Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Anime

5 Lagu Anime dan Film Jepang Paling Ikonik

Nasrulloh Alif Suherman oleh Nasrulloh Alif Suherman
16 Juli 2021
A A
lagu ikonik anime dan film jepang kimi no nawa kouji wada konayuki mojok

lagu ikonik anime dan film jepang kimi no nawa kouji wada konayuki mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Kita mesti sepakat bahwa soundtrack dalam film merupakan unsur yang paling penting serta menghidupkan. Tanpanya, film atau serial akan terasa hambar sekali. Coba bayangkan saja Titanic tanpa “My Heart Will Go On”, rasanya begitu hampa.

Begitu pula anime dan film Jepang. Soundtrack dan lagu punya peran yang jauh lebih vital ketimbang di Barat atau Indonesia. Kita seakan-akan menyamakan lagu dalam anime seperti pengarang dengan karyanya, seperti kita tidak bisa menahan diri untuk tidak menyebut Don Quixote ketika mendengar nama Cervantes. Menyebut Inuyasha, “Fukai Mori” akan terngiang. Menyebut Kana-BOON, bikin kita teringat Naruto.

ADVERTISEMENT

Sebegitu kuatnya lagu dan soundtrack dalam anime dan film Jepang, tak mengagetkan jika kita mengira bahwa lagu diciptakan semata untuk anime atau film tersebut. Mungkin saja benar, tapi saya percaya bahwa anime dan film Jepang merepresentasikan apa yang manusia coba sampaikan dalam lagu, bahwa hidup dipenuhi mimpi.

Dalam tulisan ini, saya akan memberikan beberapa lagu ikonik anime atau film Jepang yang membuat memori orang menyala. Dan saya yakin, setelah membaca ini, kalian akan menyusuri kolom pencarian di YouTube atau Spotify dan menenggelamkan diri di dalam alunan lagu ikonik anime tersebut. 

Lagu ikonik anime dan film Jepang pertama, “Sparkle”, RADWIMPS, Kimi no Nawa

Kimi no Nawa membuat orang yang mengaku dingin pun akan terdiam ketika melihat kilatan bintang jatuh di langit. Dan “Sparkle” akan membuat Anda melihat telapak tangan Anda, yang pada suatu waktu di hidup, pernah digenggam orang yang Anda cintai. “Sparkle” memang sekuat itu.

Kimi no Nawa adalah film bergenre romansa fantasi modern, yang dibalut dengan konsep perjalanan waktu. Film ini tak hanya menarik bagi penyuka anime dan wibu saja, namun orang awam pun menyukai film ini.

Tentu saja, “Sparkle” yang diciptakan oleh grup musik bernama RADWIMPS berkontribusi banyak. Mendengar lagu ini, pasti bikin Anda tiba-tiba melihat langit, meski Anda berada di tengah kemacetan Jakarta dan Anda tahu bahwa yang akan Anda temui hanyalah lampu-lampu gedung.

Baca Juga:

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

Seandainya Masih Hidup, Mungkin Begini Tanggapan Gus Dur terhadap Pengibaran Bendera One Piece

Lagu ikonik anime dan film Jepang kedua, “Konayuki” oleh Remioromen, 1 Litre of Tears

Baiklah, ini bukan film atau anime, tapi “Konayuki” terlalu sayang untuk dilewatkan. Cukup mendengarkan bagian reff-nya, Anda sudah tahu betapa bajingan ini drama.

1 Litre of Tears mengisahkan kisah seorang remaja bernama Aya Ikeuchi yang diperankan oleh Erika Sawajiri. Drama ini diadaptasi dari kisah nyata seorang remaja bernama Aya Kito yang menulis kisah hidupnya yang berjuang dalam hidup setelah didiagnosis Ataksia Spinocerebellar. Ataksia spinocerebellar adalah sebuah kelainan genetika yang membuat dirinya perlahan tidak bisa menggerakkan fungsi motorik di tubuhnya. Dorama ini mengisahkan kisahnya yang ia tulis dalam catatan harian, dari dirinya bisa menulis sampai tidak bisa lagi memegang pena.

Menggambarkan kesedihan itu hal yang rumit, jadi… mending dengerin lagunya aja biar paham.

Lagu ikonik anime dan film Jepang ketiga, “We Are!”, oleh Hiroshi Kitadani, One Piece

Untuk menyebut suatu hal ikonik, kau harus menyebut hal yang dikenal banyak orang. Dan kalau berbicara anime ikonik, mau tidak mau harus menyebutkan One Piece. Lagu “We Are!” adalah lagu yang menggambarkan betapa ikoniknya One Piece.

Saking ikoniknya lagu ini, sampai tiga kali jadi opening dengan versi berbeda. Menandakan bahwa lagu ini adalah lagu ciri khas dari One Piece sendiri. Kalau kau masih tak percaya, ada cerita haru tentang lagu ini.

Pada gelaran Piala Dunia 2018, suporter dari Jepang dan Senegal menyanyikan lagu ini bersama-sama. Padahal beda negara dan bahasa. Padahal dua negara tersebut baru kelar bertanding. Jika sepak bola menumbuhkan rivalitas, “We Are!” dan One Piece menyatukan.

Lagu ikonik anime dan film Jepang keempat, “Shinzou Wo Sasageyo” oleh Linked Horizon, Attack on Titan

Attack on Titan saya yakin bisa bikin orang tiba-tiba wibu, meski dengan berapi-api mengutuk Jepang atas Pearl Harbor beberapa jam sebelumnya. Pertama, jadi titan itu jujur saja keren. Kedua, karena “Shinzou wo Sasageyo” bikin darah mereka mendidih dan tiba-tiba ingin berjuang untuk apa-apa yang ingin diperjuangkan.

Lagu ikonik anime dan film Jepang kelima, “Heartache” oleh One Ok Rock, Rurouni Kenshin: The Legend Ends

Banyak lagu yang menyedihkan dan menyayat hati. Tapi, “Heartache” bikin kau mengucap bajingan dengan lirih. Dan lagu ini bikin kita teringat terhadap Rurouni Kenshin. Entah mengapa, saya punya pendapat bahwa lagu ini mencoba menampakkan apa yang tidak kita lihat pada Kenshin sepanjang film: sakit hati yang tak terucap.


Honorable mention, “Butterfly”, Kouji Wada, Digimon

Di hari kematian Kouji Wada dan seterusnya, tiap kanal YouTube yang mengunggah “Butterfly” dipenuhi komentar tentang Kouji Wada. Lagu ini begitu ikonik, bikin orang dewasa tiba-tiba merasa berdiri di samping Omegamon, atau melihat pintu lemari dan yakin dia bisa berpindah ke dunia digital dan punya partner Etemon.

Ketika Kouji Wada, penyanyi lagu ini meninggal, seluruh dunia berduka. Itu saja sudah cukup menggambarkan betapa banyak orang yang berutang memori indah pada lagu ini, dan tak berat rasanya menganggap lagu ini adalah salah satu lagu ikonik anime atau film Jepang.

Tapi, kita sepertinya sepakat bahwa sebenarnya Kouji Wada tidak meninggal, tapi dia menemukan portal ke Digital World. Sepakat?

Sumber gambar: YouTube All the Anime 

BACA JUGA Baryon Mode vs Hollowfication, Mana yang Lebih Mantap? dan artikel Nasrulloh Alif Suherman lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2021 oleh

Tags: a litre of tearsAnime TerminalBoys over Flowerdigimonkimi no nawakouji wadaone ok rockone pieceRurouni Kenshin
Nasrulloh Alif Suherman

Nasrulloh Alif Suherman

Alumni S1 Sejarah Peradaban Islam UIN Jakarta. Penulis partikelir di selang waktu. Sangat menyukai sejarah, dan anime. Kadang-kadang membuat konten di TikTok @waktuselang.

ArtikelTerkait

Mudahnya Melupakan Karya Medioker dan Perkara One Piece vs Naruto yang Belum Usai No Debat! One Piece Lebih Baik daripada Naruto

Mudahnya Melupakan Karya Medioker dan Perkara One Piece vs Naruto yang Belum Usai

6 Mei 2020
bertarung

Siapa yang Akan Menang Jika Son Goku, Naruto, Luffy, dan Saitama Bertarung?

28 April 2020
Hah, Serial One Piece Lebih Baik? Padahal Ceritanya Aja Bermasalah!

Hah, Serial One Piece Lebih Baik? Padahal Ceritanya Aja Bermasalah!

23 April 2020
Konspirasi One Piece: Shanks, Yonko Paling Misterius. Kawan atau Lawan? one piece live action

Kesuksesan One Piece, Manga Terlaris di Jerman dan Prancis

10 Februari 2023
rekomendasi anime time leap tokyo manji gang tokyo revengers mojok

3 Rekomendasi Anime Time Leap Selain Tokyo Revengers biar Nggak Nggumunan

3 Juli 2021

Pesan Cinta untuk para Wibu yang Sering Mengandaikan Jepang Menang PD-II

7 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mengapa banyak pengangguran di Jogja enggan merantau? (Unsplash)

Mengapa banyak pengangguran di Jogja enggan merantau?

15 Juli 2026
Mohon maaf, tidak semua orang suka tahu campur Lamongan, bahkan saya sebagai warlok juga kurang cocok

Mohon maaf, tidak semua orang suka tahu campur Lamongan, bahkan saya sebagai warlok juga kurang cocok

19 Juli 2026
13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama Mojok.co

Apa salahnya mahasiswa kkn di kota? Mereka sedang belajar, bukan cuma nyari enak

20 Juli 2026
Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng Mojok.co

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

16 Juli 2026
Alasan orang Jombang jarang ada yang bangga dengan daerahnya sendiri Mojok.co

Alasan orang Jombang jarang ada yang bangga dengan daerahnya sendiri

18 Juli 2026
Ironi Puncak Pulek Cilacap: Ramai Dikunjungi karena Viral, padahal Area Privat

Ironi Puncak Pulek Cilacap: ramai dikunjungi karena viral, padahal area privat

15 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.