Krisbar atau Krispi Bakar, Penemuan Olahan Ayam Paling Jenius Sepanjang Sejarah – Terminal Mojok

Krisbar atau Krispi Bakar, Penemuan Olahan Ayam Paling Jenius Sepanjang Sejarah

Artikel

Tentunya kita sepakat bahwa ayam merupakan salah satu menu lauk paling populer di Indonesia. Rasanya yang enak dan harganya yang masih bisa dijangkau oleh semua kalangan menyebabkan ayam menjadi favorit seluruh masyarakat Indonesia. Olahan ayam pun semakin bervariasi entah itu digoreng biasa ala warung pecel lele, bisa juga digoreng krispi khas McD dan KFC, bahkan dicampur dengan sambal lalu digeprek. 

Hampir semua olahan ayam cocok dengan lidah masyarakat Indonesia entah karena memang enak atau memang doyan aja.

Menu yang belum lama booming di Indonesia seperti ayam geprek ataupun salted egg pun memang sebenarnya merupakan selera orang Indonesia banget. Saya sendiri secara pribadi memiliki selera makanan seperti itu yang memiliki rasa kuat akan rempah dan nggak pelit dalam memberikan bumbu. Nggak heran kalau orang Indonesia sangat menyukai micin karena memang suatu masakan kalau hambar pastinya kurang sedep aja gitu. Udah cukup chat dia aja yang anyep, makanan kita jangan.

Tapi, ada salah satu olahan ayam yang menurut saya adalah yang terenak dibanding olahan ayam lain yaitu krisbar. Bagi yang belum tahu, krisbar adalah singkatan dari krispi bakar. Ayam tersebut nggak sekadar digoreng krispi, tetapi masih dibakar diatas arang. Sebenarnya ide penggabungan digoreng dan dibakar sendiri sudah diaplikasikan di banyak makanan, tetapi sepertinya untuk olahan yang satu ini memang nggak ada duanya. Penemunya layak didoakan masuk surga.

Fried chicken biasa seperti McD dan KFC yang biasanya kita makan aja udah enak. Kemudian, digabungkan dengan olahan ayam bakar yang juga sebenarnya sudah enak dari sananya. Nah, krisbar sendiri adalah gabungan dari kedua makanan yang udah enak tersebut sehingga bisa dibilang hasil yang akan didapatkan adalah enak kuadrat, enak combo, dan enak ultimate. Olahan ini pun akhirnya menempati taraf kenikmatan level dewa-dewi.

Cara membuatnya mudah karena hanya membutuhkan ayam goreng krispi kemudian dilumuri dengan bumbu bakar yang khas, terakhir tinggal membakarnya di atas arang yang membara. Saya menyarankan memilih bagian paha atas ayam saat ingin mencoba memakan atau memasak karena bagian ini masih juicy saat dimakan, tetapi kalau kalian lebih suka yang kering, pilihlah bagian dada.

Makanan ini memiliki cita rasa yang sempurna menurut saya. Ayam tersebut sudah pasti memiliki tekstur kriuk-kriuk dari tepung dan tepung tersebut pun sudah dibumbui sehingga rasanya juga gurih. Baluran bumbu bakar yang manis pedas juga meresap ke dalam daging ayam. Terakhir, aroma bakar membuat makanan ini memiliki aroma khas. Kalian juga sudah tahu aroma gosong ini cuma bisa didapatkan kalau membakar makanan menggunakan arang.

Jangan lupa menambahkan condiment lain yang nggak kalah penting yaitu nasi, sambal, dan lalapan. Nasi yang dalam kondisi panas tentunya untuk mengimbangi hangatnya krisbar. Sambal yang digunakan biasanya adalah sambal tomat yang memiliki rasa asam pedas. Terakhir, ditampol lagi dengan kesegaran lalapan yang pastinya menyempurnakan hidangan ini. Perpaduan ayam krisbar, nasi, sambal, dan lalapan adalah sebuah konstelasi sempurna. Saya rasa Cing Abdel pun saat memakannya bakal bilang “mampus”.

Saya sendiri nggak tahu apakah olahan ayam ini ada di semua daerah. Kalau di Yogyakarta sih olahan ini sudah cukup banyak tersebar. Salah satu outlet yang paling terkenal adalah Krisbar Susi. Mungkin kalau di daerah kalian belum ada yang jual, bisa juga menjadi salah satu opsi jualan yang menarik. Saya sendiri kurang merekomendasikan untuk masak sendiri di rumah, sebab bikin arang pastinya ribet apalagi kalau cuma dipakai sekali.

Kalau kalian mau mencoba membelinya, harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau. Cukup merogoh kocek kurang dari Rp20 ribu dan kalian sudah bisa merasakan sensasi makanan dengan tingkat kenikmatan setara narkoba. Daripada mati penasaran, mendingan buruan cobain. Nanti baru kalian tahu kalau apa yang saya sampaikan ini nggak lebay karena memang enak beneran.

BACA JUGA Strategi Psychological Pricing Penjual Sempol yang Tidak Kita Sadari dan tulisan Muhammad Iqbal Habiburrohim lainnya.

Baca Juga:  Kenapa Tidak Ada Orang dengan Gelar Habib di Muhammadiyah?
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.