Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Pengalaman Pertama Merantau Kerja di Jakarta: Empat Hari Bolak-balik Tangsel-Jaktim Sudah Trauma

Abd. Muhaimin oleh Abd. Muhaimin
14 Juni 2026
A A
Pengalaman Pertama Merantau Kerja di Jakarta: Empat Hari Bolak-balik Tangsel-Jaktim Sudah Trauma Mojok.co

Pengalaman Pertama Merantau Kerja di Jakarta: Empat Hari Bolak-balik Tangsel-Jaktim Sudah Trauma (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Berangkat subuh pulang Isya

Setelah setengah jam perjalanan, akhirnya sampai juga di kontrakan teman. Teman kecil saya di kampung. Sudah lima tahun dia di Jakarta dan sudah bekerja. Pertanyaan pertamanya, “Bagaimana Jakarta?” Saya langsung menjawab, “Kerasss, Bos!” Kami pun tertawa bersama.

Teman saya ini ngontrak di daerah sekitar UIN, sedang tempat kerja saya di daerah Ciracas. Katanya jarak antara keduanya cukup jauh. Saya coba cek di map sekitar 1 jam. “Yâ, péndhanan. Enga’ dhâri roma ka kotta (Ya, lumayan. Seperti dari rumah ke kabupaten kota),” ujar saya dalam bahasa Madura.

Tiga hari setelahnya, saya pun mulai masuk kerja. Saya pun naik transum dari Ciputat ke Jakarta Timur dengan rute yang sudah diajari teman. Bodohnya saya, membandingkan jarak di Madura dengan Jakarta itu sangat tidak imbang. Satu jam di Madura, dengan jalan yang cenderung sepi, dan satu jam di Jakarta, dengan jalan yang cenderung ramai, nggak sama blas.

Satu jam di Jakarta itu ternyata bisa dua jam, bahkan lebih. Akhirnya, hari pertama kerja, saya terlambat satu jam. Sejak hari itu, saya mulai stres dan kena mental. Terbiasa dengan ritme santai dan jalan bebas macet, membuat saya lupa bahwa ini bukan Madura, apalagi Jogja.

Jiwa kemalasan dan keleletan saya harus dipaksa berpacu dengan waktu di hari kedua. Habis salat subuh saya harus mulai siap-siap. Sebelum jam enam harus sudah berangkat. Begitupun saat pulang, saya harus tabah sampai di kontrakan habis salat isya’, dan harus segera istirahat untuk berangkat lagi besok pagi.

Di hari ketiga, saya sudah merasa capek. Rasanya, mental saya tidak cukup kuat untuk bertahan dalam ritme begitu. Dan, di hari keempat, saya harus memaksa teman saya untuk mencarikan kost dekat tempat kerja.

Baca juga Anak Muda Muak Hidup di Wonogiri, Cari Kerja Susah apalagi yang Memberi Upah Layak.

Baca Juga:

Warteg Comfort Food Perantau Kabupaten di Jakarta, Rasa Familier dan Harga Terjangkau

Jogja Kota Pelajar Bukan Cuma Soal UGM, tapi Soal Standar Pendidikan dari SD yang Sudah Kompetitif

Konten-konten Jakarta keras itu nyata

Pengalaman bolak-balik Ciputat-Jaktim itu membuat saya sadar dan merasakan sendiri bagaimana kerasnya hidup di Jakarta. Ya, meskipun saya harus menyerah lebih awal. Tapi, setidaknya, rasa empati ke orang-orang yang sudah bertahun-tahun pergi pulang dari tempat kerjanya yang jauh semakin meresap ke ulu hati.

Dulu saya cuma bisa melihat kerasnya Jakarta dari konten-konten di medsos. Melihat orang-orang yang berebut saling sikut naik transum atau orang-orang pencari kerja yang antre berdesakan, sedih rasanya. Ya, cuma sedih dan haru.

Akan tetapi, setelah merasakan dan mengalaminya sendiri, bukan cuma sedih dan haru, air mata saya ikut jatuh. Betapa capeknya jadi mereka, atau kita. Apalagi ditambah dengan kerja-kerja pemerintah yang tak becus. Sakit rasanya.

Penulis: Abd. Muhaimin
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 6 Siasat Bertahan Kelas Menengah Saat Ekonomi Nggak Waras seperti Sekarang.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 15 Juni 2026 oleh

Tags: JakartaJogjakerjakerja di jakartakerja jakartamerantau
Abd. Muhaimin

Abd. Muhaimin

Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir. Bekerja di Penerbit Erlangga. Asli Sumenep, pemerhati isu sosial dan mahasiswa.

ArtikelTerkait

Akui Saja, Batu Lebih Menarik Menjadi Destinasi Study Tour Ketimbang Jogja dan Bali Mojok.co

Sebagai Warga Lokal, Saya Setuju Study Tour ke Batu Malang Lebih Menyenangkan karena Study Tour ke Jogja dan Bali Sangat Membosankan

8 Mei 2025
Jogja Istimewa, Gunungkidul Merana

Jogja Istimewa, Gunungkidul Merana

20 Juli 2022
UNU Yogyakarta Adalah Anomali, Kampus Swasta dengan Fasilitas Lengkap kok UKT-nya Masih Terjangkau Mojok.co

UNU Yogyakarta Adalah Anomali, Kampus Swasta di Jogja dengan Fasilitas Lengkap kok UKT-nya Masih Terjangkau

30 Juli 2025
Kasta Tempat Melamun Terbaik di Tengah Hiruk Pikuk Jakarta Pusat Mojok.co

Kasta Tempat Melamun Terbaik di Tengah Hiruk-Pikuk Jakarta Pusat

17 Maret 2025
Penamaan Kampung di Jogja yang Terinspirasi dari Prajurit Keraton terminal mojok.co

Nggak Usahlah Ndakik-Ndakik Bicarain Romantisasi Jogja

30 November 2019
Gudeg Adalah Makanan Khas Jogja Paling Mengecewakan (Unsplash)

Gudeg Adalah Makanan Khas Jogja Paling Mengecewakan, Mending Makan Mangut Lele atau Bakmi Jawa kalau Pertama Kali Kulineran di Jogja

9 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Punya Usaha Rumahan di Apartemen Kelas Menengah (Unsplash)

Pengalaman Pahit Buka Usaha Rumahan Kios Makanan di Apartemen Kelas Menengah Jaktim, Mulai dari Rekan Bisnis Berkonflik sampai Menu Jualan Selalu Ditiru Pesaing

18 Juni 2026
Kenangan Main Bola di Lapangan Grass Block Sisi Timur Alun-Alun Kota Batu yang Kini Sudah Tiada Mojok.co

Kangen Main Bola di Lapangan Grass Block Sisi Timur Alun-Alun Kota Batu yang Kini Sudah Lenyap

15 Juni 2026
All New Honda Vario 125 eSP 2018: Motor Matik Kencang, Nyaman, dan Paling Enak Dipakai Harian motor honda blade 110 honda vario 160 supra x 125 vario street suzuki burgman

Vario Street Harus Diakui Lebih Jelek ketimbang Suzuki Burgman, Jika Bisa Beli Salah Satunya, Mending Beli Suzuki Burgman Saja  

14 Juni 2026
Kota Minyak, Julukan yang Kini Jadi Derita Warga Balikpapan (Unsplash)

Kota Minyak, Julukan yang Tidak Bisa Lagi Dibanggakan Warga Balikpapan

14 Juni 2026
Krisis Identitas Kawasaki Brusky 125: Mencoba Terjun di Pasar Matic, tapi Blunder. Jiplaknya Kebangetan!

Krisis Identitas Kawasaki Brusky 125: Mencoba Terjun di Pasar Matic, tapi Blunder. Jiplaknya Kebangetan!

13 Juni 2026
Warteg Comfort Food Perantau Kabupaten di Jakarta, Rasa Familier dan Harga Terjangkau Mojok.co

Warteg Comfort Food Perantau Kabupaten di Jakarta, Rasa Familier dan Harga Terjangkau

17 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.