Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

3 Alasan Penumpang Bawa Makanan Sendiri ke Gerbong Restorasi Kereta

Iqbal AR oleh Iqbal AR
1 Mei 2025
A A
3 Alasan Penumpang Bawa Makanan Sendiri ke Gerbong Restorasi Kereta Mojok.co

3 Alasan Penumpang Bawa Makanan Sendiri ke Gerbong Restorasi Kereta (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

“Bawa makanan sendiri ke gerbong restorasi kereta itu boleh nggak, sih?” Pertanyaan ini sampai sekarang masih saja jadi perdebatan. Ada banyak yang bilang nggak boleh, tapi nggak sedikit yang memperbolehkan. Dari pihak KAI sih nggak melarang kita bawa makanan sendiri ke dalam kereta, meskipun mereka juga nggak menyarankan untuk membawanya masuk (dan memakannya) di gerbong restorasi.

Terkait hal ini, ada salah satu akun Instagram yang menyinggung kembali isu ini. Lewat sebuah video, dia menjelaskan bahwa bawa makanan sendiri (dalam konteks video ini adalah nasi bungkus) ke gerbong restorasi kereta itu kurang baik secara etika. Ia juga menyamakan gerbong restorasi dengan restoran, dengan mengatakan “sama seperti kita ke restoran tapi bawa makanan sendiri, harusnya ya beli menu di sana.”

Ketika menonton video tersebut, saya cukup sepakat dengan beberapa hal. Betul, secara etika memang membawa makanan sendiri ke gerbong restorasi kereta itu agak kurang baik. Karena di gerbong restorasi kereta, mereka itu jual makanan. Namun, di video itu juga ada beberapa hal yang mengganggu saya, ada hal-hal besar (mungkin struktural) yang luput ditangkap.

Pertama, menyamakan gerbong restorasi dengan restoran itu agak kurang tepat. Restoran punya aturan jelas soal bawa makanan sendiri, sedangkan gerbong restorasi kereta tidak punya aturan sekuat restoran. Kedua, kita tidak tahu apa alasan orang-orang yang membawa makanan sendiri ke gerbong restorasi. Maka dari itu, saya bisa bilang bahwa untuk beberapa alasan, bawa makanan sendiri ke gerbong restorasi kereta itu boleh-boleh saja, kok.

#1 Gerbong yang terlalu ramai dan kurang kondusif

Salah satu mimpi buruk bagi penumpang kereta api (setidaknya bagi saya) adalah ketika mendapati kereta api yang terlalu penuh, dan terlalu ramai. Beberapa kali saya naik kereta (apalagi yang jarak jauh), saya selalu kurang nyaman ketika gerbong saya itu terlalu ramai, apalagi banyak anak kecil. Kondisi gerbong seperti ini bikin perjalanan saya kurang nyaman, juga bikin saya nggak bisa makan bekal saya (yang saya bawa dari rumah) di bangku penumpang. 

Makanya, ketika situasi di gerbong saya itu terlalu ramai dan kurang kondusif (untuk makan di bangku), saya selalu pergi ke gerbong restorasi untuk makan bekal saya. Tentunya saya izin dulu ke petugas di sana, menjelaskan alasan saya, dan selalu diperbolehkan, kok. Daripada saya makan bekal di bangku saya, sambil mendengar anak kecil teriak-teriak, ibu-ibu ngomel, mending saya ke gerbong restorasi aja. Saya nggak mau makanan saya ini sampai mendarat keras di muka mereka.

#2 Aroma makanan yang terlalu kuat, takutnya mengganggu penumpang lain

Alasan lain tentang bolehnya bawa makanan sendiri ke gerbong restorasi kereta adalah makanan yang punya aroma terlalu kuat. Kita tahu sendiri, orang-orang yang bawa makanan sendiri ke kereta itu macam-macam makanannya. Ada yang simpel, ada yang ribet. Ada yang aromanya wajar, ada yang aromanya terlalu kuat. Dan nggak semua penumpang di gerbong ini bisa tahan dengan aroma beberapa makanan.

Bayangkan saja, kalau saya bawa bekal indomie goreng, nasi padang, atau ayam penyet dengan sambal terasi. Aroma makanan tersebut kan cukup kuat, ya, takutnya ada penumpang yang terganggu atau nggak tahan dengan aroma makanan itu. Daripada bikin “gaduh” mending bekalnya dibawa ke gerbong restorasi saja, makan di sana. Sekali lagi, jangan lupa izin sama petugas, dan usahakan beli minumnya di gerbong restorasi aja.  

Baca Juga:

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

Kereta Tambahan Gambir-Surabaya: Harga Selangit, Fasilitas (Amat) Sulit!

#3 Harga makanan yang dijual di gerbong restorasi kereta lebih mahal

Alasan paling masuk akal ya ini karena harga makanan di kereta bisa dua kali lipat dari harga normal. Buat orang-orang yang pas-pasan seperti saya, makanan di kereta api itu mahal. Sudah begitu rasanya belum tentu sepadan dengan harganya. Itu mengapa, banyak orang yang memilih untuk bawa makanan sendiri ketika naik kereta, apalagi yang jarak jauh.

“Harga makanan di kereta yang lebih mahal bukan jadi alasan untuk bawa makanan sendiri dan makan di gerbong restorasi, kan?” Lho, betul. Tapi bayangkan begini: kalian naik kereta dari Malang ke Jakarta, gerbongnya penuh, ramai, nggak kondusif. Lalu kalian lapar, tapi nggak bawa banyak uang, tapi kalian bawa bekal, dan kalian sedang lapar banget. Kalian bingung, mau makan bekal di bangku takutnya malah nggak nyaman, mau beli makan di gerbong restorasi tapi kemahalan, uangnya nggak cukup.

Jalan keluarnya, ya bawa bekalnya ke gerbong restorasi, makan di sana, minta izin ke petugas. Sudah, gitu aja. Beres kan? Orang-orang yang pas-pasan kayak saya dan banyak orang lain itu nggak punya banyak pilihan.

Intinya, orang-orang yang bawa makanan sendiri ke kereta, lalu makan di gerbong restorasi itu nggak semuanya ignorant, nggak punya etika, atau nggak tahu aturan. Banyak dari mereka yang bawa makanan sendiri di gerbong restorasi kereta ini punya alasan-alasan tersendiri yang valid. Alasan-alasan mereka juga layak kita dengar dan pertimbangkan sebelum memberikan penghakiman ini itu

Perkara bawa makanan sendiri ke gerbong restorasi kereta ini memang agak tricky. Mau dibilang nggak boleh, tapi ada banyak kasus di mana petugasnya memperbolehkan dan santai-santai saja. Mau dibilang boleh, takutnya nanti dibilang nggak punya etika, nggak tahu aturan, dan nggak menghargai yang jual makanan di sana. Ribet memang.

Pokoknya, kalau kalian mau bawa makanan ke gerbong restorasi (apalagi dengan alasan-alasan di atas), bawa aja gapapa. Dan, jangan lupa izin ke petugas kalau mau makan makanan kalian sendiri di gerbong restorasi. 

Penulis: Iqbal AR
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Alasan Saya Kecewa Naik Kereta Panoramic yang Terkenal Cantik dan Unik

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Mei 2025 oleh

Tags: gerbong restorasi keretaKAIkereta api
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

16 Januari 2026
prameks MOJOK

Prameks, Kereta Api Andalan Warga Jogja-Solo yang Berulang Kali Revolusi

3 Juli 2020
KA Probowangi, Penghubung Surabaya dan Banyuwangi yang Sayangnya Cuma Ada 1

KA Probowangi, Penghubung Surabaya dan Banyuwangi yang Sayangnya Cuma Ada 1

3 Agustus 2023
Senjakala Layanan Kereta Api Kelas Bisnis di Indonesia Semakin Terlihat Jelas, Tinggal Menunggu Musnah

Senjakala Layanan Kereta Api Kelas Bisnis di Indonesia Semakin Terlihat Jelas, Tinggal Menunggu Musnah

3 Desember 2024
Kereta Api Jauh Lebih Unggul dari Bus Meskipun Tiketnya Mahal (Unsplash)

Kereta Api Lebih Akan Selalu Lebih Unggul dari Bus Meskipun Harga Tiketnya Lebih Mahal

3 Mei 2025
Jalan Monginsidi, Jalan Braganya Salatiga: Ikonik dan Nggak Kalah Cantik kabupaten semarang

Salatiga Tidak Punya Stasiun, Cukup Merepotkan bagi Orang yang Terbiasa Bepergian dengan Kereta Api

10 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Orang dengan Logat Bekasi yang Hidup di Solo (Unsplash)

Derita Orang Bekasi Seperti Saya Hidup di Solo, Dibilang Sok Jawa sampai Susah Nimbrung di Tongkrongan

10 Mei 2026
Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas” Terminal

Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas”

11 Mei 2026
Dilema Jawa Murtad di Gunungkidul Lidah Sumatra Jadi Petaka (Wikimedia Commons)

Dilema “Jawa Murtad” di Gunungkidul: Ketika Lidah Sumatra Menjadi Petaka

7 Mei 2026
Lagu Baru Sheila On 7 “Sederhana” Pas untuk Orang-orang Usia 30 Tahun Mojok.co

Lagu Baru Sheila On 7 “Sederhana” Pas untuk Orang-orang Usia 30 Tahun

9 Mei 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

12 Mei 2026
Toilet Rumah Sakit Memang Bersih, tapi Tubuh Saya "Menolak" dan Tidak Bisa Buang Air di Sana

Toilet Rumah Sakit Memang Bersih, tapi Tubuh Saya “Menolak” dan Tidak Bisa Buang Air di Sana

7 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.