Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Pertamax di Pertashop Memang Lebih Murah, tapi Tetap Saja Orang pada Beli Pertalite, Harga Pertamax Nggak Ngotak!

Muhammad Arif Prayoga oleh Muhammad Arif Prayoga
12 Oktober 2023
A A
Pertamax di Pertashop Memang Lebih Murah, tapi Tetap Saja Orang pada Beli Pertalite, Harga Pertamax Nggak Ngotak! pertamina pertamax oplosan

Pertamax di Pertashop Memang Lebih Murah, tapi Tetap Saja Orang pada Beli Pertalite, Harga Pertamax Nggak Ngotak! (Shutterstock)

Share on FacebookShare on Twitter

Per 1 Oktober 2023, harga BBM jenis Pertamax (RON 92) resmi naik harga dari Rp 13.300 ke Rp 13.850 untuk pembelian di Pertashop dan Rp 14.000 untuk pembelian di SPBU reguler. Harga itu untuk di tempat saya, ya, kalau untuk daerah lain bisa kamu cek di website resmi MyPertamina.

Perbedaan harga antara dua penyalur ini mungkin memiliki tujuan agar pelanggan Pertamina, khususnya yang setia dengan produk BBM nonsubsidi bisa melirik Pertashop sebagai tempat singgah untuk mengisi bahan bakar kendaraannya. Siapa yang nggak melirik coba? Selisih yang hanya Rp150 itu, kalau berkali lipat, kan, ya bakal mengurangi pengeluaran sepersekian persen. Ya nggak, sih?

Memang, Pertashop merasa sedikit senang dengan adanya kompensasi ini. Bagaimana nggak senang, kalau sebelumnya berbagai macam usaha sampai merelakan diri bertandang ke Komisi VII DPR RI tak kunjung mendapatkan keringanan yang berarti, kini menjadi sedikit terealisasi. Tapi, ada beberapa hal yang masih mengganjal di hati saya, dan mungkin juga di hati para pengelola Pertashop di penjuru negeri. Apa itu?

Selisih harga dengan BBM subsidi semakin jauh

Salah satu poin dari kegiatan dengar pendapat antara pengelola Pertashop dengan Komisi VII DPR RI adalah perihal disparitas harga yang sangat jauh, sehingga menyebabkan pengguna kendaraan bermotor enggan untuk mengisi tunggangannya dengan BBM nonsubsidi. Dengan kenaikan harga ini, tentu jumlah pelanggan yang berpindah dari Pertamax ke Pertalite akan bertambah pula.

Menurut saya perpindahan tersebut wajar terjadi. Sebab, naluri bertahan hidup akan berjalan di situ. Daripada beli bensin mahal, mending beli yang murah, sisanya bisa buat makan. Masuk akal. Hal yang nggak wajar adalah program Pertashop ini. Penduduk desa yang seharusnya dapat barang murah agar terjangkau, kok malah dapat sodoran barang mahal. Ya, nggak mau!

Nggak beda harga pun, pelanggan Pertamax di SPBU reguler sudah sepi

Meskipun profesi saya adalah operator SPBU, tapi kalau urusan isi bensin, saya lebih suka membeli di tempat lain, ketimbang mengisi sendiri di tempat saya bekerja. Sambil mengisi bensin, di sana saya sambil mengamati apa yang terjadi di SPBU tempat saya mengisi bensin.

Dari beberapa SPBU yang saya amati, saya melihat bahwa pelanggan Pertamax sangat sedikit. Bahkan, bisa dihitung dengan jari. Sangat jauh berbeda dengan antrean Pertalite sangat mengular, bahkan sampai gerbang masuk ke SPBU. Dengan pengamatan tersebut saya bisa bilang bahwa, ya, Pertamax mau bagaimanapun nggak akan bisa mengalahkan Pertalite secara penjualan.

Selisih harga Rp150 memang menyenangkan, kalau produknya laku. Tapi, kalau peminat Pertamax di SPBU regulernya saja sudah nggak ada umat, yang berpindah ke Pertashop apa? Lelembut? Lagian, jumlah pelanggan yang sedikit itu nggak sebanding jumlah Pertashop yang banyak. Coba, deh, hitung. Berapa, tuh, peluang Pertashop tempat saya bekerja miliki untuk dapat pelanggan pindahan?

Baca Juga:

6 Motor yang Dikira Harus Pakai Pertamax tapi Ternyata Masih Aman dan Memang Bisa Pakai Pertalite  

Cerita Mereka yang Masih Tetap Membeli Pertamax: Jualan Pertamax Eceran Makin Nggak Laku hingga Seorang Kurir yang Terpaksa Menekan Pengeluaran

Baca halaman selanjutnya

Potensi kecurangan meningkat

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 16 Oktober 2023 oleh

Tags: bbm nonsubsidipertalitepertamaxpertashop
Muhammad Arif Prayoga

Muhammad Arif Prayoga

Sarjana Komunikasi yang Gagap Berkomunikasi. Penulis di Copa-media.com. Bisa dihubungi via Instagram @arifprayogha_ dan Twitter @CopamediaID

ArtikelTerkait

Pertashop Beneran Bangkrut Berkat Nalar Timpang Pertamina (Unsplash.com)

Pertashop Beneran Bangkrut Berkat Nalar Timpang Pertamina

25 September 2022
Harga BBM terbaru: Pertamax Rp14.400, Pertalite Rp10.000 (Pixabay.com)

Harga BBM Terbaru: Pertamax Rp14.500, Pertalite Rp10.000 Masyarakat Sudah Boleh Panik?

3 September 2022
Pertashop nggak musuhan sama Pertamini (Unsplash)

Pertashop dan Pertamini Itu Nggak Musuhan, Asal Nggak Jual Pertalite dan Ada Ketegasan dari Pertamina

23 Juli 2023
Sambatan Pelanggan Shell, SPBU Pelarian yang Ternyata Punya Masalah Juga Mojok.co

Sambatan Pelanggan Shell, SPBU Pelarian yang Ternyata Punya Masalah Juga

20 Mei 2025
Kasihan Motor Saya jika Pertalite Beneran Dihapus

Beli Pertalite Pakai Aplikasi: Kalau Bisa Dibikin Ribet, Kenapa Tidak?

25 Juni 2022
Saya Kelas Menengah, dan Saya Beneran Pengin Kaya

Saya Kelas Menengah, dan Saya Beneran Pengin Kaya

29 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebodohan pembeli soto ayam yang bikin saya muak dan jijik (Wikimedia Commons)

Akulah pelanggan soto ayam yang marah itu gara-gara konsumen nggak punya hati yang bikin muak, mual, dan jijik

26 Juli 2026
Tarif parkir SCBD Jakarta bikin syok, bisa buat dua kali makan di kampung  Mojok.co

Tarif parkir SCBD Jakarta bikin syok, bisa buat dua kali makan di Jogja

27 Juli 2026
Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

30 Juli 2026
Jaga ikhtiar Bupati Klaten beresin borok PD BKK Klaten (Pexels)

Yang paling penting adalah jagain ikhtiar Bupati Hamenang menyelesaikan luka lama yang dibikin PD BKK Klaten

29 Juli 2026
Kebumen yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Kini Diam-Diam "Naik Kelas" Jadi Makin Diperhitungkan Mojok.co

Waktunya Kebumen berhenti jual diri sebagai “kota yang murah”, harus mulai berani punya harga diri!

27 Juli 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

In this economy, cuma Point Coffee yang masih masuk akal untuk dibeli karena promonya bejibun

26 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.