Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Sate Karak, Kuliner Klasik Surabaya yang Sudah Jarang Diingat

Tiara Uci oleh Tiara Uci
7 April 2022
A A
Sate Karak, Kuliner Klasik Surabaya yang Sudah Jarang Diingat Terminal Mojok.co

Sate Karak, Kuliner Klasik Surabaya yang Sudah Jarang Diingat (Dokumen Pribadi Tiara Uci)

Share on FacebookShare on Twitter

Jika membicarakan kuliner Surabaya, mayoritas orang akan membahas rujak cingur, lontong balap, pecel semanggi, dan sambel Bu Rudi. Hal tersebut nggak salah, sih. Pasalnya, semua makanan yang saya sebutkan tadi memang identik dengan Kota Pahlawan. Akan tetapi, ada satu kuliner yang jarang disebut orang padahal panganan tersebut hanya ada di Surabaya, namanya sate karak.

Tepat di ujung Gang Lonceng, Jalan Mas Mansyur, ada gerobak berwarna putih yang atapnya ditutupi terpal. Di belakang gerobak tersebut tertempel baliho sederhana bertuliskan “Sate Karak Bu Elis”. Bu Elis menjadi satu-satunya penjual sate karak di kawasan Sunan Ampel yang masih bertahan hingga sekarang. Menurut penuturan Bu Elis, blio sudah berjualan sate ini lebih dari 20 tahun. Resep sate ini sudah turun temurun diwariskan dari keluarganya. Sebelum Bu Elis, yang berjualan sate kerak adalah nenek dari Bu Elis yang juga mewarisi resep tersebut dari ibunya.

Warung Sate Karak Bu Elis (Dokumen Pribadi Tiara Uci)

Dulu, banyak sekali penjual sate kerak di kawasan Sunan Ampel. Nggak hanya diam di satu tempat, para penjual tersebut berkeliling di kawasan Sunan Ampel dengan gerobak layaknya penjual bakso keliling. Sayangnya, seiring berkembangnya zaman, para penjual sate karak tersebut sudah tidak ada lagi dan hanya Bu Elis yang masih bertahan.

“Eman dengan langganan yang sudah sering ke sini, Mbak,” tutur Bu Elis ketika saya bertanya kenapa blio masih berjualan sate ini hingga sekarang. Meskipun pengunjungnya tidak seramai dulu, tapi Bu Elis tetap bersyukur karena masih memiliki pelanggan setia yang selalu datang ke warung sederhana miliknya untuk menyantap sate karak ditemani es teh ataupun kopi.

Sebenarnya, masih ada orang yang kerap salah paham dengan nama sate karak dan beranggapan kalau sate ini berbahan karak. Bagi yang belum tahu, orang Jawa biasa menyebut nasi basi atau nasi sisa yang dikeringkan di bawah terik matahari sebagai karak. Namun, sate karak bukanlah sate dari nasi basi, loh, ya. Sate ini berasal dari daging sapi yang dimakan dengan ketan hitam.

Tampilan Sate Karak Bu Elis (Dokumen Pribadi Tiara Uci)

Dalam satu porsi sate karak Bu Elis, berisi ketan hitam, taburan kelapa, sambal kacang kering pedas, dan lima tusuk sate. Sate tersebut sudah dibakar dan dibumbui rempah-rempah yang dicampur dengan saus kacang. Rasa pedas dan gurih yang dihasilkan dari bumbu sate bercampur dengan daging sapi yang kenyal saat digigit menciptakan sensasi rasa yang unik. Adanya ketan hitam dan kelapa membuat rasa sate ini sedikit mirip dengan sate kelapa. Ia makin nikmat lagi jika dimakan dengan kerupuk.

Untuk daging satenya kita bisa milih. Bu Elis menyediakan sate tanpa lemak, sate dengan lemak, dan sate yang isinya jeroan saja. Tapi, yang paling laris sih, sate daging plus lemak. Soalnya keberadaan lemak di antara daging sapi itu membuat cita rasa satenya lebih gurih dan sedap.

Meskipun baru pertama kali menyantap sate ini, lidah saya langsung cocok dengan rasanya. Jika kalian suka makanan gurih dan pedas, saya jamin akan langsung jatuh cinta dengan makanan ini. Sebab, daging sapinya enak, nggak terasa bau apek. Selain itu, ketika dikunyah terasa kenyal-kenyal empuk. Lalu, jika dagingnya dipadukan dengan ketan hitam, rasanya jadi menyatu dan nikmat.

Baca Juga:

Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang

Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi

Sebenarnya, di warung sate karak Bu Elis juga menyediakan nasi putih untuk pengunjung yang nggak suka dengan ketan hitam. Namun, blio tidak merekomendasikan makan sate Karak dengan nasi putih karena cita rasanya akan berubah dan tidak lagi spesial.

Satenya sedang dibakar (Dokumen Pribadi Tiara Uci)

Satu porsi sate karak Bu Elis dijual dengan harga Rp13.000 saja. Menurut penuturan Bu Elis, neneknya dulu menjual sate ini Rp1.500 per porsinya. Sejak harganya masih Rp1.500 sampai menjadi Rp13.000, lokasi jualan blio nggak pernah berpindah. Ia tetap berjualan di Gang Lontar, tepat berada di depan Hotel Grand Kalimas Ampel. Warung sederhana ini seolah menantang zaman. Ia tetap berdiri tegak di tengah kepungan restoran mewah khas Arab dan berbagai kuliner kekinian yang ada di kawasan Sunan Ampel.

Jika teman-teman punya kesempatan berkunjung ke kawasan wisata Sunan Ampel, silakan mencicipi sate karak ini. Lokasinya sangat mudah ditemukan, kok. Hampir semua orang di daerah Sunan Ampel tahu lokasi sate ini. Jadi, jika kalian bingung mencari lokasinya di Google Map, silakan bertanya di warga sekitar, ya, Gaes.

Penulis: Tiara Uci
Editor: Audian Laili

BACA JUGA 6 Dosa Penikmat Sate Ayam Ponorogo yang Sebaiknya Dihentikan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 April 2022 oleh

Tags: Lapak TerminalSate KarakSurabayaumkm
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

8 Tempat Makan di Kota Surabaya yang Buka Dini Hari terminal mojok.co

8 Tempat Makan di Kota Surabaya yang Buka Dini Hari

30 Januari 2022
Perempatan Jagir Wonokromo Terbuat dari Macet, Pengendara Surabaya yang Egois, dan Lampu Merah yang Nggak Berguna Mojok.co

Perempatan Jagir Wonokromo Terbuat dari Macet, Pengendara Surabaya yang Egois, dan Lampu Merah yang Nggak Berguna

24 April 2024
FamilyMart, Tempat Nongkrong, Momong Anak, dan WFA Terbaik yang Bisa Kalian Coba

FamilyMart, Tempat Nongkrong, Momong Anak, dan WFA Terbaik yang Bisa Kalian Coba

28 September 2024
Culture Shock Orang Wakatobi yang Pertama Kali Menginjak Pulau Jawa terminal mojok.co

Culture Shock Orang Wakatobi yang Pertama Kali Menginjak Pulau Jawa

18 September 2020
Culture Shock Orang Jogja Saat Merantau ke Surabaya

Culture Shock Orang Jogja Saat Merantau ke Surabaya: Salah Saya Apa kok Dipisuhi Cak Cuk Terus?

5 September 2023
4 Rekomendasi Facial Wash Lokal, Semuanya Ada di Shopee!

4 Rekomendasi Facial Wash Lokal, Semuanya Ada di Shopee!

5 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

UNNES Semarang Rajin Menambah Mahasiswa, tapi Lupa Menyediakan Parkiran yang Cukup

24 Februari 2026
Dosa Penjual Oseng Mercon, Makanan Khas Jogja Paling Seksi (Wikimedia Commons)

Dosa Penjual Oseng Mercon Menghilangkan Statusnya Sebagai Kuliner Unik, padahal Ia Adalah Makanan Khas Jogja Paling Seksi

23 Februari 2026
6 Dosa Penjual Kue Kering yang Bisa Merusak Momen Lebaran dan Sulit Dimaafkan Pembeli  Mojok.co

6 Dosa Penjual Kue Kering yang Bisa Merusak Momen Lebaran dan Sulit Dimaafkan Pembeli 

28 Februari 2026
Pembagian Warisan Bisa Bikin Kaya Mendadak Sekaligus Tiba-tiba Kehilangan Saudara Mojok.co

Pembagian Warisan Bisa Bikin Kaya Mendadak Sekaligus Tiba-tiba Kehilangan Saudara

1 Maret 2026
Nasi Godog, Makanan Magelang yang Nggak Ramah di Lidah Pendatang, Tampilan dan Rasanya Absurd Mojok.co

Nasi Godog Magelang, Makanan Aneh yang Nggak Ramah di Lidah Pendatang

28 Februari 2026
Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

26 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.