Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

3 Kenakalan Siswa Madrasah, Siswa Non-Madrasah Can’t Relate

Nafila Aura Carissa oleh Nafila Aura Carissa
1 November 2022
A A
3 Kenakalan Siswa Madrasah, Siswa Non-Madrasah Can't Relate Terminal Mojok

3 Kenakalan Siswa Madrasah, Siswa Non-Madrasah Can't Relate (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kenakalan-kenakalan siswa di sekolah, selagi dalam batas normal, merupakan hal yang wajar. Masa-masa sekolah kurang berkesan rasanya jika nggak dibumbui kenakalan siswanya. Nantinya, kenakalan itu yang jadi salah satu topik nostalgia yang menarik untuk dibicarakan kembali.

Kenakalan yang dilakukan siswa jenisnya beragam, tergantung masa dan tempat. Siswa generasi Z mungkin nggak relate dengan kenakalan generasi milenial atau baby boomers saat bersekolah dulu, begitu juga sebaliknya. Tempat juga turut berpengaruh pada kenakalan yang dilakukan, maksudnya tempat adalah jenis sekolahnya: madrasah dan non-madrasah.

ADVERTISEMENT

Umumnya, sekolah madrasah dan non-madrasah sama saja, sama-sama jadi tempat para siswa belajar. Hal utama yang membedakan adalah di madrasah, selain belajar pelajaran umum, para siswa juga belajar mengenai agama Islam lebih banyak ketimbang sekolah non-madrasah. Madrasah juga cenderung memiliki aturan keislaman yang lebih banyak. Inilah yang membuat siswa dari sekolah non-madrasah mungkin nggak bisa melakukan kenakalan yang biasa dilakukan siswa madrasah, atau istilah kekiniannya can’t relate.

Sebagai orang yang pernah mengenyam pendidikan selama 12 tahun di madrasah, berikut beberapa bocoran kenakalan ala siswa madrasah yang biasa kami lakukan:

#1 Pura-pura salat ba’diyah

Ketika waktu isama (istirahat, salat, makan) tiba, prioritas siswa madrasah biasanya salat dulu baru melakukan hal-hal lain. Salatnya pun dilakukan berjamaah. Beberapa madrasah ada yang melakukan salat di masjid, tapi di madrasah saya dulu, para siswa melakukan salat di kelas (kami hanya memakai alas kaki di area non-lantai dan kamar mandi, di kelas nggak memakai alas kaki, jadi lantai kelas insyaallah suci dari najis).

Biasanya, salat diimami oleh siswa laki-laki sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Setelah salat pun kami membaca doa yang dipimpin oleh wali kelas. Lalu, di mana letak nakalnya? Bukankah itu perilaku baik?

Gini, setelah doa selesai, wali kelas kami biasanya langsung mengingatkan untuk salat ba’diyah. Oh ya, salat ba’diyah itu salat sunah yang dikerjakan setelah salat wajib. Namanya sunah, jika nggak dilakukan pun sebetulnya nggak dosa. Tapi yang namanya madrasah, ygy, ibadah sunah pun bisa jadi wajib hukumnya. Hehehe.

Biasanya wali kelas kami menunggu sampai semua siswa berdiri untuk takbiratul ihram, baru setelahnya blio salat ba’diyah. Beberapa siswa langsung bangun untuk salat ba’diyah, beberapa lagi pura-pura takbiratul ihram. Iya, pura-pura. Jadi, setelah wali kelas kami memastikan semua anak sudah berdiri, blio baru takbiratul ihram, nah di sinilah beberapa oknum yang pura-pura itu langsung duduk kembali, bahkan ada yang langsung memakai kaos kaki dan keluar kelas. Kalau dipikir-pikir, apa sih susahnya salat ba’diyah? Toh, cuma 2 rakaat.

Baca Juga:

5 Kebiasaan Feodal di Sekolah yang Tidak Disadari dan Harus Segera Dibasmi

Guru Kencing Berdiri, Murid Disuruh Jaga Reputasi: Kenapa kalau Ada Kasus di Sekolah, Bukannya Diselesaikan, tapi Murid Dibungkam demi Reputasi?

Buat sebagian siswa, mungkin hal ini biasa saja, malah terkesan nggak ada nakalnya. Apalagi hal ini berkaitan dengan ibadah tiap individu kepada Tuhannya, yang mana kalau dosa pun ditanggung masing-masing. Tapi buat siswa madrasah, hal ini bisa dikategorikan sebagai perilaku nakal. Coba deh baca poin selanjutnya, mungkin poin selanjutnya bisa bikin kalian semua mbatin, “Oh iya, emang agak lain nih nakalnya!”

#2 Pura-pura sakit biar nggak disuruh baca Al-Qur’an sambil berdiri

Namanya madrasah, aturan dan hukumannya memang kadang agak lain dari sekolah non-madrasah. Salah satunya hukuman yang paling saya ingat waktu sekolah dulu adalah hukuman membaca Al-Qur’an sambil berdiri ketika terlambat. Jadi, siswa yang terlambat masuk biasanya disuruh membuat barisan saf, lalu membaca Al-Qur’an sambil berdiri di lapangan selama 1 jam pelajaran. Lumayan pegel, ygy.

Di madrasah saya, hukuman ini diawasi oleh guru piket yang memang terkenal baik, sayangnya hal inilah yang dijadikan celah oleh beberapa oknum siswa. Rata-rata siswa pura-pura sakit dengan beralasan pusing lah, sakit perut lah, mual lah, mbuh lah! Pokoknya ada beberapa oknum siswa yang beralasan apa pun biar guru piket jadi kasihan dan akhirnya mengizinkan mereka untuk membaca Al-Qur’an di pinggir lapangan sambil duduk.

Lantas, dari mana saya tahu kalau oknum siswa tersebut pura-pura sakit? Ha wong de’e dewe og yang cerita ke saya ketika di kelas. Sudah telat, bohong pula. Ck ck ck, tobat, Bestie!

#3 Setoran tahfiz pakai headset nirkabel

Kenakalan terakhir ini sebenarnya nggak lazim amat dan cukup jarang dilakukan lantaran butuh skill dan mental yang nggak sembarangan. Siswa madrasah yang punya mental tempe kayak saya mah mending jujur saja daripada melakukan ini. Hanya pejuang kecurangan yang mampu melakukannya. Eaaa.

Gini, Gaes, siswa madrasah itu identik dengan hafalan tahfiz yang banyak, walau mungkin nggak sebanyak hafalan anak pesantren. Biasanya, setelah dihafal, kami menyetornya ke guru penguji.

Entah siapa yang mencetuskan ide gila ini, tapi di madrasah saya ada yang ujian tahfiznya dibantu pihak ketiga. Cara mainnya begini, siswa yang ujian memakai headset nirkabel yang sudah terhubung telepon dengan temannya yang ia percaya dari kelas lain. Headset nirkabel ini nggak kelihatan oleh penguji karena tertutup kerudung. Iya, kenakalan yang kayak gini cuma bisa dilakukan siswi ukhti, ygy, jika siswa akhi nekat pengin mencobanya ya monggo, tapi risiko tanggung sendiri.

Selanjutnya, ketika siswa yang sedang diuji lupa ayat yang ia baca, temannya yang stand by lewat telepon ini yang beraksi. Biasanya ia akan membantu dengan membaca penggalan ayat yang kelupaan tadi. Istilahnya dibantu dari jarak jauh lah. Tapi, cara curang seperti ini nggak bisa dilakukan jika siswa yang diuji belum hafal surahnya sama sekali. Sebab, teman yang membantu jarak jauh tugasnya hanya membaca penggalan ayat untuk menjadi jembatan pengingat ayat yang dilupa. Kalau siswa yang diuji nggak hafal surahnya sama sekali, ya wasalam, pasti dia bakal ngang ngong ngang ngong!

Nah, itulah tiga kenakalan ala siswa madrasah yang tentu saja nggak bisa dilakukan siswa non-madrasah. Kalau kenakalan lainnya sih kayaknya sama saja dengan siswa non-madrasah. Mungkin yang membedakan adalah siswa madrasah habis berbuat nakal langsung istigfar dan ingat Allah, tapi habis itu ya nakalnya diulangi lagi. Gitu aja terus sampai lulus~

Penulis: Nafila Aura Carissa
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 7 Hal yang Nggak Pernah Dirasakan oleh Siswa Sekolah Elite.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 November 2022 oleh

Tags: kenakalanmadrasahSiswa
Nafila Aura Carissa

Nafila Aura Carissa

Anak gap year yang bingung mau ngapain lagi untuk mengisi waktu luang.

ArtikelTerkait

5 Urutan Ekstrakurikuler Paling Populer di Sekolah terminal mojok.co paskibra masa sekolah nostalgia

5 Urutan Ekstrakurikuler Paling Populer di Sekolah

24 Desember 2020
kotak pensil

Menebak Kepribadian Pelajar Berdasarkan Isi Kotak Pensil

20 September 2019
kocheng oren

Fenomena ‘Kocheng Oren’ yang Mendadak Menjadi Primadona di Jagat Media Sosial

10 Agustus 2019
Guru Kencing Berdiri, Murid Disuruh Jaga Reputasi: Kenapa kalau Ada Kasus di Sekolah, Bukannya Diselesaikan, tapi Murid Dibungkam demi Reputasi?

Guru Kencing Berdiri, Murid Disuruh Jaga Reputasi: Kenapa kalau Ada Kasus di Sekolah, Bukannya Diselesaikan, tapi Murid Dibungkam demi Reputasi?

4 Februari 2025
4 Peraturan Aneh di Sekolah dan Panduan Memahaminya terminal mojok

4 Peraturan Sekolah yang Terdengar Ngadi-ngadi dan Panduan Memahaminya

24 Agustus 2021
Jadi Guru SD Sebenarnya Menyenangkan, Tugas di Luar Mengajarnya yang Bikin Stres

Jadi Guru SD Sebenarnya Menyenangkan, Tugas di Luar Mengajarnya yang Bikin Stres

1 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kenapa orang Bali jarang liburan ke pantai? (Unsplash)

Kenapa orang Bali jarang liburan ke pantai, padahal tinggal deket pantai?

18 Juli 2026
4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi ruang publik yang lebih hidup  Mojok.co

4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi jadi daerah lebih hidup 

17 Juli 2026
Dosa pengusaha kuliner, pakai foto hasil AI untuk jualan hingga pembeli merasa tertipu Mojok.co

Dosa pengusaha kuliner, pakai foto makanan hasil AI hingga pembeli merasa tertipu

20 Juli 2026
Advan 360 Stylus: Laptop Lokal yang Bisa Jadi Tablet tapi Kurang Laris di Pasaran

Saya menyesal membeli laptop Advan, sebetulnya niat nggak sih bikin produk lokal yang bagus?

16 Juli 2026
Pengalaman mengecewakan saat nonton di XXI Central City Semarang, niatnya cari hiburan, malah dapat kekesalan Mojok.co

Pengalaman mengecewakan saat nonton di XXI Central City Semarang, niatnya cari hiburan, malah dapat kekesalan

14 Juli 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co kota pelajar madura

3 hal langka di Madura, tapi umum di Jogja, sudah seharusnya Madura belajar pada Jogja!

16 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.