Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

9 Tipe Orang yang Nggak Cocok Kuliah di Politeknik

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
3 Mei 2024
A A
9 Karakter Orang yang Nggak Cocok Kuliah di Politeknik Mojok.co

9 Karakter Orang yang Nggak Cocok Kuliah di Politeknik (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi memang gampang-gampang susah. Selain harus menentukan bidang yang ingin dipelajari atau didalami, calon mahasiswa juga harus memilih jenis perguruan tinggi yang ingin dijalani Asal tahu saja, di Indonesia ada beberapa bentuk perguruan tinggi seperti universitas, institut, sekolah tinggi, akademi, akademi komunitas, dan politeknik.

Calon mahasiswa perlu mempertimbangkan keputusannya baik-baik, mengingat keputusan yang diambil menyangkut kenyamanan proses belajar ke depan. Apabila timbul ketidakcocokan yang dirasa signifikan sejak awal perkuliahan, sangat mungkin mahasiswa yang bersangkutan tidak memetik hasil yang maksimal dari pembelajaran yang ditekuni.

Salah satu jenis perguruan tinggi yang kerap membuat calon mahasiswa penasaran adalah politeknik. Politeknik adalah perguruan tinggi yang hanya menyelenggarakan pendidikan vokasi dengan beberapa rumpun ilmu pengetahuan dan/atau teknologi. Beberapa contohnya adalah Politeknik ATK Yogyakarta (ATK), Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Jakarta.

Nah, di bawah ini saya jelaskan orang-orang yang kurang cocok untuk kuliah politeknik. 

#1 Tipe mahasiswa yang lebih menyukai teori daripada praktik

Sebagai jalur pendidikan vokasi, politeknik mengedepankan keterampilan teknis dan praktis, alias lebih banyak berkecimpung di area praktik. Secara garis besar, komponen pembelajaran dalam susunan kurikulumnya terdiri atas 60% praktik dan 40% teori. Hal ini dikarenakan kampus ingin mencetak lulusan yang siap kerja. Itu mengapa, mahasiswa yang lebih suka menyelami teori secara mendalam sebelum mengaplikasikannya bisa kurang nyaman terjun di politeknik.

#2 Politeknik lebih cocok untuk lulusan SMK

Sejatinya, politeknik terbuka baik bagi lulusan SMA maupun SMK. Akan tetapi, metode perkuliahan di politeknik jauh akan lebih sesuai bagi mereka yang sebelumnya menempuh jalur pendidikan SMK. Pasalnya, politeknik merupakan jalur pendidikan vokasi yang selaras dengan sistem belajar di SMK. Oleh sebab itu, para lulusan SMK yang melanjutkan ke politeknik akan lebih mudah beradaptasi dalam tempo relatif singkat. Sementara, mereka yang berasal dari SMA kemungkinan akan menemukan kesulitan atau membutuhkan waktu yang lebih banyak guna menyesuaikan diri.

#3 Politeknik nggak cocok untuk kalian yang nggak tahan menulis laporan

Karena proses perkuliahan didominasi dengan praktik, sudah pasti mahasiswa politeknik akan disibukkan dengan penulisan laporan. Berbeda dengan kuliah di universitas yang lebih banyak tugas presentasi berkelompok, mahasiswa politeknik harus mampu mengandalkan dirinya sendiri untuk menyelesaikan laporan tiap minggunya. Alhasil, mereka yang tidak terbiasa bekerja secara individu akan menghadapi tantangan tersendiri.

#4 Punya karakter cenderung ceroboh

Di samping itu, politeknik rasanya juga tidak cocok bagi mereka yang memiliki kecenderungan sifat ceroboh. Pasalnya, beban praktikum yang lebih besar mengharuskan mahasiswa sering bersentuhan dengan alat-alat praktik. Memang benar bahwa berbagai peralatan praktikum tersebut telah disediakan oleh kampus secara cuma-cuma. Namun, apabila merusaknya, tentu saja mahasiswa wajib menggantinya. Dengan demikian, mereka yang mempunyai sifat kurang waspada dan hati-hati sebaiknya menghindari kuliah di politeknik.

Baca Juga:

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro

#5 Mendambakan fleksibilitas jadwal kuliah

Di universitas, umumnya mahasiswa diberi kelonggaran untuk memilih mata kuliah berikut mengatur jadwal perkuliahan mereka sendiri setiap semester. Fleksibilitas ini memungkinkan mahasiswa mengambil pekerjaan sampingan maupun memperkirakan tahun kelulusan mereka sendiri. Sayangnya, keistimewaan ini tidak dapat ditemukan di politeknik. Sebab, pengambilan mata kuliah di politeknik diberlakukan melalui sistem paket. Dengan kata lain, mahasiswa tinggal mengikuti susunan jadwal dan mata kuliah yang sudah ditentukan oleh pihak kampus.

#6 Memiliki jiwa ekstrovert yang hobi bertemu orang baru

Lantaran menerapkan sistem kuliah paket, teman-teman sekelas yang ditemui tidak akan berubah seperti mahasiswa di universitas yang menata rencana studi mereka sendiri. Keuntungannya, solidaritas dalam satu kelas akan terbangun karena merasa senasib dan sepenanggungan selama setidaknya tiga tahun bebarengan. Namun, bagi individu yang senang berkenalan dan berinteraksi dengan wajah-wajah baru, kebersamaan seperti ini mungkin malah akan terasa menjemukan.

#7 Mengharapkan vibes yang berbeda dengan masa sekolah

Kehidupan perkuliahan di politeknik senyatanya tidak jauh berbeda dengan kehidupan di masa sekolah. Selain fakta penentuan mata kuliah dalam paketan dan teman sekelas yang tidak berubah, beberapa politeknik mewajibkan mahasiswanya mengenakan seragam. Tak hanya itu, tidak jarang pula mahasiswa tetap harus mengikuti upacara hari besar kenegaraan seperti saat masih di bangku sekolah. Artinya, jika menginginkan nuansa yang berbeda dengan masa sekolah, sebaiknya tidak memilih perguruan tinggi sebagai tempat berkuliah.

#8 Tidak berencana menguasai satu bidang spesifik

Menjadi seorang spesialis atau generalis adalah hak setiap individu. Bagi sebagian orang, memiliki kemampuan dalam satu bidang tertentu akan memuluskan jalan mereka dalam meraih pekerjaan impian. Jika demikian, politeknik merupakan alternatif pendidikan formal yang tepat. Akan tetapi, lain halnya dengan mereka yang tertarik mempelajari banyak bidang sekaligus. Mendalami satu bidang khusus selama menjadi mahasiswa justru akan membuat orang-orang dengan karakter tersebut demotivasi dalam belajar.

#9 Politeknik tidak cocok untuk kalian yang ingin jadi peneliti atau mau mengambil studi lanjut

Politeknik juga kurang sesuai bagi mereka yang memiliki ketertarikan pada penelitian atau merencanakan untuk menempuh studi ke jenjang yang lebih tinggi. Sebab, tujuan tersebut membutuhkan pemahaman serta pengetahuan teoritis kuat yang dapat diperoleh jika berkuliah di universitas. Sebaliknya, lulusan ini dibentuk sebagai calon tenaga kerja yang siap diserap pasar.

Tidak ada yang salah dengan memilih politeknik sebagai tujuan menggali ilmu di tingkat perguruan tinggi. Namun, dibutuhkan pemikiran serta pertimbangan yang lebih matang agar waktu dan biaya yang dikorbankan menjadi tidak sia-sia. Selain sederet pandangan yang diutarakan di atas, faktor lain yang perlu menjadi bahan perenungan adalah biaya pendidikan, lama masa studi, minat, dan rencana hidup setelah lulus.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Mahasiswa Jurusan Sosiologi Nggak Perlu Iri dengan Jurusan Filsafat yang Peluang Kerjanya Sempit

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Mei 2024 oleh

Tags: KuliahMahasiswapendidikan tinggipoliteknikuniversitas
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Menghadapi Anggapan Khalayak Acak soal Jurusan Ilmu Politik

8 Januari 2021
Nasib Jadi Mahasiswa Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Politeknik Pecahan ITS yang Nggak Populer di Kalangan Masyarakat

Nasib Jadi Mahasiswa Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Politeknik Pecahan ITS yang Nggak Populer di Kalangan Masyarakat

14 April 2024
Dosen: Saya Sopan, tapi Anda Read doang!

Dosen: Saya Sopan, tapi Anda Read doang!

27 Agustus 2023
divisi perlengkapan

Panitia Kegiatan yang Paling Capek itu Divisi Perlengkapan

19 Agustus 2019
6 Hal yang Cuma Ada di Universitas Terbuka Terminal Mojok

6 Hal yang Cuma Ada di Universitas Terbuka

10 November 2022
agen perubahan

Mahasiswa Bukan Agen Perubahan Tapi Agen Perebahan dan Perghibahan Dosen

9 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

9 April 2026
4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Wikimedia Commons)

4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Kecewa dan Nggak Nafsu Makan

11 April 2026
8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya (Wikimedia Commons)

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya

10 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.