Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Kuliner Indonesia yang Terdengar Jorok, tapi Rasanya Enak

Fajar Fery Ferdiansyah oleh Fajar Fery Ferdiansyah
26 September 2022
A A
Kuliner Indonesia yang Terdengar Jorok, tapi Rasanya Enak

Dawet ireng (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi kaum yang sensitif telinga, mungkin setiap kali mendengar kata-kata atau kalimat yang berkonotasi jorok, pasti akan langsung mengernyitkan dahi dan bahkan marah. Dan saya jadi penasaran, bagaimana reaksi mereka kalau tahu ada kuliner Indonesia yang namanya, well, jorok?

Kok bisa sih dinamain begitu? Ada yang karena dari bentuknya, singkatan, atau memang diambil dari bahasa daerah setempat yang sebetulnya punya arti wajar bagi penduduknya, tapi menjadi lain arti bagi daerah lain.

Meski begitu, rasa kuliner tersebut tetep endeus mantulita. Jangan hakimi dulu pokoknya. Nah, apa saja sih kuliner Indonesia yang namanya jorok, tapi rasanya enak? Nah, tanpa berlama-lama, ni dia daftarnya.

#1 Bubur Memek khas Aceh

Aceh dikenal sebagai provinsi yang sangat religius di Indonesia. Tapi jangan heran kalau ketika berkunjung ke sini, kita akan menemui kuliner bubur, yang dinamakan bubur memek.

Dalam bahasa Aceh, memek berasal dari kata mamemek yang artinya mengunyah beras. Tapi yang perlu ditegaskan, huruf “E” pada kata memek di sini dibaca seperti pada kata “gelang”.

Bubur memek merupakan kuliner khas Kabupaten Simeulue, Aceh yang ternyata sudah eksis sejak zaman kerajaan. Konon pada zaman dulu, nenek moyang Simeulue sering mengunyah beras ketan yang dicampur pisang, sehingga muncul istilah “mamemek”. Perlahan, makanan yang dikonsumsi nenek moyang itu disebut dengan memek.

Meski bagi kebanyakan orang kata “memek” cenderung berkonotasi negatif, tapi nama kuliner tersebut nggak boleh diganti, karena bagi masyarakat Simeulue bubur memek merupakan warisan leluhur. Bahkan pada 2019, bubur memek sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.

Bubur ini terbuat dari bahan pisang, beras ketan, santan, garam, serta gula. Cara membuatnya pisang ditumbuk kasar dan beras digongseng. Setelah itu, semua bahan tadi dicampur menjadi satu. Ditambah dengan sedikit es, bubur memek pun siap untuk disantap. Sudah kebayang rasanya ?

Baca Juga:

Lumpia Semarang: Cerita Cinta Lelaki Tionghoa dan Perempuan Jawa yang Dibungkus Kulit Tipis

4 Ciri Tahu Gimbal Semarang yang Sudah Pasti Enak dan Tidak Mengecewakan Pembeli

#2 Nasi Kentut khas Medan

Mungkin kalau mendengar nama kuliner yang satu ini, kita bisa kehilangan nafsu makan. Tapi, kenyataannya nasi kentut khas Medan ini sangat enak dan populer banget loh.

Nasi kentut diberi nama demikian karena ada bahan unik yang dipakai, yaitu daun sembukan atau oleh masyarakat setempat dikenal juga dengan daun kentut. Daun sembukan memiliki khasiat bisa melancarkan pencernaan, mengatasi perut kembung, bahkan mengobati sakit maag dan sariawan. Karena khasiatnya itu maka tumbuhan itu disebut tanaman kentut.

Nasi kentut biasanya disajikan bersama beragam lauk pauk. Nasinya dibumbui daun sembukan dan rempah lain kemudian dimasak menggunakan daun pisang. Lauk pauk yang disajikan antara lain ikan teri, kentang pedas, pepes oncom, tumis sayur hingga ayam goreng. Sebagai pelengkap bisa ditambahkan sambal terasi atau sambal ijo serta daun kentut sebagai lalapan.

Saat ke Medan, nasi kentut gampang ditemukan di berbagai tempat, seperti di daerah permukiman, kawasan kampus, sampai pusat perbelanjaan dan tempat wisata. Harganya pun ramah dikantong, sekitar Rp5.000-15.000, tergantung pilihan lauknya.

#3 Kue Kontol Sapi khas Cilegon

Kuliner Indonesia yang namanya jorok selanjutnya datang dari Cilegon. Ketika datang ke kota Cilegon di Provinsi Banten, jangan ngeres dulu bila mendengar nama kue kontol sapi, karena jajanan satu ini memang produk khas setempat. Dan jangan salah sangka juga, mengira kue ini terbuat dari kelamin sapi. Justru nggak ada bahan dari hewan sapi sama sekali di dalamnya.

Kue ini terbuat dari tepung beras ketan dan kelapa. Adonan itu lalu digoreng dan dilumuri cairan gula pasir atau gula aren hingga kemudian mengental dan kering. Rasanya manis, legit, dan enak.

Usut punya usut, ternyata pemberian nama jorok ini berasal dari bentuknya yang oval memanjang sehingga menyerupai alat kelamin sapi jantan. Walau nama itu sudah diterima masyarakat, tapi sebagian penjualnya masih suka merasa risih, sehingga ada yang mengganti sebutannya dengan kue anu sapi.

((Anu sapi))

#4 Kue tete khas Betawi

Kuliner Indonesia selanjutnya datang dari Betawi. Selain kerak telor, kue tete merupakan jajanan khas Betawi jadul yang masih eksis sampai sekarang. Sebetulnya nama resmi kue ini adalah kue ape. Tapi, karena bentuknya mirip bagian tubuh wanita yang sering dipakai untuk menyusui, orang Betawi lebih suka menyebutnya sebagai kue tete.

Jajanan kue ini banyak dijual oleh pedagang pikulan atau gerobak yang biasa ditemukan di pinggiran jalan, depan pasar, atau sekolahan. Berbahan dasar tepung terigu, beras, gula, dan perisa pandan. Lalu dimasak di atas panci kecil.

Kue tete sering juga disebut sebagai serabi Jakarta. Bentuk kue ini melebar dan di bagian tengahnya menonjol lebih tebal. Rasanya mirip seperti pancake. Pinggiran kue tete yang garing, bikin siapa pun yang memakannya bisa merasakan dua versi rasa, yakni garing dan renyah. Sedangkan ketika memakan bagian tengah yang berwarna hijau cerah, rasanya lebih lembut dan berserat dengan aroma pandan.

#5 Dawet jembut kecabut khas Purworejo

Kuliner Indonesia bernama jorok selanjutnya adalah dawet jembut kecabut. Dalam bahasa Jawa, jembut berarti rambut kemaluan, sedangkan kecabut artinya tercabut dari akarnya. Tapi, jangan langsung menganggap jorok ketika mendengar kuliner khas Purworejo yang bernama Dawet jembut kecabut. Karena ternyata, nama itu hanya sebuah singkatan.

Dinamai demikian karena lokasinya berada di sebelah timur Jembatan Butuh, Kecamatan Butuh, yang akhirnya disingkat menjadi “jembut kecabut”. Dengan namanya yang unik, nyentrik, ditambah rasanya yang nikmat, dawet hitam legendaris ini bakal menarik siapa saja yang melintas jalan Purworejo-Kebumen untuk menikmatinya.

Dawet khas Purworejo ini pertama kali dirintis oleh mbah Ahmad Dansri sekitar tahun 1950-an. Awalnya, Mbah Ahmad membuat minuman es dawet ireng atau hitam hanya untuk dikonsumsi para petani ketika musim panen. Dia berkeliling dari sawah ke sawah untuk menjajakan minuman buatannya itu.

Setelah Mbah Ahmad meninggal, minuman tersebut kemudian dilestarikan oleh anak cucunya yang ternyata penggemarnya semakin bertambah ramai dan populer.

Proses pembuatan es cendol hitam khas Purworejo ini masih dilakukan secara manual dengan tangan dan nggak menggunakan bahan pewarna buatan. Awalnya, tepung pati gelang direbus sambil diaduk hingga menjadi adonan kental dan siap dicetak menjadi dawet. Warna hitam pada dawet diambil dari pewarna alami yakni jerami padi yang dibakar lalu abunya dihaluskan dan disaring. Kemudian racikan dawet diberi santan, pemanis dari gula kelapa dan es.

Harga satu mangkok es dawet jembut kecabut hanya Rp4000. Kalau ingin semakin segar dan nikmat, kita bisa minta tambahan tape ketan, dengan menambah Rp1000. Setiap hari, ratusan porsi dawet selalu ludes diserbu pembeli, baik oleh golongan pelajar, pegawai kantoran, pejabat, hingga artis ibu kota.

#6 Ketupat jembut khas Semarang

Selain di Purworejo, kuliner yang memakai kata “jembut” juga ada di Semarang, Ibu Kota provinsi Jawa Tengah. Namun, kali ini dalam bentuk ketupat. Ketupat Jembut merupakan makanan khas di daerah Pedurungan Tengah, Kota Semarang. Makanan ini hanya muncul saat Idulfitri saja.

Jika ketupat lain rasanya hambar, ketupat jembut rasanya lebih enak dan gurih, karena saat memasak sudah dibumbui dengan isian sayuran berupa tauge dan sambal kelapa.

Kenapa kuliner Indonesia satu ini dinamakan jembut? Karena isian yang berupa tauge dan lainnya, sampai keluar dari bungkus ketupat menyerupai bulu rambut kemaluan.

Meski namanya nyentrik, tetapi makanan ini punya makna yang mendalam. Ketupat jembut adalah simbol kesederhanaan dari sebuah tradisi yang sudah dipertahankan sejak 1950-an. Tradisi membagikan ketupat jembut diselenggarakan setiap satu tahun sekali, tepatnya hanya saat syawalan. Biasanya, dibagikan setelah salat Subuh untuk dimakan bersama pengurus dan jamaah masjid. Dan ketupat jembut dianggap lebih enak dari ketupat biasa, walau tanpa dinikmati dengan opor atau makanan berkuah lainnya

#7 Wedang pejuh khas Kudus

Terakhir, kuliner Indonesia yang punya nama jorok ada di Kudus. Namanya wedang pejuh. Sebelum otak traveling ke mana-mana, kita harus paham dulu, bahwa sebenarnya minuman ini merupakan akronim dari jeruk pomelo, jahe, sereh dan susu kental manis.

Meski singkatannya kedengaran nggak enak, tapi soal rasa wedang pejuh nggak boleh dianggap remeh. Nikmatnya wedang pejuh, membuat sajian ini kerap diburu wisatawan ketika menyambangi Kota Kretek ini. Wedang pejuh khas Kudus paling cocok dihidangkan saat cuaca dingin, sensasi hangatnya langsung terasa di tenggorokan dan badan.

Itu tadi beberapa kuliner Indonesia yang memiliki nama jorok, nyentrik, tapi ternyata sangat terkenal karena rasa dan penyajiannya yang khas. Mungkin di daerah kamu juga ada?

Penulis: Fajar Fery Ferdiansyah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Kuliner Ekstrem yang Bisa Dijumpai di Surabaya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 September 2022 oleh

Tags: acehbubur memekdawet jembutketupat jembutkudusPurworejoSemarang
Fajar Fery Ferdiansyah

Fajar Fery Ferdiansyah

Seorang kurir pengantar paket wilayah Jabodetabek, yang tertarik dengan dunia membaca dan menulis.

ArtikelTerkait

5 Hal yang Bikin Saya Menderita ketika Pindah dari Jogja ke Semarang

5 Hal yang Bikin Saya Menderita ketika Pindah dari Jogja ke Semarang

6 Oktober 2023
Sulit Rasanya Membayangkan Semarang Tanpa UIN Walisongo (Unsplash)

Alasan Saya Dulu Memilih Kuliah S1 di UIN Walisongo Semarang, Kampus yang Kerap Dianggap Medioker

23 September 2025
Stasiun Kudus, Kenangan yang Tertinggal di Rel Waktu (Unsplash)

Stasiun Kudus: Kenangan yang Tertinggal di Rel Waktu

30 Juni 2025
Pejalan Kaki "Dilarang" di Kota Semarang Mojok.co

Pejalan Kaki “Dilarang” di Kota Semarang

5 Mei 2024
Kecamatan Kaliwungu, Kecamatan Paling Selatan Kabupaten Semarang yang Memiliki Potensi Luar Biasa

Kecamatan Kaliwungu, Kecamatan Paling Selatan Kabupaten Semarang yang Memiliki Potensi Luar Biasa

22 November 2024
Masjid di dekan kawasan simpang lima semarang underground city bekasi

4 Masjid Terdekat dari Simpang Lima Kota Semarang

7 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pajak Naik dan UMR Mini- Sumber Derita Warga Jawa Tengah (Unsplash)

Pajak Naik dan UMR Mini Bikin Warga Jawa Tengah Bersyukur karena Diberi Kesempatan untuk Menderita Luar Biasa

13 Februari 2026
5 Masjid Unik Jogja yang Patut Dikunjungi biar Nggak ke Masjid Jogokariyan Melulu Mojok.co

5 Masjid Unik Jogja yang Patut Dikunjungi biar Nggak ke Masjid Jogokariyan Melulu

15 Februari 2026
Resign karena Nggak Kuat Menghadapi Stasiun Manggarai Adalah Alasan yang Masuk Akal, Bukan Lemah Mojok.co

Resign karena Nggak Kuat Menghadapi Stasiun Manggarai Adalah Alasan yang Masuk Akal, Bukan Lemah 

10 Februari 2026
Nihilnya Posisi Ideal Mesin Tap JakLingko Justru Melestarikan Budaya Tolong Menolong Warga Jakarta

3 Tipe Penumpang Menyebalkan Jaklingko yang Harusnya Lebih Peka dan Introspeksi Diri

11 Februari 2026
Makanan Kendal Nggak Cocok di Lidah Semua Orang Mojok.co

Makanan Kendal Nggak Cocok di Lidah Semua Orang

9 Februari 2026
Suzuki Address: Motor Matic yang Namanya Aneh dan Asing, tapi Nyaman Dikendarai Mojok.co

Suzuki Address: Motor Matic yang Namanya Aneh dan Asing, tapi Nyaman Dikendarai

13 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • 3 Kuliner Jawa yang Penemunya Harus Diucapin “Terima Kasih”, Karena Simpel tapi Solutif
  • Gen Z Lebih Suka Beli Bunga untuk Self Reward daripada Stres Nggak Mampu Beli Rumah untuk Masa Depan
  • Pertemanan Biasa Saja dengan Anak Cina Membawa Saya ke Pecel Lele di Bawah Jembatan Janti yang Menjadi “Pelarian” bagi Orang Jawa
  • Puasa Ramadan dalam Bayang-bayang Kapitalisme Religius: Katanya Melatih Kesederhanaan, Nyatanya Sarung Saja Dibungkus Narasi Hijrah Premium
  • Tahun Kuda Api Imlek 2026: Mencari Hoki Lewat Kartu Tarot di Antara Kemegahan Prambanan dan Borobudur
  • Dihina Tetangga dan Teman karena Cuma Kerja Kasar dan Menempati “Kosan Bedeng” di Jogja, padahal Penghasilan Rp30 Juta Sebulan hingga Mampu Kuliahkan Adik

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.