Saat yang Tepat buat Berhenti Overproud dan Memuja Bule – Terminal Mojok

Saat yang Tepat buat Berhenti Overproud dan Memuja Bule

Artikel

Nasrulloh Alif Suherman

Twitter ada saja yang bikin ramai, kali ini masalahnya dari seorang warga negara Amerika bernama Kristen Gray yang santer bikin utas soal hidup “mewah” di Bali. Dia bikin lumayan panjang, dan dengan bangsatnya dia memberikan tips untuk hidup di Bali dengan cara tidak membayar pajak dan mengelabui petugas. Di tengah pandemi seperti sekarang, dia mengajak orang-orang untuk pindah ke Bali agar bisa menikmati hidup mewah seperti dirinya. Dia pikir orang-orang Indonesia bodoh semua kali, ya? Kasus ini bikin kita berpikir ulang untuk tidak overproud dan memuja-muja bule.

Bangsatnya, ini bule, yang jadi masalah adalah caranya mempromosikan orang-orang agar tinggal ilegal di Bali. Ujungnya, dia malah playing victim soal isu rasialis dan orientasi seksual. Tipikal SJW Amerika banget nih. Sudah dikasih tahu susah, pakai nyumpahin supaya Indonesia dijajah Jepang lagi, wasuuu. Inilah kenapa nggak seharusnya orang-orang Indonesia terlalu naif kepada orang-orang asing.

Saya bukannya xenophobia atau anti-orang asing, ya. Cuma, cik atuh da mikir orang Indonesia, kebanyakan dari kita memang ramah kepada orang asing atau bule, tapi gara-gara terlalu ramah, jadinya disalahgunakan sama orang-orang asing ini. Bahkan kita selalu bangga berlebihan atau overproud. Mereka juga cuma manusia biasa, cuma beda ras dan bahasa doang. Nothing special, Dude. Jadi untuk ke depannya, kurangi beberapa hal berikut kepada orang-orang asing atau bule.

#1 Jangan overproud

Sadar nggak kalau kita suka overproud sama bangsa kita sendiri. Memang sih, benar bahwa overproud artinya kita bangga dengan apa yang kita miliki, percaya diri sama negara ini. Bangga itu bagus, sangat bagus dan baik. Tandanya kita cinta negara dan memiliki jiwa patriotik yang paten. Hanya saja caranya itu sangat berlebihan. Contohnya? Tibang lihat di internet ada orang asing ngomongin soal Indonesia aja seneng, lahhh. 

Ada judul di YouTube, orang bule reaksi nonton ini-itu yang berkaitan dengan Indonesia rasanya seneng setengah mampus. Calm your nipple, itu tuh biasa saja kali. Ujung-ujungnya juga mereka begitu buat nyari views doang. Oleh karena hal sekecil ini, orang-orang asing jadi mikir kita bangsa yang “gampangan” buat dikasih bait. Kecuali kalau orang asing itu benar-benar cinta Indonesia, wong kebanyakan juga cuman buat nyari views. Hashhh, kurang-kurangin lah overproud! Bangga secukupnya. Kebanggaan itu muncul bukan karena validasi dari bule-bule.

#2 Jangan terlalu ramah

Ramah dan santun boleh, tapi jangan berlebihan. Jangankan terlalu ramah sampai yang gimana-gimana, apalagi sampai kayak mendewakan. Kita dulu dijajah juga mungkin karena masyarakatnya terlalu ramah dan orang-orang asing yang kebetulan ngawur itu melihat celah untuk memanfaatkan Indonesia. Kalau mau ramah, kasih batas. Kalau orang-orang asingnya bikin jengkel, jangan ragu buat tempeleng. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kita adalah tuan rumah dari bangsa kita sendiri. Memang, menghormati bule dan orang asing sebagai tamu itu nggak masalah, tapi alangkah baiknya kalau tahu batasan dan privasi masing-masing.

#3 Jangan menganggap orang bule itu istimewa

Sekali lagi saya katakan, orang bule itu sama saja dengan orang-orang kita. Ada yang kaya, pasti ada yang miskin. Ada yang pintar, pasti ada juga yang sangat goblok. Kebetulan, model Kristen Gray kemarin itu sudah miskin plus goblok, jadilah orang yang sangat menyebalkan. Itulah yang harus dibasmi.

Kebanyakan dari kita kalau lihat bule saja heboh, sudah kayak melihat hal yang luar biasa. Artis juga bukan, idola juga bukan, kok bisa-bisanya kita malah kayak memuja-muja. Plis deh, itu tuh ajaran imperialisme dan kolonialisme. Itu sisa-sisa ajaran sesat yang mengatakan kalau orang-orang kulit putih punya kelas yang lebih tinggi. Itu salah, orang-orang kita juga lebih keren. Maka stop untuk menganggap orang bule itu istimewa.

Mungkin cara paling gampang adalah dengan tidak terbawa standar yang sudah jadi kontruksi salah di kepala orang. Standar bahwa yang cantik adalah orang-orang kulit putih atau orang asing. Orang-orang kita juga cantik, keren, dan tidak perlu merasa inferior dibandingkan ras lain. Hindari kebelet selfie dengan orang asing, sebab secara tidak langsung itu adalah sisa mental sebagai jajahan. Mengagumi orang kulit putih padahal mereka bukan artis, bukan pula politisi, atau orang terkenal.

Mungkin dari kalian ada yang tidak sepakat, tapi saya tetap bodo amat. Sebab, bagi saya, hal-hal yang saya tuliskan di atas memang indikasi merasa inferior kepada bangsa-bangsa asing, khususnya ras kulit putih. Saya bukan bermaksud rasis. Saya nggak masalahin bentuk orangnya, gaya bahasa, dan bicaranya. Yang saya tekankan adalah bagaimana sikap mereka dan jangan songong kalau di tempat orang!

Kasus Kristen Gray adalah pengingat, sebuah waktu yang tepat untuk menyadari bahwa overproud dan mengistimewakan bule itu sebaiknya nggak berlebihan.

BACA JUGA Jangankan Cinta Beda Agama, Cinta yang Satu Agama Itu Tak Semudah yang Kamu Kira dan artikel Nasrulloh Alif Suherman lainnya.

Baca Juga:  Cewek Indonesia yang Impiannya Menikah dengan Bule Apa Nggak Pernah Pikir Panjang?
Terminal Mojok merupakan platform Use Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
11


Komentar

Comments are closed.