Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Warga Depok Habiskan Hampir 2 Juta Rupiah per Bulan Cuma buat Kerja di Kawasan Senayan, Dedikasinya Tinggi!

Ahmad Soleh oleh Ahmad Soleh
16 April 2026
A A
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co pasar rebo

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Jika saya menyebutkan nama Depok, pikiran kalian pasti berkelana ke mana-mana. Hal itu tentu tak mengagetkan, mengingat Depok adalah kota dengan segala keunikan. Apa yang tak mungkin terjadi di daerah kalian, besar kemungkinan bisa terjadi di Depok. Dan bicara tentang Depok, tak bisa untuk tidak menyertakan Jakarta di dalamnya.

Begini, meski sudah jadi kota setelah memisahkan diri dari Bogor pada 1999, bukan berarti orang-orangnya tetap tidak silau dengan Jakarta. Banyak orang Depok yang bekerja di Jakarta, dan angkanya tidak main-main. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) ada sekitar 1,26 juta pekerja dari Jabodetabekpunjur dan Depok menjadi penyumbang terbesar, yaitu 18,57 persen.

Artinya, setiap harinya ada sekitar sembilan ratus ribu orang Depok berangkat ke Jakarta buat bekerja mencari nafkah.

Dari ratusan ribu itu, saya adalah satu di antaranya. Setiap hari saya berangkat bersama orang-orang Depok lainnya ke tempat kerja. Kebetulan saat ini saya bekerja di kawasan Senayan, salah satu magnet pusat Kota Jakarta. Dan untuk bekerja di sini, pengorbanan saya tidak main-main.

Saya menjalani keseharian dengan berangkat pagi dan pulang sore hari. Merasakan bagaimana berdesakan di angkutan umum. Mengantre. Atau kehabisan ongkos di jalan. Jika dihitung-hitung, ongkos yang dibutuhkan untuk berangkat kerja itu lumayan besar juga. Hampir satu juta rupiah. Begini perinciannya.

BACA JUGA: Senayan Jakarta, Kawasan Elite tapi Bikin Perantau Asal Surabaya Kapok, Nyaris Ketipu Rp1 Juta

Kerja di Senayan, rumah di Depok

Saya memilih full naik kendaraan umum karena kebetulan aksesnya lebih mudah dibandingkan harus bawa motor sendiri. Dari rumah saya di Depok, saya bawa motor sampai ke pintu tol Desari. Di sana ada penitipan motor, biayanya cuma Rp5.000 untuk parkir seharian. Jadi, sebulan saya menghabiskan Rp125.000 untuk biaya parkir motor selama 25 hari kerja.

Setelah itu, saya antre naik bus Transjakarta Koridor D41 jurusan Sawangan-Lebak Bulus. Ongkos naik TJ itu murah banget, di bawah jam tujuh pagi, sekali berangkat hanya Rp2.000. Di atas jam itu biayanya Rp3.500 saja. Jika pulang-pergi Rp5.500 dikalikan 25 hari kerja, total ongkos untuk TJ hanya Rp137.500.

Baca Juga:

Derita Orang Pasar Rebo, Jauh dari Jakarta Bagian Mana pun, Malah Lebih Dekat ke Depok!

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini

Saya naik TJ sampai Stasiun MRT Fatmawati. Dari sana saya lanjut naik MRT sampai ke Stasiun Senayan. Ongkos untuk MRT sekali jalan adalah Rp9.000, jadi pulang-pergi itu Rp18.000. Jadi, dalam sebulan, total ongkos MRT yang saya keluarkan adalah Rp625.000.

Dari hitung-hitungan sederhana ini, total pengeluaran buat ongkos pulang-pergi ke tempat kerja itu habis Rp887.500. Ya, ini baru ongkos saja. Belum lagi biaya jajan dan makan siangnya. Jadi, dalam sebulan kami bisa menghabiskan hampir Rp2 juta. Inilah angka yang harus dibayar orang Depok yang kerja di Senayan.

Pengeluaran bulanan hanya untuk bekerja bisa sampai Rp2 juta. Jika gaji setara UMR Jakarta yang berada di angka Rp5 jutaan, ini sudah sangat berat. Artinya, sekitar 30-40% gaji kami habiskan di jalan. Belum lagi jika dikejar waktu, sehingga harus pakai taksi atau ojek online, tentu anggaran ongkos ini akan makin membengkak.

Namun, ini bukan semata perkara hitung-hitungan uang. Ada makna mendalam di balik pengorbanan uang, waktu, dan tenaga ini. Jadi, bagi para pemilik perusahaan, bos, atasan, dan kantor yang memiliki pegawai atau pekerja yang berasal dari Depok harusnya bisa lebih menghargai jerih payah ini. Ini bukan soal uang yang kami keluarkan. Lebih dalam, ini soal dedikasi.

Penulis: Ahmad Soleh
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Tinggal di Depok Itu Memang Nyaman, tapi 10 Tahun yang Lalu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 April 2026 oleh

Tags: depokkerja di senayanpekerja depoksenayan
Ahmad Soleh

Ahmad Soleh

Sekadar pencinta One Piece

ArtikelTerkait

Ngemplak, Kecamatan di Sleman yang Sering Terlupakan karena Nama Besar Depok dan Ngaglik Mojok.co

Ngemplak, Kecamatan di Sleman yang Sering Terlupakan karena Nama Besar Depok dan Ngaglik

19 Januari 2026
Depok Semakin Berantakan, Tanda Pembangunan Salah Arah? (Unsplash) bogor

Depok: Antara Cimanggis yang Ngebut, Sawangan yang Sumpek, dan Margonda yang Nggak Ada Lawan

13 Februari 2025
Jangan Hidup di Depok Jawa Barat kalau Nggak Siap Bergelut dengan Transportasi Umum yang Bobrok Mojok.co

Jangan Hidup di Depok Jawa Barat kalau Nggak Siap Bergelut dengan Transportasi Umum yang Bobrok

8 Juli 2024
Depok Memang Unik dan Ajaib, tapi Jadi Tempat Tinggal Terbaik

Depok Memang Unik dan Ajaib, tapi Jadi Tempat Tinggal Terbaik

5 Februari 2024
Depok Sering Dihina, tapi Tinggal di sini Boleh Juga

Depok Sering Dihina, tapi Tinggal di Sini Boleh Juga

26 September 2024
Depok, Adik Tiri Jakarta Selatan yang Kini Punya Gaya Sendiri (Unsplash)

Depok, Adik Tiri Jakarta Selatan yang Kini Punya Gaya Sendiri

12 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Raya Narogong, Gerbang Neraka di Timur Bekasi: Pagi Kena Macet Truk Sampah, kalau Malam Dikuasai Kontainer

Jalan Raya Narogong, Gerbang Neraka di Timur Bekasi: Pagi Kena Macet Truk Sampah, Malam Dikuasai Kontainer

5 Mei 2026
5 Kelemahan Punya Rumah Dekat Sawah yang Jarang Disadari Orang Kota Mojok.co

5 Kelemahan Punya Rumah Dekat Sawah yang Jarang Disadari Orang Kota

10 Mei 2026
Dilema Jawa Murtad di Gunungkidul Lidah Sumatra Jadi Petaka (Wikimedia Commons)

Dilema “Jawa Murtad” di Gunungkidul: Ketika Lidah Sumatra Menjadi Petaka

7 Mei 2026
Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokal Mojok.co

Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokalnya

11 Mei 2026
Orang Jakarta Baperan: Panggilan ‘Aku-Kamu’ Dikira PDKT, padahal Itu Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Mojok.co

Orang Jakarta Baperan: ‘Aku-Kamu’ Dikira PDKT, padahal Itu Panggilan dalam Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

8 Mei 2026
Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan Terminal

Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan

9 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada
  • Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa
  • Meski Hanya Diikuti 4 Tim tapi Atmosfer Campus League Basketball Samarinda Tetap Kompetitif, Universitas Mulawarman Tak Terbendung
  • Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus
  • Tongkrongan Bapak-Bapak di Desa: Obrolan Sering Ngawur, Kadang Nggak Berfaedah, tapi Saya Harus Gabung demi “Harga Diri” Keluarga
  • Setelah Punya Anak Sadar “Nongkrong Basi-Basi” Itu Nggak Guna: Rela Dicap Suami Takut Istri, karena Urusan Keluarga Memang di Atas Segalanya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.