Kalau Fans 'Kimetsu no Yaiba' Banyak Dibenci, Itu Memang Beralasan – Terminal Mojok

Kalau Fans ‘Kimetsu no Yaiba’ Banyak Dibenci, Itu Memang Beralasan

Artikel

Gusti Aditya

Betapa berbahayanya menulis tentang fandom sebuah anime. Padahal bukan animenya yang dikaji. Contohnya ketika menulis “Kalau Fans Haikyuu! Banyak Dibenci Itu Memang Beralasan”, dua hari dua malam Twitter ramai oleh balasan kaum pro dan kontra.

Padahal saya bisa berkata demikian karena sudah melemparkan pertanyaan di fandom dan dijawab para fans. Dari jawaban mereka jadilah tulisan Haikyuu! tadi.

Bahkan sampai ada orang yang mengatakan, “Mas ini kan fans Haikyuu!, kenapa malah jelek-jelekin Haikyuu!?” Dengan mudah saya bilang, saya nggak sedang jelek-jelekin Haikyuu!. Yang saya tulis adalah pendapat beberapa fandom tentang perbuatan fans di publik. Itu saja. Alasan-alasannya pun dihimpun dari jawaban sejumlah fans.

Nah, bagai bermain dengan maut, kali ini saya akan membahas hal yang sama, namun berbeda anime, yakni Kimetsu no Yaiba, anime yang digadang-gadang terbaik di generasinya. Namun, berbeda dengan cara membahas Haikyuu!, dalam tulisan ini saya meringkas beberapa pendapat yang sudah ada di fandom, baik yang berlokasi di Twitter, Quora, Reddit, maupun grup diskusi Facebook.

3 Alasan fans Kimetsu no Yaiba dibenci

#1 Menganggap anime kesukaan mereka sama atau lebih baik dari One Piece, Naruto, dan Dragon Ball

Ini memang soal selera, namun tetap saja beberapa orang yang tidak terima. “Ayolah, anime ini bahkan belum ada 50 episode (waktu ia menulis postingan ini),” jawab salah satu user di Quora.

Di sini posisi saya hanya ingin menjadi penengah. Mungkin yang tepat adalah Kimetsu no Yaiba belum setara dengan tiga anime yang disebutkan tadi. Wajar kan, Kimetsu no Yaiba baru mengudara di Weekly Shōnen Jump sejak 2016. Usianya masih amat belia dan muda jika dibandingkan dengan tiga seniornya. Jadi sebaiknya jangan dulu dibanding-bandingkan.

Mungkin begitulah maksud pendapat di atas.

#2 Fans membandingkan kekuatan karakter utama Kimetsu no Yaiba dengan anime lainnya secara memaksa

Salah satu pendapat mengatakan, “Ada beberapa penggemar yang percaya Tanjiro harus dipertimbangkan pada level yang sama dengan Goku.” Pernyataan itu segera disambut dengan, “Mereka seakan apa-apa harus ada Tanjiro. Padahal yang dibahas anime lain, (kebanyakan dari) mereka akan berkata Tanjiro lebih hebat. Itu ngeselin sih.”

Ada beberapa poin yang saya dapatkan. Pertama, beberapa fans Kimetsu no Yaiba menganggap Tanjiro selevel dengan beberapa mainchara. Menurut saya pribadi, hal ini masih bisa diwajarkan mengingat fans memang ingin idolanya selalu terlihat luhur. Namun, kedua, ini yang bikin banyak fandom lain kesal, mereka selalu menyodorkan nama Tanjiro sebagai yang terbaik kala orang lain sedang membahas salah satu anime spesifik.

#3 Mengatakan Kimetsu no Yaiba sebagai anime terbaik pada eranya

Ya, logikanya, jika sudah mendaku lebih baik dari tiga senior tadi, sudah pasti generasi ini adalah milik Kimetsu no Yaiba. Mengutip pendapat salah satu user Reddit, “Popularitas adalah pisau bermata dua. Satu sisi namamu akan terkenal, di sisi yang lain akan muncul beberapa fans yang memperjuangkan dirimu, tanpa memikirkan perasaan orang lain. Dan (beberapa) fans Kimetsu no Yaiba sedang terjebak dalam polarisasi tersebut.”

Saya pribadi masih percaya ini ulah oknum atau beberapa orang yang baru kenal dunia anime. Dan hal ini akan selalu ada, membentuk paradoks yang sama tiap kali ada anime baru menjadi terkenal. Kita paham mereka yang menyukai One Piece, Naruto, dan Dragon Ball kebanyakan sudah tumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa. Pun, gap antara pendebat—misal: bagus mana Naruto atau One Piece—sudah mulai berkurang, walau tidak menafikan masih ada beberapa.

Dan sekali lagi, tulisan ini tidak untuk memojokkan para penikmat Kimetsu no Yaiba yang saya adalah salah satu di antaranya (walau baru melalui manga, belum menyentuh anime). Justru, saya hendak membela komik ini—sebagaimana tulisan saya mengenai fans Haikyuu!—dengan bilang fans nyebelin ini hanya oknum.

Beberapa oknum itu mungkin sedang terjebak dalam hype yang pernah dialami fans One Piece dan Naruto beberapa tahun lalu. Saya tidak bisa mengatakan usia memengaruhi pola pikir menengok sudah banyak anak kecil yang menikmati anime dengan cara yang menyenangkan. Mereka sudah tidak membandingkan anime satu dengan yang lainnya dalam tahap yang berlebihan.

Jangan salah, coba nikmati betapa menyenangkannya menikmati anime yang kamu suka tanpa harus merendahkan yang lain.

BACA JUGA Kimetsu no Yaiba, Anime Paling Bagus dari Segi Kualitas Animasinya dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Baca Juga:  Ikatan Alumni Pasien Sembuh Covid dan Selebrasi Semu Gubernur Jatim

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
98


Komentar

Comments are closed.