Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Polisi Bilang Harun Masiku Tidak Ada di Tongkrongannya: Sudah Coba WA, Pak?

Aliurridha oleh Aliurridha
14 Februari 2020
A A
Polisi Bilang Harun Masiku Tidak Ada di Tongkrongannya: Sudah Coba WA, Pak?
Share on FacebookShare on Twitter

Tampaknya CNN Indonesia mulai tertular virus Mojok.co yang sedikit nakal banyak akal. CNN mulai meniru sedikit-sedikit menggunakan gaya menulis satire dalam memberitakan upaya polisi menemukan Harun Masiku, seseorang yang mungkin paling dicari seantero negeri setelah ditetapkan menjadi tersangka suap oleh KPK. Lihat saja berita CNN yang berjudul Polisi Buru Harun Masiku: Kami Cari di Tongkrongan Tidak Ada.

Membaca judulnya saja orang sudah gatel untuk berkomentar karena tidak hanya judulnya yang nggateli, isi beritanya juga nggak kalah nggateli. Disampaikan dalam berita tersebut bahwa polisi sudah memburu Harun Masiku mulai dari rumahnya hingga tempat tongkrongannya. Yaelah Pak, masak orang paling buron, bahkan paling dicari saat ini, ada gitu nongkrong di tempat dia biasa nongkrong? Memangnya Harun Masiku goblok apa?

ADVERTISEMENT

Sebagai tersangka kasus suap Pergantian Antar-waktu (PAW) Anggota DPR RI yang melibatkan mantan anggota Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan serta dugaan keterlibatan Partai Politik pemenang pemilu PDI-P. Jika kalian tidak ingat atau bahkan tidak tahu siapa Wahyu Setiawan mungkin kalian bisa menonton ILC, beliau sering muncul di sana dan kena bully oleh Rocky Gerung.

Harun Masiku adalah kunci untuk mengungkap misteri kasus suap yang mungkin akan menggoyangkan kondisi politik negeri ini. Mana mungkin dia santai nongkrong ngopi di tempat biasa dia ngopi sembari ngobrol politik tentang masa depan rakyat Indonesia yang semakin tidak menentu. Apalagi dia adalah mantan calon wakil rakyat yang rela menghabiskan dana pribadinya yang begitu besar demi membuat kebijakan yang pro rakyat, masak mau gitu ditangkap begitu saja.

Keberadaan Harun Masiku yang simpang siur ini menimbulkan banyak spekulasi. Apalagi setelah Tempo malah lebih dulu tahu keberadaan Masiku dibanding KPK dan Imigrasi. Ketika Yasonna Laoly, seorang Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengatakan “Pokoknya belum ada di Indonesia” yang menegaskan pernyataan orang Imigrasi dan KPK bahwa Harun Masiku masih berada di luar negeri. Namun Tempo yang telah melakukan investigasi membuktikan sebaliknya.

Rakyat yang semakin gelisah karena pemerintah dan aparat hukum, bahkan KPK yang dianggap lembaga yang independen pun terkesan tidak serius dalam memburu Masiku. KPK bahkan terkesan sama sekali tidak berbeda dengan instrumen negera lainnya seperti imigrasi yang bahkan kalah cepat dari jurnalis-jurnalis Tempo. Wajar saja banyak spekulasi tentang keberadaan Masiku yang menjadi bola liar.

Ada yang mengatakan Harun Masiku sudah di-Munir-kan. Ada juga yang mengatakan Harus Masiku sudah di-WijiThukul-kan. Ada juga yang merasa itu tidak layak karena Harun Masiku bukan korban, ia adalah pelaku dan juga saksi kunci yang bisa membuka kasus yang lebih besar maka yang lebih layak bahwa Harun Masiku mungkin sudah di-EddyTanzil-kan. Bagaimana menurut kalian?

Yang membuat situasi makin tak menentu adalah fakta bahwa kedua penyidik KPK, Kompol Rossa dan Kompol Indra yang hampir melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepada Harun Masiku justru dikeluarkan dari KPK. Lebih parahnya lagi ketua KPK mengatakan ini hal biasa, mereka berdua tidak dikeluarkan hanya dikembalikan saja ke institusi Polri. Betapa mulianya niat ketua KPK ini karena ingin berbagai anggota yang produktif, aktif, serta tidak bisa dibeli oleh petinggi KPK ke institusi Polri.

Baca Juga:

Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi

Ujian SIM Perlu Direvisi, Harusnya Lebih Fokus pada Etika dan Pengambilan Keputusan di Jalan

Saya jadi bingung apa maksud semua ini, apa mungkin ketua KPK bermaksud untuk mendisiplinkan kedua penyidik yang susah diatur itu. Wajar saja demikan, masak mau OTT seorang tersangka korupsi tanpa izin-izin atasan. Itu melanggar daulat dan struktur kekuasaan namanya. Makanya harus didisplinkan lagi di Polri. Apalagi kita tahu Polri adalah institusi yang paling gigih memburu Harun Masiku.

Jadi dengan belajar lagi di Polri kedua mantan anggota KPK ini bisa lebih bijak dalam bertindak dan bergabung lagi dengan institusi yang benar-benar berniat mengejar Masiku. Tidak seperti KPK yang terkesan masih setengah-setengah, Polri tampaknya jauh lebih serius.

Segala cara telah dilakukan Polisi Republik Indonesia demi memburu masiku, dari mencari di rumahnya, mencari di tempat dia biasa nongkrong, mencari di rumah sanak saudaranya. Semua demi menangkap Harun Masiku, tersangka paling dicari oleh seluruh warga Indonesia. Ngomong-ngomong Pak Polisi, sudah japri atau telfon WhatsApp-nya belum? Kali saja nomornya masih aktif.

BACA JUGA Gara-Gara ILC Saya Jadi Tahu Simpang Siur Keberadaan Harun Masiku Itu Bukan karena Kebohongan, tetapi Kesalahan atau tulisan Aliurridha lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: harun masikuImigrasikpkpolisiTempo
Aliurridha

Aliurridha

Pekerja teks komersial yang sedang berusaha menjadi buruh kebudayaan

ArtikelTerkait

Project Multatuli dan Hal-hal yang Nggak Mashook dari Twit Kepala Analis CCIC Polri terminal mojok.co

Project Multatuli dan Hal-hal yang Nggak Mashook dari Twit Kepala Analis CCIC Polri

13 Oktober 2021
bollywood polisi india mojok

Stereotip Polisi yang Sering Kita Temukan di Film Bollywood

16 Juli 2020
Jangan Ngambek Dulu, Inilah Alasan Orang Baca Chat tapi Nggak Mau Bales chat wa whatsapp oke sip jawaban hasto kristiyanto sekjen pdip harun masiku kasus saeful bahri suap pergantian antarwaktu anggota drp ri mojok

Makna Baru ‘Ok Sip’ di Chat WA Terungkap di Persidangan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

18 April 2020
Polisi Virtual, Pisau Mata Ganda bagi Pemerintah terminal mojok.co

Polisi Marah, Satpam Ramah, dan Harapan-harapan Lainnya

22 Oktober 2021
Mempertanyakan Polisi di Film India yang Hobi Telat Saat Tangkap Penjahat

Mempertanyakan Polisi di Film India yang Hobi Telat Saat Tangkap Penjahat

19 Maret 2020
Saran Warna Seragam Satpam biar Cocok dengan Jobdesknya terminal mojok.co

Saran Warna Seragam Satpam biar Cocok dengan Jobdesknya

1 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

10 Agustus 2026
Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

5 Agustus 2026
Nakes vs pasien BPJS sama-sama korban sistem kesehatan (Unsplash)

Nakes vs pasien BPJS terjadi karena sistem kesehatan yang busuk

9 Agustus 2026
Takut ke Puskesmas karena malas hadepin antrean panjang (Unsplash)

Pergi ke Puskesmas itu tidak menakutkan, yang menakutkan menghadapi antrean panjang dan tidak tahu harus bertanya kepada siapa

10 Agustus 2026
Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

7 Agustus 2026
Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

8 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.