Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Perhatian Member JKT48 Itu Semu, Fans yang Telanjur Baper Mbok Sadar

Budi oleh Budi
1 Oktober 2020
A A
Tenang, Setiap Masalah Member dan Staf JKT48 Pasti Ada Jalan Keluarnya terminal mojok.co

Tenang, Setiap Masalah Member dan Staf JKT48 Pasti Ada Jalan Keluarnya terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Terbilang awet, JKT48 masih bertahan hingga sekarang. Melewati masa girlband atau idol group lokal yang dulu sempat menjamur namun sekarang kukut. Rahasia kenapa JKT48 masih eksis mungkin karena mereka terus melakukan regenerasi hingga kini. Setidaknya, terhitung sudah ada generasi ke 10 sejak pertama dikenalkan pada 2011 silam.

Satu hal yang salut untuk diberikan applause adalah fans JKT48 yang terkenal loyal dan memang garis keras, semacam saya ini. Saya dan teman sejawat lainnya yang merupakan fans JKT48 kadang nggak segan-segan mengeluarkan budget yang lumayan hanya untuk sekadar bersalaman dan berfoto dengan para member JKT48. 

Nggak sedikit yang lebih memilih bisa salaman sama member dibandingkan untuk urusan mengisi perut saat uang cekak banget. Budget yang sudah disiapkan nggak tahu kenapa habis seketika, apalagi saat saya kelewat baper.

Layaknya perokok aktif, para penggemar idol group ini sama loyalnya. Jika perokok aktif lebih memilih membeli rokok dibanding satu bungkus nasi Padang sama telur, maka fans garis lempeng JKT48 lebih memilih ketemu sang idola daripada mengisi perut saat ada event.

JKT48 menjadi idola yang dapat ditemui setiap hari di kala fans rindu. Ada juga beberapa event yang bisa membuat fans, termasuk saya bisa ketemu para member, yakni di theater. Selain itu ada event musiman semacam handshake festival, konser ulang tahun dan lainnya.

Untuk bisa berfoto dengan member JKT48, biasanya ada biaya administratif yang harus dibayar, nggak gratis, Sis. Paling tidak, satu kali jepret uang Rp100 ribuan bakal keluar dari saku hanya demi impian bersanding dengan member unyu-unyu.

Di kalangan fans, nggak jarang yang memutuskan berfoto lebih dari sekali untuk melampiaskan kesenangannya. Seperti yang saya lakukan sewaktu JKT48 datang ke Solo tempo hari di salah satu mal. Sebagai “fans far”, fans yang nggak bisa tiap hari ketemu member, saya sangat antusias untuk bisa sekadar mengumbar senyum kepada member JKT48. Melakukan 2shoot untuk memenuhi dinding kamar pun sering saya lakukan.

Belum lagi untuk event handshake, yang mana baik fans, member JKT48 bukan saja bisa bertatapan langsung melainkan juga bisa salaman, saling memandang, lalu bilang sayang saling ngobrol ngalor-ngidul. Kadang karena saking terpesonanya dengan member JKT48 yang cantiknya bak bidadari itu, mulut pun enggan bersuara. Nggak bisa mengucap satu kata pun dan tiba-tiba waktu yang dijatah habis begitu saja. FYI aja nih, lha wong satu tiket cuma dikasih waktu 10 detik.

Baca Juga:

Aksi Liar Sok Rock n Roll dan Destruktif di Panggung Musik yang Kerap Merugikan Tidak Bisa Dibenarkan!

5 Starter Pack Remaja Jompo Saat Nonton Festival Musik

Waktu yang diberikan sangat cekak bahkan jika dibandingkan dengan Instastory masih kalah panjang durasinya. Satu tiket handshake biasanya diberikan sebagai bonus yang didapat dari pembelian single baru seharga Rp40 ribu, ada juga DVD yang harganya Rp80 ribu sih.

Selain itu, sebagai daya tarik dan alasan kenapa JKT48 masih saja eksis sampai sekarang ini yakni cara mereka menganggap fans. Member diharuskan untuk ramah dan terlihat care kepada semua penggemar. Didukung dengan paras cantik dan imut yang dimiliki mereka, siapa juga yang nggak terpana. Tak jarang hal ini membuat saya dan beberapa fans lainnya terbawa perasaan memiliki. Akhirnya kami pun kelewat baper.

Bahkan ada yang menganggap member juga membalas rasa yang nggak pernah diungkapkan itu. Padahal kan itu hanya keramahan semata. Kacau deh.

Setiap hari, melalui media sosial, para member memberi perhatian kepada fans. Mulai dari menyapa dan memberi semangat. Perhatian itu nggak harus dimaksudkan sebagai perhatian secara personal. Lha wong member JKT48 memberi perhatian pada semua penggemarnya kok.

Jika kita berpikir secara jernih, perhatian yang diberikan semua member JKT48 sebenarnya hanya keramahan biasa, keramahan pamrih, keramahan dan perhatian yang diberikan sebagai wujud profesionalitas kerja mereka. Bahkan mereka nggak bakal menanggung urusan baper para penggemarnya.

Ya, mereka hanya berusaha profesional dengan pekerjaannya. Dan dari pemahaman ini, saya jadi berpikir. Sangat tak wajar harus menghabiskan banyak uang hanya untuk kesenangan semu seperti itu, perhatian yang bisa dibilang template, dan paras mereka sebagai daya tarik adalah sesuatu yang semu.

Namun itulah hidup, kadang perasaan sulit dibendung. Pengorbanan menghabiskan uang sekadar untuk bertemu dan berfoto rasanya murah karena semua demi kesenangan.

BACA JUGA Merawat Motor Matic Itu Ribet, 5 Faktor Inilah Penyebabnya dan tulisan Budi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 30 September 2020 oleh

Tags: fanboyMusik
Budi

Budi

Seorang montir tinggal di Kudus yang juga menekuni dunia kepenulisan sejak 2019, khususnya esai dan fiksi. Paling suka nulis soal otomotif.

ArtikelTerkait

persahabatan mojok.co

10 Lagu tentang Persahabatan, Cocok Diputar Bersama Sahabat Terbaikmu

23 Maret 2022
musik hajatan menggelegar mojok

Alasan Baik di Balik Kerasnya Volume Musik Hajatan

26 Agustus 2021
royalti lagu moshpit rock pop punk mojok

Moshpit Selalu Dirindukan Meski Membuat Lebam

7 Desember 2020
5 Lagu Sunda yang Maknanya Nggak Kalah sama 'Cidro' dan 'Sewu Kutho' terminal mojok.co didi kempot campursari sunda keroncong sunda

5 Lagu Sunda yang Maknanya Nggak Kalah sama ‘Cidro’ dan ‘Sewu Kutho’

26 November 2020
Asyiknya Jadi Kolektor Kaset Pita, Bisa Nostalgia Sekaligus Dapat Cuan yang Lumayan Mojok.co

Asyiknya Jadi Kolektor Kaset Pita, Bisa Nostalgia Sekaligus Dapat Cuan yang Lumayan

27 Oktober 2023
Dear Penjual di Warung Kopi, Tolong Volume Musiknya Jangan Terlalu Berisik Terminal Mojok

Dear Penjual di Warung Kopi, Tolong Volume Musiknya Jangan Terlalu Keras

28 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026
4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu Mojok.co

4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu

12 Mei 2026
Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026
Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung” yang Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman Mojok.co

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

12 Mei 2026
Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.