Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Anime

Seberapa Pentingkah Anime dan Manga Dibuatkan Film Live Action?

M. Farid Hermawan oleh M. Farid Hermawan
31 Januari 2020
A A
Kartun Barat Itu Bagus, tapi Kalah Kreatif Dibanding Anime terminal mojok.co

Kartun Barat Itu Bagus, tapi Kalah Kreatif Dibanding Anime terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Baru-baru ini dunia per-anime-an dan per-manga-an dihebohkan dengan konfirmasi resmi dari Netflix yang menyatakan bahwa manga dan anime One Piece akan dibuatkan film live action. Kabar ini akhirnya membuat pertanyaan banyak orang soal benar atau tidaknya One Piece akan dijadikan live action terjawab. Lewat akun resmi di Twitter @onepiecenetflix, diumumkan bahwa One Piece bersama Netflix akan membuat 10 episode One Piece live action. Informasi ini semakin valid karena ditulis oleh Eiichiro Oda sendiri. Dikonfirmasi juga bahwa dalam proses pembuatan live action One Piece, Oda akan dilibatkan secara langsung.

One Piece memang bukanlah manga dan anime pertama yang diangkat menjadi film live action. Sebelumnya sudah ada Dragon Ball, Fullmetal Alchemist, Bleach, hingga Detective Conan, dan beberapa anime dan manga populer. Namun dari semua manga dan anime yang dijadikan live action tersebut, hanya hitungan jari yang bisa dianggap sukses. Kita ambil contoh live action Dragon Ball. Manga dan anime legendaris ini sering dicap produk live action terburuk. Bagaimana kebesaran Dragon Ball dalam bentuk manga dan anime tidak bisa diimplementasikan ke dalam live action. Padahal Dragon Ball sempat digarap oleh produser Hollywood, tapi tetap saja, tidak bisa memberikan kepuasan bagi para penggemar.

Manga dan anime yang diangkat menjadi film live action sama halnya dengan sebuah cerita novel yang difilmkan. Ekspektasi penggemar pastinya selalu ingin lebih dan selalu membandingkan dengan cerita aslinya. Ini yang sering menjadi blunder para penggarap film live action yang mengambil cerita dari manga dan anime. Para penggarap sering kali memelintir cerita asli di manga dan anime dengan bentuk cerita baru yang kebanyakan para fans tidak tahu. Dan yang terjadi pada Dragon Ball live action versi Hollywood seperti itu.

Lalu apakah penting atau tidak anime dan manga dibuatkan film live action? Penting. Hal ini disebabkan beberapa hal:

Satu: Memperluas ekspansi popularitas dari segi bisnis

Walaupun untuk sekelas One Piece, popularitas bukanlah masalah. Namun ini lebih ke sisi popularitas bisnis. Kita semua tahu bahwa One Piece adalah salah satu anime dan manga yang hampir semua orang tahu. Mulai dari benua Asia, Eropa, Amerika, hingga Afrika, One Piece sudah punya tempat di sana. Kerjasama-kerjasama terkait film live action juga akan meningkatkan daya ledak popularitas anime dan manga yang dijadikan live action. Merchandise mungkin akan punya daya jual yang tinggi selain penjualan komik. Ditambah jika live action berhasil, bukan tidak mungkin film akan terus berlanjut dengan proses penggarapan yang lebih serius dan lebih mahal. Bisnis punya peran penting.

Dua: Melebarkan imajinasi penggemar

Ini bagian tersulit dalam penggarapan live action anime dan manga. Imajinasi terkait anime dan manga dibuat lebih realistis dalam bentuk live action. Biasanya baca manga dan nonton anime ada adegan hancur-hancuran satu planet, kota, hingga pulau. Kadang dalam live action hal tersebut dibuat serealistis dan semasuk akal mungkin. Memang hal tersebut menjadi sebuah sisi baru dari perjalanan manga dan anime. Ketika sudah terbiasa dengan gambar Luffy di komik, bentuk Luffy di kartun, mengapa tidak mengeksplor hal baru? Bentuk Luffy versi manusia adalah terobosan baru yang membuat imajinasi semakin bertambah.

Namun ada sisi lain yang membuat mengapa manga dan anime dianggap tidak penting-penting amat dibuat live action,

Tiga: Menimbulkan kesan buruk jika tidak digarap dengan baik

Implementasi cerita komik menjadi live action memang bukan hal baru. Kita bisa tengok Marvel dan DC. Superman, Iron Man, Captain America, hingga Avengers, dan Justice League bisa hadir dalam bentuk manusia dan mendapat sambutan yang hangat. Mengapa? Karena digarap dengan baik dan sangat serius. Bandingkan dengan manga dan anime. Walau sama-sama lahir dari komik. Hanya beberapa saja yang berhasil saat diangkat menjadi film live action. Manga dan anime memang memiliki dunia yang tidak paralel antara satu manga dengan manga yang lain. Apalagi jalan cerita beberapa manga sangat luas dan punya dunianya masing-masing. Tantangan inilah yang seringkali membuat para penggarap bingung, mau ngambil dari cerita yang mana untuk dibuat live action. Dan yang terjadi, film live action manga dan anime kebanyakan digarap dengan bebas dan tidak baik. Inilah kekhawatiran yang banyak menyelimuti penggemar yang lantas menganggap bahwa live action tidak terlalu penting.

Baca Juga:

Seandainya Masih Hidup, Mungkin Begini Tanggapan Gus Dur terhadap Pengibaran Bendera One Piece

Seandainya Taeko dalam Film Only Yesterday Ghibli Hidup di Indonesia, Dia Pasti Jadi Omongan Tetangga

Empat: Pemeran yang sering tidak sesuai karakter tokoh asli

Sebenarnya ini kembali ke selera. Tapi banyak juga yang berpendapat bahwa jika manga dan anime dibuat live action, masalah yang cukup besar adalah mencari pemain yang pas yang bisa memerankan karakter dengan baik. Kita tahu bahwa karakter para tokoh manga dan anime kadang aneh dan absurd sekali. Dan seandainya tokoh manga dan anime diperankan oleh manusia asli, kebanyakan jadinya cringe dan tampak tidak menunjukkan karakter aslinya.

Jadi, seberapa penting film live action anime dan manga? Kalau menurut saya, sangat penting jika live action digarap layaknya film-film superhero Marvel, hehe. Dengan kualitas animasi yang yahud, alur cerita yang menarik, serta pemeran yang tepat. Live action manga dan anime akan menjadi sangat penting untuk dibuat dan dinikmati.

Pastinya kabar soal diangkatnya One Piece menjadi film live action adalah kabar gembira. Namun juga sekaligus membuat saya khawatir. Karena ketika melihat One Piece versi anime dan manga, semacam melihat dunia khayalan yang terlalu gila. Yang jika diterapkan di dunia nyata, saya khawatir akan sangat absurd dan jatuhnya malah gagal. Semoga saja Oda bisa mengarahkan penggarapan film live action One Piece dengan baik tanpa meninggalkan ciri utama One Piece itu sendiri.

BACA JUGA One Piece, dari Liberalisme Bajak Laut Sampai Revolusi atau tulisan M. Farid Hermawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Juni 2022 oleh

Tags: animefilm live actionmangaone piece
M. Farid Hermawan

M. Farid Hermawan

Manusia

ArtikelTerkait

rekomendasi 4 manga terbaik weekly shonen jump mojok.co

Rekomendasi 4 Manga Weekly Shonen Jump yang Menarik Diikuti

9 September 2020
Panduan Memahami Rumitnya Buah Iblis di Dunia One Piece

Panduan Memahami Rumitnya Buah Iblis di Dunia One Piece

25 Maret 2022
Detektif Conan dan Cita-Cita Anak 90-an Pengin Jadi Detektif

Detektif Conan dan Cita-Cita Anak 90-an Pengin Jadi Detektif

6 November 2019

5 Manga yang Saya Harap Bisa Terbit di Indonesia

7 Juni 2021
Apakah Oda Sensei Menciptakan One Piece Terinspirasi dari Bajak Laut Perancis? terminal mojok.co

Apakah Oda Sensei Menciptakan One Piece Terinspirasi dari Bajak Laut Perancis?

20 November 2020
Proses Panjang Penerbitan Komik di Indonesia yang Jarang Diketahui Para Pencinta Manga terminal mojok

Proses Panjang Penerbitan Komik di Indonesia yang Jarang Diketahui Para Pencinta Manga

4 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan Orang Surabaya Lebih Sering Healing Kilat ke Mojokerto daripada ke Malang Mojok.co

Alasan Orang Surabaya Lebih Sering Healing Kilat ke Mojokerto daripada ke Malang

5 Desember 2025
5 Penderitaan Abadi yang Dirasakan Penghuni Rumah di Pinggir Jalan: Jadi Sasaran Kejahatan dan Kena Polusi Suara Tanpa Henti! rumah pinggir jalan raya

Suka Duka Tinggal di Rumah Pinggir Jalan Raya Utama: Buka Usaha Mudah, tapi Susah untuk Hidup Tenang

9 Desember 2025
AeroStreet Black Classic, Sepatu Lokal Harga 100 Ribuan yang Awet Mojok.co

AeroStreet Black Classic, Sepatu Lokal Harga 100 Ribuan yang Awet

11 Desember 2025
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

6 Desember 2025
Saya Sudah Menyerah Recook Resep Viral TikTok dan Instagram. Mending Beli, Jelas Lebih Murah dan Enak!

Saya Sudah Menyerah Recook Resep Viral TikTok dan Instagram. Mending Beli, Jelas Lebih Murah dan Enak!

6 Desember 2025
QRIS Dianggap sebagai Puncak Peradaban Kaum Mager, tapi Sukses Bikin Pedagang Kecil Bingung

Surat untuk Pedagang yang Masih Minta Biaya Admin QRIS, Bertobatlah Kalian, Cari Untung Nggak Gini-gini Amat!

5 Desember 2025

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=HZ0GdSP_c1s

DARI MOJOK

  • Innova Reborn Menolak Mati, Toyota Belum Siap Kehilangan Mobil Kesayangan yang Nggak Pernah Bikin Malu
  • Penyesalan Orang Jawa Tengah Merantau ke Jogja: Biaya Hidup Makin Tinggi, Boncos karena Kebiasaan Ngopi di Kafe, dan Gaji yang “Seuprit”
  • Gen Z Lulusan UGM Pilih Jualan Keris, Tepis Gengsi dari Kesan Kuno dan Kerja Kantoran karena Omzet Puluhan Juta
  • Mitos Kerukunan dan Hidup Ayem di Desa: Aslinya Penuh Kepalsuan, Baik di Depan tapi Busuk di Belakang
  • Down For Life Rilis Video Musik “The Betrayal” di Hari HAM Sedunia, Anthem bagi Mereka yang Dikhianati Negara
  • Sempat Dihina karena Teruskan Usaha Warung Mie Nyemek Milik Almarhum Bapak, Kini Bisa Hasilkan Cuan 5 Kali Lipat UMK Solo


Summer Sale Banner
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.