Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
12 Mei 2026
A A
4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup Mojok.co

4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bertandang ke Semarang tanpa menyesap semangkuk soto berkuah bening itu ibarat melakukan dosa besar bagi kaum pelancong. Ada rasa sesal yang sulit dimaafkan. Biasanya, radar pencarian wisatawan akan langsung terkunci pada deretan nama besar yang sudah kadung melegenda. Misalnya saja, Soto Pak No, Pak Man, dan Pak Wito.

Memang tidak ada yang salah dengan trio penguasa soto tersebut. Tapi, membatasi petualangan kuliner hanya pada kriteria popularitas adalah kerugian yang seharusnya bisa dihindari. Sebab, Kota Lumpia masih menyimpan deretan warung soto lain yang kuahnya tak kalah magis dan wajib dijajal sebelum pulang.

Baca juga 5 Soto di Jogja yang Enak dan Cocok bagi Lidah Orang Malang.

#1 Soto Bangkong, kuliner legendaris yang namanya pelan-pelan mulai terkikis

Menyebut soto di Semarang tanpa menyertakan embel-embel Bangkong rasanya seperti melupakan sejarah. Dulu, kedai soto yang bertempat di perempatan kawasan Bangkong ini tak pernah sepi. Namun, sekarang namanya mungkin sayup-sayup saja terdengar lantaran kalah dengan soto lain yang menang viral.

Wajar, seiring menjamurnya kompetitor baru yang lebih agresif, pesona Soto Bangkong di mata wisatawan muda perlahan mulai terasa seperti tempat nostalgia bagi generasi tua saja. Pun, beberapa orang bilang bahwa harganya dianggap kelewat level sultan untuk semangkok soto. Padahal, meski terlihat kuno, konsistensi rasa kaldunya tetap sulit dikalahkan oleh pemain baru mana pun di Semarang.

#2 Kalemnya kuah Soto Ayam Pak Darno pas buat sarapan

Soto Pak Darno adalah jawaban bagi siapa saja yang mendambakan kuah bening dengan profil rasa yang tak terlalu medok. Tempatnya bersih dan pelayanannya tergolong cekatan. Sangat pas untuk pengunjung yang sedang diburu waktu.

Meski beberapa orang menganggap rasanya cenderung hambar, justru di situlah letak keistimewaannya. Rasa yang tidak terlalu menyengat ini memberikan kebebasan bagi pembeli untuk meracik kuah sesuai selera. Selain itu, karakternya yang kalem sangat cocok dijadikan menu sarapan agar lidah tidak kaget, bahkan aman untuk menyuapi batita yang sedang belajar makan.

Satu hal yang wajib diingat kalau bersantap di sini, jangan sampai melewatkan tempe tipis nan garing yang tersedia di meja. Sebab, lauk itulah yang menjadi penyeimbang sekaligus pendamping paling sah bagi semangkuk Soto Pak Darno.

Baca Juga:

7 macam soto paling nyeleneh yang nggak ada salahnya dicicipi sekali seumur hidup

5 rekomendasi kuliner Jogja enak dan murah bukti kalau kota ini nggak mahal kalau soal makan

Baca juga Memandang Keanekaragaman Indonesia dari Semangkuk Soto.

#3 Soto Bokoran yang konsisten ogah buka cabang

Bagi yang mencari soto dengan vibes jadul yang kental, Bokoran adalah kiblatnya. Keistimewaannya bukan cuma di kuah kaldu ayam kampung yang segar, tapi juga prinsip pemiliknya yang enggan membuka cabang di mana pun. Keteguhan ini membuat keaslian rasanya terjaga sempurna serta memberikan kesan eksklusif bagi siapa saja yang rela antre di kedainya yang sederhana.

Sisi minusnya, pengunjung mesti untuk berdesakan karena ruangannya yang terbatas dan selalu penuh sesak. Pelancong sering kali harus sabar menunggu kursi kosong, terutama saat akhir pekan karena berebut tempat dengan warga lokal. Selain itu, menu pendampingnya sering kali sudah ludes sebelum jam makan siang berakhir. Intinya, seni berburu yang mumpuni akan diuji di kedai soto ini.

#4 Soto Ayam Bang Ari, punya ciri khas dimasak pakai kayu bakar

Soto Bang Ari menawarkan sensasi rasa yang berbeda berkat proses memasak yang masih setia menggunakan kayu bakar. Aroma smoky tipis yang meresap ke dalam kuah, memberikan kedalaman rasa yang unik. Kuahnya cenderung lebih kuning ketimbang soto bening asli Semarang lainnya, sangat pas dinikmati saat udara Semarang sedang sedikit mendung.

Akan tetapi, lokasi kedainya yang berada di pinggir jalan raya membuat suasananya terkadang terasa cukup bising oleh lalu lalang kendaraan. Bagi sebagian orang, penggunaan kayu bakar juga membuat suhu di dalam kedai terasa lebih gerah dibanding warung soto modern. Tapi bagi penjelajah rasa sejati, sedikit keringat tentu bukan masalah besar demi semangkuk soto beraroma asap ini.

Menyambangi deretan warung soto di atas setidaknya menjadi bukti bahwa Semarang  masih menyimpan kekayaan rasa yang jauh lebih luas ketimbang sekadar nama-nama besar yang langganan masuk FYP. Mungkin agak asing di kuping dan repot mencari lokasinya, tapi rasa semangkuk sotonya dijamin tidak mengecewakan. 

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Soto Jogja, Culture Shock yang Hingga Kini Sulit Saya Terima.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Mei 2026 oleh

Tags: kuliner semarangSemarangsotosoto khas semarangsoto semarangwisatawan
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

ArtikelTerkait

Pengalaman Meresahkan Nonton di Bioskop Cinepolis Java Supermall Semarang

Pengalaman Meresahkan Nonton di Bioskop Cinepolis Java Supermall Semarang

3 Juli 2024
Jalan Sompok, Jalan yang Bikin Warga Semarang Tetap Sehat karena Banyak Dokter Praktik di Sini

Jalan Sompok, Jalan yang Bikin Warga Semarang Tetap Sehat karena Banyak Dokter Praktik di Sini

21 Oktober 2025
Warga Lokal Bersyukur Salatiga Nggak Punya Stasiun, Biarlah Kota Ini Dinikmati oleh Orang-orang yang Mau Effort Mojok.co

Warga Lokal Bersyukur Salatiga Nggak Punya Stasiun, Biarlah Kota Ini Dinikmati oleh Orang-orang yang Mau Effort

6 Mei 2026
Feeder BRT Semarang, Murahnya Bikin Ikhlas, Kurangnya Bikin Tertawa

Feeder BRT Semarang, Murahnya Bikin Ikhlas, Kurangnya Bikin Tertawa

17 September 2025
6 Tanda Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan Mojok.co

6 Ciri Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan

22 April 2026
5 Hal Menyebalkan di Purwokerto yang Bikin Wisatawan Mikir Dua Kali sebelum Berkunjung Mojok.co

5 Hal Menyebalkan di Purwokerto yang Bikin Wisatawan Mikir Dua Kali sebelum Berkunjung

25 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sakit gigi penyakit yang terdengar remeh, tapi aslinya sangat menyiksa Mojok.co

Sakit gigi penyakit yang terdengar remeh, tapi aslinya sangat menyiksa

9 Juli 2026
Orang Madura Serasa “Tamu” di Universitas Trunojoyo Madura, Mahasiswa hingga Dosen Isinya Pendatang Mojok.co

Nasib Alumni Universitas Trunojoyo Madura: Balik ke Rumah Menanggung Ekspektasi Orang Sekampung, Merantau Malah Jadi Insecure

7 Juli 2026
Potensi Pantai Cibugel Indramayu jadi sia-sia karena nggak diurus secara serius Mojok.co

Potensi Pantai Cibugel Indramayu jadi sia-sia karena nggak diurus secara serius

11 Juli 2026
Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co Surabaya

Malang Memang Sekarang Panas, tapi Tetap Lebih Nyaman daripada Merantau di Surabaya 

8 Juli 2026
Pengalaman Menjadi Penulis Novel Online Lebih dari 3 Tahun: Kalah sama Cerita Panas, Karier Jalan di Tempat

Pengalaman Menjadi Penulis Novel Online Lebih dari 3 Tahun: Kalah sama Cerita Panas, Karier Jalan di Tempat

9 Juli 2026
Ketika arah mata angin jadi masalah buat orang Jogja di Jakarta (Unsplash)

Sulitnya menjelaskan arah mata angin di Jakarta dari perspektif orang Jogja

11 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.