Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

One Piece, dari Liberalisme Bajak Laut Sampai Revolusi

Aliurridha oleh Aliurridha
25 Januari 2020
A A
One Piece, dari Liberalisme Bajak Laut Sampai Revolusi
Share on FacebookShare on Twitter

Sejak pertama kali menonton One Piece, ketika ia masih serial anime hari Minggu, saya sudah sangat tertarik dengannya. Pasalnya serial ini mengusung tema kebebasan dan pertualangan. Waktu anak-anak yang bisa kita lakukan adalah menikmatinya sebagai serial yang menemani kita menuju kedewasaan bahkan sampai punya anak. Kini setelah tua dewasa kita bisa mengetahui bahwa ada sebuah ideologi yang coba dimunculkan Eichiiro Oda dalam serial One Piece, yakni liberalisme.

Liberalisme adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik. Di dalamnya dinyatakan bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politik yang diusungnya. Liberalisme mendukung adanya kehendak bebas yang membuat setiap orang bebas untuk memutuskan apakah yang mereka pikir itu benar atau salah. Kecuali, setelah mereka mampu memutuskan bahwa itu salah. Seperti halnya ketika Luffy memilih untuk menjadi bajak laut ketimbang menjadi Angkatan Laut Seperti kakeknya. Benar atau salahnya, baik atau buruknya pilihan Luffy tersebut tidak datang sebelum keputusan itu dibuat namun setelah keputusan itu dijalani.

Oda tidak sedang membuat dunia hitam putih seperti konstruksi dari komik-komik superhero Amerika di mana siapa pahlawan dan penjahat sudah ditetapkan. Berbeda dengan serial One Piece yang bahkan pemeran utamanya adalah bajak laut, yang dalam konstruksi sosial yang kita kenal adalah penjahat. Sedangkan tokoh yang menjadi musuh bajak laut tentu saja adalah angkatan laut. Tapi apakah dalam serial One Piece bajak laut selalu baik dan angkatan laut selalu buruk?

Tidak juga. Setiap individu baik dia itu adalah seorang bajak laut maupun angkatan laut memiliki tokoh yang baik dan jahat tidak ada perbedaan yang signifikan. Seperti dunia kacau yang kita kenal ini. Kita bisa lihat, kebaikan itu normatif tidak melekat pada label, status, profesi, ataupun jabatan. Sebaliknya ia melekat pada individu yang dicerminkan dari perbuatan mereka. Oda benar-benar mengusung kehendak bebas dan kesetaraan sebagai dasar ideologi liberal dalam serial One Piece ini.

Keseteraan ditunjukkan dari percakapan antara Shirohige dengan Ace. Saat itu ia mengungkap bahwa dia adalah anak dari kriminal terbesar dan paling dikagumi sepanjang sejarah One Piece, Gol D. Roger yang dihukum mati.

“Aku tidak berfikir kau mengkhawatir hal sekecil itu ketika kau mengatakan mempunyai sesuatu yang penting untuk kau katakan padaku. Tidak penting siapa orangtuamu, setiap manusia adalah anak-anak dari lautan.”

Dialog ini menunjukkan sekali bahwa Oda menjunjung tinggi nilai kesetaraan bahwa setiap orang punya hak yang sama untuk hidup tidak peduli ia anak siapa, bahkan jika dia adalah anak dari Raja Bajak Laut sekalipun. Cerita ini semakin epik ketika diungkapnya kisah masa lalu Roger yang ternyata sama sekali tidak terlihat sebagai seorang penjahat, hanya seorang yang suka pesta dan mabuk. Apa bedanya dengan kelakuan para remaja Amerika?

Pemerintah dunia membuat disinformasi seolah Roger adalah kriminal yang jahat dan paling berbahaya, padahal ia hanyalah orang yang ingin hidup bebas. Ia hanya ingin berlayar mengelilingi dunia, mengumpulkan harta dunia, mencari arti hidupnya yang fana dan sementara ini. Namun pemerintah dunia yang takut akan ditemukannya sejarah dari satu abad kekosongan yang bisa memantik segela revolusi di seluruh dunia.

Baca Juga:

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

UIN Adalah Universitas Paling Nanggung: Menjadi Sumber Rasa Malu, Serba Salah, dan Tidak Pernah Dipahami

Ketakutan pemerintah dunia pada siapapun yang bisa menemukan prasasti yang mengungkap kebenaran sejarah membuat pemerintah dunia bikin kejahatan paling biadap dan kejam. Pemerintah dunia membunuhi semua sejarawan yang mampu membaca prasasti yang dikenal dengan Phoneglyph. Tidak selesai di sana, pemerintah dunia juga membuat disinformasi bahwa para sejarah ini adalah penjahat dan iblis yang memiliki tujuan buruk untuk membuat siapapun yang menemukan satu-satunya orang yang selamat dari tragedi ini, Nicko Robin diburu oleh semua orang di seluruh dunia.

Revolusi merupakan kisah yang paling epik dan ditonjolkan oleh Oda dalam One Piece. Selama petualangan Luffy dan kawan-kawan telah terjadi berbagai revolusi di berbagai negeri yang ia singgahi. Namun setelah revolusi terjadi Luffy dan kawan-kawan akan kabur dan singgah di negeri atau kota lain untuk memancing revolusi. Kurang lebih seperti apa yang dilakukan Tan Malaka di semenanjung Asia Tenggara dan Che Guavara di benua Amerika.

Selain kisah petualangan Luffy ada juga kisah pasukan revolusi, satu-satunya kelompok yang berani dan terang-terangan menentang dan bertujuan untuk menggulingkan pemerintah dunia. Pasukan revolusi meyakini bahwa reformasi dikorupsi pemerintah dunia telah sangat korup. Namun mereka tidak memiliki kuasa untuk melakukan itu karenanya mereka hanya bisa melakukan perang geriliya-geriliya yang kecil.

Semua kisah ini semakin epik dengan datang kelompok Luffy ke negeri Wano. Negeri yang tertutup dan menyimpan sejarah yang kini sedang sekarat dalam pengertian metaforis dan melarat dalam pengertian yang sebenarnya. Satu-satunya yang menjadi harapan adalah koalisi yang dibangun oleh para geriliawan Wano dengan kelompok bajak laut Topi Jerami yang dipimpin Luffy. Perang Wano sepertinya akan menjadi klimaks dari kisah One Piece. Bagaimana menurut kalian wahai para pecinta One Piece?

BACA JUGA Siapa sih Sebenarnya yang Layak Menyandang Status Open-minded Itu? atau tulisan Aliurridha lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Januari 2020 oleh

Tags: ideologikomikliberalone piece
Aliurridha

Aliurridha

Pekerja teks komersial yang sedang berusaha menjadi buruh kebudayaan

ArtikelTerkait

Doraemon

Bukan One Piece atau Naruto, Manga Terbaik Itu Doraemon

28 April 2020
5 Komik Lokal yang Seru untuk Dibaca terminal mojok.co

5 Komik Lokal yang Seru untuk Dibaca

8 Februari 2022
one piece luffy oda sensei MOJOK

Alternatif Ending One Piece: Revolusi Harga Mati

1 Juli 2020
Mudahnya Melupakan Karya Medioker dan Perkara One Piece vs Naruto yang Belum Usai No Debat! One Piece Lebih Baik daripada Naruto

Mudahnya Melupakan Karya Medioker dan Perkara One Piece vs Naruto yang Belum Usai

6 Mei 2020
scanlation one piece chapter 1011 attack On Titan Lebih Baik dari 'One Piece'? Mabuk, Bos?

Ngomongin Scanlation Nggak Hanya Sekadar Legal atau Tidak, Kenyataannya Jauh Lebih Rumit

26 April 2021
Manga dan Pembajakan Komik yang Diwajarkan Penikmatnya

Manga dan Pembajakan Komik yang Diwajarkan Penikmatnya

7 Desember 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Satria FU Sudah Tak Pantas Disebut Motor Jamet, Yamaha Aerox lah Motor Jamet yang Sebenarnya

Alasan Mengapa Satria FU Masih Digandrungi ABG di Madura, Membuat Pria Lebih Tampan dan Bikin Langgeng dalam Pacaran

23 April 2026
Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

22 April 2026
Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

25 April 2026
Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela Mojok.co

Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela

23 April 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co

Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya

25 April 2026
Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan (Unsplash)

Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan dari Cerita Rakyat Minahasa dan Membebaskan Kita dari Kebosanan Horor Jawa

23 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara
  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka
  • Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau
  • Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido
  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.