Pemberi Warna Baru di Sinetron Preman Pensiun 4

Artikel

Heri Hermawan

Preman Pensiun adalah sinetron komedi penuh inspirasi yang mengangkat cerita seputar kehidupan preman di Kota Bandung, disutradarai oleh Aris Nugraha. Ia ditayangkan RCTI dan diproduksi oleh MNC Pictures. Tayang perdana pada bulan Ramadan 2015 dan pada Ramadan 2020 kemarin memasuki musim ke-4. Sinetron ini banyak mengorbitkan karakter yang memorable di hati masyarakat Indonesia wabil khusus masyarakat Kota Bandung. Dua contoh karakter berkesan di Preman Pensiun adalah Kang Komar sang penguasa pasar yang diperankan oleh Mat Drajat, dan Ubed demisioner copet yang diperankan oleh Ucup Palentin.

Ada masa di mana khasanah perbatu akikan ramai kembali di Bandung gara-gara karakter Kang Komar yang ikonik memakai batu akik. Ada juga masa di mana semua roda cilok di Bandung yang awalnya bertuliskan “Cilok Persib” berubah jadi “Cilok Ubed”. Sebesar itu pengaruh Preman Pensiun di Bandung.

Pada musim ke-4 ini banyak pemain datang dan pergi. Kang Komar diceritakan pulang ke Depok bersama istri dan anaknya. Dikdik diceritakan meninggal di rumah sakit setelah ditusuk Gobang di Preman Pensiun The Movie. Jhonny dan Amin bursa transfer ke sinetron Tukang Ojek Pengkolan. Serta Imas yang diperankan Soraya Rasyid sukses jadi host acara Uang Kaget di GTV. Darr! Kaget nggak, tuh?

Preman Pensiun 4 mengisahkan tentang usaha kicimpring Kang Mus yang penjualannya mulai menurun tapi mulai menemui harapan ketika Ujang bertemu dengan Serena. Lantas mereka memutuskan untuk bekerja sama dan me-rebranding kicimpring Kang Mus menjadi “Kicimpring Family”. Saep yang masih berkecimpung di khasanah percopetan, mendirikan Akademi of Bandung copet yang mahasiswanya datang dan pergi silih berganti. Perebutan kekuasaan terminal menjadi konflik utama dalam Preman Pensiun musim ke-4 ini

Proses syuting terhambat oleh imbas dari program Pembatasan Sosial Berskala Besar. Awalnya direncanakan selesai sekitar 40-an episode, tapi harus terhenti pada episode 23 yang diawet-awet menjadi 30 episode untuk menemani bulan Ramadan #DiRumahAja. Meski ceritanya masih menggantung, sampai episode terakhir berikut wajah-wajah baru yang memberi warna di Preman Pensiun 4:

Darsa (Josalim)

Darsa alias David alias Darwin seorang penipu ulung yang berhasil menipu Kang Murad dan Silvia. Kalimat memorable dari karakter ini, “Ada yang mau pinjam uang. Jaminannya surat-surat tanah,” penipuannya terhenti setelah dijebak Silvia dan diamankan oleh Willy Saparakanca.

Baca Juga:  Rekomendasi Bacaan Ramadan yang Ditulis dengan Ringan dan Enak Dibaca

Silvia (Angelica Simperler)

Dulu ia sempat hits di sinetron Angel Diarys. Dalam Preman Pensiun 4, Silvia dikisahkan sebagai rentenir cantik yang sering meminjamkan uang dengan bunga 10%, tetangga Willy ketika masih susah, dan jatuh cinta pada usaha kicimpring lantas memutuskan untuk menjadi investor Kicimpring Family.

Serena (Kiki Kinanti)

Serena adalah seorang selebram teman dekat Silvia yang memiliki minat usaha online di bidang makanan ringan khas Jawa Barat. Ketika sedang survey kicimpring di pasar, Serena bertemu dengan Ujang. Setelah beberapa kali pertemuan akhirnya Serena dan Ujang sepakat untuk bekerja sama me-rebranding Kicimpring Kang Mus menjadi Kicimpring Familly. Terlihat dari sorot mata dan tingkah lakunya Serena jatuh cinta kepada Ujang yang sudah punya istri dan anak.

Gugum (Achmad Safaat)

Sosoknya mengingatkan saya pada almarhum Gugum Gumbira, salah satu mahasiswa Akademi of Bandung copet yang sering berganti partner dari mulai Mira, Renata, sampai Nina. Sudah lama ingin berhenti nyopet tapi tidak punya backingan dan fotonya terlanjur disimpan Bos Saep. Sempat tertangkap dan dihajar Taslim tapi berhasil lolos karena acting ditelpon ibu.

Madona (Clara Kharisma)

Istri dari Ubed tukang cilok, dia merupakan penyanyi orkes terkenal se-Kota Bandung dan sekitarnya. “Jaga goyangan kamu, harus ramah lingkungan.” Pesan yang sering disampaikan Ubed ketika Madona hendak manggung. Sampai saat ini Madona menjadi pemegang rekor paling sering kecopetan di Preman Pensiun 4.

Mawardi (Eko Oray)

Biar lebih indah, sebut saja Mawar. Dia adalah keponakan Mang Pipit, ketika Mang Pipit nganggur dia adalah orang yang paling siaga memberikan Mang Pipit obat nasi padang 3x sehari. Tukang parkir di pasar. Kalimat andalannya, “Hati-hati di jalan, utamakan keselamatan bukan kecepetan.” Sepakat untuk sepaket dengan Taslim ponakan Mang Murad.

Baca Juga:  Preman Pensiun Episode 31, Musim 1: Kang Bahar Wariskan Bisnisnya kepada Kang Mus

Toni (Rifky Setia)

Wajahnya mirip Gian Zola pacar Ghea Youbi. Merupakan salah satu preman terminal yang setia pada Bos Bubun. Ia dijuluki bos kecil karena memiliki peran penting dalam kudeta kepemimpinan Bos Cecep di terminal. Berhasil mengadu domba Boy dan Willy, pemimpin sebagian mantan preman terminal.

Willy (Iyang Sule)

Banyak yang bilang bahwa ia The Next Kang Komar. Salah satu karakter yang saya suka, pembawaanya jenaka. Preman terminal anak buah Bos Bubun yang harus menanggung hutang 30 juta ke Silvia teman masa kecilnya. Pada kepemimpinan Bos Cecep, ia dipercayai sebagai supervisor karena lebih berpengalaman dan lebih lincah dari Boy sepupu Bos Cecep. Dan sepeninggalan Cecep dari terminal, Willy dipercayai sebagai bos terminal.

Mira (Delisa Herlina)

Ia karakter favorit saya. Satu-satunya pemain Preman Pensiun yang saya follow akun IG-nya. Selain karena rupanya yang cantik seperti Gal Gadot, saya menyukai logat Sundanya ketika berbicara. Dia merupakan sepupu Kang Cecep dari Garut. Awalnya ia merantau ke Bandung karena ada lowongan SPG dari temannya. Namun, ketika dia sampai di Bandung, lowongannya sudah terisi. Oleh karena itu, ia terpaksa jadi copet. Setelah berhenti nyopet dia sempat magang dagang cilok bersama Ubed selama 2 hari, dan kini Mira berprofesi sebagai penjual sepatu lokal buatan Cibaduyut bersama Jupri.

Sebenarnya masih banyak wajah baru yang belum tersebutkan. Semoga setelah PSBB berakhir dan keadaan sudah membaik, sehingga cerita sinetron Preman Pensiun 4 bisa dilanjutkan. Terima kasih Preman Pensiun 4, telah menemani Ramadan kami di masa pandemi ini.

BACA JUGA Menerka Alasan Alur Cerita Sinetron di Indonesia Banyak yang Absurd atau tulisan Heri Hermawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
12


Komentar

Comments are closed.