Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Hal-hal yang Butuh Banyak Uang di Sekolah selain Wisuda dan Perlu Dibenahi

Maharani Sabila oleh Maharani Sabila
8 Juli 2023
A A
Hal-hal yang Butuh Banyak Uang di Sekolah selain Wisuda dan Perlu Dibenahi

Hal-hal yang Butuh Banyak Uang di Sekolah selain Wisuda dan Perlu Dibenahi (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu lalu wisuda pada jenjang TK hingga SMA menjadi perbincangan orang. Kegiatan wisuda-wisudaan di sekolah ini nyatanya hanya menjadi ajang pemborosan yang diromantisasi. Banyak pihak yang mempertanyakan urgensi acara ini. Alih-alih sebagai ajang perayaan kelulusan, acara ini malah menjadi bentuk penyimpangan makna dari wisuda itu sendiri.

Entah sejak kapan wisuda TK hingga SMA di mulai, namun sebagai generasi Z, saya tak luput dari acara tersebut. Nyatanya, nggak ada esensi yang saya dapatkan, yang ada hanyalah foto estetik dengan kebaya kerlap-kerlip yang dipadukan dengan gaya andalan lempar toga. Sudah, itu tok… Padahal biaya menyelenggarakan acara wisuda-wisudaan ini lumayan, lho.

Rupanya nggak cuma wisuda sekolah yang membutuhkan banyak uang, ada banyak hal lain seperti pungutan liar yang masih dilanggengkan sekolah.

Pembelian LKS hingga bayar sampul rapor

Misalnya pembelian buku LKS. Mungkin beberapa guru nggak mewajibkan siswanya membeli buku LKS karena sudah ada buku paket yang disediakan secara gratis oleh pemerintah setiap tahunnya. Tapi, apa yang terjadi? Kebanyakan guru kemudian menggunakan buku LKS sebagai media belajar yang utama dan mengambil nilai dari soal latihan yang ada di buku LKS tersebut. Hal inilah yang membuat para siswa mau tak mau harus membeli buku LKS.

Lantas, bagaimana dengan buku paket yang sudah disediakan pemerintah? Tentu saja hanya menumpuk berdebu di sudut perpustakaan.

Ada lagi perlengkapan sekolah lain yang sebenernya nggak terlalu penting tapi juga harus dibayarkan. Tetangga saya misalnya, blio harus membayar iuran untuk sampul rapor anaknya. Bayangkan, untuk sebuah sampul rapor saja meminta iuran kepada wali murid. Memang ke mana dana BOS sebanyak itu?

Study tour yang diwajibkan dari tingkat PAUD hingga SMA

Ada lagi kegiatan yang membutuhkan banyak uang di sekolah, yakni study tour. Mungkin beberapa tahun lalu, kegiatan study tour ini hanya diperuntukkan bagi siswa sekolah menengah. Namun sekarang, kegiatan ini seolah menjadi kewajiban yang harus dilakukan dari tingkat PAUD hingga SMA.

Saya jadi teringat, beberapa tahun yang lalu masyarakat digegerkan dengan penemuan mayat anak perempuan di gorong-gorong SMPN 6 Tasikmalaya. Ternyata, korban merupakan siswa dari sekolah tersebut. Korban dihabisi oleh ayah kandungnya sendiri. Adapun alasan yang membuat ayahnya tega menghabisi nyawa korban karena sang anak meminta uang untuk study tour.

Baca Juga:

Andai dapat rezeki nomplok Rp100 miliar, saya akan bangun sekolah yang kesejahteraan gurunya terjamin

Alasan orang tua tetap menyekolahkan anaknya di SD negeri di tengah pamor SD swasta yang kian moncer

Hal lain yang membuat miris adalah kegiatan study tour ini diwajibkan. Bahkan ada sekolah yang mengharuskan semua siswanya membayar walaupun memutuskan untuk nggak ikut. Lagi pula dari kacamata orang awam, sebenarnya kegiatan ini nggak begitu penting lantaran nggak semua sekolah memberikan fasilitas seperti pemandu wisata sebagai penunjang kegiatan study tour. Jadi, para siswa seringnya hanya berlarian di objek wisata dan sesekali berfoto dengan bule.

Masih ada pungli di sekolah

Program bantuan dana pendidikan juga masih terkena praktik pungli. Seperti yang terjadi di Lumajang, Jawa timur. Dilansir dari Kompas, beberapa waktu lalu Tim Saber Pungli Kabupaten Lumajang berhasil menangkap oknum guru sekolah yang melakukan pemotongan dana bantuan sosial Program Indonesia Pintar (PIP) terhadap sejumlah murid penerima manfaat.

Modus awal yang dilakukan oknum guru ini adalah mengumpulkan wali murid penerima PIP dengan maksud memberikan informasi terkait pencairan dana. Setelah mencairkan dana tersebut, mereka diminta menyetorkan sejumlah uang tergantung besar kecilnya dana yang diterima.

Pungutan liar di sekolah ini juga terjadi di akhir masa studi siswa. Para siswa diwajibkan membayar iuran sebagai kenang-kenangan dengan nominal yang sudah ditentukan. Jika dikatakan sebagai kenang-kenangan atau istilahnya sumbangan bagi pengembangan sekolah, seharusnya kan nominalnya nggak perlu ditentukan dan diberikan secara sukarela oleh wali murid.

Masih banyak yang harus dibenahi sekolah

Kenyataannya, sistem pendidikan kita masih banyak yang perlu dibenahi. Sekolah negeri yang katanya gratis, nyatanya masih melanggengkan praktik pungli. Hal ini juga masih minim dibicarakan oleh khalayak. Malah terkadang hal semacam ini sudah menjadi kewajaran yang dapat diterima.

Permainan uang pihak sekolah sudah seperti rahasia umum. Jika banyak orang masih membicarakan kesejahteraan guru, kesejahteraan murid juga turut perlu dibicarakan, agar praktik pungli ini dapat dihapuskan. Lagian, para guru ini kok pada diem-diem aja ya kalau ada praktik pungli di sekolahnya?

Penulis: Maharani Sabila
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Wisuda TK Hanyalah Pembelokan Sejarah dan Pemborosan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Juli 2023 oleh

Tags: guruPendidikanpungliSekolahSiswa
Maharani Sabila

Maharani Sabila

Seorang introver fungsional yang menyukai sosialisasi ringan.

ArtikelTerkait

sarjana pendidikan

Bukti kalau Kepanjangan S.Pd. itu Bukan Sarjana Pendidikan, tapi Sarjana Penuh Derita

11 April 2020
3 Kenakalan Siswa Madrasah, Siswa Non-Madrasah Can't Relate Terminal Mojok

3 Kenakalan Siswa Madrasah, Siswa Non-Madrasah Can’t Relate

1 November 2022
5 Hal Kecil yang Bisa Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris guru bahasa inggris

Betapa Pentingnya Guru Bahasa Inggris di Sekolah Dasar

12 Desember 2022
Saya Akui, Saya Masuk Jurusan IPS demi Terlihat Edgy terminal mojok.co

Akademi Shinobi, SMA Karasuno, dan UA: Sekolah Mana yang Cocok buat Anak Anda?

23 November 2020
Cara Menjadi Mahasiswa S2 yang Baik dan Benar

Cara Menjadi Mahasiswa S2 yang Baik dan Benar

4 Oktober 2022
Harus Ada Aturan Wajib Baca Buku untuk Guru. Segera! Kalau Nggak, Pendidikan Kita Jalan di Tempat

Harus Ada Aturan Wajib Baca Buku untuk Guru. Segera! Kalau Nggak, Pendidikan Kita Jalan di Tempat

9 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Dari gaya hingga performa, inilah 6 alasan Suzuki Swift ST 2008 cocok jadi mobil pertama

6 Agustus 2026
Pengalaman cabut gigi gratis dengan dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

Pengalaman cabut gigi gratis oleh dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

4 Agustus 2026
Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

5 Agustus 2026
Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan Mojok.co

Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan

3 Agustus 2026
Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang kalah sama Indomaret (Wikimedia Commons)

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang jualan barang entar pasti kalah sama Indomaret

7 Agustus 2026
Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering Mojok

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering rumahan

2 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.