Sebelum Beli Mobil, Pahami Benar Ketentuan Klaim Garansi Mesin biar Nggak Nyesel – Terminal Mojok

Sebelum Beli Mobil, Pahami Benar Ketentuan Klaim Garansi Mesin biar Nggak Nyesel

Artikel

Rahadian

Beberapa perusahaan mobil memberikan garansi mesin selama beberapa tahun untuk produk mobil yang dijualnya. Misalnya, Honda memberikan garansi mesin lima tahun untuk produk mobil Brio. Contoh lainnya, Wuling pun memberikan garansi mesin lima tahun untuk produk mobil Almaz. Hal ini tentunya akan menarik lebih banyak orang untuk membeli mobil.

Tapi, mengklaim garansi mesin tuh nggak semudah membalikkan telapak tangan. Ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh pemilik mobil. Hal inilah yang kurang disadari oleh calon pembeli. Hal ini juga yang kurang dikomunikasikan penjual mobil kepada para calon pembeli mobil

Umpamakan ada kerusakan di mesin mobil kita. Kita lalu mengajukan klaim garansi mesin kepada pihak dealer. Pihak dealer nggak akan langsung serta merta menerima klaim begitu saja. Pihak dealer akan memeriksa track record perawatan mobil terlebih dahulu.

Nah, syarat dan ketentuan kalo mau mengklaim garansi mesin yaitu penggantian komponen-komponen mobil harus sesuai ketentuan-ketentuan yang tertera di buku servis. Kalo ada satu atau lebih komponen yang penggantiannya nggak sesuai ketentuan, garansi mesinnya jadi hangus. Masalahnya, komponen-komponen mobil yang sebenarnya masih bisa digunakan, harus diganti juga berdasarkan ketentuan. Komponen-komponen mobil harus dibeli di bengkel resmi, supaya tercatat pada track record perawatan mobil.

Seorang teman saya pernah mengalami garansi mesin mobil hangus. Awal ceritanya, karena masa pandemi, ia ingin menghemat pengeluaran. Ia tak mengganti oli mobil di dealer, melainkan di bengkel biasa. Ia menceritakan kalo mengganti oli mobil di dealer menghabiskan sekitar 600 ribu. Sedangkan mengganti oli di bengkel non-resmi cuma menghabiskan sekitar 300 ribu. Jauh lebih murah, bukan?

Teman saya ini juga membeli beberapa komponen mobil original di bengkel mobil non resmi. Tentu saja, untuk menghemat pengeluaran di masa pandemi. Soalnya, harga komponen mobil di bengkel non-resmi jauh lebih ramah di kantong dibandingkan harga komponen mobil original di bengkel resmi.

Suatu hari, mesin mobilnya mpot-mpotan. Ia sangat tak nyaman mengendarai mobil. Ia lalu memeriksa mobilnya ke dealer. Setelah diperiksa para mekanik, beberapa komponen mobil harus diganti. Ia lalu mengajukan klaim garansi mesin mobil kepada pihak dealer.

Beberapa hari kemudian, pihak dealer mengumumkan kalo garansi mesin mobilnya hangus. Sebabnya, menurut pihak dealer, ada beberapa komponen yang penggantiannya nggak sesuai ketentuan. Sayang sekali, bukan? Jadi, teman saya ini harus mengeluarkan uang sendiri untuk memperbaiki mobilnya.

Jadi, kesimpulannya, kalo mau garansi mesin awet, pemilik mobil harus mengeluarkan uang yang lumayan banyak. Pemilik mobil harus mengganti komponen-komponen yang sebenarnya nggak perlu diganti. Supaya tercatat di track record perawatan mobil, pemilik mobil juga harus membeli komponen-komponen mobil di bengkel resmi termasuk oli. Seperti yang sudah disebutkan, harga komponen mobil di bengkel resmi memang nggak bersahabat dibandingkan harga di bengkel non-resmi.

Buat pemilik mobil yang punya uang berlebih, membeli komponen-komponen mesin dan mengganti oli di bengkel resmi tentunya nggak masalah. Sedangkan buat pemilik mobil yang keuangannya terbatas, tentunya hal itu sangat memberatkan.

Kalo kita renungkan, garansi mesin itu malah menguntungkan pihak dealer, bukan menguntungkan konsumen. Agar garansi mesin tetap awet, pemilik mobil harus mengeluarkan uang yang lumayan banyak. Lagipula, selama pemakaian hingga lima tahun pertama, logikanya mesin mobil tuh nggak mungkin mengalami kerusakan berat.

Mobil saya sendiri yaitu Honda Brio keluaran 2017. Untuk mobil Brio keluaran 2017 ke belakang, hanya diberi garansi mesin selama tiga tahun. Selama tiga tahun masa pemakaian, saya mengganti oli bukan di bengkel resmi. Tak semua komponen mobil saya beli bengkel resmi, tapi masih termasuk original. Tentu saja, untuk menghemat pengeluaran. Mobil ini pun pernah juga saya gunakan untuk nge-Grab harian. Tapi, hingga saat ini, mesin mobil baik-baik saja kok.

Sebagai konsumen yang cerdas, jangan sampai malah garansi mesin yang digembor-gemborkan penjual mobil malah mengecoh kita untuk membeli mobil. Hal penting inilah yang harus digarisbawahi,. Semoga tulisan ini mencerahkan bagi yang akan membeli mobil baru.

BACA JUGA Toyota Corolla DX, Mobil Tua Idaman Generasi Muda dan tulisan Rahadian lainnya.

Baca Juga:  4 Alasan Ibu Saya Hanya Mau Beli Mobil Keluaran Toyota
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
5


Komentar

Comments are closed.