Merawat Motor Matic Itu Ribet, 5 Faktor Inilah Penyebabnya

Artikel

Avatar

Motor matic tuh nggak enak-enak amat, larinya nggak kencang dan boros pula. Merawat motor matic juga harus telaten. Meski perlu diakui, orang lebih suka punya motor matic karena praktis dan emak-emakable.

Tinggal gas dan duduk manis, tanpa perlu repot mengatur feeling kapan harus memindah gigi dan menarik kopling seperti motor sport atau bebek. Motor matic juga punya ruang yang cukup lega di area footstep dan bagasinya.

Namun, nggak ada yang sempurna di dunia ini. Di balik praktisnya motor matic, ia memiliki beberapa kekurangan. Merawat motor matic nggak sepraktis fungsinya. Berikut adalah kekurangan dari versi pengamatan saya sebagai penikmat motor tua.

#1 Jarang yang menyadari rem motor matic lebih rawan blong saat menurun

Pengguna motor matic wajib tahu rem motor mereka lebih mudah blong di jalanan yang menurun. Kasus seperti ini sering ditemui kalau motor sering digunakan di jalan pegunungan yang naik turun. Semacam jalan dari Wonosari ke Gunung Kidul yang nggak jarang bikin merinding. Siapa pun yang lewat sini perlu melakukan pengereman cukup intens. 

Terlalu sering menggunakan rem menyebabkan pemuaian disc yang bisa membuat rem jadi blong. Sebab, saat menurun, motor matic hanya bisa mengandalkan rem yang ada. Engine brake pun nggak bisa membantu mengurangi kecepatan motor. 

Berbeda dengan motor bebek dan motor sport yang akan terbantu oleh engine brake dengan menurunkan gigi. Selain menurunkan kecepatan, hal ini juga bikin rem nggak cepat blog. 

Biasanya kalau jalanan terlampau ekstrem, banyak pengguna motor matic yang menyiapkan sebotol air. Air bakal digunakan untuk menyiram ketika rem motor matic terasa blong demi menurunkan suhu disc yang awalnya panas dan memuai.

#2 Sering jajan dan minta ganti ban

Coba deh sedikit perhatikan motor matic sama motor bebek kamu. Jika dibandingkan, ban motor matic cenderung lebih cepat habis walaupun jarak tempuhnya sama. Ban sepeda motor matic biasanya punya diameter velg berukuran lebih kecil dengan lingkar 14 inci, 13 inci seperti pada NMax, serta 10 inci seperti Vespa matic.

Penggunaan velg yang lebih kecil sangat berpengaruh pada putaran roda. Ban motor yang mungil lebih banyak berputar dari ban dengan diameter lebih besar. 

Sama aja kayak lomba lari. Orang yang punya kaki jenjang lebih hemat langkah menuju garis finish dibandingkan mereka yang berkaki pendek. Motor juga begitu. Ban di motor matic berputar lebih banyak tanpa kita disadari sehingga cepat “habis”.

#3 Repotnya ketika aki tekor

Adanya aki di motor matic sangat penting karena aki merupakan penyokong agar electric starter yang sering dipencet itu bisa kerja dengan semestinya. Saat aki tekor, siap-siap dibuat kerepotan saat menggunakan kick starter alias engkolan.

Engkolan memang bisa jadi penyelamat. Namun, engkolan motor matic nggak segampang motor bebek. Perlu menaikkan standar tengah dulu baru berusaha menggocek engkolan sampai motor menyala. Ribet dan kadang suka dilihatin orang-orang.

Yang bikin ribet lagi, kick starter motor matic ada di sebelah kiri, bukan di kanan kayak motor pendahulunya. Bagi yang pernah mengengkol motor matic pasti tahu gimana rasanya. Merawat motor matic juga hanya bisa dilakukan oleh mereka yang sabar.

#4 Konsumsi bahan bakar lebih boros

Meskipun motor matic sudah berteknologi injeksi yang terkenal iritnya, tetap saja lebih boros ketimbang motor bebek. Soalnya motor matic mempunyai putaran mesin lebih tinggi walaupun soal kecepatan nggak beda jauh. Fakta ini membuktikan bahwa selain sabar, merawat motor matic juga perlu berdompet tebal.

#5 Servisnya mahal

Biaya perawatan dan servis motor matic cenderung lebih mahal. Kepraktisan dalam penggunaan berkorelasi dengan biaya perawatan yang gak bisa dianggap murah. Harga spare parts-nya juga nggak kalah mahal. Misalkan saja oli, di motor biasa hanya ada oli mesin. Sedangkan di motor matic ada oli mesin dan oli gardan. Belum lagi di area penyalur tenaga mesin, yakni area CVT dengan parts bejibun. Motor bebek atau batangan hanya membutuhkan rantai saja. Itu pun cukup mudah dalam hal perawatan tinggal dikasih oli bekas chain lube sudah beres.

Merawat motor matic memang gampang-gampang susah. Di balik kenyamanan dan kepraktisan, ada harga yang perlu dibayar. Jika sudah memutuskan beli motor matic, ya jangan males sama tetek bengeknya, dong.

BACA JUGA Pemilik Plat Nomor Cantik Adalah Tipe Manusia Unggul dan tulisan Terminal Mojok lainnya.

Baca Juga:  Berjuang Bersama Untuk Bisa Turun di Stasiun Bekasi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
10


Komentar

Comments are closed.