Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

Riko Prihandoyo oleh Riko Prihandoyo
6 Februari 2026
A A
Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai orang Purworejo, saya merasa cukup paham dengan pola hidup dan kebiasaan masyarakatnya. Dari cara orang makan, nongkrong, sampai menghitung pengeluaran harian. 

Maka, ketika muncul wacana soal restoran atau minuman yang terlalu mewah masuk ke Purworejo, rasanya ada yang kurang pas. Bukan karena saya anti dengan hal baru, tapi karena kondisi ekonomi masyarakatnya memang belum mendukung.

Orang Purworejo rasional

Realitasnya, penghasilan warga Purworejo kebanyakan masih pas-pasan. UMR yang terbilang kecil membuat orang harus sangat rasional dalam membelanjakan uang. 

Makan di luar bukan soal gaya hidup, tapi kebutuhan. Kami tidak mencari plating cantik atau menu berbahasa asing, tapi porsi yang mengenyangkan dan harga yang masuk akal.

Di Purworejo, minuman seharga Rp25 sampai Rp30 ribu itu sudah mahal. Bukan karena orangnya pelit, tapi karena dengan uang segitu, seseorang sudah bisa makan nasi lengkap. 

Maka, jangan heran kalau warung bakso, soto, pecel lele, dan angkringan selalu punya tempat. Mereka menjual kejujuran rasa dan keterjangkauan, bukan kemewahan.

Fenomena merantau

Faktor lain yang sering luput dibahas adalah banyaknya warga Purworejo yang merantau. Anak mudanya bekerja di Jogja, Semarang, Jakarta, bahkan ke luar pulau. 

Akibatnya, perputaran uang di dalam daerah jadi terbatas. Yang tinggal kebanyakan orang tua, pekerja lokal, dan keluarga yang hidup sederhana. Pasar untuk makanan dan minuman mahal otomatis jadi sempit.

Baca Juga:

Jangan Hapus Tradisi Jimpitan, Ini Satu-satunya Pajak yang Tidak Dibenci Rakyat

Tutorial Menyelamatkan Purworejo: Jiplak Saja Wisata Kebumen dan Cara Magelang Menciptakan Lapangan Kerja

Karena itu, tempat makan atau minuman yang terlalu fancy di Purworejo sering hanya ramai di awal. Orang datang karena penasaran, ingin mencoba, atau sekadar foto-foto. Setelah itu, pengunjung berkurang perlahan. Bukan karena rasanya jelek, tapi karena sulit dijadikan kebiasaan rutin.

Purworejo juga bukan kota tujuan wisata utama

Kebanyakan orang hanya lewat, mampir sebentar, makan secukupnya, lalu melanjutkan perjalanan. Maka, konsep kuliner mahal tanpa menyesuaikan karakter lokal seringnya tidak bertahan lama.

Menariknya, ini bukan berarti orang Purworejo anti nongkrong. Banyak juga yang datang ke kafe, tapi pesanannya sederhana. Teh anget, kopi tubruk, atau menu paling murah di daftar. Nongkrong lebih soal ngobrol dan suasana, bukan soal gengsi.

Selama ekonomi masyarakat belum kuat, UMR masih kecil, dan sebagian besar warganya harus mencari penghidupan di luar daerah, makanan dan minuman mewah memang belum jadi kebutuhan di Purworejo. Kesederhanaan justru jadi identitas. Dan sebagai orang Purworejo, menurut saya itu bukan kekurangan, tapi bentuk kejujuran terhadap keadaan.

Penulis: Riko Prihandoyo

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Sisi Kelam di Balik Wajah Purworejo yang Tenang dan Damai

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Februari 2026 oleh

Tags: biaya hidup di purworejokota purworejoPurworejoumr purworejowisata purworejo
Riko Prihandoyo

Riko Prihandoyo

Bekerja membantu usaha orang lain sambil menempuh pendidikan di Universitas Terbuka. Menulis ketika suasana hati memberi ruang, sembari terus belajar menyemangati diri sendiri.

ArtikelTerkait

Sudah Saatnya Purworejo Turunkan Ego dan Belajar dari Kebumen daripada Semakin Tertinggal Mojok.co magelang

Sudah Saatnya Purworejo Turunkan Ego dan Belajar dari Kebumen daripada Semakin Tertinggal

12 April 2026
Stasiun Purworejo Memang Sebaiknya Diaktifkan Kembali karena Banyak Manfaatnya

Stasiun Purworejo Memang Sebaiknya Diaktifkan Kembali karena Banyak Manfaatnya

22 April 2025
Bukit Seribu Besek, Tempat Healing Terbaik yang Dimiliki Purworejo

Bukit Seribu Besek, Tempat Healing Terbaik yang Dimiliki Purworejo

29 April 2025
Kabupaten Purworejo, Kabupaten Tak Dianggap padahal Jasanya Besar dan Surganya para Introvert

Kabupaten Purworejo, Kabupaten Tak Dianggap padahal Jasanya Besar dan Surganya para Introvert

3 Juni 2025
Mengenal Dolalak, Kesenian Khas Purworejo yang Lagi Hype di Tiktok terminal mojok

Mengenal Dolalak, Kesenian Khas Purworejo yang Lagi Hype di TikTok

29 Mei 2023
Purworejo, Tempat Tinggal Terbaik untuk Kaum Introvert

Purworejo, Tempat Tinggal Terbaik untuk Kaum Introvert

7 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan 

4 Juni 2026
Kopi Klotok Tidak Lagi Menarik, Warga Jogja Pilih Menghindar (Wikimedia Commons)

Kopi Klotok: Kuliner Wajib bagi Wisatawan, tapi Semakin Banyak Warga Lokal Jogja yang Memilih Menjauh dan Mencari Tempat Lain

6 Juni 2026
5 Rahasia yang Perlu Diketahui sebelum Membuka Warung Madura, Eksklusif dari Juragannya Langsung usaha warung

Warung Madura Terlalu Percaya Diri, padahal Warung Tetangga Bisa Menggulingkannya Kapan Saja

6 Juni 2026
Kesamaan Prinsip From Doubter to Believer Liverpool & Tekkadan (Unsplash)

Liverpool dan Tekkadan Punya Kesamaan, Sama-sama Memegang Prinsip: From Doubter to Believer

3 Juni 2026
Suzuki GSX-R150, Motor Sport untuk Kalian yang Muak dengan Honda CBR dan Yamaha R15 suzuki hayate 125 motor suzuki shogun 110 suzuki access 125 motor suzuki nex crossover suzuki nex II

Suzuki Nex II Benar-benar Nggak Tahu Diri, Harganya Lebih Mahal dari Honda BeAT, tapi Fiturnya Masih Saja Tertinggal  

6 Juni 2026
6 Siasat Bertahan Kelas Menengah Saat Ekonomi Nggak Waras seperti Sekarang Terminal

6 Siasat Bertahan Kelas Menengah Saat Ekonomi Nggak Waras seperti Sekarang

8 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.