Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Saat Tempe Mendoan Jadi Perdebatan Baru di Dunia Kuliner Netizen Indonesia

Dini N. Rizeki oleh Dini N. Rizeki
2 Maret 2020
A A
Saat Tempe Mendoan Jadi Perdebatan Baru di Dunia Kuliner Netizen Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

Perdebatan baru di dunia kuliner Indonesia telah hadir. Setelah never-ending drama tentang bubur diaduk dan tidak, lalu disusul dengan soto dipisah atau dicampur, sekarang muncul kontroversi baru. Yang dijadikan bahan keributan kali ini adalah si tempe berbalut tepung nan lemah lembut yaitu tempe mendoan.

Bagi yang belum kenal dengan tempe mendoan, Wikipedia mendefinisikannya seperti ini,

“Mendoan adalah makanan sejenis gorengan yang berasal dari wilayah Karesidenan Banyumas, Jawa Tengah. Kata mendoan dianggap berasal dari bahasa Banyumas-an yaitu mendo yang berarti setengah matang atau lembek. Mendoan berarti memasak dengan minyak panas yang banyak dengan cepat sehingga masakan tidak matang benar. Bahan makanan yang paling sering dibuat Mendoan adalah tempe dan tahu.”

Terus apa yang diributkan? Ya tentu saja cara makannya.

Kembali netizen terpecah belah menjadi beberapa kubu. Yang pertama, orang-orang yang biasa makan tempe mendoan saat masih panas atau hangat. Yang kedua tentu saja kebalikannya yaitu golongan orang yang lebih suka memakannya saat sudah dingin.

Cuma itu? Tidak. Ada lagi yang bilang bahwa tempe mendoan bakalan jadi lebih nikmat bila dimakan dengan sambal kecap. Tapi grup sebelah meng-klaim bahwa pasangan yang pas untuk makan tempe mendoan adalah dengan cabai rawit saja.

Ada lagi barisan orang-orang yang menyatakan bahwa tempe mendoan adalah cemilan atau makanan ringan sehingga memang hanya untuk dimakan begitu saja, tapi ada juga yang ternyata lebih suka memakannya sebagai lauk bersama dengan nasi.

Wah, wah. Ternyata apa yang diperdebatkan tentang tempe mendoan ini lebih rumit ya daripada bubur ayam atau soto. Makanan yang sering kita temui sehari-hari ini nyatanya sanggup memecah belah kehidupan bangsa, hahaha. Mari kita coba bahas satu per satu.

Baca Juga:

5 Kuliner Madura selain Sate yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

Pertama Kali Mencicipi Swike: Makanan Berbahan Dasar Kodok yang Terlihat Menjijikan, tapi Bikin Ketagihan 

Dari namanya, mendoan adalah singkatan dari ‘mendo-mendo dipangan’ yang kurang lebih artinya adalah dimakan saat masih setengah matang. Karena tempe mendoan dibuat dari tempe yang sangat tipis dibalut dengan tepung yang sudah diberi bumbu, maka saat digoreng setengah matang kondisinya akan terlihat dan terasa lembek. Kalau orang Jawa bilang sih klemar-klemer saking lemas dan lembutnya. Dilihat dari sini, tentu penampakannya saat masih panas atau hangat baru saja diangkat dari penggorengan masih lumayan daripada saat sudah dingin. Karena saat sudah dingin akan semakin lemas lah si mendoan ini.

Mungkin ada beberapa orang yang jadi kurang suka melihat gorengan yang lemas begitu, sehingga lebih memilih memakannya saat masih panas. Begitu juga kebalikannya, yang lebih suka memakannya saat dingin bisa saja merasa bahwa makan sesuatu di saat masih panas itu jadi kurang bisa dinikmati.

Lalu tentang pasangan yang pas untuk menikmati tempe mendoan. Ada yang bilang irisan cabai rawit yang diberi kecap manis adalah jodoh sejati si mendoan. Entah dimakan dalam keadaan panas atau dingin, pokoknya wajib hukumnya dicocol ke dalam sambal kecap. Hmmm, membayangkannya saja sudah bikin ngiler ya. Eh, tapi ada yang lebih setuju bila si tempe ini pasangannya haruslah cabai rawit utuh yang digigit langsung saat makan. Cabai rawit ranum berwarna hijau yang ginuk-ginuk itu memang bisa memancing selera.

Dua pilihan cara makan ini pastinya untuk mereka yang memang doyan rasa pedas, ya. Apa yang tidak suka pedas jadi tidak bisa menikmati? Ya tentu saja masih bisa, sambal kecap bisa menjadi pilihan karena mendoannya cukup dicocolkan di kecapnya saja tipis-tipis. Rasa manis dari kecap mungkin bisa meminimalisir rasa pedas dari cabai.

Kelar sampai di sini? Tidak.

Ada juga perkara dimakan dengan nasi atau tidak. Bagi yang menganggap tempe mendoan ini murni hanyalah jenis gorengan sebagai cemilan teman minum teh tentu memilih untuk memakannya begitu saja dengan sambal kecap atau cabai rawit hijau. Tapi bagi yang menganggap yang namanya tempe itu ya lauk, mungkin akan bisa lebih lengkap rasanya bila dimakan bersama nasi. Pilihan terakhir ini pastinya bikin lebih kenyang ya, cocok untuk kaum anak kos di akhir bulan. Dan ya tentu lebih komplet karena mempertemukan karbohidrat dan protein sekaligus.

Saya sendiri sudah lama tidak makan tempe Mendoan, di Jawa Timur susah mencarinya. Kalau mau ya bikin sendiri. Tapi saat beberapa tahun tinggal di Bogor, mendoan jadi teman setia saya hampir setiap hari. Saya menikmatinya dalam keadaan apapun. Dimakan hangat ya ayo, dingin juga tak apa. Pakai sambal kecap enak, cuma gigit cabai rawit juga saya nggak akan protes. Apa saya pernah makan tempe mendoan bersama nasi? Tentu saja pernahlah, saat lapar melanda tapi belum gajian maka tempe mendoan adalah jelmaan dewa penyelamat.

Semuanya tergantung selera masing-masing, tak perlu saling menyalahkan. Dan tak perlu juga membenarkan selera sendiri. Bagimu mendoanmu, bagiku mendoanku.

BACA JUGA Pengalaman Kuliner Sebagai Seorang Mahasiswa atau tulisan Dini N. Rizeki lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Maret 2020 oleh

Tags: banyumasKulinertempe mendoan
Dini N. Rizeki

Dini N. Rizeki

Penulis, editor, copywriter, sekaligus seorang ibu. Sering menulis tentang bisnis, keuangan, wirausaha, hingga kuliner. Saat ini sedang asyik menulis ulasan film.

ArtikelTerkait

Kalau Jogja Bikin Muak, Purwokerto ternyata Bikin Saya Menyesal (Unsplash)

Jogja Bikin Muak, Purwokerto Bikin Menyesal: Kisah 2 Kota yang Menjadi Korban Jahatnya Romantisme karena Mengaburkan Realita yang Ada

11 November 2025
5 Kuliner Surabaya yang Kurang Cocok di Lidah Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Surabaya yang Kurang Cocok di Lidah Wisatawan

27 November 2024
6 Rekomendasi Kuliner di Pasar Kranggan Yogyakarta Terminal Mojok.co

6 Rekomendasi Kuliner di Pasar Kranggan Yogyakarta

11 Maret 2022
Kopi Hitam Tidak Ada Sangkut Pautnya Dengan Kejantanan Seseorang terminal mojok.co

Kopi Hitam Tidak Ada Sangkut Pautnya dengan Kejantanan Seseorang

4 Februari 2021
Nyatanya, Malang Benar-benar Indah tangerang UM

Nyatanya, Malang Benar-benar Indah

19 Oktober 2023
Purwokerto Adalah Daerah yang Paling Susah Didefinisikan (Pexels)

Purwokerto Adalah Daerah Paling Aneh karena Bukan Kota, Kurang Pas Disebut Kabupaten, Apalagi Menjadi Kecamatan. Maunya Apa, sih?

15 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Hal yang Bisa Dibanggakan Kota Bandung meski Tata Kelolanya Buruk dan Transportasi Umumnya Tidak Layak

5 Hal yang Bisa Dibanggakan dari Kota Bandung meski Tata Kelolanya Buruk dan Transportasi Umumnya Tidak Layak

6 Januari 2026
Mobil Innova Reborn, Mobil yang Bisa Dianggap sebagai Investasi Terbaik sekaligus Mesin Penghasil Uang innova reborn diesel

Saya Akhirnya Tahu Kenapa Innova Reborn Diesel Dipuja Banyak Orang, Beneran Sebagus Itu!

7 Januari 2026
Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Malang, sebab Selalu Dilatih dengan Menghindari Jalanan Berlubang!

Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Malang, sebab Selalu Dilatih dengan Menghindari Jalanan Berlubang!

11 Januari 2026
Pengalaman Nonton Film di Bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan, Alternatif Menunggu Penerbangan Tanpa Menguras Dompet Mojok.co

Pengalaman Nonton Film di Bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan, Alternatif Menunggu Penerbangan Tanpa Menguras Dompet 

10 Januari 2026
5 Hal yang Tidak Orang Katakan Soal Beasiswa LPDP Mojok.co

5 Hal yang Orang-orang Jarang Katakan Soal Beasiswa LPDP

10 Januari 2026
Sales: Pekerjaan yang Tidak Pernah Dicita-Citakan, tapi Sulit untuk Ditinggalkan

Sales: Pekerjaan yang Tidak Pernah Dicita-Citakan, tapi Sulit untuk Ditinggalkan

8 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah
  • 5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku
  • Lulusan S2 Jogja Ogah Menerima Tawaran Jadi Dosen, Mending Ngajar Anak SD di Surabaya: Gambaran Busuk Dunia Pendidikan Indonesia
  • Jalan Pantura Rembang di Musim Hujan adalah Petaka bagi Pengendara Motor, Keselamatan Terancam dari Banyak Sisi
  • Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa
  • Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.