Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan

M. Afiqul Adib oleh M. Afiqul Adib
23 November 2025
A A
Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan

Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Belakangan ini, saya melihat sebuah story teman yang sedang bekerja di atas kereta. Dia membuat story dengan caption, “KAI perlu bikin gerbong khusus kerja.” Setelah membaca itu, saya langsung mengangguk dan sepakat. Gerbong kerja memang urgent. Bukan karena ingin terlihat produktif, tapi karena memang sangat diperlukan oleh perkerja yang dihimpit deadline.

Kalau diamati, banyak pekerja yang menggunakan kereta itu bukan untuk liburan, tapi untuk perjalanan dinas. Mereka berangkat pagi, pulang malam, dan di tengah perjalanan berusaha mencuri waktu untuk menyelesaikan revisi kantor, mengetik laporan, atau merampungkan proposal.

KAI harus tahu, gerbong khusus kerja lebih penting daripada gerbong khusus merokok

Saya tahu KAI akhir-akhir ini mencoba berbagai inovasi, salah satunya gerbong khusus merokok yang diusulkan anggota DPR itu. Tapi kalau boleh berpendapat, gerbong khusus pekerja jauh lebih relevan dan berguna.

Btw, yang dimaksud pekerja di sini adalah pengguna laptop atau tablet, bukan yang cuma membuka WhatsApp dan melihat status mantan. Tapi yang memang mengerjakan “tugas” dari atasannya.

Mereka ini benar-benar perlu ruang yang layak untuk kerja. Bukan kursi sempit dengan sandaran tegak, atau meja lipat kecil yang hanya cukup untuk menaruh roti sobek.

Pun mahasiswa juga perlu gerbong kerja. Sering kali mereka harus perjalanan pulang, atau pergi, dan tetap di pikirannya ada deadline tugas dari dosen.

Kursi ekonomi tidak ramah untuk produktivitas

Kalau naik kelas eksekutif, ya masih mending. Meja lebih lega, kursi nyaman, colokan ada, bisa duduk sambil kerja dengan tenang. Tapi bagaimana dengan pengguna ekonomi atau premium?

KAI harusnya tahu, mayoritas profesional muda yang naik kereta setiap hari adalah penumpang kelas ekonomi atau premium. Sebagian mencoba ke gerbong makan untuk bekerja. Tapi masa iya harus bekerja berjam-jam di sana? Selain penuh, rasanya juga nggak enak. Sebab, kita bukan lagi sedang makan, tapi kerja.

Baca Juga:

Ambarawa Ekspres, Kereta Api yang Menyesatkan Calon Penumpang

KA Dhoho-Penataran Surabaya-Malang, Kereta yang Menyiksa Penumpang tapi Tetap Dibutuhkan

Saya pernah mencobanya. Dan rasanya seperti diamati banyak mata untuk segera menyingkir dari sana. Benar-benar intimidatif.

Saya juga selalu diliputi dilema. Di satu sisi rasanya sayang sekali kalau waktu berjam-jam naik kereta ini cuma dipakai untuk duduk memandang jendela. Di sisi lain, meja terlalu kecil, gerak terbatas, apalagi kalau naik ekonomi, kanan kiri penuh orang, depan belakang juga sama, ramai sekali. Rasanya susah sekali fokus.

Pengguna gerbong ekonomi juga berhak difasilitasi

Banyak penumpang ekonomi yang bukan sedang jalan-jalan. Mereka pendidik, mahasiswa, pekerja swasta, freelancer, content writer, peneliti, atau pegawai korporat yang harus mencuri waktu dan ngejar deadline demi menyelesaikan pekerjaan.

Kalau KAI menyediakan gerbong khusus kerja lengkap dengan: meja layak, colokan di dekat kursi, suasana tenang, lampu cerah, saya yakin akan sangat membantu. Orang bisa kerja dengan nyaman, produktivitas meningkat, dan akhirnya kita akan dapat istilah baru, yakni Kerja dari gerbong kereta.

Iya, sebuah konsep yang rasanya sudah waktunya diterapkan. Toh, KAI sudah pernah punya ide brilian seperti gerbong khusus gerbong barang, bahkan gerbong khusus petani yang akan segera diperkenalkan, ini juga dapat banyak apresiasi.

Nah, kalau gerbong untuk hasil bumi saja bisa dibuat, masa gerbong untuk pekerja yang dihimpit deadline, dikejar waktu, dan berada di antara cair dan hangus, tidak bisa diusahakan?

Yah, Kereta Api sudah membantu banyak orang berhemat waktu dan biaya perjalanan. Kita perlu memberikan apresiasi. Namun akan lebih paripurna kalau mereka juga membantu menyelamatkan banyak deadline penting. Karena di era sekarang, waktu adalah segalanya. Perjalanan bisa panjang, tapi pekerjaan tidak bisa menunggu.

Dan kalau suatu hari KAI benar-benar meluncurkan gerbong khusus kerja, percayalah, itu akan jadi inovasi yang bukan hanya berguna, tapi juga menyelamatkan banyak masa depan anak bangsa. Semoga segera terwujud. Sebelum kita semua terpaksa kerja sambil nebeng di gerbong makan yang harga menunya muahal bangettt.

Btw, sehat-sehat untuk pekerja yang selalu dikejar deadline.

Penulis: M. Afiqul Adib
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 13 Dosa Para Penumpang di Gerbong Restorasi Kereta yang Bikin Muak dan Menyebalkan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 November 2025 oleh

Tags: gerbonggerbong keretagerbong khusus kerjaKAIkereta apikereta api bisniskereta api ekonomikereta api eksekutif
M. Afiqul Adib

M. Afiqul Adib

Seorang tenaga pendidik lulusan UIN Malang dan UIN Jogja. Saat ini tinggal di Lamongan. Mulai suka menulis sejak pandemi, dan entah kenapa lebih mudah menghapal kondisi suatu jalan ketimbang rute perjalanan.

ArtikelTerkait

Senjakala Layanan Kereta Api Kelas Bisnis di Indonesia Semakin Terlihat Jelas, Tinggal Menunggu Musnah

Senjakala Layanan Kereta Api Kelas Bisnis di Indonesia Semakin Terlihat Jelas, Tinggal Menunggu Musnah

3 Desember 2024
3 Alasan Penumpang Bawa Makanan Sendiri ke Gerbong Restorasi Kereta Mojok.co

3 Alasan Penumpang Bawa Makanan Sendiri ke Gerbong Restorasi Kereta

1 Mei 2025
Andai Deskripsi Audio buat Difabel Netra Ada Dalam Kereta terminal mojok

Andai Deskripsi Audio buat Difabel Netra Ada Dalam Kereta

17 Juni 2021
Alasan Saya Nggak Begitu Tertarik Naik Sleeper Bus yang Katanya Nyaman Mojok.co

Alasan Saya Nggak Begitu Tertarik Naik Sleeper Bus yang Katanya Nyaman

3 Juli 2024
Kereta Api Sancaka: Nyaman dan Lebih Cepat dari Pesawat Udara

Kereta Api Sancaka: Nyaman dan Lebih Cepat dari Pesawat Udara

12 Maret 2023
Kisah Lokomotif Tua yang Teronggok di Depan SMK 2 Jogja yang Ternyata Lokomotif Paling Bersejarah Di Indonesia

Kisah Lokomotif Tua yang Teronggok di Depan SMK 2 Jogja yang Ternyata Lokomotif Paling Bersejarah Di Indonesia

25 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Made, Desa Hidden Gem di Wilayah Paling Barat Surabaya. Masih Asri dan Hijau!

Made, Desa Hidden Gem di Wilayah Paling Barat Surabaya. Masih Asri dan Hijau!

10 Januari 2026
Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

14 Januari 2026
Coach Jualan di Shopee untuk Rakyat Jelata yang Gajinya Nggak Seberapa tapi Keinginannya Nggak Kira-kira

Coach Jualan di Shopee untuk Rakyat Jelata yang Gajinya Nggak Seberapa tapi Keinginannya Nggak Kira-kira

12 Januari 2026
Jogja Kombinasi Bunuh Diri Upah Rendah dan Kesepian

Beratnya Merantau di Jogja karena Harus Berjuang Melawan Gaji Rendah dan Rasa Kesepian

11 Januari 2026
Stasiun Magetan: Nama Baru, Lokasi Antah Berantah, Mencoba Membendung Popularitas Stasiun Madiun yang Duluan Terkenal

Stasiun Magetan: Nama Baru, Lokasi Antah Berantah, Mencoba Membendung Popularitas Stasiun Madiun yang Duluan Terkenal

10 Januari 2026
Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas Mojok.co

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

14 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota
  • Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim
  • Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan
  • Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa
  • Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua
  • Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.