Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Surga Dunia Banyuwangi Bikin Bule Betah dan Pengin Jadi WNI

Fareh Hariyanto oleh Fareh Hariyanto
14 November 2022
A A
Mr. Gary dan istri (Foto milik Fareh Hariyanto).

Mr. Gary dan istri (Foto milik Fareh Hariyanto).

Share on FacebookShare on Twitter

Daya tarik Banyuwangi bagi wisatawan sudah diakui dunia. Aspek ini yang membuat banyak pihak berlomba-lomba untuk membangun destinasi wisata baru, baik alam maupun buatan, termasuk bule asal Inggris yang kini menetap di Songgon, Banyuwangi.

Pesona alam Banyuwangi yang membuat Mr. Gary Oldfield, WNA asal Inggris yang sudah delapan tahun menetap di Desa Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Mr. Gary mengakui bahwa begitu tiba di Banyuwangi, dia langsung ingin menetap, bahkan membeli rumah. Dia mengikuti sang istri, Leli Marlia Bachtiar.

Hingga setahun setelahnya, dia mulai membangun kolam renang dengan memanfaatkan aliran mata air di sekitaran tempat tinggalnya di Dusun Pakis, Desa Songgon. Awal mula memang tidak ada niatan untuk mengkomersialisasi kolam tersebut hingga akhirnya seiring berjalannya waktu, banyak pengunjung datang dan akhirnya kolam tersebut dibuka untuk wisatawan.

Beberapa waktu lalu, ditemani Heri Susanto, warga Songgon, saya mengunjungi tempat Mr. Gary. Siang setelah berbincang dengan Heri, saya langsung menarik pedal gas motor Supra X 125 menuju lokasi kolam tersebut.

Berangkat dari Desa Bangunsari sekitar pukul 13.00 WIB, saya tiba di gerbang pintu masuk lokasi wisata miliki Mr Gary sekitar pukul 13.42 WIB. Lokasi tempat ini memang bukan di jalur utama, terletak di jalur dalam. Begitu sampai di depan gerbang, saya disambut tulisan Blue Legoon di gapura kayu di depan pintu masuk kolam.

Saat masuk taman, langsung terlihat berbagai pohon tertata rapi menyambut saya dan Heri yang bergegas memarkir sepeda di lokasi parkir kendaraan. Setelah membayar biaya tiket, saya langsung bertemu Leli Marlia Bachtiar, istri Mr. Gary yang tampak sibuk melayani wisatawan. maklum, menjelang sore, wisata kolam ini semakin ramai.

Tenar di media sosial

Begitu mengenalkan diri saya kepada Leli Marlia, saya menerangkan maksud kedatangan untuk bisa mewawancarai Mr. Gary terkait ketertarikannya dengan Banyuwangi. Saya dan Heri dipersilahkan menunggu di gazebo sisi selatan kolam utama. Saat itu, Mr. Gary sedang memperbaiki pipa kolam.

Sambil menikmati suasana Blue Legoon, saya bertemu Hayati Rahma, pengunjung asal Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi. Hayati mengatakan jika dia mengetahui tempat wisata itu dari media sosial temannya. Kebetulan, saat itu, temannya yang merupakan warga asli Songgon sempat mengunggah suasana di lokasi itu.

Baca Juga:

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

Sisi Gelap Jalan Pantura Situbondo: Gelap, Banjir, dan Jalan Berlubang Bikin Jalan Ini Begitu Gawat!

Hayati mengakui senang dengan suasana dan kebersihan yang tetap dijaga oleh pengelolanya. “Airnya bersih, jernih juga, dan kolamnya tidak berlumut,” kata wanita berusia 18 tahun itu.

Hayati tidak sendirian. Dia datang bersama empat temannya yang kebetulan juga senang berwisata air di Banyuwangi. Fyi, konsep wisata kolam di Banyuwangi memang banyak tersedia dengan berbagai konsep. Namun, tidak banyak dari wisata itu yang memperhatikan faktor kebersihan air seperti di Blue Legoon.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Fauzul Anwar, warga Desa Sragi, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Satu alasan Fauzul Anwar datang ke tempat ini adalah untuk “recce” atau survei lokasi. Maklum, dalam waktu dekat, dia ada proyek untuk membuat video klip salah satu artis Banyuwangi yang kebetulan memilih lokasi di Blue Legoon. Recce dia lakukan untuk menentukan sejumlah hal teknis ketika proses syuting dilaksanakan.

Fauzul mengaku dari sekian banyak lokasi yang dia datangi, Blue Legoon memiliki konsep berbeda dari kolam yang ada pada umumnya. Satu yang tidak ditemui di kolam lain menurut Fauzul adalah sirkulasi airnya yang dipikirkan secara matang sehingga kondisi kebersihan kolam tetap terjaga.

“Saya malah ingat sama Umbul Ponggok yang ada di Klaten, airnya jernih sekali seperti ini,” ujarnya.

Memanfaatkan potensi alam

Saat sedang asyik mengobrol, tiba-tiba Mr. Gary menyapa saya dan mengizinkan untuk sesi wawancara. Saat saya tanya perihal pengelolaan kolam Blue Legoon, dia mengakui jika niat awal pembangunan kolam itu justru untuk keperluan pribadi. Namun, lantaran antusias warga Banyuwangi yang datang sangat tinggi, akhirnya dia membukanya untuk wisatawan umum.

Mr. Gary bercerita awal mula pembuatan Blue Legoon juga bentuk dari keinginannya yang melihat potensi mata air yang ada di sekitar rumahnya sangat melimpah dengan air yang jernih. Hal itulah yang dia rasakan sehingga merasa sayang jika air tersebut sia-sia dan terbuang.

“Di sini alamnya masih bagus, semua masyarakatnya ramah-ramah. Jadi potensi wisatanya besar,” kata pria kelahiran Inggris itu.

Saat saya tanya awal mula memilih tinggal di Indonesia, dia mengatakan alasanya tak lain dan tak bukan adalah faktor keindahan alam Banyuwangi dan istrinya, Leli Marlia Bachtiar. Dia dipertemukan dengan Leli saat bekerja sebagai pramugari dan dia menjadi manager di salah satu perusahan penerbangan. Lantaran kejenuhan di tempat kerja, keduanya memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan menetap di Songgon.

Dia mengatakan senang dengan Songgon lantaran udaranya yang bersih tidak seperti di kota-kota besar di Hongkong atau di Inggris. Sebab di kota-kota tersebut kondisi vegetasi alamnya sudah mulai rusak lantaran berubah menjadi gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi.

“Ini alasanya kenapa saya tinggalkan pekerjaan saya yang ada di industri penerbangan, ketenangan kuncinya,” ujar Mr. Gary.

Kebersihan jadi atensi

Berkaitan tentang kebersihan, Mr. Gary menjelaskan jika hal tersebut merupakan prioritas utamanya. Sebab sebagai wisatawan, saat berkunjung ke beberapa kolam renang di Banyuwangi, kondisi kebersihan ini kadang kurang menjadi perhatian. Padahal ini hal penting yang nantinya juga berimplikasi dengan kesehatan pengunjung.

Pihaknya mengatur untuk kolam Blue Legoon selalu dikuras setiap Senin dan Selasa. Jadi, selama dua hari itu, waktu kunjungan untuk wisatawan ditutup dan pihaknya fokus untuk pembersihan. Tidak hanya itu saja, dia selaku pengelola juga selalu mengingatkan ke pengunjung untuk juga membantu proses penjagaan kebersihan.

“Kalau ini tidak diawasi dengan cara selalu mengingatkan pengunjung, dampaknya pasti akan mudah kotor tempatnya,” terangnya.

Apalagi, lanjut Mr. Gary, kunjungan wisata di Kabupaten Banyuwangi semakin meningkat di tengah pandemi Covid-19 yang sudah mulai mereda. Bahkan rangkaian agenda untuk kegiatan Banyuwangi Festival (B-Fest) yang sempat hiatus saat pandemi dua tahun kini sudah mulai diagendakan kembali.

Hal itu berdampak pada banyaknya tempat wisata yang sebelumnya sempat ditutup namun kini kembali buka dengan berbagai pembaruan yang dilakukan pengelolanya. Termasuk Blue Legoon yang yang sebelumnya saat pandemi sempat tutup lama namun kini sudah mulai ramai lagi lantaran wisatawan yang mulai ramai.

Nama Legoon, lanjut Mr. Gary, memiliki arti ‘laguna’. Nama itu dipilih lantaran dia saat menjadi manager di perusahaan penerbangan, saat dalam perjalanan dinas, dari udara selalu terkesan melihat sekumpulan air yang terpisah dari laut oleh penghalang yang biasanya berupa pasir, batu karang atau semacamnya dari atas pesawat.

“Inilah yang menginspirasi saya untuk membuat sesuatu mirip Legoon,” tambahnya.

Terakhir saat saya singgung mengenai kultur tradisi masyarakat di Banyuwangi, dia sangat mengapresiasi berbagai adat yang ada di Bumi Blambangan. Bahkan satu alasan selain istrinya yang membuatnya jatuh cinta juga lantaran adat dan budaya masyarakatnya.

Bagi Mr. Gary, terlalu lama tinggal di luar negeri dengan inggar-bingar dan keramaian industri menjadi semuanya berjalan dengan cepat. Namun saat tinggal di Banyuwangi, suasana yang asri dan nyaman membuat waktu berjalan pelan dan bersahaja bagai di surga.

“Saya rasa ini surga di dunia ini untuk potensi wisata yang sangat besar,” pungkasnya.

Penulis: Fareh Hariyanto

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 3 Hal tentang Kabupaten Banyuwangi yang Belum Diketahui Banyak Orang

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 April 2026 oleh

Tags: Banyuwangiblue lagoonbuleWNI
Fareh Hariyanto

Fareh Hariyanto

Perantauan Tinggal di Banyuwangi

ArtikelTerkait

Wisata Jember Nestapa di Puncak Rembangan Arjasa (Unsplash)

Nestapa Wisata Jember: Puncak Rembangan di Kecamatan Arjasa Butuh Perhatian dan Pengelolaan Maksimal

31 Juli 2023
Nggak Cuma Kalimantan, Banten, atau Banyuwangi, Lombok Juga Punya Sihir Antik

Nggak Cuma Kalimantan, Banten, atau Banyuwangi, Lombok Juga Punya Sihir Antik

18 April 2020
Sudah Saatnya Banyuwangi Punya Transportasi yang Mumpuni seperti Kota-kota Besar Lain Mojok.co

Banyuwangi Kota yang Tak Pernah Ramah bagi Pekerja, Gajinya Rata dengan Tanah!

25 September 2025
3 Rekomendasi Makanan Berkuah Khas Banyuwangi yang Wajib Dicoba sebelum Meninggal

3 Rekomendasi Makanan Berkuah Khas Banyuwangi yang Wajib Dicoba sebelum Meninggal

23 Oktober 2023
Teror Ninja di Banyuwangi, Pembantaian yang Bermula dari Fitnah

Teror Ninja di Banyuwangi, Pembantaian yang Bermula dari Fitnah

30 Oktober 2022
4 Rekomendasi Tempat Makan di Sekitar Jalan MH Thamrin Banyuwangi yang Siap Menggoyang Lidah

4 Rekomendasi Tempat Makan di Sekitar Jalan MH Thamrin Banyuwangi yang Siap Menggoyang Lidah

12 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

25 April 2026
3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung, Iri kepada Kota Bandung Mojok.co

3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung Iri pada Kota Bandung

27 April 2026
Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026
Temanggung yang Terkenal Nyaman Malah Bikin Orang Jombang Nggak Betah Mojok.co

Temanggung yang Terkenal Nyaman Bisa Bikin Orang Jombang Nggak Betah

30 April 2026
Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

27 April 2026
Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

29 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.