Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

K-Pop Menampar Saya dengan Lagu-lagu Ballad BtoB

Putri Permatasari oleh Putri Permatasari
28 Juli 2020
A A
menyukai k-pop karena menyimak btob missing you mojok.co

menyukai k-pop karena menyimak btob missing you mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saya belum lama menjadi penggemar musik K-pop. Belum tiga tahun. Walaupun sebenarnya pengaruh musik K-pop sudah hadir di hidup saya sejak grup Boyfriend baru debut sampai kini member Super Junior sudah kelar wajib militer semua.

Waktu saya SMK, lagu-lagu macam “The Boys” milik Girls’ Generation hingga “Blue” milik Big Bang kerap wara-wiri di siaran radio sekolah karena sering di-request sama teman-teman saking booming-nya, sampai-sampai saya bisa hafal melodinya dari awal hingga lagu selesai. Namun, karena saya dulunya adalah golongan penggemar musik Barat garis keras, ya mau dikasih denger lagu “Replay” punyanya SHINee yang paling enak didengerin pas lagi ngerjain tugas seabrek karena lirik berbahasa Korea susah dihafal jadi nggak bakal ganggu konsenterasi, tetap ramashook.

Masih jelas di ingatan saya, pada masa-masa itu sering kali dua teman cewek yang duduk di bangku depan nyeritain apa itu “sasaeng” meski saya nggak nanya. Kadang mereka pamer koleksi merchandise yang saya sendiri nggak ngerti fungsinya buat apa. Saat itu, dibanding barbarbilang ke mereka bahwa saya nggak tertarik sama sekali dengan K-pop, saya jauh lebih memilih berdebat sama temen lain soal julukan JB itu paten punya Justin Bieber atau Jonas Brothers.

Dan godaan para Kpopers dalam bentuk apa pun tak pernah berhasil meluluhkan saya untuk tetap mengagungkan lagu-lagu berbahasa Inggris. Untungnya, saya nggak pernah jadi antis karena masih doyan dengerin lagu-lagu soundtrack drakor Endless Love dan Full House yang tayangnya jauh sebelum Han So-hee dimaki-maki segelintir orang Indonesia saking bagusnya akting jadi pelakor. Cuma ya itu, tiap kali ada yang nawarin lagu-lagu K-pop yang katanya bagus, saya siap menolak dengan bilang, “Bukan selera saya.”

Kemudian yang terjadi setelah sekian tahun saya cuma jadi pendengar lewatnya musik-musik asal negeri ginseng, pada akhirnya karma menampar saya dengan keras. Bukan lewat lagu-lagu bernuansa penuh semangat yang bisa bikin badan auto nge-dance walaupun cuma bisa angkat bahu kanan-kiri bergantian, saya justru kecantol lagu-lagu balada dari grup BtoB.

Padahal, sebelumnya hati saya nggak pernah tergerak untuk buka barang satu dua detik video-video musik K-pop yang direkomendasikan YouTube. Lah nggak tahunya ujug-ujug terhipnotis sama satu video musik yang thumbnail-nya menampilkan muka visual cakep yang belakangan namanya jadi viral karena disebut-sebut melulu dalam spanduk gimmick buat promosi salah satu produk minuman teh Indonesia.

Ceritanya begini. Pada suatu hari di pertengahan Oktober 2017, saya mengalami sebuah ketidakberuntungan yang lebih bikin kzl dibanding pertanyaan kapan nikah. Saya tidak lulus seleksi CPNS di Kemenkeu pada tahap akhir, Mojokers yang budiman! Nyeseknya lagi, saya nggak lolos karena nggak bisa terbang ke Jakarta lantaran sejak H-1 sampai H+1 jadwal tes, Bandara Supadio Pontianak kebanjiran dan jadwal penerbangan jadi kacau. Untuk lebih lengkapnya soal cerita yang dramatis selevel sinetron Indonesia ini, lain waktu bakal saya ceritain kalo Mojok acc, sih.

Saya pun mengalami yang namanya semi-depresi. Merasa stres tapi menolak dikatai frustrasi. Selama tiga hari saya mengurung diri di kamar dan ogah-ogahan makan. Kerjaan saya cuma rebahan sambil mainin hape dan foya-foya kuota yang satu hari dapat jatah 1 GB dari operator yang kalo mati lampu, mati juga sinyalnya kesayangan. Niat hati pengin denger lagu-lagu sedih biar air mata saya habis sekalian supaya bisa senyum lagi, tapi faktanya sekian puluh lagu-lagu melow One Direction saya skip teros karena kebanyakan temanya yang soal patah hati nggak matching sama situasi saya yang lagi patah semangat.

Baca Juga:

Aksi Liar Sok Rock n Roll dan Destruktif di Panggung Musik yang Kerap Merugikan Tidak Bisa Dibenarkan!

5 Starter Pack Remaja Jompo Saat Nonton Festival Musik

Saya coba dengerin lagu-lagu dari penyanyi, grup, dan band favorit saya yang lain, seperti Ariana Grande, Taylor Swift, Westlife, Boyzone, Coldplay sampai The Sript, tapi pikiran dan hati saya belum seger-seger juga. Padahal katanya, dengerin sad song bisa bikin perasaan lebih nyaman, tapi kok tidak terjadi dalam kasus saya?

Alhasil, saya buka aja YouTube supaya bisa menyingkirkan kegalauan. Dan entah dari mana datangnya, lagu “Missing You” milik BtoB yang udah jelas-jelas ada tulisan judul berbahasa Koreanya juga bisa masuk dalam daftar rekomendasi di antara thumbnail video-video Ricis sampai Nella Kharisma di beranda saya. Aneh, saya nggak pikir panjang untuk klik videonya tanpa alasan. Kayak ada magnet-magnetnya. Awalnya, saya kaget sendiri pas dengerin dentingan piano di intro lagu. Bukan karena pianonya dimainin ala-ala backsound adegan Tom and Jerry lagi berantem, tapi karena saya bisa langsung merinding padahal belum tahu ke mana arah genre musik apalagi makna lirik lagunya.

Nggak tahunya, saya terpana begitu saja melewati empat menit dan lima puluh lima detik itu. Bukan karena tampilan anggota BtoB yang gantengnya udah kayak minta dipacarin (pertama kali nonton ini, saya bahkan nggak sadar sama sekali ada aktor muda yang bikin saya kena second lead syndrome setelah nonton drakor School 2015), tapi karena musiknya masuk banget di telinga saya. Cucok. Lagu itu lagu ballad pula, beda dari sebagian besar jenis lagu-lagu K-pop yang pernah saya dengar sebelumnya.

Sejak hari itu, tanpa meninggalkan musik Barat yang sudah banyak berkontribusi dalam perkembangan mental saya, perlahan tapi pasti saya pun terus tertarik mencari-cari lagu-lagu K-pop lainnya yang enak menurut kuping serta nyaman untuk diresapi hati dan pikiran saya. Saya memang dulunya suka mikir kalo lagu-lagu K-pop itu berisik dan nggak jelas, tapi semakin ke sini malah semakin malu sendiri menyadari bahwa ternyata lagu-lagu Kpop nggak melulu bergenre “mencak-mencak”. Malah ternyata, BTS dan EXO yang biasa mengusung lagu-lagu yang enerjik pun punya lagu-lagu ringan yang sesuai selera saya. Belum lagi baru-baru ini, Day6 kerap comeback dengan lagu-lagu ala anak senja versi orang Korea dan BLACKPINK rajin rilis versi akustik dari lagu-lagu mereka yang aslinya bikin jantung olahraga.

Sekarang, K-pop semakin mendunia. Merajalela di mana-mana. Dan sekarang saya nggak cuma doyan dengerin lagu-lagunya BtoB, tapi juga mulai memasukkan lagu-lagu K-pop lainnya ke playlist. Mulai dari band indie seambyar Standing Egg sampai grup ciwi-ciwi yang bakat nyanyinya bukan kaleng-kaleng seperti Apink.

Saya nggak setuju kalau ada yang bilang “Semua akan Kpop pada waktunya”. Selera musik tiap-tiap orang jelas berbeda. Tapi eh tapi… saya nggak jamin juga kalo kalian udah dengerin lagu BtoB sekali saja bakal sanggup untuk bilang “Bukan selera saya”.

BACA JUGA Cerita Seorang Fanboy Kpop Melawan Stigma 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Juli 2020 oleh

Tags: btobK-PopMusik
Putri Permatasari

Putri Permatasari

Introver. Sedikit manis, banyak menulis.

ArtikelTerkait

Haramkah Memutar Musik di Perpustakaan?

Haramkah Memutar Musik di Perpustakaan?

7 Juli 2023
Asyiknya Jadi Kolektor Kaset Pita, Bisa Nostalgia Sekaligus Dapat Cuan yang Lumayan Mojok.co

Asyiknya Jadi Kolektor Kaset Pita, Bisa Nostalgia Sekaligus Dapat Cuan yang Lumayan

27 Oktober 2023
kpopers

Surat Cinta untuk Kpopers Generasi Baru

16 Juni 2019
Jika BTS Tampil di Grammy Awards 2021, Mereka Perlu Belajar dari Via Vallen terminal mojok.co

Jika BTS Tampil di Grammy Awards 2021, Mereka Perlu Belajar dari Via Vallen

7 Oktober 2020
royalti lagu moshpit rock pop punk mojok

Moshpit Selalu Dirindukan Meski Membuat Lebam

7 Desember 2020
tarling

Tarling Cirebonan dan Konsep Marketing Mix yang Terkandung Di Dalamnya

19 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026
Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja (Unsplash)

Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja

27 April 2026
Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

25 April 2026
Kebumen Itu Cantiknya Keterlaluan, tapi Nggak Bisa Jual Diri (Unsplash)

Kebumen, Kabupaten yang Cantiknya Keterlaluan tapi Nggak Bisa Menjual Dirinya Sendiri

27 April 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co pasar rebo

Derita Orang Pasar Rebo, Jauh dari Jakarta Bagian Mana pun, Malah Lebih Dekat ke Depok!

22 April 2026
4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

Curahan Mahasiswa Baru Samarinda: Harus Mencicil Motor karena Tak Ada Kendaraan Umum di Samarinda, padahal Bukan Orang Berduit

22 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Merenungi Tragedi KRL Cikarang usai Peristiwa Daycare Jogja, Potret Nyata Perempuan yang Tetap Berjuang di Tengah Stigma
  • YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”: Definisi Rindu Itu Bersifat Universal
  • Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita
  • Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara
  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.