Jalanan Brown Canyon Semarang rusak parah
Area seputar Brown Canyon Semarang memang sempat mengalami kemajuan. Jalan yang dulunya terjal bak permukaan bulan, digarap jadi mulus. Sedihnya, kebahagiaan tersebut tidak berlangsung lama lantaran sering dan banyaknya truk tronton bermuatan penuh melintas bebas.
Itu mengapa, nggak berlebihan kalau penduduk sekitar berargumen bahwa aktivitas penggalian di kawasan ini memang direstui meski banyak warga merugi. Malah, mungkin saja mereka yang setuju penambangan ini, bakal bersembunyi di balik kedok bahwa tebing-tebing sisa kerukan jadi punya nilai jual.
Sebuah alibi yang sangat rapi untuk menutupi fakta bahwa jalanan di depan rumah warga justru makin hancur lebur.
Baca juga 4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup.
Risiko keamanan dan keselamatan 24 jam penuh
Karena Brown Canyon bukan tempat wisata resmi yang punya jam operasional, area ini ibarat ruang publik tanpa pintu masuk. Siapa saja bebas melenggang kapan pun tanpa perlu repot bayar tiket atau melapor ke petugas keamanan. Di sini sebuah harga ketenangan, keamanan, dan keselamatan jadi komoditas mewah.
Tanpa adanya tiket masuk, pengunjung yang datang pun lolos tanpa filter. Dari yang niatnya cuma mau foto-foto cantik sampai rombongan yang hobi offroad pakai mobil dan motor modifikasi. Suara raungan bahkan bisa saja terdengar di jam-jam saat orang normal seharusnya sedang beristirahat.
Buat warga sekitar, setiap hari adalah ujian menjaga kewarasan dari keberadaan sirkuit dadakan bagi para petualang yang datang tanpa diundang.
Keindahan buatan Brown Canyon yang kerap digaungkan hanyalah satu sisi mata koin. Sisi lainnya adalah kenyataan yang bisa bikin penghuni di sana menggila.
Brown Canyon mungkin surga buat para pemburu konten. Namun, bagi warga sekitar, berdiam di kawasan ini lebih mirip tinggal di medan perang ketimbang pemukiman.
Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA 5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.













