Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Peraturan PPnBm: Bukti Repotnya Mengurus Negara dengan Banyak Kepentingan yang Sama-sama Penting

Abdulloh Suyuti oleh Abdulloh Suyuti
25 Februari 2021
A A
Peraturan Ppnbm adalah bukti Repotnya Mengurus Negara dengan Banyak Kepentingan yang Sama-sama Penting Terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Mulai bulan Maret nanti akan ada kebijakan baru, peraturan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBm) untuk mobil 1500 cc ke bawah kategori sedan dan 4×2 menjadi 0%. Kabarnya, segmen ini dipilih karena paling diminati kelompok masyarakat dengan pembelian paling banyak dibandingkan kelas lain. Buktinya kalian bisa dengan mudah menemukan jenis mobil seperti Daihatsu Xenia, Daihatsu Terios, Mitsubishi Xpander, Suzuki Ertiga, Toyota Avanza, Toyota Rush, dan Toyota Vios yang berkeliaran di jalan raya.

Eits, tapi jangan senang dulu. Pemerintah tentu nggak mau rugi dengan nggak menerima pajak dari sektor tersebut. Ini cuma pancingan doang supaya orang tertarik beli mobil baru. Peraturan diskon PPnBm tersebut nggak berlaku selamanya, Gaes, cuma percobaan selama tiga bulan. Tiga bulan berikutnya diskonnya dikurangi, terus begitu sampai tarif pajak kembali normal.

ADVERTISEMENT

“Diskon pajak sebesar 100% dari tarif normal akan diberikan pada tiga bulan pertama, 50% dari tarif normal pada tiga bulan berikutnya, dan 25% dari tarif normal pada tahap ketiga untuk empat bulan,” begitulah bunyi siaran pers yang dikeluarkan Kemenkeu pada 13 Februari 2021 lalu.

Semua orang tahu ini cuma iming-iming. Dan beberapa pihak sudah meramalkan kebijakan ini nggak banyak membantu penjualan mobil baru. Sebab meskipun ada diskon, mobil bukanlah kebutuhan primer. Terlebih sekarang kondisi pandemi, krisis ekonomi, orang mau beli barang mewah masih mikir-mikir.

Tapi nyatanya banyak juga lho orang yang kemakan diskon. Buktinya tiap kali ada diskon harbolnas, pembeli jauh lebih banyak dari biasanya. Tiap kali ada sale di mal, pengunjung yang datang lebih padat dari biasanya. Alasannya simpel, biar hemat!

Hemat apanya?! Tetap beli barang yang nggak butuh-butuh amat gitu kok hemat, kalau hemat tuh nggak beli. Betul nggak?

Kita lihat saja besok, apakah penjualan mobil baru jadi laris dengan adanya peraturan diskon PPnBm ini. Atau biasa saja, sebab meskipun ada diskon pajak, harganya tetap masih mahal buat ukuran rekeningku. Tapi, setidaknya kebijakan ini merupakan upaya untuk menyelamatkan lesunya industri otomotif di tengah pandemi Covid-19 ini. Ya, semoga nanti juga ada solusi untuk menyelamatkan lesunya mata pencaharian rakyat di sektor lain. Aamiin.

By the way, setelah aku pikir-pikir, kebijakan ini kok bertentangan dengan program pemerintah yang katanya mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi umum. Lah, kalau semua orang pada beli mobil pribadi kan transportasi umumnya nggak laku. Jadi tambah macet lagi jalannya. Gimana, sih?

Baca Juga:

Nusron Wahid Keliru, Tanah Milik Tuhan dan Diberikan pada Rakyat, Bukan Negara Indonesia!

Negara Ini Masih Bisa Selamat, dan Kita Semua Tahu Caranya

Menuruti kepentingan satu pihak, bisa jadi merugikan kepentingan pihak yang lain. Misalnya nih, semua orang nantinya pakai mobil pribadi, jalanan jadi macet, transportasi umum nggak laku dan berhenti beroperasi. Memang benar roda kehidupan di dunia industri otomotif tetap berputar, tapi mata pencaharian dari pelaku industri transportasi umum jadi terancam. Belum lagi jalanan yang macet memaksa adanya pelebaran jalan, tergusur lagi deh rumah-rumah dan lahan hijau yang ada.

Hmmm… memang ribet ya jadi pemangku kebijakan negara. Sebab ada banyak kepentingan yang harus diakomodasi. Di satu sisi, industri otomotif butuh promosi atau keringanan biaya pajak agar orang mau membeli mobil produk mereka. Di sisi lain, ada kepentingan untuk mengurangi kemacetan dengan cara menganjurkan pemakaian transportasi umum dan mengurangi pemakaian kendaraan pribadi.

Jangan-jangan pemerintah itu memang menganjurkan kita untuk beli mobil, tapi nggak untuk dipakai. Terus buat apa, dong? Ya, pokoknya beli saja dulu.

Itu sih mirip kayak kita disuruh mengkritik, tapi bayang-bayang UU ITE siap membungkam kita.

Hadeeeh, kena prank lagi…!

BACA JUGA Beda China dan Indonesia saat Mengambil Kebijakan dan tulisan Abdulloh Suyuti lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 25 Februari 2021 oleh

Tags: negaraperaturan pajakPPnBm
Abdulloh Suyuti

Abdulloh Suyuti

ArtikelTerkait

Tentang SP2DK, Surat Cinta dari Dirjen Pajak yang Bisa Bikin Jantung Berdebar terminal

Tentang SP2DK, Surat Cinta dari Dirjen Pajak yang Bisa Bikin Jantung Penerimanya Berdebar

3 Mei 2021
Negara Ini Masih Bisa Ditolong, kok, Tenang, Tinggal Belajar sama Prancis

Negara Ini Masih Bisa Selamat, dan Kita Semua Tahu Caranya

22 Agustus 2024
orang kaya tax amnesty salah kaprah definisi pajak penghasilan terminal mojok

Kenaikan Tarif Pajak Penghasilan bagi Orang Kaya, Solusi Jitu Menyelamatkan Keuangan Negara

20 Oktober 2021
Mitos tentang Belajar Gitar yang Sama Sekali Ra Mashok

Negara-negara Penghasil Gitar Berkualitas, Ada Indonesia, Coy

14 November 2022
PT KAI Adalah Contoh untuk Negara dan BUMN: Tidak Ada Kufur Nikmat dari Keluhan Rakyat

PT KAI Adalah Contoh untuk Negara dan BUMN: Tidak Ada Kufur Nikmat dari Keluhan Rakyat

27 Agustus 2022
Hubungan Beda Agama Rizky Febian dan Mahalini: Bagaimana Anak Muda Memandang Relasi Beda Agama?

Hubungan Beda Agama Rizky Febian dan Mahalini: Bagaimana Anak Muda Memandang Relasi Beda Agama?

11 Mei 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan Mojok.co

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan

21 Agustus 2026
Tradisi lek-lekan di hajatan perkawinan diam-diam bikin biaya bengkak  Mojok.co

Tradisi lek-lekan di hajatan pernikahan diam-diam bikin biaya bengkak 

18 Agustus 2026
Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura Mojok.co

Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura

20 Agustus 2026
Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026
Menulis sastra itu menyenangkan, tetapi menjadikannya sumber penghidupan adalah cerita yang berbeda Mojok.co

Menulis sastra itu menyenangkan, tetapi menjadikannya sumber penghidupan adalah cerita yang berbeda

18 Agustus 2026
Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama Mojok.co

Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama

22 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.