Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Plus Minus yang Dialami Saat Kita Melamar Pekerjaan Melalui Jasa Outsourcing

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
16 Oktober 2020
A A
Akbar Faisal Profesi PNS Adalah Kebanggaan Orang Tua yang Masih Abadi terminal mojok.co

Profesi PNS Adalah Kebanggaan Orang Tua yang Masih Abadi terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saat ini, sebagian besar perusahaan di Indonesia menggunakan jasa outsourcing/penyalur tenaga kerja dalam proses perekrutan karyawannya. Usut punya usut, hal tersebut dilakukan agar perusahaan bisa fokus menjalankan bisnis utamanya dan agar bisa lebih efektif dalam melakukan seleksi karyawan.

Saat ini, bagi para pencari kerja, status outsourcing seakan menjadi momok yang mau tidak mau harus dihadapi dan cukup mengkhawatirkan.

Pertanyaan mendasar saya adalah, apakah betul status outsourcing tidak menyenangkan?

Begini. Saya pernah bekerja di suatu perusahaan dengan kontrak outsourcing selama hampir tiga tahun, sebelum akhirnya bisa menjadi seorang recruiter. Dan rasanya nggak buruk-buruk amat seperti yang didesas-desuskan banyak orang, kok. Biasa aja gitu. Nggak dianaktirikan juga. Tetap dianggap karyawan seperti pada umumnya di tempat saya bekerja. Saya pun bekerja sebagaimana mestinya.

Lagipula, melamar pekerjaan melalui jasa outsourcing itu bukan suatu aib kok, Sob. Beneran, deh. Suwer. Sebab, pada dasarnya, perusahaan outsourcing akan menampung CV kita untuk di-review terlebih dahulu, kemudian kita akan dicarikan pekerjaan berdasarkan kebutuhan klien dan kemampuan yang kita miliki.

Dalam prosesnya, ketika kita sudah menaruh CV, perusahaan outsourcing biasanya akan menghubungi kita untuk menginfokan suatu lowongan kerja di berbagai posisi, sekaligus menanyakan apakah kita berminat atau tidak mencoba di posisi tersebut. Jika berminat, nantinya akan dijadwalkan untuk mengikuti serangkaian tahap awal. Seperti proses interview dengan HRD, mengikuti serangkaian tes, dan lain sebagainya. Biasanya, kita juga akan diberi info mengenai di mana lokasi kerja yang akan kita tempati.

Soal mau atau tidak, tentu akan menjadi wewenang kita sepenuhnya. Tidak ada paksaan sama sekali. Kalaupun kurang berkenan, jelaskan alasannya secara baik-baik.

Selain itu, selama ini, disadari atau tidak, ada beberapa kekhawatiran yang dirasakan oleh seseorang saat menyandang status outsourcing di suatu perusahaan. Mari kita bahas satu per satu. Apakah kekhawatiran tersebut memang benar adanya atau justru sebaliknya.

Baca Juga:

Ormawa Sepi Peminat, Mahasiswa Gen Z Lebih Pilih Magang dan Side Job, Salah Siapa?

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

Pertama, soal jenjang karir

Nggak perlu khawatir soal jenjang karir ketika kalian berstatus karyawan outsourcing. Hampir di banyak perusahaan, saat ini jenjang karir sangat terbuka lebar bagi semua karyawan. Tidak terbatas pada suatu kontrak tertentu. Jika memang kita memiliki kemampuan yang dibutuhkan, pasti ada jalannya dan peluang terbuka lebar, kok. Jadi, nggak perlu khawatir karir kalian akan mandek. Selama mau usaha, pasti bisa.

Kedua, soal kejelasan kontrak

Soal durasi kontrak, ketika status kita outsourcing, bisa dikatakan 50:50, di antara aman dan tidak aman. Nggak nyamannya adalah saat ada klausul bahwa kontrak kerja kita akan berakhir ketika kerja sama antara pihak outsourcing dan klien juga berakhir.

Tapi, ada tapinya, nih. Selama kinerja kita memuaskan dan melebihi ekspektasi, atau kita punya kemampuan yang dibutuhkan suatu perusahaan, bukan tidak mungkin kita akan dipertahankan dan tetap bekerja di tempat tersebut.

Pesan moral pada poin ini adalah, selain rezeki memang nggak akan tertukar, kita juga harus selalu maksimal dalam bekerja dan menunjukkan performa terbaik yang kita punya.

Ketiga, potongan gaji sebagai biaya administrasi dan penahanan ijazah

Hal ini sering kali menjadi kekhawatiran utama dan momok bagi banyak pencari kerja yang melamar di perusahaan outsourcing. Saat ini, rata-rata perusahaan outsourcing sudah memberikan gaji sesuai UMR setempat dengan rincian yang jelas melalui slip gaji, kok. Jika dirasa kurang jelas dan ada potongan yang tidak diketahui, kalian berhak menanyakan asal-usulnya.

Dan soal penahanan ijazah, kalian berhak menanyakan terlebih dahulu tentang bagaimana perjanjiannya.

Jika kemungkinan terburuknya adalah ijazah kalian ditahan, pastikan bahwa surat keterangan serah terima ijazah disimpan sebaik mungkin sampai akhirnya kalian ingin mengambil kembali ijazah tersebut. Jaga-jaga jika terjadi kemungkinan terburuk atau sesuatu yang tidak menyenangkan.

Pada akhirnya, melamar pekerjaan atau bekerja dengan status outsourcing menjadi sebuah pilihan bagi para pencari kerja saat ini. Jika ingin mencoba dan memperbesar peluang untuk bekerja, tidak ada salahnya menyerahkan CV pada perusahaan outsourcing. Dengan catatan, jika memang nantinya lolos sampai dengan tanda tangan kontrak kerja, saran saya, baca dengan baik dan seksama terlebih dahulu isinya seperti apa dan bagaimana.

Kalaupun kalian kurang berkenan untuk bekerja dengan status outsourcing, ya nggak apa-apa. Namanya juga pilihan dalam hidup. Cepat atau lambat, pasti akan menemukan yang terbaik, termasuk pekerjaan yang diinginkan.

BACA JUGA Mengingat Banyak Password Adalah Bukti Kecanggihan Otak Kita dan artikel Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 Oktober 2020 oleh

Tags: HRDoutsourcingpekerjaanpelamar kerja
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

3 Alasan Pekerja Indonesia Terpaksa Punya Side Job terminal mojok.co

Pekerja Indonesia Terpaksa Harus Punya Side Job karena 3 Alasan Ini

10 Oktober 2021
kondisi dunia kerja tidak semua hrd dalam rekrutmen kerja boleh menyelenggarakan psikotes mojok.co

3 Tips Wawancara dengan HRD di Masa Pandemi

19 Agustus 2020
Percayalah, Naik Jabatan Itu Nggak Enak!

Percayalah, Naik Jabatan Itu Nggak Enak!

17 Januari 2023
Proses Layoff Memang Nggak Pernah Mudah, Termasuk bagi para HRD dan Perusahaan Terminal Mojok.co

Proses Layoff Memang Nggak Pernah Mudah, Termasuk bagi para HRD dan Perusahaan

25 Mei 2022
menyikapi dosen yang tak pernah praktik kerja berdebat dengan dosen

Dosen yang Nggak Pernah Praktik Kerja Sesuai Mata Kuliah yang Dia Ajarin, Kudu Digimanain?

3 Juli 2020
Perselingkuhan Karyawan di Kantor Itu Terlalu Nekat dan Bikin Repot HRD Terminal Mojok.co

Perselingkuhan Karyawan di Kantor Itu Terlalu Nekat dan Bikin Repot HRD

26 Maret 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lampung Bukan Tempat Merantau untuk Orang Lemah

Lampung Itu Nama Provinsi, Bukan Nama Kota. Pas SD Pernah Belajar IPS Nggak sih?

8 Juni 2026
5 Kuliner Malang yang Jarang Disantap Warga Lokal, bahkan Dihindari Mojok.co

Malang Dingin Itu Seharusnya Wajar, tapi Kini Justru Jadi Anomali

3 Juni 2026
Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

4 Juni 2026
Kesamaan Prinsip From Doubter to Believer Liverpool & Tekkadan (Unsplash)

Liverpool dan Tekkadan Punya Kesamaan, Sama-sama Memegang Prinsip: From Doubter to Believer

3 Juni 2026
Kebiasaan di Hajatan Pedesaan yang Nggak Masuk Akal kondangan jawa tengah

Orang yang Menggelar Hajatan hingga Menutupi Jalan Umum Patut Dibenci, Bikin Susah!

7 Juni 2026
Jembatan Ngancar Klaten Akhirnya Direnovasi, Hidup Warlok Tak Lagi Waswas, Bakal Lebih Waras Mojok.co

Jembatan Ngancar Klaten Akhirnya Direnovasi, Hidup Warlok Tak Lagi Waswas, Bakal Lebih Waras

3 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.