Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Pengalaman Saya Dianggap Jadul karena Ngefans Rhoma Irama

Muhammad Arsyad oleh Muhammad Arsyad
8 Maret 2020
A A
Pengalaman Saya Dianggap Jadul karena Ngefans Rhoma Irama
Share on FacebookShare on Twitter

Sejauh ini musik bergenre dangdut sedang kembali mencoba naik daun. Dangdut yang sekarang bermetafora dari semula dikenal musik kampungan mulai merambah sebagai genre yang dapat dinikmati semua kalangan. Lahirnya musisi kaliber Via Vallen, Nella Kharisma, hingga Jihan Audy telah berhasil menunjukkan kalau dangdut bisa diterima di manapun.

Belum lagi, The Godfather Of Broken Heart: Pakde Didi Kempot yang ikut mengambyarkan seluruh anak muda lewat dendang patah hatinya. Namun jauh sebelum ketenaran penyanyi-penyanyi dangdut yang saat ini naik daun, ada satu orang maestro musik yang justru sering dilupakan, lebih khusus bagi sebagian anak muda. Beliau adalah Rhoma Irama.

Memang sekarang hampir tak ada satu orang pun yang nggak mengenal sang Raja Dangdut ini. Namun, coba tengok seberapa banyak anak muda yang mau mengakui sebagai fans berat Rhoma Irama? Mungkin hanya segelintir anak muda, atau hanya mereka yang berumur dua puluh tujuh ke atas. Sementara generasi di bawahnya?

Banyak lagu-lagu Rhoma Irama dikenal oleh mereka, tetapi yang ngefans beliau bisa dihitung jari. Saya adalah salah satu penggemar Rhoma. Dan karena itu, saya justru acap kali di-bully. Maklum lingkungan anak muda di tempat saya lebih menyukai lagu pop dan indie.

Bukan berarti saya juga nggak dengerin lagu-lagu tersebut. Apalagi saya memang penikmat musik, jadi hampir semua jenis musik asalkan menurut saya enak, ya saya dengarkan. Akan tetapi, setiap kali menyetel musik, terlebih di tempat ngumpul bareng teman-teman, saya selalu mendapat respons negatif, kayak “Ih, apaan sih, ndengerinnya Rhoma Irama.”

Saya tipikal orang yang hobi menyusun playlist musik dengan genre tak beraturan. Suatu siang, saat enak-enaknya istirahat di sebuah tempat, saya memainkan lagu keras-keras. Kala itu musiknya sedang memutar lagu Fiersa Besari, kemudian beranjak ke lagunya Tulus, selanjutnya beralih lagi memutar lagunya Barasuara. Nah, saat habis, musik di komputer saya alihkan buat memutar lagunya Rhoma dengan musiknya yang dulu, bukan cover. Langsung, mimik muka teman-teman berubah drastis, tampaknya mereka nggak suka dan kelihatan sinis gitu.

Satu lagi, pernah sekali waktu saya ngobrolin selera musik bareng teman. Dia cerita banyak hal, dari mulai lagu yang disukainya sampe musisi favorit. Semuanya keren-keren, saya ikut mengiyakan kalau musisi macam Ariana Grande, Bruno Mars, Agnezmo, sampe Iwan Fals memiliki kualitas bagus. Saya sering mendengarkan lagu yang mereka bawakan.

Namun ketika saya menyebut kalau Rhoma Irama juga menjadi penyanyi favorit, wajah teman saya langsung kecut gitu. Dia nggak nyangka, kok bisa-bisanya anak muda seperti saya ngefans sama Rhoma? Anehnya lagi, hampir semua teman saya suka musik dangdut, tapi nggak suka sama sekali dengan musiknya Rhoma.

Baca Juga:

Keributan Saat Menonton Barongan di Kendal, Bonus yang Tidak Pernah Saya Pesan dan Inginkan

2 Alasan Bioskop Belum Layak Didirikan di Demak

Tanpa sedikit pun niat menggeneralisir bahwa penggemar musik dangdut harus ngefans juga sama Rhoma Irama, tapi stigma yang nggak bagus itulah selalu hampir saya terima. Dan barangkali itu juga menimpa orang lain seumuran saya yang ngefans sama musiknya Rhoma. Padahal beliau ini kan penyanyi top yang berhasil merevolusi musik dangdut.

Puluhan tahun sebelum Nella Kharisma membuat joget tanah air, Rhoma telah berhasil membuat kolaborasi dari Hindustan, Arab, dan Melayu menjadi satu. Akhirnya lahirlah dangdut yang sampai sekarang terkenal asli Indonesia. Saya nggak akan membandingkan dua penyanyi tersebut.

Yang ingin saya sesalkan adalah stigma buruk pada anak muda yang ngefans sama Rhoma Irama dan musiknya. Bahkan sering kali penggemar beliau dianggap selera musiknya rendah. Harus diakui polaritas selera musik masih terjadi di tanah air. Buntutnya musik Rhoma yang terlanjur identik dengan musiknya orang-orang tua seakan tidak boleh didengarkan anak muda.

Anak muda seperti saya tak masalah mau ndengerin musik dangdut. Asalkan jangan lagu yang dinyanyikan Rhoma Irama. Ibarat kata lebih baik musik dangdut koplo daripada musik dangdut Rhoma Irama. Padahal alunan musik Rhoma Irama dan koplo sangat-sangat jauh berbeda. Kalau didengarkan dengan telinga “waras” pasti bisa bedain mana yang enak mana yang tidak.

Saya sering dikatain begini: anak muda kok dengerin musiknya orang-orang tua. Seakan-akan musik Rhoma Irama cuma diperuntukkan orang yang sudah berumur atau setidaknya menginjak kepala tiga. Sedangkan, jika dicermati sejatinya lagu-lagu ciptaan Rhoma Irama banyak sekali yang relevan dengan kehidupan anak muda era milenial.

Mulai dari lagu Bimbang, Kerinduan, Menunggu, Darah Muda, Kawula Muda, sampe Nafsu Serakah. Coba dari lagu yang saya sebutkan itu mana yang nggak relatable sama kondisi sekarang? Nggak perlu berkilah, akui saja kalau sekarang banyak anak muda yang galau. Jauh sebelum muncul musisi indie, Rhoma sudah nyiptain lagu Bimbang.

Nggak cukup sampai di situ. Anak muda yang kebetulan ngefans sama Rhoma Irama riskan dianggap kuno, jadul, dan tertinggal. Jika dia adalah seorang cowok, cewek-cewek bisa enggan mendekat. Sementara jika dia fans cewek, hmm, tahu sendiri lah.

Label kuno nan jadul bagi penggemar Rhoma agaknya sudah sangat melekat pada diri penggemarnya, tak pantang usia. Mau bilang sekeras mungkin bahwa selera musik itu nggak perlu diperdebatkan, nyatanya kiwari fans Rhoma Irama sudah merasakan bagaimana dianggap terbelakang. Tunggu sebentar, jadi inget ketika Rhoma Irama tampil di Indonesian Idol.

Lewat media sosial Instagram Official dari Indonesian Idol saya mengamati banyak yang tidak suka kehadiran Rhoma Irama. Sebagian ada yang berkomentar sinis dan menganggap acara musik sekelas Indonesia Idol jadi turun kasta akibat kehadiran si Raja Dangdut.

Duh. Coba deh, lain kali baca dulu sejarah musik Indonesia. Lihatlah video-video di YouTube bagaimana musisi fenomenal pun menggemari Rhoma Irama. Musisi cum eks aktivis 212, Ahmad Dhani pun mengoleksi album-album Rhoma Irama.

Saya nggak ada maksud mengajak buat sama-sama ngefans Rhoma Irama. Tidak sama sekali. Yang saya ingin tarik benang merah adalah kita nggak bisa menganggap rendahan selera musik orang, apa pun itu. Musik nggak punya kelamin, nggak punya umur, bisa dinikmati siapa saja.

Musik yang diciptakan jauh sebelum era indie, memang tergolong musik klasik dan jadul, bukan berarti karena itu pula kita menganggap kalau fans musik tersebut adalah kaum terbelakang. Atau selera musiknya nggak berkelas sama sekali. Ini nggak hanya berlaku bagi fans Rhoma Irama, melainkan juga seluruh fans musisi jadul.

Sampai ada lagi yang menganggap sebelah mata penggemar musik kuno, hmmm. Terlalu~

BACA JUGA Lagu Dangdut: Satu Lagu Sejuta Penyanyi atau tulisan Muhammad Arsyad lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Maret 2020 oleh

Tags: DangdutIndieMusikrhoma irama
Muhammad Arsyad

Muhammad Arsyad

Warga pesisir Kota Pekalongan, penggemar Manchester United meski jarang menonton pertandingan. Gemar membaca buku, dan bisa disapa di Instagram @moeharsyadd.

ArtikelTerkait

yerin baek korea selatan idol k-pop danilla champagne supernova cover mojok

Para Idol K-Pop Bisa Meneladani Yerin Baek, Si Danilla Versi Korea

30 April 2020
5 Starter Pack Anak Muda Jompo Saat Festival Musik Mojok.co

5 Starter Pack Remaja Jompo Saat Nonton Festival Musik

26 September 2024
5 Lagu Sunda yang Maknanya Nggak Kalah sama 'Cidro' dan 'Sewu Kutho' terminal mojok.co didi kempot campursari sunda keroncong sunda

5 Lagu Sunda yang Maknanya Nggak Kalah sama ‘Cidro’ dan ‘Sewu Kutho’

26 November 2020
'Bintang di Surga' Milik Peterpan Adalah Album Indonesia Paling Fenomenal dan Sulit Dilupakan terminal mojok.co

‘Bintang di Surga’ Milik Peterpan Adalah Album Indonesia Paling Fenomenal dan Sulit Dilupakan

22 Desember 2020
Konser Putih Abu-Abu Pemkot Tegal Itu Aneh: Konser Dangdut, Temanya Anak SMA, untuk Memperingati HUT RI, Maksudnya Gimana?

Konser Putih Abu-Abu Pemkot Tegal Itu Aneh: Konser Dangdut, Temanya Anak SMA, untuk Memperingati HUT RI, Maksudnya Gimana?

14 Agustus 2023
Lagu pop Indonesia makin nggak asyik. (Unsplash.com)

Menye semua! Ketika Lagu Pop Terbaru Indonesia Makin Nggak Asyik

5 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

Honda Stylo Adalah Motor Paling Tidak Jelas: Mahal, tapi Value Nanggung. Motor Sok Retro, tapi Juga Modern, Maksudnya Gimana?

15 Maret 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

18 Maret 2026
Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya Mojok.co

Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya

20 Maret 2026
Kebumen Aneh, Maksa Merantau tapi Bikin Pengin Pulang (Wikimedia Commons)

Kebumen Itu Memang Aneh: Suka Memaksa Anak Muda untuk Segera Merantau, sekaligus Mengajak Kami untuk Segera Pulang

21 Maret 2026
Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

16 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.