Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jombang Lantai 2: Sebutan Baru Wonosalam buat Menantang Pacet di Wisata Pegunungan

Dodik Suprayogi oleh Dodik Suprayogi
27 Januari 2026
A A
Air Terjun Tretes Wonosalam, Bukti Jombang Nggak Miskin Wisata Alam Mojok.co

Air Terjun Tretes Wonosalam, Bukti Jombang Nggak Miskin Wisata Alam (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Sungguh nestapa, selama ini warga Jombang kalau mau pamer foto berlatar kabut tipis pilihannya cuma dua, kalau nggak ke Batu-Malang ya melipir ke Pacet, Mojokerto. Padahal, ada Wonosalam yang sebenarnya punya potensi hebat.

Wonosalam, kecamatan di ujung timur Jombang ini, dulunya cuma dianggap sebagai gudang durian raksasa. Orang datang ke sana hanya kalau musim panen tiba atau saat festival kenduri Wonosalam. Setelah itu tempat ini kembali berkawan sepi.

Namun, akhir-akhir ini wajah Wonosalam berubah, seiring munculnya istilah Jombang Lantai 2. Sebuah branding yang cerdas sekaligus menantang. Nama ini seolah ingin menegaskan bahwa Jombang nggak cuma identik dengan suhu panas ekstrem tapi juga punya daerah yang sejuk yang bernama Wonosalam.

Pelan tapi pasti, Wonosalam mulai berani adu mekanik dengan Pacet dalam memperebutkan takhta wisata pegunungan di jalur tengah Jawa Timur.

BACA JUGA: Pengalaman Tertipu Beli Durian di Wonosalam, Pusatnya “Raja Buah” di Jombang

Adu Mekanik Pemandangan dan Kopi Excelsa di Wonosalam

Kalau kita bicara Pacet, yang terbayang di kepala adalah pemandian air panas Padusan atau deretan vila tua yang estetikanya agak mentok di tahun 2000-an awal. Pacet memang menang di popularitas, tapi Wonosalam menang di kesegaran. Sebagai Jombang Lantai 2, Wonosalam menawarkan paket lengkap yang lebih kekinian yaitu udara dingin khas lereng Gunung Anjasmoro yang dibalut dengan budaya ngopi yang sangat kuat.

Wonosalam adalah salah satu produsen kopi Excelsa terbaik di negeri ini. Para pelaku wisata di sana sadar betul kalau jualan pemandangan saja nggak cukup buat narik wisatawan. Maka, menjamurlah kafe-kafe estetik di pinggir tebing dan aliran sungai. Kalau di Pacet kamu mungkin merasa terjebak di kerumunan yang itu-itu saja, di Wonosalam kamu masih bisa menemukan hidden gem yang beneran terasa eksklusif.

Sensasi menyeruput kopi sambil memandang lembah hijau dari ketinggian ini adalah bentuk kemewahan yang sulit didebat oleh wisatawan yang sudah muak dengan hiruk-pikuk jalur lintas Mojokerto yang kian sesak.

Baca Juga:

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

BACA JUGA: Kopi Excelsa Wonosalam, Kopi yang Mampu Membersihkan Nama Baik Jombang dari Maksiat Kopi Pangku

Infrastruktur yang Mulai Glow Up

Dulu, alasan utama orang malas ke Wonosalam adalah jalannya yang bikin motor matic mengkis-mengkis saking terjal dan rusaknya. Tapi sekarang, ceritanya sudah jauh berbeda. Pemerintah Kabupaten Jombang sepertinya serius ingin memoles lantai dua agar layak dikunjungi tanpa harus bikin ban bocor di tengah hutan. Akses jalan utama kini sudah mulus, lebar, dan sangat layak untuk konten sunmori-an.

Kemudahan akses inilah yang membuat Wonosalam mulai berani menantang Pacet secara langsung. Jarak tempuh dari pusat kota Jombang kini terasa lebih singkat. Wisatawan dari arah Kediri, Nganjuk, hingga Madiun kini punya opsi yang lebih masuk akal daripada harus terjebak macet di jalur arteri menuju Malang atau masuk ke wilayah Mojokerto yang seringkali padat merayap saat akhir pekan.

Wonosalam menawarkan efisiensi waktu tanpa harus mengorbankan kualitas adem yang dicari oleh para pencari ketenangan dari panasnya aspal kota.

Melawan Dominasi dengan Orisinalitas Lokal

Tantangan terbesar Wonosalam untuk benar-benar menyaingi atau bahkan melampaui Pacet adalah soal konsistensi dan ekosistem. Pacet sudah punya sistem yang matang dari hulu ke hilir, mulai dari tukang parkir sampai pengelola vila mewah.

Sementara Wonosalam, meski branding Jombang Lantai 2 ini makin kencang, masih punya pekerjaan besar soal variasi penginapan dan manajemen sampah. Kita butuh lebih banyak glamping atau resor yang dikelola secara profesional agar wisatawan nggak cuma datang untuk foto di kafe lalu pulang. Mentok nginapnya di Kampoeng Djawi.

Namun, potensi Wonosalam untuk menang itu nyata dan sangat besar. Dengan adanya acara rutin tahunan seperti Kenduren Durian yang sudah jadi agenda nasional, Wonosalam punya modal sosial yang sangat kuat.

Mereka nggak cuma jualan alam, tapi juga jualan keramahan warga lokal yang belum sepenuhnya doyan duit alias komersial.

Jika Pacet adalah zona nyaman yang mulai terasa sesak dan bising, Wonosalam adalah ruang baru yang segar, luas, dan penuh kejutan. Saatnya Jombang naik kelas lewat lantai duanya.

Penulis: Dodik Suprayogi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Air Terjun Tretes Wonosalam, Bukti Jombang Nggak Miskin Wisata Alam

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Januari 2026 oleh

Tags: Jombangkopi excelsa wonosalamMojokertoPacetwonosalam jombang
Dodik Suprayogi

Dodik Suprayogi

Penggiat pertanian yang sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Ekonomi di Universitas Trisakti Jakarta.

ArtikelTerkait

Pengalaman Mengecewakan Berkunjung ke Pacet Mojokerto: Ketemu Pedagang yang Mematok Harga Nggak Wajar sampai Dikejar Calo Vila

Pengalaman Mengecewakan Berkunjung ke Pacet Mojokerto: Ketemu Pedagang yang Mematok Harga Nggak Wajar sampai Dikejar Calo Vila

25 Juli 2024
mojokerto

Mojokerto yang Kalah Terkenal Dibanding Mojok

6 April 2020
Mikrolet Biru Peterongan-Brangkal Lenyap Tergerus Perkembangan Zaman

Mikrolet Biru Peterongan-Brangkal Lenyap Tergerus Perkembangan Zaman

4 Juli 2023
Mojokerto Tenggelam Jika Jalan Benteng Pancasila Menghilang (Unsplash)

Membayangkan Nasib Orang Mojokerto jika Jalan Benteng Pancasila Tak Pernah Ada, Pasti Menderita dan Terlalu Bergantung sama Surabaya

28 Maret 2025
Mojosari, Kecamatan Paling Ideal di Mojokerto untuk Jadi Tempat Pensiun Mojok.co

Mojosari, Kecamatan Paling Ideal di Mojokerto untuk Jadi Tempat Pensiun

13 Agustus 2024
4 Rekomendasi Olahan Durian Khas Jombang: Cara Lain Menikmati Endesnya Durian

4 Rekomendasi Olahan Durian Khas Jombang: Cara Lain Menikmati Endesnya Durian

22 Mei 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kuliah di UIN Dipandang Sebelah Mata, Ditambah Ambil Jurusan Nggak Populer Jadi  Makin Menderita Mojok.co

Kuliah di UIN Dipandang Sebelah Mata, Ditambah Ambil Jurusan Nggak Populer Jadi  Makin Menderita

16 April 2026
7 Mobil Bekas Harga Rp100 Juta-an yang Paling Masuk Akal Dimiliki sebagai Kendaraan Keluarga Mojok.co

7 Mobil Bekas Harga Rp100 Juta-an yang Paling Masuk Akal Dimiliki sebagai Kendaraan Keluarga

16 April 2026

Di Balik Cap Manja, Anak Bungsu Sebenarnya Dilema antara Kejar Cita-cita atau Jaga Ortu karena Kakak-kakak Sudah Berumah Tangga 

17 April 2026
6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi Mojok.co

6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi 

21 April 2026
Karimun Wagon R: Mobil Kecil yang Menyelamatkan Pemiliknya dari Gosip Kampung

Karimun Wagon R, Rekomendasi Cerdas Mobil Pertama untuk Kaum Mendang-mending yang Belajar Punya Mobil

15 April 2026
Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

21 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • WNA Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Kontrak di Indonesia dan Mengabdi untuk Anak Pekerja Migran di Sana
  • WNA Malaysia Pilih Lanjut S2 di UNJ, Penasaran Ingin Kuliah di PTN karena Dosen Indonesia yang “Unik”
  • Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga
  • Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!
  • Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran
  • Lulusan SMK Kerja di SPBU Diremehkan, Malah Jadi Tempat Ngutang buat Kuliah Anak Saudara karena Dikira Punya Segepok Uang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.