Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Depok dan Jombang, Dua Daerah Terpisah Jarak, tapi Disatukan oleh Keanehan  

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
5 Oktober 2025
A A
Depok dan Jombang, Dua Daerah Terpisah Jarak, tapi Disatukan oleh Keanehan  

Depok dan Jombang, Dua Daerah Terpisah Jarak, tapi Disatukan oleh Keanehan (Ammar Andiko via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Jombang dan Depok, dua daerah yang kalau diperhatikan sekilas, tak memiliki kesamaan. Sebab yang satu ada di Jawa Timur, satunya lagi di Jawa Barat. Letak geografis yang terpisah jauh membuat kedua daerah ini kayak gak punya titik temu dalam kesamaan. Sebagai orang yang beberapa kali mampir ke 2 daerah ini, awalnya saya pun meyakini hal itu.

Budaya dan kehidupan sosial masyarakat yang kontras serta status kedaerahan yang berbeda (satunya kabupaten, satunya kota), membuat kedua daerah ini seolah punya peradaban yang tak bisa disamakan satu sama lain.

Tapi, belakangan, saya menyadari ada beberapa hal yang menjadi benang merah antara Jombang dan Depok. Benang merah tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa Jombang sejatinya adalah versi Jawa Timurnya Depok.

Paradoks antara branding dan realitas di masyarakat

Kita semua tahu kalau Depok ini termasuk salah satu Kota Penyangga. Jadi budaya modern pasti sudah melekat di lingkungan masyarakatnya. Nah persoalannya, branding daerah modern dan urbannya ini nggak membuatnya lepas dari unsur mistis dan konyol. Deretan fenomena aneh sering muncul dari kota satu ini, mulai dari kemunculan kolor ijo, keranda terbang, babi ngepet, sampai yang paling menghebohkan dan dijadikan candaan adalah kemunculan UFO.

Bahkan sempat ada berita yang mengklaim kalau Imam Mahdi itu munculnya di Depok.

Deretan keanehan itu menyebar dengan narasi yang tentu ditambah-tambahkan dan seolah seperti beneran gitu. Sehingga jadi viral.

Sama halnya dengan di Jombang. Daerah ini adalah cerminan religiusitas karena brandingnya yang jadi salah satu kota santri. Pondok besar seperti Tebuireng dan Tambak Beras, ada di Jombang. Tapi ironisnya, daerah ini secara bersamaan menyuburkan kepercayaan mistis yang mengarah pada hal yang musyrik gitu. Mohon maaf nih, fenomena Batu Ponari adalah salah satu contoh dari tindakan tak masuk akal orang-orang Jombang yang meramaikan sesuatu yang mengoyak nalar.

Maksud saya, kok bisa percaya dengan khasiat dari batu yang dipegang oleh anak kecil. Apa nggak musyrik ya?

Baca Juga:

Warga Depok Habiskan Hampir 2 Juta Rupiah per Bulan Cuma buat Kerja di Kawasan Senayan, Dedikasinya Tinggi!

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini

Jombang religius, tapi…

Selain itu, di Jombang juga ada makam terkenal yaitu Makam Medeleg yang jadi simbol pesugihan. Makam ini dipercaya angker tapi jadi tempat yang ramai dikunjungi karena dianggap membawa berkah. Kan nggak nyambung, angker tapi dianggap berkah?

Loh bukannya tingkat religiusitas itu bisa saja berbanding lurus dengan kepercayaan dengan hal-hal gaib? Yah iman kepada hal gaib itu nggak salah, yang salah adalah membuatnya hiperbolis sampe menepikan peran Tuhan. Lihat daerah macam ramai santri Rembang, Pati, atau Kendal? Nggak ada tuh viral nyeleneh mistis yang berlebihan.

Jadi agak absurd aja gitu, di satu sisi daerah ini dipenuhi oleh keramaian santri yang bershalawat, berdzikir, dan beribadah, sehingga nampak agamis, tapi di sisi lain ada yang malamnya ke makam ngasih sesaji. Apalagi pas zaman viralnya ponari.

Apa yang saya uraikan di atas memberikan gambaran bagaimana Depok dan Jombang sama-sama menyimpan paradoks keanehan berbau takhayul. Satunya brandingnya kota penyangga yang modern (bahkan ada UI di sana), tapi nyatanya masih sempat-sempatnya ngurusin babi ngepet dan UFO. Yang satunya lagi punya citra agamis dan spiritualis, tapi di sisi lain masyarakatnya masih terbuai dengan hal-hal mistis yang aneh.

Kesamaan nasib Depok dan Jombang dari sisi sosial ekonomi

Selain kesamaan dari sisi keanehan yang mistis, Jombang dan Depok punya kesamaan nasib dari sisi sosial-ekonomi. Dua daerah ini kayak kembar beda provinsi. Depok misalnya, ini adalah gambaran tentang sebuah kota yang terjebak di tengah laju modernitas. Sebab, secara jarak memang dekat dengan ibu kota, tapi secara sosial dan ekonomi, belum selesai menata dirinya.

Rata-rata harga tanah di Depok sudah menembus Rp 10–12 juta/m² di area utama seperti Margonda, hampir menyamai pinggiran Jakarta Selatan. Tapi aksesnya begitu terbatas. Contohnya, kawasan sekitar Margonda yang dikelilingi apartemen tinggi (Taman Melati, Evenciio, Margonda Residence), tapi akses jalannya mirip gang kos-kosan, membuat macet permanen setiap jam pulang kerja. Bahkan ada kelakar kalau “Google Maps menyerah di Depok.” Sangking njlimetnya kota satu ini.

Selain itu, ketimpangan juga sangat terasa. Di belakang perumahan elite seperti Grand Depok City, bisa langsung terlihat kampung padat dengan rumah semi-permanen. Di sisi lain, ada kompleks perumahan dengan danau buatan dan taman Instagramable, tapi 200 meter dari situ ada gang dengan saluran air tersumbat dan kabel menjuntai seenaknya.

Jombang sendiri dengan brandingnya Kota Pesantren, belakangan terjebak sebagai daerah yang nanggung. Sebab, kalau melihat di luar lingkar area Tebuireng dan Tambakberas, akan terlihat wajah sebuah daerah yang terasa seperti proyek yang belum selesai. Ada banyak proyek setengah jadi yang terbengkalai, mulai dari jalanan yang tak tuntas diaspal dan gedung pelayanan publik baru setahun sudah dibongkar karena rusak.

Paling terkenal ya Proyek Mal Pelayanan Publik (MPP) di ruko Simpang Tiga Mojongapit yang harus direhab total pada 2025 dengan dana Rp14 miliar setelah sebelumnya mangkrak. Atau jalan lingkungan di Desa Mejoyolosari juga diselidiki karena diduga fiktif dan berpindah lokasi tanpa izin musrenbang.

Depok dan Jombang, keluarga yang terpisah

Kedua daerah ini menjumpai nasib yang sama, pembangunan yang nanggung. Depok dengan branding urbannya, tapi dalam proses kemajuannya melahirkan keanehan sosial, yaitu mall megah berdiri di atas fondasi gang becek, di mana di dalamnya warga elite dan buruh ojek terjebak macet yang sama. Gambaran bagaimana modernitas dan kekumuhan bertetangga.

Sementara Jombang adalah laboratorium sosial yang menjadi kota religius tapi anehnya terjebak di antara tradisi lama dan pembangunan yang tak rampung. “Kemajuan” datang dalam bentuk spanduk proyek, bukan hasilnya.

Pada akhirnya, Depok dan Jombang adalah gambaran bagaimana sebuah daerah bisa punya kesamaan di tengah perbedaan, yaitu tentang keanehan. Dua daerah yang sama-sama sibuk menguatkan citra diri sebagai kota modern dan agamis, tapi tanpa sadar tetap memelihara hal mistis, tahayul, dan konyol, dengan tetap terkungkung pada pembangunan sosial-ekonomi yang tak rampung.

Depok dan Jombang mungkin nggak punya hubungan darah. Tapi kalau keanehan itu genetik, dua kota ini jelas satu keluarga, cuma beda provinsi aja.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Setelah 3 Bulan Tinggal di Depok, Saya Sadar Ternyata Depok Itu Indah Jika Bisa Menikmatinya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2025 oleh

Tags: babi ngepet di depokbatu ponaridepokJombangponariUFO di Depok
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Margonda Depok Medan Tempur Semua Orang: Trotoar Jadi Parkiran, Jalan Jadi Lautan Macet

Setelah 3 Bulan Tinggal di Depok, Saya Sadar Ternyata Depok Itu Indah Jika Bisa Menikmatinya

18 Februari 2025
Jika Neraka Dunia Benar-benar Ada, Sawangan Depok Adalah Buktinya

Jika Neraka Dunia Benar-benar Ada, Sawangan Depok Adalah Buktinya

3 April 2024
Jombang Tidak Lagi Sama, Kota Santri Telah Mati (Tirta Sujata via Shutterstock.com)

Selamat Tinggal Kota Santri, Rebranding Jombang Menjadi The Root Of Java Justru Mengaburkan Identitas Kabupaten Ini

27 Mei 2025
Tanggapan buat Netizen yang Ngeluh Prestasi Bidang Agama Tak Pernah Diliput Media terminal mojok.co

5 Bukti Universitas Gunadarma Bisa Bersaing dengan Universitas Indonesia

6 April 2020
Musim Panen Tebu di Jombang: Dulunya Dinanti, Kini Malah Bikin Makan Hati

Musim Panen Tebu di Jombang: Dulunya Dinanti, Kini Malah Bikin Makan Hati

14 Agustus 2024
Depok, Adik Tiri Jakarta Selatan yang Kini Punya Gaya Sendiri (Unsplash)

Depok, Adik Tiri Jakarta Selatan yang Kini Punya Gaya Sendiri

12 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup (Unsplash)

Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup

19 April 2026

Di Balik Cap Manja, Anak Bungsu Sebenarnya Dilema antara Kejar Cita-cita atau Jaga Ortu karena Kakak-kakak Sudah Berumah Tangga 

17 April 2026
Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

21 April 2026
Bangkalan dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia Mojok

Bangkalan Madura dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia

21 April 2026
3 Dosa Jalan Bantul yang Membuat Warga Lokal seperti Saya Sering Apes ketika Melewatinya Mojok.co

Bantul Tidak Butuh Mall untuk Bisa Disebut Beradab dan Maju, Standar Konyol kayak Gitu Wajib Dibuang!

15 April 2026
Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai Mojok.co

Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai

19 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • WNA Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Kontrak di Indonesia dan Mengabdi untuk Anak Pekerja Migran di Sana
  • WNA Malaysia Pilih Lanjut S2 di UNJ, Penasaran Ingin Kuliah di PTN karena Dosen Indonesia yang “Unik”
  • Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga
  • Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!
  • Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran
  • Lulusan SMK Kerja di SPBU Diremehkan, Malah Jadi Tempat Ngutang buat Kuliah Anak Saudara karena Dikira Punya Segepok Uang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.