Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya

Ahmad Dani Fauzan oleh Ahmad Dani Fauzan
20 Maret 2026
A A
Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya Mojok.co

Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Naik bus Harapan Jaya itu menderita.

Naik kendaraan umum adalah salah satu bentuk nyata mengurangi kemacetan di jalanan. Dengan kesadaran itu saya memutuskan untuk naik bus Harapan Jaya jalur Surabaya-Blitar ketika hendak pergi ke Kediri. Selain mengurangi kemacetan jalanan, niat hati ini ingin bepergian dengan nyaman, tanpa banyak mikir dan energi. Tinggal duduk manis, tiba-tiba saya sudah sampai tujuan. 

Ternyata saya keliru. Naik bus Harapan Jaya justru jadi pengalaman perjalanan yang paling nggak nyaman dan menguras energi. Rasanya kapok kalau harus mengulanginya lagi. 

PO Harapan Jaya terlalu maruk mengambil penumpang

Ceritanya begini. Setelah menunggu cukup lama di Terminal Bungurasih, saya menghampiri salah satu petugas terminal. Saya bertanya jadwal bus yang menuju atau melewati Kediri. Untung saja saya bertanya karena ketika itu masuk bus Harapan Jaya. Walau masih di luar antrean, kursi penumpang terlihat penuh penumpang. 

Sebelumnya, petugas yang saya tanyai memang sudah mengatakan, “Sampeyan kalo nunggu di sini nggak kebagian kursi pasti, Mas. Langsung ke tempatnya saja,” ujar petugas sembari mengarahkan saya ke lokasinya. Saya ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada mas petugas. Karena, kalau tidak diberitahu, mungkin saya sudah ketinggalan, atau berdesak-desakan dengan beberapa orang yang juga nggak kebagian tempat duduk.

Sejak awal saya sudah merasa kurang nyaman. Ini karena bus sudah melebihi kapasitas yang semestinya. Akibatnya penumpang yang berdesakan karena tak mendapat tempat duduk justru mengganggu penumpang yang mendapatkan tempat duduk. Percayalah, kawan, disenggol sana-sini saat berada di kendaraan umum itu bukan sesuatu yang menyenangkan.

Semula saya berpikir bahwa PO Harapan Jaya mau berbuat baik dengan cara mengumpulkan penumpang banyak-banyak. Ya, tentunya semua penumpang kendaraan umum ingin sampai di tempat tujuan tepat waktu. Dan, PO Harapan Jaya ingin mewujudkannya, kendati berdesak-desakan.

Akan tetapi, pikiran saya segera berubah saat bus sudah berangkat dan tetap menjaring penumpang sebanyak-banyaknya. Padahal, kondisi di dalam bus sudah nggak memungkinkan untuk mendapat tambahan penumpang. 

Baca Juga:

Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah

Penumpang jadi nggak nyaman

Saya tahu, mendapat penumpang banyak itu memang pekerjaan PO dengan merek apa saja. Tetapi, mbok ya jangan lupa bahwa kenyamanan itu juga hak milik penumpang. Kami bayar loh!

Bagi pihak perusahaan otobus, mendapat penumpang tambahan tentu saja merupakan sebuah rejeki tambahan, kendati harus menciptakan suasana berdesak-desakan. Sementara bagi penumpang yang dibolehkan naik meski berdesak-desakan, berhentinya bis untuk mengangkutnya adalah sebuah anugerah. Mereka  tak perlu lagi menunggu  lebih lama lagi. 

Hanya saja, jangan lupakan mereka yang sudah duduk manis di bangku penumpang dong. Merekalah yang jadi korban karena penumpang jadi berdesak-desakan. Padahal, hak mereka mendapat perjalanan yang nyaman. Mereka juga bayar lho. 

Saran saya kepada pihak bus Harapan Jaya, hal-hal yang kerap dianggap sebelah mata ini sebaiknya disoroti lebih serius. Memang, kami tidak membayar sebesar moda transportasi lain, atau kelas bus yang lebih tinggi. Namun, bukan berarti kami tidak berhak dapat pengalaman perjalanan yang nyaman kan? Tidak apa-apa menaikkan penumpang walau sudah penuh, asal tidak melebihi kapasitas seperti yang saya alami beberapa waktu lalu. 

Penulis: Ahmad Dani Fauzan
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Maret 2026 oleh

Tags: blitarBusbus surabaya-blitarharapan jayaperusahaan otobusPOSurabaya
Ahmad Dani Fauzan

Ahmad Dani Fauzan

Pemuda asal Kota Tape Bondowoso. Tertarik memotret dan merenungi isu sosial. Bercita-cita punya Baitul Hikmah pribadi.

ArtikelTerkait

playlist sopir bus mojok

Playlist Andalan Supir Bus Saat Darmawisata

23 Juli 2020
Membantah Klaim Jembatan Suramadu sebagai Biang Kerok Berbagai Masalah di Surabaya Mojok.co

Membantah Klaim Jembatan Suramadu sebagai Biang Kerok Berbagai Masalah di Surabaya

16 Oktober 2024
Underpass Bunderan Taman Pelangi Surabaya, Bukti Pemkot Surabaya Nggak Pernah Belajar dari Kasus Kemacetan yang Ada (Pixabay.com)

Underpass Bundaran Taman Pelangi Surabaya, Bukti Pemkot Surabaya Nggak Pernah Belajar dari Kasus Kemacetan yang Ada

16 Desember 2023
Bangkalan Madura Adalah Korban Utama dari Jembatan Suramadu, Bukan Surabaya

Bangkalan Madura Adalah Korban Utama dari Jembatan Suramadu, Bukan Surabaya

23 Oktober 2024
Bandara Juanda: Bandara Elite, Transportasi Sulit

Bandara Juanda: Bandara Elite, Transportasi Sulit

6 April 2024
Alasan Saya Kecewa dengan Kondisi Stasiun Malang (Unsplash)

Alasan Saya Kecewa dengan Kondisi Stasiun Malang, Stasiun Terbesar di Malang Raya

4 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stereotipe Mahasiswa Sumatera yang Kuliah di Jogja: Dikira Anak Sawit dan Selalu Punya Duit Bejibun, padahal Kami Juga Sering Bokek!

Stereotipe Mahasiswa Sumatera yang Kuliah di Jogja: Dikira Anak Sawit dan Selalu Punya Duit Bejibun, padahal Kami Juga Sering Bokek!

29 April 2026
LCGC Bukan Lagi Mobil Murah, Mending Beli Motor Baru (Unsplash)

Tidak Bisa Lagi Disebut Mobil Murah, Nggak Heran Jika Pasar LCGC Semakin Kecil dan Calon Pembeli Jadi Takut untuk Membeli

25 April 2026
Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

27 April 2026
Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026
Kotabaru Jogja, Kawasan Pemukiman Belanda yang Punya Fasilitas Lengkap, yang Sekarang Bersolek Jadi Tempat Wisata

Hidup di Kotabaru Jogja Itu Enak, Sampai Kamu Coba Menyeberang Jalan, Ruwet!

28 April 2026
3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia (Unsplash)

3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia

25 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas
  • Basket Campus League 2026: Jadi Pembuktian Kesolidan Tim Timur dan Label Ubaya sebagai “Raja Basket Jawa Timur”
  • Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan
  • KRL adalah “Arena Perjuangan” Pekerja Jakarta: Tak Semua Orang Sanggup, Hanya Manusia Kuat yang Bisa
  • Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.