Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Mengapa Mama Muda Butuh Me Time, dan Ini Penting

Rusmanto oleh Rusmanto
31 Desember 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dibandingkan pekerjaan saya di luar rumah, pekerjaan istri bisa lebih membuat depresi. Karena itu, saya sadar kalau me time memang sangat penting untuk mama muda!

Sering kita membaca update-an status para mama muda zaman now di media sosial yang menyebutkan bahwa dirinya sedang membutuhkan me time. Tak jarang juga kita melihat banyak yang mencemooh dan membandingkan mereka dengan mama-mama zaman dulu yang begitu hebat mengurus rumah tangga, yang tak dikit-dikit minta me time.

Iklan

Duh, Sobat, saya cuma mau bilang: tantangan setiap zaman tentu berbeda, jadi jangan dibandingkan begitu saja.

Saya pernah memiliki pengalaman mengurus rumah sendirian, tanpa kehadiran istri. Ternyata eh ternyata, pekerjaan mengurus rumah merupakan jenis pekerjaan yang sangat “wow” hingga membuat saya mengerti arti kehidupan yang sesungguhnya.

[!!!!!!!!11!!!!!111!!!!!!!]

Berawal ketika teman istri saya mengajak mamanya anak-anak untuk “jalan-jalan beli jajan” ke luar kota selama 2 minggu. Dengan segala kekhawatiran yang ada, saya meyakinkan istri saya bahwa saya bisa mengurus anak-anak selama ia pergi.

Kami punya dua anak, yang pertama laki-laki dan adiknya perempuan. Hari pertama dimulai dengan saya yang mengajak anak-anak main agar tidak begitu sedih ditinggal mamanya. Kedua anak saya adalah anak yang aktif. Buktinya, baru beberapa menit bermain, lah mainannya sudah berserakan menyebar ke semua tempat. Saat itu saya sadar: kerjaan pertama yang harus dilakukan adalah beres-beres.

Hal itu membuat saya teringat pada suatu peristiwa yang pernah terjadi. Waktu itu, sepulang kerja, saya membuka pintu dan tergesa masuk ke rumah. Ternyata, di depan pintu ada botol air tergeletak begitu saja. Dengan kemampuan refleks ibarat pendekar tanpa perguruan, saya melompat untuk menghindar dan—sayangnya—berhasil mendarat di atas sebutir lego blok, tanpa alas kaki.

Saat itu saya terdiam menahan sakit yang nyerinya sampai ke tulang ekor. Dalam hati, saya ingin menyumpah pakai sumpah serapah. Tapi saya bingung: mau ditujukan ke siapa? Ke istri saya yang nggak mberesin rumah? Atau ke anak saya yang suka ngelempar mainan? O tidak, itu tidak sebanding, Kawan. Masa iya anak dan istri sendiri mau disumpahin??? Ujung-ujungnya, saya hanya bisa meratap dalam hati sambil menahan rasa sakit ini sendiri.

Untuk urusan makan, memasak sesuai selera anak ternyata butuh keahlian khusus. Di sini, akhirnya saya sadar, kemampuan masak istri saya sungguh hebat. Soalnya, saat di rumah, selain masak untuk anak, istri juga masih sempat masakin buat saya.

Selain urusan makan, kegiatan mandi yang harusnya sederhana pun menjadi rumit ketika berhadapan dengan anak-anak. Kakaknya bilang, “Pa, aku lagi sibuk (main), mandinya besok aja.” Eh, terus adiknya bilang, “Pa, Dedek udah cantik, jadi nggak usah mandi.” Pada akhirnya, anak-anak mau mandi sehabis “bantuin” saya nyuci motor. Ya, sejak mamanya anak-anak pergi jalan-jalan, motor saya hampir tiap hari dicuci. Saat itu, saya merasa istri saya sangat hebat bisa membuat anak-anak mandi tanpa harus nyuci motor.

Setelah aktivitas seharian bersama anak yang luar biasa, tiba waktunya untuk tidur. Lagi-lagi ternyata, ngeloni mamanya anak-anak jauh lebih mudah dibandingkan dengan ngeloni anak-anak!!!

Ya, Saudara-saudara: urusan tidur juga menjadi runyam saat berurusan dengan anak. Ketika disatukan dalam satu tempat tidur, keduanya akan kuat-kuatan lembur dan malah saya yang ketiduran.

Akhirnya, saya putuskan agar anak tidur di kamar masing-masing. Sementara adik di-nina-bobok, kakaknya justru membuka laptop untuk main game sendiri. Haddeeehhh!

Setelah anak-anak tidur, ternyata urusan juga belum selesai. Bayangkan: dini hari (sekitar jam 2) saya terbangun. Tahu-tahu anak laki-laki saya hilang dari tempat tidur.

[!!!!!!!!11!!!!!111!!!!!!!]

Terdengar suara dari dapur, dan ternyata anak saya yang laki-laki ada di sana. Dengan polosnya, dia bilang, “Pa, tadi ada temen main sama aku, terus tak suruh pulang, kan udah malem.” Sebelum drama keluarga berubah menjadi cerita horor, akhirnya saya bilang, “Baiklah, ayo tidur lagi.” Tentu saja pintu kamar saya kunci setelah itu agar peristiwa serupa tidak terulang.

Untuk ibu rumah tangga atau ibu tidak bekerja yang bilang ngurus anak itu pekerjaan full time, ternyata mereka bohong. Karena yang saya alami, ngurus anak itu pekerjaan yang over time. Pantas saja banyak ibu yang kelebihan beban kerja selama ini!

Iklan

Ngurus anak itu ternyata nggak sekadar dikasih makan, dimandiin, terus dikelonin.Nyatanya, anak-anak juga harus ditemani main, dalam artian “main bareng sama anak-anak”. Ingat ya, bukan anaknya main sendiri, terus kita-kita yang nemenin malah main HP. Pasalnya, kalau anak main sendiri ternyata cukup berbahaya.

Ketika anak saya (yang baru 5 tahun) main laptop, ternyata ia bisa mengakses beberapa game lama yang saya miliki. Dari banyak game yang ada (game bola, balap mobil, dan lainnya), anak saya memilih game CS (Counter Strike). Dari sekian banyak pilihan senjata (Uzzy, AK-47, Sniper Riffle, dan lainnya), ternyata yang dipilih adalah pisau. Di sinilah saya mulai khawatir. Oleh karena itu, diam-diam beberapa game saya “amankan”, termasuk CS tentunya.

Beratnya pekerjaan rumah tangga menjadi tidak seberapa dibandingkan dengan rasa jenuh yang saya hadapi. Bayangkan saja: setiap hari masak sendiri, dimakan sendiri, makanannya juga yang itu-itu saja. Saya yang baru beberapa hari menjalani sudah mengeluh, bagaimana istri saya yang sudah menjalaninya selama bertahun-tahun???

Akhirnya saya mengerti: dibandingkan pekerjaan saya di luar rumah, pekerjaan istri saya bisa lebih membuat depresi, terutama kalau berkaitan dengan anak-anak. Karena itu, saya sadar kalau me time memang sangat penting untuk mama muda.

Memanjakan diri sendiri dengan aktivitas yang disukai (termasuk tidak melakukan aktivitas apapun) sangatlah penting untuk membuat para mama muda zaman now memiliki kesehatan mental yang stabil. Jadi, kalau ada orang (terutama suami) yang menganggap pekerjaan ibu rumah tangga remeh, kayaknya dia mesti coba mengurus rumah sendirian.

Tapi, yaaaah, kalau mau ngurus rumah sendiri minimal harus 1 bulan, biar bisa ngerasain sensasi pekerjaan rumah tangga. Kalau nyobanya cuma sehari  atau cuma dua hari, itu mah namanya masa trial aplikasi gratisan!

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: ibu bekerjaibu rumah tanggamama mudame timemengurus anakwanita karier
Rusmanto

Rusmanto

Dirahasiakan biar nggak diculik.

Artikel Terkait

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026
Derita Hidup Ibu Rumah Tangga yang Terjebak di 8 Pinjol MOJOK.CO

Kisah Hidup Ibu Rumah Tangga yang Utang di 8 Aplikasi Pinjol

28 Januari 2024
Di Jogja, Tarif Ojol Sama Pentingnya seperti Harga Sembako MOJOK.CO

Buat Ibu-Ibu di Jogja, Tarif Ojol Itu Sudah Sama Pentingnya seperti Harga Sembako

21 Desember 2023
Curhatan Ibu Rumah Tangga Lulusan Sarjana yang Tinggal di Desan MOJOK.CO

Curhatan Ibu Rumah Tangga Lulusan Sarjana yang Tinggal di Desa

10 September 2023
pengakuan perempuan pekerja startup

Pengakuan Andin, Perempuan Pekerja Startup: Cuma Aku yang Ikut Demo, Lainnya Melongo

15 Februari 2023
neno warisman Bias Gender dan Profesi pada Iklan Baris Jual Mobil Bekas mojok.co

Bias Gender dan Profesi pada Iklan Baris Jual Mobil Bekas

1 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Jangan remehkan antrean Stasiun Lempuyangan, Jogja, di jam pagi untuk keberangkatan Kereta Api (KA) Ekonomi Sri Tanjung MOJOK.CO

Antrean Pagi Stasiun Lempuyangan Jogja Selalu “Keos” dan Bikin Tegang, Datang Lebih Awal Tak Jadi Solusi

21 Agustus 2026
Alfamart dan PGMM beri bantuan seragam ke 7 madrasah di Magelang sebagai wujud kepedulian sosial MOJOK.CO

Alfamart dan PGMM Beri Bantuan Seragam Sekolah di 7 Madrasah Magelang, Jadi Penunjang Semangat dan Kepercayaan Diri Siswa

24 Agustus 2026
Garuda Pertiwi Diredam Thailand di Final: Satu Langkah Mundur, Seribu Langkah ke Depan

Garuda Pertiwi Diredam Thailand di Final: Satu Langkah Mundur, Seribu Langkah ke Depan

24 Agustus 2026
Mengenal konsep Green al-Maun dan jihad ekologi dari masjid untuk menjaga lingkungan MOJOK.CO

Dakwah Tauhid Lingkungan dari Masjid, Mempertanyakan Keimanan dari Kesadaran Menjaga Alam

26 Agustus 2026
Peserta dalam ajang Klaten International Motocross di Sirkuit Bokong Semar, kawasan Rowo Jombor. MOJOK.CO

Anak Muda Asal Jawa Barat Kalahkan Crosser dari Australia di Ajang Klaten International Motocross

25 Agustus 2026
14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

25 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.