menyakiti Diri Sendiri

Yang pertama, sebut saja Mawar (biar kayak nama samaran di berita investigasi) sering kali melakukan self rewards dengan memakan apa pun yang diinginkan dan jalan-jalan kemana pun kakiknya melangkah. Apabila budget dia sedang menipis, ia akan jalan-jalan di Taman Kencana Bogor yang makanan-makanannya masih bisa dijangkau dengan keuangan bulanan. Apabila memang sedang ingin berhedon ria, ia akan menyusuri kios-kios mall dengan memilih makan beef, ramen, atau korea-korean. Walaupun, tetep saja ia harus mengirit keuangan untuk bulan berikutnya. Xixixi.

Ada pula teman saya yang lain, sebut saja Andriani (karena dia ingin ikut eksis di tulisan, makanya namanya pun ingin disebutkan terang-terangan). Ia juga termasuk jenis orang yang jarang melakukan self rewards. Tapi, sekalinya melakukan, ia bakal melakukannya habis-habisan: makan makanan enak, berbelanja baju, sampai maroton nonton film di bioskop. Hingga di akhir setelah selesai, hanya satu kesan yang ia sadari: SELF REWARDS MULU ALIAS ATM GUE NANGIS NOH.

Teman saya yang ketiga ini, luar biasa sholehahnya (Masyaallah…). Bagaimana tidak? Salah satu bentuk self rewards-nya ialah salat sunah. Agar hati tenang, jiwa lapang, dan tentunya duit pun tidak menghilang. Hingga, hikmah yang bisa diambil darinya ialah dapat mengubah insecure menjadi bersyukur. Allahuakbar, Ughtea!

Jadi, kamu tipe self rewards yang mana nih?

Jika dianalisis, ketika kita ingin melakukan self rewards, kita cenderung ingin melakukan hal yang belum pernah dilakukan. Padahal, bentuk menghadiahi diri sendiri tidak melulu soal kehedonan dan bersenang-senang berlebihan sampai kamu kehilangan banyak uang. Ada beberapa tips nih biar kamu tetap bisa melakukan self rewards yang menyenangkan tapi sesuai dengan kondisi keuangan.

Yang pertama, atur jadwal. Kamu juga perlu melakukan self rewards dengan rutin, loh. Ingat ya ‘rutin’, bukan ‘sering’. Misalnya dua bulan sekali me time karena sudah terlalu penat dengan berbagai kerjaan atau masalah. Contoh yang lebih sederhananya ialah setiap minggu membaca buku dan bersantai sambil maskeran. Dengan rutin atau teratur, maka kamu pun sudah mantap mencintai dirimu sendiri. Kalau sering, yang ada kamu terlena dan melupakan aktivitas lainnya.

Yang kedua, atur budget keuangan. Jika sudah mengatur jadwal self rewards, maka langkah selajutnya ialah mengatur budget keuangan. Ketika kita dua bulan pertama ingin makan di salah satu restoran, maka pengeluarannya pun harus sudah ditentukan. Atau dua bulan berikutnya ingin travelling, maka kamu pun perlu melihat-lihat kembali bagaimana pengeluaran bulan ini sehingga bisa menghadiahi diri sendiri dengan cara travelling.

Yang ketiga, ialah hal yang paling sakral, yaitu, ingat dan sadarlah kamu misquuen. Titik tidak ada koma. Sudah, itu saja.

BACA JUGA Manfaat Self-Love Ala YouTuber Maurilla Sophianti Imron dan Kenapa Kita Harus Tahu? atau tulisan Fauziannisa Latief lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 November 2019 oleh

Tags: Hedonsaldo ATMself loveself reward
Fauziannisa Latief

Fauziannisa Latief

Minim atribusi, tapi senang menulis esai dan puisi.

ArtikelTerkait

Jujur Pada Perasaan Diri Sendiri

Selamat Hari Kesehatan Jiwa, Mari Berani Jujur Pada Perasaan Sendiri!

10 Oktober 2019
Mengapa Kebanyakan Penerima Beasiswa Kurang Mampu Bergaya Hidup Hedonis?

Mengapa Kebanyakan Penerima Beasiswa Kurang Mampu Bergaya Hidup Hedonis?

1 Februari 2020
uang utang

Menyelami Pikiran Kawan Hedon yang Hobi Minta Utang

17 Mei 2019
KPK penilapan duit bansos koruptor jaksa pinangki cinta laura pejabat boros buang-buang anggaran tersangka korupsi korupsi tidak bisa dibenarkan mojok

Cinta Laura, Pejabat Boros, dan Kita yang Dikit-dikit Self Reward

2 Juni 2021
Cara Menilai Diri Sendiri Rupawan atau Jelek terminal mojok

Cara Menilai Diri Sendiri Rupawan atau Jelek Berdasarkan Tren Perkembangan Zaman

17 Maret 2021
Alasan Masih Pentingnya Membaca Ramalan Zodiak

Alasan Masih Pentingnya Membaca Ramalan Zodiak

8 Januari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

26 Februari 2026
Mobil Matic Dibilang Gampang Rusak, padahal Itu Gara-gara Cara Pakai yang Salah!

Mobil Matic Dibilang Gampang Rusak, padahal Itu Gara-gara Cara Pakai yang Salah!

22 Februari 2026
Bakpia Kukus Tidak Layak Pakai Nama Bakpia Asli Jogja (Unsplash)

Bakpia Kukus Tidak Layak Menyandang Nama “Bakpia” karena Ia Bolu Kukus yang Mengaku sebagai Kuliner Asli Jogja

21 Februari 2026
5 Barang Private Label Indomaret yang Ternyata Lebih Unggul Dibanding Merek-merek yang Sudah Besar Mojok.co

5 Produk Private Label Indomaret yang Ternyata Lebih Unggul Dibanding Merek yang Sudah Besar

25 Februari 2026
Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi Mojok.co

Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi

24 Februari 2026
Vespa Matic: Tampilannya Keren, tapi Payah di Jalan Nggak Rata dan Tanjakan Mojok.co

Vespa Matic, Motor Mahal yang Nggak Masuk Akal, Harga Setara Mobil Bekas, Fiturnya Minim!

21 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.