Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Review Film ‘Bucin’ yang Nggak Tahu Bedanya Bucin dan Pekok

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
25 September 2020
A A
Review Film 'Bucin' yang Nggak Tahu Bedanya Bucin dan Pekok andovi jovial da lopez chandra liow film debut terminal mojok.co

Review Film 'Bucin' yang Nggak Tahu Bedanya Bucin dan Pekok andovi jovial da lopez chandra liow film debut terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saya sangat menyayangkan industri bioskop sunyi senyap selama pandemi ini. Ketika film Bucin (2020) dengan segala gembar-gembornya muncul ke permukaan, tebersit rasa bersyukur untuk tidak melihat film ini di bioskop. Saya bisa melihat film ini sambil duduk di kamar, malam hari atau kapan pun saya mau. Ongkos akses platform streaming ini juga bisa urunan dengan kawan. Sudah hemat waktu, tenaga, uang, dan tentunya emosi.

Saya blas nggak menyematkan hemat emosi itu kepada film ini. Film ini nggak menguras emosi dengan cara mengocok-ngocok perasaan atau memainkan plot dengan luar biasa. Blas nggak. Kalau boleh jujur, saya lebih menyukai konten “Reaksi Para Editor” atau “YouTube Got Talent” ketimbang film ini. 

Nah, saya nggak menyimpan sentimen kepada para pelakonnya, namun murni karena film ini mengandung hal yang bikin kita bergumam “apa sih…” di sana-sini.

Sebagai “hadiah” perpisahan YouTuber kondang, Skinnyindonesian24, film Bucin digadang-gadang akan sangat berkesan. Ya, berkesan, sih, tapi kesannya itu kesan buruk. 

Fans mereka telanjur menganggap film ini akan sukses besar di pasaran. Branding yang baik dan menggandeng YouTuber kondang, ekspektasi demi ekspektasi menyeruak ke permukaan.

Nggak ada yang salah dengan YouTuber merambah ke dunia film. Ewing HD dengan #MalamJumat The Movie adalah contoh lainnya. Namun, kembali lagi, subscriber di YouTube itu menyukai persona atau karya idolanya? Melalui film Bucin, setidaknya Chandra Liow sebagai sutradara mencoba mengemas film ini tanpa mengubah nama dan persona pemerannya.

Well, cara ini tergolong baik karena fans mereka, sejatinya menyukai persona. Namun, ketika disuguhi sebuah tayangan yang panjang, penuh cerita, plot dan penokohan—yang berbeda dengan konten YouTube mereka—apakah fans akan selalu suka? Saya sebagai pengikut kanal YouTube mereka, merasa akting Andovi terlalu berlebihan, Jovial terlalu kaku dan nggak mencerminkan tokoh utama yang “disayang” penontonnya, dan Chandra Liow ngapain sih ada di cerita ini? Nggak ada pun rasanya nggak masalah.

Sesungguhnya karakterisasi film ini sangat hancur. Kita dipaksa untuk meresapi bahwa mereka itu ya para YouTuber yang kita saksikan di platform berbagi video. Nggak diulik dulu siapa itu Andovi, siapa itu Jovial, dan tokoh lainnya. Hal ini membuat saya terhenti begitu saja ketika mencoba mencerna bahwa mereka bertiga ini bucin (budak cinta) ke pacarnya dan satu orang lagi nggak paham ngapain.

Baca Juga:

Review Elvis: Menyorot Sisi Kelam Sang King of Rock and Roll

Dongeng Klasik Putri Duyung: Pelajaran untuk Kaum Muda, Jangan Bucin Kalau Nggak Mau Celaka

Salah satu yang dapat diapresiasi adalah kelas antibucin yang dihadirkan. Mirip-mirip Saw, tapi ya lumayan lah sebagai “tamba lara” kekosongan plot-plot awal dan ending nge-twist yang dipaksa plot twist. 

Tapi, tetap saja pertanyaan timbul, Chandra ngapain ikut kelas anti-bucin? Kenapa nggak ambil kelas antijomblo, kelas Indonesia Tanpa Pacaran yang jualan merchandise itu, atau ambil kelas matematika aja di Kumon?

Terminologi bucin yang dihadirkan mereka juga amat rumpang. Ya, maaf, sebagai generasi melek istilah, saya bisa membedakan mana bucin dan mana pekok. Justru yang sulit dibedakan itu antara orang yang tulus dan orang yang sedang diperbudak cinta. Dalam film Bucin, harapan saya untuk mendapatkan pencerahan dari problem tersebut menguap begitu saja. Film ini intinya cuma balas dendam.

Ganti saja judulnya, “Dendam Nyi Bucin” atau “Dendam”. Iya, paham, kalau judulnya begitu, nggak ada milenial yang tertarik, tapi setidaknya judulnya bertanggung jawab terhadap apa yang disampaikan dalam film.

Kita diajak untuk menelan mentah-mentah sisi “gelap” penghianatan, kejahatan, perselingkuhan, dan pelecehan sesama jenis yang dikalahkan begitu saja dengan klaim “Itulah cinta!”  dan “Itulah komedi!”

Ealah, Cuk! Saya justru tidak melihat bahwa si tokoh utama ini adalah tokoh yang baik. Diakhiri dengan tangis antara antagonis dan protagonis, lagi-lagi kita diajak berspekulasi. Namun, caranya tidak serapi seperti apa yang dikembangkan dalam film Sabar Ini Ujian (sebab muncul di saat yang kurang lebih sama dan sama-sama drama komedi).

Melalui cara paling liar, film Bucin mengajak saya pada sebuah akhir bahagia, di mana sang pangeran dan putri menikah. Kurang satu plot saja sebenarnya, si putri meninggalkan sepatu kacanya di altar kerajaan. Kalau nggak ya sekalian saja Jovial mengendarai kuda putih, dengan rambut berkibar-kibar.

Soal komedi, Chandra Liow rasanya masih terjebak dengan lawakan di kanal YouTubenya sendiri. Entah standar lucu menurutnya itu bagaimana, namun guyonan yang dihadirkan di film Bucin, terasa hadir dari 2010 dan dipaksakan masuk ke 2020. Zaman-zaman film Raditya Dika masih berjaya di bioskop-bioskop Indonesia dengan terminologi jomblo, jones, dan sejenisnya.

Saya justru merasa nyaman menonton film pendek bergenre drama komedi, Kuyup (2020) di kanal YouTube ketimbang menonton film Bucin di platform streaming yang premium pula. Sebuah pengalaman berharga untuk mereka dan sebuah kerugian untuk waktu saya dan akses premium yang terbuang sia-sia.

BACA JUGA Tips Beli Tanaman Hias di Grup Jual Beli Facebook biar Kamu Nggak Ketipu dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 4 Maret 2022 oleh

Tags: bucinReview Film
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

spider-man: no way home

Beberapa Hal yang Membuat Spider-Man: No Way Home Terasa Cacat (Bagian 1)

20 Desember 2021
Review Zack Snyder's Justice League dan Perbedaannya dengan Versi Teatrikal mojok.co/terminal

Review Zack Snyder’s Justice League dan Perbedaannya dengan Versi Teatrikal

19 Maret 2021
witing tresno jalaran soko kulino atlet bucin pengalaman selingkuh pacaran dari sudut pandang laki-laki mojok.co

Dari Sekian Banyak Atlet Bucin, kok yang Dipermasalahin Cuma Atlet Sepak Bola ya?

16 September 2020
muatan positif film kritik film ambil hikmahnya film azab berdebat film film pendek mojok.co

Film Harus Memiliki Muatan Positif dan Negatif sebagai Alat Masturbasi Kelompok Tertentu

26 Agustus 2020
nikahnya

Pacarannya Sama Dia, Nikahnya Sama Saya. Terus Saya yang Salah?

20 September 2019
paterson

Paterson: Berpuisi dan Menjadi Biasa-biasa Saja Bukanlah Masalah

4 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri, Siasat Hidup Hemat In This Economy Mojok.co

Siasat Hidup Hemat In This Economy, Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri

21 Mei 2026
Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

19 Mei 2026
Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan Mojok.co

Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan

19 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya Mojok.co

8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya

19 Mei 2026
Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri, alias Menyulitkan Diri Sendiri!

Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri

20 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.