Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Penampilan Luar Seseorang Seringkali Tak Berarti Apa-Apa

Erwin Setia oleh Erwin Setia
15 Juni 2019
A A
penampilan

penampilan

Share on FacebookShare on Twitter

Apa hubungannya kecingkrangan celana dan kelebatan jenggot seorang lelaki dengan sikap radikal? Apa hubungannya panjang jilbab seorang perempuan dengan tingkat kesalehan? Apa hubungannya rambut gondrong dengan mental pemberontak? Sama sekali tidak ada!

Orang bercelana cingkrang dan berjenggot hanyalah orang bercelana cingkrang dan berjenggot. Begitu juga orang berjilbab panjang dan berambut gondrong. Itu hanya perkara identitas lahiriah mereka saja. Tidak ada kaitannya secara langsung dengan ideologi ataupun sikap mereka.

Memang betul suatu pemikiran tertentu bisa berdampak pada perubahan penampilan seseorang. Tapi, itu bukan suatu hal yang mutlak. Sebutlah ada seorang anggota ISIS yang bercelana ngatung dan berjenggot panjang. Apakah lantas semua orang bercelana ngatung dan berjenggot panjang adalah anggota ISIS? Ya jelas tidak.

Terkadang perkara penampilan tak lebih dari sekadar “penampilan”. Maksud saya, seseorang memutuskan memanjangkan rambut hingga sebahu, mengenakan gamis bercorak bendera Palestina, atau memakai celana jin bolong-bolong; semua itu kerap kali tak menggambarkan bahwa mereka pasti berhaluan pada pemikiran A atau B.

Bisa jadi, hal-hal itu hanya sesederhana: Emang gue mau berpenampilan begini. Apa masalahnya sama lo?

Untuk itu, stereotip-stereotip semacam “orang berjenggot pasti teroris” atau “orang gondrong pasti ‘anarkis’” mesti dibuang jauh-jauh. Sejak kapan dua ciri identitas begitu menjadi ukuran pasti kepribadian dan sikap seseorang? Omong-omong, dua ciri di atas—berjenggot dan gondrong—itu dimiliki Nabi Muhammad, lho! Bahkan Yesus juga begitu.

Lantas, apakah Nabi Muhammad dan Yesus berarti seorang teroris dan pelaku ‘anarkis’? Haduh, siap-siap digeruduk massa kalau kamu berpendapat begitu.

Penampilan fisik terkadang hanya soal fesyen. Ada orang yang lebih suka mengenakan kaos oblong, kemeja, atau pun outfit berharga selangit. Ada orang yang lebih suka mengenakan lipstik tipis saja, celana legging, atau pun blazer. Persoalannya sesederhana itu.

Baca Juga:

Penampilan Serba Nanggung Khas Mahasiswa S-3 yang Saya Jumpai di Kampus

Iklan Indomilk Gemas 2022: Iklan Cerdas yang Tampar Masyarakat Indonesia

Jadi, tak usahlah berpikir macam-macam hanya karena melihat seseorang berpenampilan tertentu. Orang-orang baik—tak peduli serombeng atau sebagus apa pun pakaiannya, terbuka atau tertutup pakaiannya, berpakaian ala ustaz atau preman—tetaplah orang baik. Begitu pula orang jahat tetaplah orang jahat. Penampilan hanya satu sisi dari kompleksitas diri seseorang. Tidak serta merta menjadi indikasi pasti apakah seorang itu ‘baik atau buruk’; ‘saleh atau biadab’; ‘lurus atau menyimpang’.

Lagi pula, bukankah sering kita dapati berita seorang lelaki berpenampilan preman tapi rupanya punya bacaan alquran yang bagus; sebagaimana sering pula kita dapati pelaku korupsi adalah orang-orang berpeci dan berlagak agamis. Hal-hal semacam itu hanya kian menegaskan bahwa ‘penampilan’ dan ‘hakikat diri seseorang’ terkadang tidak selalu berkaitan.

Hal-hal semacam buku apa yang seseorang baca, siapa teman yang ia punya, di lingkungan mana ia tinggal, sering kali lebih akurat untuk menilai sifat dan pemikiran seseorang—itu pun kalau hal semacam ini penting untuk dilakukan.

Saya pernah menjumpai banyak orang dengan penampilan beragam. Saya pernah menemui seorang yang berpakaian ‘agamis’ yang sangat santun dan baik sebagaimana saya pernah pula menemui orang sejenis itu yang menjengkelkan dan bikin muak. Saya pernah menemui seorang bercadar-jilbab besar yang baik sebagaimana saya pernah mendapati orang sejenis itu yang doyan menjelek-jelekkan orang dan bersikap kurang senonoh.

Biasa-biasa sajalah kalau melihat seseorang dengan penampilan tertentu. Dunia ini luas dengan beragam budaya dan sejarah panjang yang ada di baliknya. Ada miliaran kepala dan jutaan hektar tanah dengan isi dan penghuni masing-masing di bumi ini.

Kalau ada seseorang yang kita lihat berbeda, ya biasa saja. Bukan berarti seseorang menjadi keliru hanya karena tak berpenampilan sama dengan kita. Boleh jadi, sebetulnya tidak ada yang salah. Mereka benar dan kita benar. Kadang yang salah hanyalah persepsi kita. Kadang yang salah hanyalah kurangnya pergaulan dan bacaan kita.

Jadi, ketimbang memikirkan dan memvonis macam-macam orang dengan penampilan tertentu, lebih baik perluas pergaulan dan perbanyak baca sajalah. Biar tau bahwa dunia tak sesempit lingkar kepala. Bahwa dunia ini bukan hanya dihuni oleh kita atau kelompok kita.

Jadi, sudah berapa banyak orang yang kita kenal dan buku yang kita baca?

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2022 oleh

Tags: Kritik SosialPenampilanRadikal
Erwin Setia

Erwin Setia

Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

ArtikelTerkait

museum

Museum yang Sepi Pengunjung dan Terlupakan

12 Agustus 2019
jamet madura alay kritik sosial mojok

Mengupas Video Jamet yang Sarat akan Kritik Budaya

29 Oktober 2020
LGBT

Memiliki Teman yang Mengaku LGBT, Menerima Keberadaan Mereka Sebagaimana Manusia Biasa

27 Juli 2019
kamar mandi

Wahai Umat Manusia, Perhatikan Kamar Mandi Milikmu!

16 Juli 2019
terburu-buru

Kalau Terburu-buru, Kenapa Nggak Berangkat Kemarin Saja?

22 Oktober 2019
kecanduan game

Orang-Orang yang “Mati” Karena Kecanduan Game

25 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
Jatiwaringin Bekasi, Daerah Seribu Galian yang Nggak Tahu Kapan Kelarnya. Warga di Sini Punya Kesabaran Tingkat Tinggi bekasi jogja

Setahun Hidup di Jogja Bikin Saya Rindu Jalan Berlubang di Bekasi

6 Februari 2026
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.